Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.
Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 27 Buaya Cacat
"Mike... Mana adik mu Aylin? Apa dia sakit? Dia tidak masuk bekerja dengan mu? "
Pertanyaan demi pertanyaam terlontar dimulut buaya Daniel, ia tidak memberikan jeda untuk Mike menjawab pertanyaan demi pertanyaannya.
"Wait, wait. Daniel... Dia sehat. Dia bekerja, daannn. Itu dia. " Tunjuk Mike ke arah adik nya yang tengah berjalan belenggok ria nan anggun sambil membawa beberapa kopi di tangannya.
"Morning Pak Mike, Morning Pak Daniel. Kopi! "
"Thanks you Adik ku sayang! " Ucap Mike sambil mengambil kopi wadah nya. Ia sengaja sedikit memperjelas dan menekan kan kata Adik di telinga bolotnya Daniel agar ia sadar diri. Tapi, ya begitulah. Daniel mana lah sadar diri. Matanya semakin berbinar binar saat melihat kehadiran Aylin. Layaknya kucing garong dijatuhi ikan asin.
"Ada apa? Kalian membicarakan apa? Terlihat serius sekali. "
"Tidak ada, hanya omongan ringan. Aylin, apa kau sudah sarapan? " Daniel mencoba menanyai Aylin dengan topik berbeda dengan sedikit bumbu perhatiannya, ciri khas para perayu ulung.
"Jelas sudah makan, tidak usah di tanya, " Sela Mike di belakang sambil menyeruput kopi panasnya. Ia sedikit muak dengan rayuan basi nya Daniel.
"Apa hari mu buruk Mike? " Daniel sadar sikap berbeda yang di berikan Rekan bisnisnya itu sehingga Daniel pun dengan sigap mengkhawatirkannya. Padahal dirinya lah sumber ke khawatiran itu.
"Tidak, kenapa? " Mike melotot sambil menyudahi menyeruput kopi nya.
"Kau sedikit terlihat menyebalkan! " Daniel mengangkat alisnya.
"Dasar buaya cacat, Kau yang menyebalkan. " Mike mengumpat di dalam hatinya. Namun dia hanya mengeluarkan senyum simpul menghiasi wajah tampannya.
"Apa? Apa kata mu Mike? " Tanya ulang Daniel.
"Tidak, tidak ada berbicara apapun. " Mike menggeleng dan sedikit tekekeh. Ia menahan fikiran jeleknya untuk membungkam mulutnya agar caci makinya tidak terkeluar bak gunung merapi. Bakal hancur lebur badan Daniel karena magma amarahnya.
"Aneh, aku merada ada yang berbicara di telinga ku. "
"Pak Daniel mungkin masih lelah, ku antar kopi ini ke ruang kerja Pak Daniel saja. "
"Baiklah Aylin. Mike, aku kerja dulu. "
"Emmm.... Tentu. " Mike mengangkat gelas kopinya.
"Dasar Badjingan kamu Daniel. Punya istri masih saja cari cewek lain. "
Mike tidak lepas mengawasi dengan ujung ekor matanya kepada Daniel, dia takut jika buaya buntung itu bertindak lebih dari sekedar cari perhatian Aylin. Sebenarnya dia tidak tahan melihatnya, tapi jika tidak dilihat dan diawasi. Di takut adik palsu nya akan di embat si Buaya buntung.
Aylin dengan santainya membawakan kopi di tangannya ke ruang kerja dan meletakkan di meja kerja Daniel. Sesekali ia rapikan meja Bosnya.
Daniel yang memang selalu mengekori dari belakang Aylin pun selalu memperhatikan lenggak lenggok tubuh Aylin yang sudah mempesona naluri lelakinya. Seandai nya bukan di kantor, bisa saja sudah diterkamnya bak Singa menerkam hewan buruannya. Namun ia sadar, yang ia incar ini adalah adik rekan bisnisnya. Dan Kakaknya sudah tahu bahwa ia punya istri.
"Aylin, apa kau mau menemani ku minum kopi. " tawar Daniel sambil memegang tangan Aylin.
Dengan cepat Aylin meloloskan tangannya dari genggaman nakal Bosnya, amit-amit meski masa lalu dia adalah suaminya. Tapi sekarang terasa sangat malas jika harus bersentuhan langsung.
"Maaf Pak Daniel, Jadwal anda masih belum rampung saya kerjakan. Dan hari ini anda ada rapat sebentar lagi jam 9 pagi. "
"Oh oke. "
Jawaban singkat Daniel adalah bentuk ke kecewaan nya karena ia gagal ditemani oleh Aylin, ia berfikir keras kembali agar bisa berduaan dengan Aylin. Ia ingin kesalahn kemaren di pantai terulang kembali dan kembali lagi.
Perlahan Daniel menghampiri meja sekretaris idamannya itu, ia pantau pekerjaan Aylin dari belakang. Dengan penuh unsur kesengajaan, ia mencari cari kesalahan di lembar pengetikannya.
"Aylin, laporan yang kamu buat ini ada kesalahn. Harusnya kamu menggunakan diagram pie saja, dan tabel ini agar diganti dengan lebih jelas. Agar para klien dapat memahami dengan baik. Mungkin seperti ini... " tangan Daniel dengan sigap membimbing tangan Aylin di mouse komputer. Dan tangan satunya mengetik di keyboard.
Jelas saja, mereka berjarak dalam beberapa inchi saja. Bahkan Daniel seperti benar-benar memeluknya. Setelah selesai membimbingnya, Daniel memandang mata Aylin dengan sangat dekat.
"Aylin! " Sapanya lembut.
"Ya Pak. "
"Kau ingat hanya kita berdua harus memanggil aku apa. "
"Emm ya Daniel. " mata Aylin terkunci dalam tatapan mata tajam Daniel.
Deg.
Jantung Daniel seakan terbang ke atas langit saat namanya disebut bibir manis Aylin. Perasaan bahagia itu muncul tiba-tiba mengusik hati nya. Dan ia menyakini. Ia harus mendapatkan Aylin seutuhnya.
"Aku tidak menganggap kemaren adalah sebuah kesalahan. Aku menyukaimu. "
Daniel larut dalam kasmarannya, dia sudah saja memandang bibir Aylin dan ingin melahapnya dengan rakus. Baru saja ingin meng embatnya, namun Aylin memalingkan wajahnya.
"Aaiishhhhhh... Lolos lagi kau Aylin. Bibir mu membuat aku candu. Aku tidak sabar lagi. "
"Aku, aku juga suka Kamu Daniel! "
"YESS!! ayo kecup dan balas bibir ku. Aku sudah haus akan kasih sayang mu Aylin. "
Batin Daniel meronta kegirangan saat mendengar incarannya juga menyukainya. Kapan lagi rasa dag dig dug seerrr ini bergelora. Sama Rebecca, uuuhh tidak ada lagi rasa itu.
Tangan Daniel langsung menggenggam tangan Aylin penuh kemesraan, ia langsung tersenyu. Bahagia saat tahu cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Tapi, Kau sudah punya istri Daniel. Aku tidak ingin merusak rumah tangga mu. " Aylin berdiri meninggalkan Daniel di meja kerjanya.
Aylin membawa berkas untuk dipersiapkan rapat pada jam 9 nanti di ruang kerja Daniel. Daniel pun langsung mengikuti langkah demi langkahnya. Ia berfikir keras agar Aylin bisa percaya bahwa cintanya benar benar tulus.
"Dengar Aylin, dengar dulu. " Daniel merebut berkas yang dibawa Aylin dan meletakkannya di meja kerjanya.
Dia pegang bahu Aylin, dia pandang lekat wajah dan kedua bola mata Aylin.
"Aku tulus Mencintai Mu Aylin. Aku benar-benar sadar saat kemaren. Aku benar jatuh cinta kepada mu. "
"Aku juga mencintai mu . Tapi aku wanita, aku tidak ingin kamu dan Istri mu. "
"Sebenarnya aku dan istri ku sudah lama bertengkar, tidak ada keharmonisan lagi diantar kami. Dan aku sudah tidak merasakan cinta diantar kami. Namun kehadiran mu, aku bisa merasakan cinta itu kembali. "
Daniel semakin mendekat, setelah mendengar bahwa Aylin pun jatuh cinta kepadanya. Ia semakin berani melingkarkan tangannya kepinggang Aylin dan mendorong tubuh Aylin menjadi lebih dekat dengannya. Nafas Daniel semakin mem-buru, ia ingin mengejar si merah Aylin yang membuatnya candu.
"Tidak Daniel, aku tidak akan merusak citra keluarga Sebastian menjadi pelakor. "
"Tidak, tidak, tentu saja tidak sayang Aylin. Aku akan menceraikan Rebecca."
Mata Aylin menyala saat mendengar kata cerai dilontarkan Daniel.
"Kau serius! "
"Tentu saja, jika aku jadi duda. Tidak akan ada yang menyebut kamu pelakor. "
Mendengar itu Aylin pun tersenyum, dan tentu saja melihat bibir Aylin sudah tersenyum. Daniel tidak menunggu lebih lama karena kesabaran nya sangat tipis, ia langsung menge-cup bibir Aylin yang sudah lama ia incar. Ia lu-mat dengan lahap nya, ia tidak ingin hasil buruannya lepas begitu mudahnya. Ia ingin menikmati setiap detiknya dalam pertukaran saliva itu. Ia larut dalam buaian manisnya bibir merah merekah merona.
Lu-matan demi lu-matan ia dan Aylin lakukan. Aylin terbawa permainan lihai Daniel. Dia menikmati setiap sentuhan nya. Nafas mereka saling memburu, Aylin belum pernah merasakan sentuhan yang memabukkan seperti ini dari Daniel meski dulu saat ia menjadi Selyn.
"Daniel.. Rapat dimulai jam 9."
💙Bersambung💙
💛Terimakasih Sudah membaca novelku
❤Jangan lupa like, komen dan vote
💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya
💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya
Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗