NovelToon NovelToon
Cermin Retak

Cermin Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:975
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

Namanya Anya Dia baru pindah ke rumah kontrakan lama di riau. Murah banget sewanya. Cuma ada 1 yang aneh: cermin gede di kamar.

Malam pertama, Anya iseng selfie depan cermin jam 12 malam. Pas diliat hasilnya... di foto dia senyum. Tapi di pantulan cermin, dia nunduk.

Dia kira cuma efek cahaya. Besoknya dia dandan buat kerja. Ngaca biasa.
Tiba-tiba lampu kedip. Pas nyala lagi, di cermin dia udah nunduk duluan. Padahal Sari masih natap cermin....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Mereka berlima lari nembus lorong lantai 2. Tidak ada yang berani nengok ke belakang. Sendal Wulan sampai lepas satu. Tari masih gandeng tangan Wulan kenceng banget. Tio jalan paling depan, matanya nyapu tiap sudut. Serra paling belakang, narik tangan Anya. Tangan Anya dingin dan basah.

Sampai di ujung lorong, mereka langsung belok ke tangga. Turun lantai satu. Napas tersengal. Begitu sampai lantai 1, lampu teras kos nyala temaram. Bau melati dari pot depan pintu pagar kecium. Agak nenangin.

Di meja depan, Ibu Kos lagi duduk nonton TV. Kipas angin muter pelan. Begitu lihat mereka berlima, mukanya langsung berubah.

"Astaga...! kenapa pada lari-lari? Muka kalian pucat semua." Ibu Kos langsung berdiri. Daster birunya masih rapi. "Ada maling ya?"

Wulan langsung nangis. "Bu... Bu..."

Serra yang jawab duluan. Suaranya masih serak. "Bu, kami dari kamar Anya. Di kamar mandinya...ada yang aneh."

Ibu Kos ngerut. Matanya langsung nyari Anya yang masih nunduk di belakang Serra. "Loh Nya? Kamu kenapa? Tangan kamu dingin banget nak."

Anya nggak jawab. Dia cuma nunjuk ke atas. Ke arah lantai 3. "Di cermin kamar mandi aku," suara Anya pelan. "Ada tulisan. Pake uap. Terus ada suara. Manggil nama aku, Bu."

Ibu Kos langsung diem. Wajahnya yang tadi panik berubah jadi...takut. Dia jalan pelan ke arah tangga. Tapi berhenti di anak tangga pertama."Udah berapa lama ini kejadian?" tanya Ibu Kos pelan.

Tio maju. "Dari semalam, Bu. Pas Anya tidur di kamarnya. Lalu Anya pindah kamar Wulan. Lampu kamar mandinya kedip-kedip sampai jam 3."

Ibu Kos megang pagar tangga. Jarinya gemetar. "Ya Allah..." bisiknya. "Aku kira udah selesai."

Lima pasang mata langsung nengok ke Ibu Kos."Maksud Ibu apa?" tanya Serra.

Ibu Kos menarik napas panjang. Matanya berkaca."Dulu...!dua tahun lalu. Ada anak kos di kamar itu. Namanya Minar." "Dia...dia meninggal di kamar mandi itu," lanjut Ibu Kos. Suaranya pecah. " Dan gak ada tau penyebabnya. Mayatnya ditemukan setelah dua hari."

Dari atas, terdengar suara pintu kamar Anya ketutup pelan.

_Klak._

Padahal mereka semua ada di sini. Ibu Kos langsung mundur dari tangga. "Udah. Malam ini kalian semua tidur di bawah. Di ruang tamu. Jangan ada yang naik lagi."

Tapi Anya masih ngeh di tempat. Kepalanya nengadah ke atas. Dari celah tangga, samar-samar ada bayangan rambut panjang. Basah. Ngintip ke bawah. Langsung ngilang.

*"Nya..."*

Suara itu terdengar dari atas. Pelan banget. Kayak kebawa angin. Anya langsung nengadah. Matanya kebuka lebar.

"Barusan...? ada yang manggil," bisiknya. Suaranya hampir nggak kedengeran.

Serra langsung narik tangan Anya. "Udah. Jangan dengerin." Tangan Anya dingin. Basah. Kayak abis dicelup air.

Wulan sudah tidak bisa menahan rasa takutnya. Isaknya pecah."Bu..." kata Wulan sambil terisak. "Kita...kita tidur di bawah aja ya Bu?"

Ibu Kos ngangguk. Cepet. Wajahnya pucat. "Iya nak...Iya!. Ambil selimut. Kita di sini semua. Jangan ada yang naik."

Kipas angin muter pelan. _Ngiiing..._

TV masih nyala tapi nggak ada yang merhatiin. Cuma jadi suara latar biar tidak terlalu sepi.

Ibu Kos duduk di sofa. Tangannya gemetar pas tuang air putih ke gelas."Nya..." panggil Ibu Kos pelan. "Sini nak, deket Ibu."

Anya jalan pelan. Duduk di lantai. Nyender ke kaki Ibu Kos. "Beberapa tahun lalu," Ibu Kos mulai cerita. Suaranya serak. "Ada anak kos di kamar itu. Namanya juga Minar."

Anya ngangkat wajah. "Minar...?"

"Iya," Ibu Kos ngusap rambut Anya. "Dia pendiem. Suka masak mie tengah malam. Waktu itu dia mau pulang kampung. Koper udah dia siapin." Ibu Kos berhenti. tenggorokan tercekat. "Tapi kami tidak tahu bahwa dia masih ada di dalam. Ketutup dari dalem. Dua hari...!baru ketauan. Ibu pikir udah keluar dari kamarnya Tampa pamitan. Ga taunya dia udah meninggal."

_Tik... tik..._

Suara dari atas. Kayak air netes dari shower. Tio berdiri di depan tangga sambil berdiri Matanya tidak lepas dari atas." Lalu dia meninggal karna apa Bu?" tanyanya.

Ibu Kos menggeleng pelan. Air matanya jatuh. "Ibu nggak tau. Dan sampai sekarang masih jadi misteri. Tapi kalo ada anak yang ngekos. Mereka akan sering diganggu."

Serra meluk Anya dari samping. "Terus kenapa sekarang dia manggil Nya?"

Belum ada yang jawab. Dari dapur yang gelap, kedengeran suara.

_Sreeess..._

Suara kran dapur berhenti. Lampu ruang tamu masih nyala. Tapi hawa dinginnya makin nusuk.Tapi tidak ada yang berani jalan buat ngecek.Ruangan cuma kedengeran _ngiiing_ kipas angin sama napas mereka berlima yang nggak beraturan.

Ibu Kos masih megang gelas air. Airnya tumpah dikit ke tangan. "Astaghfirullah..." bisiknya. Dia buru-buru naruh gelas ke meja." Kita baca doa bareng-bareng ya nak."

Wulan langsung duduk bersila. Tangannya gemetar pas megang ujung jilbab Tari. Tari merem. Bibirnya komat-kamit. Tio masih berdiri di depan tangga. Punggungnya kaku. Kayak nunggu ada yang turun. Serra meluk Anya makin kenceng. Dagunya di atas kepala Anya. Anya? Dia diem. Matanya natu ke arah dapur yang gelap gulita. Di sela gelap itu, samar-samar ada bayangan. Tinggi. Basah.

Berdiri di depan kulkas. dia cuma diam.

"Bu..." suara Anya kecil. "Di dapur...? ada orang."

Lima kepala langsung nengok bareng. Kosong. Cuma meja makan sama kursi plastik. Tapi lantai dapur basah.

_Kreeet..._

Suara dari atas. Kayak ada yang narik sesuatu di lantai kayu. Panjang. Lima orang diam.

Lampu ruang tamu kedip sekali. _Kretek._ Terus normal lagi.

Ibu Kos langsung genggam tangan Anya. Tangannya Ibu Kos panas. Beda sama tangan Anya yang dingin. "Denger ya nak," kata Ibu Kos. "Besok pagi. Pas matahari udah tinggi. Kita naik bareng-bareng. Kita doain dan pamit baik-baik."

1
Teh Euis Tea
makin penasaran
Teh Euis Tea
syukurlah mereka sampe jg ke rumah ustadz
Teh Euis Tea
hadeuhhh aku tegang bacanya tp penasaran
Teh Euis Tea
mungkin mahluk itu diamnya dipohon beringin
Teh Euis Tea
tegang aku bacanya, kasian loh Anya yg di incer trs sm setan
Teh Euis Tea
setannya kuat, apa lg Anya sering kosong pikirannya
Alissia
apa dulu itu hantunya kekasihnya tio 🤔🤔🤔🤔
Alissia
hai thor🤭🤭🤭
Sarah Bagan
mntap kak, lanjutkan
Teh Euis Tea
jujur aku baru kali ini baca novel horor, takut tp penasaran
Teh Euis Tea: sama2 tetap semangat berkarya thor
total 2 replies
Teh Euis Tea
Anya sepertinya mahkluk itu ga bakal berenti ganggu km, klu kmnya sering Ng gelamun, pikiranmu sering kosong jd setan gampang masuk
Teh Euis Tea
si Anya pikirannya selalu kosong jd gampang setan masuk ke badannya
Teh Euis Tea
Anya Serra kalian banyakin istiqfar biar hati tenang dan pikiran ga diganggu mahkluk halus lg
glaze dark
nanti akan terbongkar ya kak, masih panjang ko🤭🤭🤭
Teh Euis Tea: di tunggu
total 1 replies
Teh Euis Tea
aku ikutan tegang bacanya, dan penasaran kenapa si Minar terobsesi sm Anya, ada apa ya dgn Minar dulunya?
Teh Euis Tea
duhhh deg degan aku bacanya, mudah2 an Anya dan yg lainnya selamat
Teh Euis Tea
duhhh deg degan aku tkt Anya dan Bibah knapa napa
Teh Euis Tea
loh thor, bkn nya Anya kerja ya bkn kuliah?
atau Anya kerja sambil kuliah thor?
Teh Euis Tea
setan ko siang bolong msh gentayangan, lagian Bu kos udah tau kamar serem msh aj di sewain aturan rombak aj biar ganti suasana
Teh Euis Tea: betul ka
total 4 replies
Sarah Bagan
mungkin dibunuh kali, kita lihat aja endingnya. tamat atau Ndak, biasanya banyak novel ga tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!