NovelToon NovelToon
Asisten Pribadi Mantan

Asisten Pribadi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Dirga dan Asha..

Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.

Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.

Namun takdir berkata lain..

Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.

Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..


Lima tahun berlalu..

Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..

Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.

apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Sejak siang tadi Asha merasa Dirga sedikit berbeda..

Tidak sebawel biasanya, tapi tidak diam juga. Pria itu hanya berbicara sepentingnya saja

Jam menunjukkan pukul 6 sore, disaat semua karyawan sudah pulang Asha masih berada di kantor menunggu Dirga yang belum selesai dengan meeting online-nya

Asha merapikan meja kerjanya sambil menunggu Dirga, dan benar saja tak lama pria itu membuka pintu ruangan Asha

" Ayo pulang "

" Baik Pak Dirga "

Asha segera mengambil tasnya, dan berjalan mengikuti Dirga

Wajah Pria itu datar tanpa senyuman, bahkan Asha merasa pria itu masih marah kepada dirinya perihal siang tadi

Sampai mereka masuk ke dalam mobil, Dirga masih saja diam

Asha yang tak tahan akhirnya membuka suara

" Jujur aja, kamu lagi marah ya ? "

Dirga yang sedang memakai sabuk pengamannya pun menoleh

" Marah kenapa ? "

" Ya gara-gara tadi siang "

" Enggak, biasa aja "

" Terus kenapa lebih banyak diam ? "

" Lagi ngirit suara "

" Penyanyi bukan pakai so ngirit suara "

Dirga tak lagi menjawab, ia pun langsung mengemudinya mobilnya meninggalkan kantor

" Pak Dirga lapar nggak ? "

" Nggak "

" Tapi saya lapar pak, saya mau makan dulu ya "

" Hmm "

Asha tau Persis jika Dirga sedang marah atau cemburu, jika tidak mana mungkin pria itu lebih banyak diam dibanding biasanya

Asha menatap ke arah jalan, pikirannya saat itu tertuju kepada Ibu Dirga dan ucapan Naufal

" Kalau ada sesuatu hal yang buruk terjadi, berarti lo tau Sha siapa yang di balik semu**nya "

Asha semakin ragu untuk memulai hubungannya kembali dengan Dirga

Ia takut jika hal itu justru membuat orang sekitar Asha yang menjadi korbannya

Tapi..

Tak bisa Asha pungkiri, jika ia masih mencintai Dirga..

Setelah menempuh perjalanan, Dirga menghentikan mobilnya disebuah warung tenda yang pernah mereka datangi

Asha dan Dirga pun turun dari mobil dan masuk kedalam sana

Seperti biasa Asha lah yang akan memesan makanan, sedangkan Dirga ia hanya duduk menunggu Asha

" Malam ini saya yang traktir Pak Dirga " ucap Asha begitu selesai memesan

" Nggak usah, saya nggak kekurangan uang "

" Ya gantian, biasanya kan Pak Dirga yang bayarin makan "

Dirga tak lagi menjawab, justru pria itu kini memilih memainkan ponselnya

Asha menatap Dirga beberapa kali, tak banyak yang berubah dari pria itu

Bahkan wajah Dirga semakin lebih tampan dibandingkan tujuh tahun yang lalu

Pesanan Asha pun datang, kini meja kosong itu telah terisi piring berisi makanan yang akan mereka makan

" Saya nggak mau makan, Sha "

" Emang nggak laper ? "

" Nggak "

" Yaudah saya yang makan aja kalau gitu "

Asha mulai menyantap makanannya, Dirga yang sedang memainkan ponselnya sesekali melirik dan menelan ludahnya

" Kalau laper makan aja "

" Nggak "

Asha hampir tertawa karena tingkah Dirga yang seperti anak-anak

" Buka mulutnya " ucap Asha yang hendak menyuapi

" Enggak laper "

" Buka mulutnya Dirgantara Mahessa "

Akhirnya Dirga membuka mulutnya, dan satu suapan masuk kedalam mulutnya

" Sha aku—"

" Ssst diem, udah makan aja "

Dirga pun menurut, ia hanya diam dan menikmati suapan dari Asha

Hingga akhirnya piring mereka pun habis tak bersisa

" ayo pulang " kata Asha yang sudah selesai mencuci tangan

" Hmm "

Segera Dirga dan Asha kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Dirga

Setelah menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun sampai dengan selamat dirumah

Asha pergi ke dapur untuk mengambil air dan diikuti oleh Dirga yang juga ingin mengambil air

Setelah Asha selesai minum, Dirga mengambil gelas yang sebelumnya Asha gunakan dan ia mengisi kembali dengan air dan meminum dengan gelas yang sama

" Loh kenapa nggak ambil gelas yang baru "

" Emang kenapa ? Sama aja "

" Ya beda dong, itu kan bekas aku "

" Terus kenapa ? kamu mikir apa emang ? "

" Nggak mikir apa-apa"

" Yaudah, dulu kan juga sering "

Dirga berjalan meninggalkan dapur dan duduk di kursi makan

" Kamu kenapa sih ? " tanya Asha kembali

" Nggak apa apa Sha "

" Yaudah kalau kamu nggak mau jujur, aku nggak mau ngomong sama kamu. Besok juga aku ke kantor bareng sama Naufal aja "

Dirga menghela nafasnya kasar

" Kenapa Naufal terus sih "

Asha mengangkat alisnya

" Maksudnya ? "

" Ya iya kenapa harus Naufal terus, kan ada aku Sha "

" Ya aku tau kita ini cuma mantan "

" Tapi Sha.. "

" Gimana aku mau perbaikin semuanya kalau kamu apa apa Naufal "

Asha duduk disamping Dirga, menggenggam tangan Dirga dan mengusapnya dengan lembut

" Dirga.. "

" Aku dan Naufal itu cuma sahabat, dan ga lebih dari itu"

" Iyah Sha, aku tau. Aku juga nggak punya hak buat marah ataupun cemburu, tapi ya.. "

" Boleh, kamu boleh cemburu. Asalkan cemburu kamu itu nggak berlebihan "

" Aku juga cuma makan siang tadi "

" Kalau dipikir-pikir sekarang justru aku waktu aku lebih banyak buat kamu, Dirga"

Dirga menundukkan kepalanya

" Aku cuma takut kalau kamu jatuh cinta sama dia, Asha "

" Kalau aku mau, sudah dari dulu Dirga "

Dirga diam..

" Udah ah, jelek banget ngambeknya. "

" Yaudah besok sarapan bareng, makan siang bareng, makan malem mareng deh "

Dirga mengangkat wajahnya

" Tidur bareng juga ? " ucap Dirga dengan nada usil

" Astaga Dirga " Asha mencubit lengan Dirga

" Aduh sakit ampun, bercanda " Dirga meringis kesakitan

" Makanya jangan asal kalau ngomong, sakit kan "

" Iya engga " Dirga mengusap lengannya yang sakit

" Yaudah aku ke kamar dulu ya mau istirahat, kamu juga istirahat Dirga "

" Iyah Sha "

" Malam Pak Dirga "

Dirga menggeleng sambil tersenyum

Asha pun mulai meninggalkan Dirga sendiri, sedangkan Dirga ia masih duduk dan menatap punggung Asha yang mulai menjauh

Dirga tersenyum tipis...

" Kayaknya aku bisa milikin dia lagi "

1
partini
satu kata buat kamu Dirga STUPID
partini
ya sat set lah cari tau
Angga Gati
lanjut kak👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!