NovelToon NovelToon
Anakku Bukan Anak Suamiku

Anakku Bukan Anak Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Anak Haram Sang Istri / Tamat
Popularitas:72k
Nilai: 5
Nama Author: Nurma Azalia Miftahpoenya

Setiap rumah tangga pasti memiliki ujiannya masing-masing. Tergantung kita, apakah bisa menyikapinya dengan baik atau justru semakin memperburuk keadaan.

Rasa cinta Zarina Febrianti diuji saat sang suami mendapatkan masalah. Dia terjebak ke dalam hubungan gelap dengan seorang pria asing yang dikenal melalui media sosial.

Semua hancur ketika Robby, sang suami tahu bahwa anak sang istri bukan berasal dari benihnya. Bagaimana Zarina akan menjalani kehidupan bersama anak hasil perselingkuhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Azalia Miftahpoenya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulang Tahun Alam

Seorang wanita cantik tengah sibuk menghias kue tart spesial yang dibuat dengan tangannya sendiri untuk seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya. Kue tart sederhana bergambar karakter Doraemon itu dihias oleh si wanita dengan semangat yang membara. 

"Mama," panggil seorang anak laki-laki berusia kira-kira lima tahun. 

Wanita itu menoleh ke belakang, seketika senyum cerah terbit di bibirnya yang merah dengan polesan lipstik tipis. Dia segera meletakkan peralatan yang sejak tadi dia pakai di atas meja. 

"Alam." Zarina merentangkan kedua tangannya setelah berlutut di lantai untuk menyambut tubuh kecil sang putra yang sedang berlari ke arahnya. 

Alam berlari dengan cepat menghampiri sang ibu. Bocah laki-laki itu langsung masuk ke dekapan hangat ibunya. Beberapa saat kemudian, Zarina melepaskan dekapannya lalu sedikit menjauhkan tubuh sang putra agar tidak terlalu menempel dengannya. 

"Wah, Alam sudah mandi, yah?" tanyanya sambil mencubit pelan pipi mulus bocah laki-laki itu. 

"Sudah, dong! Alam kan mau tiup lilin," jawabnya antusias. 

Zarina tertawa kecil setelah mendengar jawaban dari anaknya. Wanita itu segera memasang wajah sedih yang membuat Alam sedikit heran. 

"Mama kenapa sedih?" tanya Alam penasaran. 

"Mama lupa bikin kue ulang tahun untuk kamu, Alam," ujarnya dengan suara yang sengaja dibuat lebih meyakinkan. 

"Lalu kue itu buat siapa?" tanya Alam menunjuk kue tart yang ada di atas meja. 

Zarina mengalihkan pandangannya sejenak ke arah yang ditunjuk oleh sang putra lalu kembali memandang putranya yang kini mulai berubah ekspresi.

"Itu pesanan orang, Sayang," jawab Zarina yang langsung membuat Alam terlihat kecewa, terbukti bocah itu langsung menundukkan kepalanya. 

"Maaf, Alam. Mama lupa." Zarina memegang dagu bocah itu untuk mengangkat wajah sang putra. 

"Tidak apa-apa, Ma. Alam ngerti, kok!" 

Jawaban Alam sangat terlihat dewasa meski usianya tahun ini baru masuki lima tahun. Bocah itu sama sekali tidak menangis ataupun merengek seperti anak-anak lain jika keinginannya tidak terpenuhi. Padahal, Zarina tahu, Alam sedang sangat kecewa. Baru kali ini Zarina berakting seolah-olah lupa dengan hari kelahiran sang putra. 

"Alam ikut mama anterin kue ini ke pemiliknya, yah?" 

"Boleh, Ma." 

"Ya sudah, kalau gitu, Alam jaga kuenya dulu, mama mau mandi sebentar." 

"Siap, Ma. Percayain semua sama Alam," ujarnya dengan senyum tipis yang Zarina tahu bahwa senyum itu merupakan senyum paksa. 

"Oke, jagoan Mama." Zarina mengayunkan langkahnya menjauh dari sana lalu bersembunyi di balik dinding pembatas antara dapur dan lorong menuju kamar. 

Alam tetaplah seorang anak kecil, meski bibirnya mampu berucap kata tidak apa-apa. Namun, nyatanya bocah itu tetap penasaran dengan rupa kue tart buatan sang ibu yang ternyata baru diketahui bukan untuknya. 

"Maaf, Ma. Tapi Alam cuma mau lihat aja, kok! Kue buatan mama pasti bagus," gumamnya seraya naik ke kursi untuk melihat rupa kue buatan sang ibu. 

Bocah itu tertegun ketika melihat karakter kartun kesukaannya yang terlukis dengan sangat cantik di atas kue tart tersebut. Tidak hanya itu saja, Alam juga tidak percaya dengan apa yang tertulis di atas kue ulang tahun itu. 

Nyanyian selamat ulang tahun dari belakang membuat Alam menoleh. Bocah itu menatap sang ibu yang sedang berjalan ke arahnya sambil bertepuk tangan dengan mata berkaca-kaca. Ternyata ucapan ibunya tadi hanyalah kebohongan semata. Nyatanya, di atas kue tart buatan sang ibu terpampang dengan jelas nama panjangnya, yakni Alam Putra Alamsyah. 

"Ma-ma, ma-ma nger-jain Alam." Alam berkata dengan suara terbata saat sang ibu sudah berada di sampingnya. 

Zarina menarik kursi di samping sang putra untuk lebih dekat dengan anak semata wayangnya yang sudah bukan lagi balita. Anaknya kini sudah besar dan semakin pintar. 

"Maaf, yah! Mama tidak tahu lagi harus merayakan ulang tahun kamu agar lebih terasa meriah dengan cara bagaimana. Selama ini kita hanya hidup berdua," ucap Zarina yang tiba-tiba mellow. 

Alam dengan cepat menghapus air mata yang hampir menetes dari sudut mata sang ibu. Bocah itu sama sekali tidak suka saat sang ibu menangis seperti ini. 

"Maafin ibu, Alam. Kamu harus merasakan hidup seperti ini," ucap Zarina lagi. 

"Ma, mama pasti mau bahas tentang papa lagi, 'kan? Papa yang Alam bahkan tidak tahu namanya siapa. Alam sudah terbiasa hidup seperti ini, Ma. Dengan mama tetap menyayangi Alam saja, itu sudah lebih dari cukup." 

"Alam." Zarina langsung memeluk tubuh kecil

putranya, wanita itu sangat bersyukur karena di usianya yang masih kecil, pemikiran Alam sudah sangat dewasa.

"Mama jangan menangis!" bisik Alam ditelinga sang ibu. 

Zarina mengangguk kecil. Tangan kanannya buru-buru menyeka jejak air mata dari wajah cantiknya. Zarina tidak ingin nantinya Alam lebih sedih dari dirinya. 

Meski menurut, nyatanya hati Zarina merasa sesak yang amat dalam. Bagaimana tidak, di usianya yang sangat kecil, seharusnya Alam sedang dipuncak kebahagiaan saat ada seorang ayah yang menemaninya bermain dan belajar. Namun, apa yang justru di dapat oleh anaknya benar-benar membuat Zarina merasa menjadi ibu yang jahat. 

"Ya udah, kita tiup lilin dulu, yah!" 

Zarina langsung memasang lilin dengan angka lima lalu menyalakan api di lilin tersebut. Raut wajah sedih dan kecewa yang tadi merusak ketampanan Alam kini sirna sudah, bergantikan senyum sumringah di bibir kecil itu. 

Mereka berdua kembali menyanyikan lagu khas yang sering kali dinyanyikan oleh orang-orang ketika bertambahnya usia. Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Alam meniup lilin itu hingga padam. Zarina bertepuk tangan saat sang putra sudah berhasil memadamkan api di kue tart buatannya. 

"Terima kasih, Ma." Alam kembali masuk ke dalam dekapan sang ibu, bocah itu berusaha menyembunyikan matanya yang kini sudah mengembun. 

Alam memang sengaja menyembunyikan perasaan sedihnya karena sesuatu hal yang sampai saat ini sama sekali tidak dipahami olehnya. Beberapa kali dia menjadi sasaran bully teman-temannya yang mengoloknya tidak memiliki ayah. Namun, Alam tidak ingin membuat sang ibu semakin bersedih. 

Tepatnya tahun lalu Alam pernah menanyakan hal yang sama kepada sang ibu. Bocah itu menanyakan keberadaan sang ayah yang sama sekali tidak dia ketahui nama dan rupanya. Sejak kecil, Alam sama sekali tidak pernah melihat sang ibu dekat dengan lawan jenis. 

"Sama-sama, Sayang. Ayo kita potong kuenya!" ajak Zarina sambil mendorong pelan tubuh sang putra. 

Sayangnya Alam masih belum ingin melepaskan diri dari dekapan hangat sang ibu. Bocah yang tidak pernah merasakan bagaimana rasanya mendapat kasih sayang seorang ayah itu masih ingin menikmati waktu berpelukan dengan wanita yang telah melahirkannya. 

"Alam, kenapa, Sayang? Ada sesuatu yang mengganggu kamu?" tanya Zarina curiga. 

"Tidak, Ma. Alam cuma ingin peluk mama lebih lama," jawab Alam semakin mengeratkan pelukannya. 

"Suatu saat nanti, Alam janji akan mencari keberadaan papa, Ma. Alam akan menanyakan kenapa papa tidak pernah hadir dalam kehidupan Alam." Bocah itu membatin dalam hati, Alam bertekad akan mencari keberadaan sang ayah meski ibunya tidak pernah mau mengungkapkan jati diri ayahnya. 

1
Nuning Rahayu
sya ke jadi si Robby najis amit2 blik ge m si zarina
Widi Widurai
halah sok sok kangen. kenal aja kagak
Widi Widurai
ah bg bgt si
Widi Widurai
yaelah kl niat menyembunyikan yaa kertas itu dibakar lah.. malah disimpen
Shifa Burhan
aku mau tantang author jika kau diposisi Robby apakah kau merasa adil dibuat kayak gitu?????

diselingkuhi, istri yang selingkuh bukan nya menyesal dan sujud minta maaf padanya tapi istri seakan tidak merasa bersalah pada Robby dan segampang itu pergi dan tinggal Robby, dan Robby malah dibuat menderita karena berpisah dengan istri jahanamnya, malah Robby yang dibuat mengejar2 dan berjuang merebut cinta istri jahanamnya

kalau hidup author dibuat kayak Robby, adil tidak author rasakan

hor jadi orang harus punya hati juga sedikit jangan mentang author wanita dan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita jadi author seenak buat karakter pria kayak lelaki bodoh dan tidak punya harga diri
G Use: Anjing nih cerita...orang yang tulis cerita ini adalah pelaku sendiri...anjing babi !!!
total 1 replies
Juna Dong
luar biasa
Mak Nonik
ceritanya bagus
Sandrina Dalila
suka
Furi Wijayanti Wijayanti
masih gantung Tania blm d buat sadar
Shifa Burhan
novel ini bagus dan sebenarnya tida ada masalah di novel

ini yang jadi masalah karena ratusan novel yang konfliknya
suami selingkuh
* suami dibuat menderita, menyesal, mengemis minta maaf, berjuang mati2an dapat kesempatan dan mengejar istri yang pergi
*pemseran utama wanita tegas pergi dan tidak mudah memaafkan
*novel hadir lelaki lain yang baik dan berkesempatan besar menggantikan posisi pemeran utama pria (bukti banyak novel pemeran utama pria digantikan PEBINOR)
*semua orang yang peduli pada istri dicap orang baik dan semua orang akan melaknat perbuatan suami

yang jadi masalah dinovel2 (banyak sekali novel). karena berbanding terbaik jika konfliknya pemeran utama wanita (istri) yang selingkuh
*istri hanya menyesal, paling jauh hanya minta maaf dan mudah sekali dimaafkan, tidak dibuat berjuang, tidak dibuat mengemis, tidak dibuat mengejar suami, malah dia yang dia buat pergi tinggalkan suaminya tampa peduli perasaan sakit hati suami, yang paling parah sebagian novel malah membenarkan perselingkuha itu dan satu lagi posisi pemeran utama wanita aman 100%, tidak akan tergantikan
*suami dibuat karakternya bodoh, kayak tidak punya harga diri yang Terima saja dan mudah memaafkan dan malah sang suami dibuat balik berjuang
*lelaki selingkuhan sebagian novel dilaknat tapi ada sebagian novel lelaki ini dispesialkan dan diistimewakan dan akhirnya juga bahagia dan malah ada beberapa novel lelaki tetap berhasil merebut istri orang dan mengantikan posisi pemeran utama pria
Ana Johana: Keren, Kak komenmu. Setuju ♥️
total 2 replies
Ovie Ozmon
di tunggu up nya karyamu bagus author
beda dari yg lain
Gadis Sandman
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
TexasTiger
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
Windy Miller
Serruu bangett ceritanyaa,,,, ok bgt😍
Garden Rose
Semangat ya, thor! Jangan lupa ambil komen yg positif dan membangun, ya
RainbowSweety
Se daebak itu! Aku bakal terus menunggu lanjutannya Thor! Semongko!
SquigglyMunchkin
seru banget novelnya, semangat terus buat author, ku tunggu karya indahnya☺
Girl Moon Maker
Yok bisa crazy up yok!!
NewJerseyJack
kapan up LG....??? LG seru nih
Dewa Yunani
Yo ayo thor! aku selalu mendukungmu dalam doa hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!