NovelToon NovelToon
Transmigrasi Sang Pengacara

Transmigrasi Sang Pengacara

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Chicklit / Tamat
Popularitas:157.4k
Nilai: 5
Nama Author: Auliya'a Wulandari

Tiara Andni sosok gadis yang begitu sempurna masih muda, cantik, mapan dan memiliki reputasi begitu baik, sungguh kehidupan yang sangat di impikan, namun siapa yang menyangka kesempurnaan hidupnya harus pupus di karenakan sebuah kecelakaan yang meregang nyawa

Saat ia terjaga ia sangat terkejut saat menerima kenyataan yang bahkan sangat sulit di terima logika ini, ia hidup kembali, dan bahkan ia harus hidup di tubuh orang lain yang memiliki nasib yang begitu menyedihkan

Jesika Alisia Hartawan seorang bocah berusia 16 tahun, bocah malang yang menjadi korban KDRT dari papanya

bagai mana kelanjutannya?

Apakah Tiara yang berada di tubuh Jesika akan memiliki akhir yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya'a Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Bahu Jesi beneran ngak papa?" Ucap Acha dengan nada nan begitu cemas, bagai mana tidak Jesi tiba tiba berlari seperti orang kesetanan, namun tak lama setelahnya ia kembali dengan luka yang bahkan begitu menakutkan, hal yang membuat mereka semakin kesal ialah kekeras kepalaan Jesika yang mengatakan jika ia baik baik saja, Nina dan Acha buka orang bodoh yang akan percaya dengan kebohongan Jesika tidak ada orang yang bisa baik baik saja saat ia mengalami kuka

"Gue ngak papa kok, kita jadi kan ke mall" Ucap Jesika dengan nada ringan, saat ini yang terpenting ke mall membelikan beberapa hadiah untuk sang mama

"Tapi ke rumah sakit dulu ya Nin, Acha cemas dengan luka Jesi, lagian apa Jesi mau bikin mama Jesi khawatir?, kita kerumah sakit ya Jes, biar lukanya di periksa dan kita ngak bakalan kahwatir lagi" Ucap Acha pelan, temanya yang satu ini bahkan sangat keras kepala, dalam keadaan sakit ia tak mau di bawa ke rumah sakit, sebagai teman yang baik tentu saja keduanya harus membujuk jesika agar ke rumah sakit, memastikan jika luka itu bukan luka yang perlu di khawatirkan

"Gue beneran baik baik aja Nin Cha, Lo berdua ngak percaya sama gue?" Jesika terus meyakinkan jika dirinya benar benar baik baik saja, toh hanya luka kecil saja

"Jesi kita percaya sama Lo, tapi kita ke rumah sakit dulu liat tu darahnya ngak berhenti berhenti bikin Nina sama Acha takut" Ucap keduanya pelan, jika Jesika sakit tentu saja mereka harus membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawan yang layak, namun lihatlah Jesika menolak rencana baik mereka

"Yaudah" Ucap Jesika malas, kupingnya sudah benar benar jengah mendengar pertanyaan klasik dari kedua temanya, dan karena terlalu semangat menolong lihatlah apa yang ia dapatkan saat ini, hanya luka,

"Dok periksa teman saya" Ucap Acha dengan nada kahwatir, saat ini ketiganya sudah berada di rumah sakit,

"Ah ini terlihat seperti luka goresan namun memang cukup serius saya sarankan agar melakukan rawat inap untuk memastikan jika racun tak merusak beberapa sel anda" Ucap si dokter dengan nada pelan, ia bahkan penasaran di mana gadis yang beranjak remaja ini mendapatkan luka seperti ini, dari bekas luka dapat di lihat jika ini adalah luka dari senjata api, anak yang malang

"Saya ngak bisa nginap dok, kasih aja obat yang bisa ngurangin rasa sakitnya," ucap jesika dengan nada pelan, ia tak bisa rawat inap, karena hanya akan membuat mamanya jadi kahwatir, lagi pula ia berfikir jika ini hanyalah luka goresan kecil

"Ah baik lah jika seperti itu, saya hanya biasa menyarankan agar tidak mengonsumsi makanan laut dan memakan obat dengan teratur jangan lupa oleskan salep agar luka anda cepat mengering" Ucap si dokter pelan, luka di lengan Jesika memang terlihat sedikit namun luka kecil itu mengandung racun yang memang cukup berbahaya

"Jesi dengarkan, harus minum obat dan oles salep secara teratur" Acha berucap lagi, keduanya bahkan tak tau dimana Jesi mendapatkan luka ini, sebelumnya jesi begitu bersemangat meninggalkan mereka, dan saat kembali sudah berdarah seperti ini

"Iya Acha, gue denger kok" Jesi menghela nafas dengan nada pelan, luka ini malah merepotkannya

"Yaudah, terimakasih ya dok" Ucap jesika tersenyum lebar, setelahnya segera membawa kedua temannya meninggalkan rumah sakit, luka sekecil ini?, harus melakukan banyak pantangan dan harus minum obat secara teratur, di masa lalu bahkan jesika sudah mengalami hal yang jauh lebih menyakitkan dari ini, dan ia bisa mengatasinya,

"Yaudah, sekarang kita ke butik atau balik kerumah dulu?" Ucap Nina sembari fokus pada acara menyetirnya,

"Mau ngapain?" Ucap Jesika dengan nada pelan, sebelumnya mereka berjanji ingin ke mal kan?, lalu?, mengapa berhenti di butik terlebih dahulu

"Ngak mungkin jesi ke mall pake seragam yang udah robek trus kotor gini" Acha berucap pelan, pakaian putih Jesika bahkan sudah begitu kotor karena bercakap darah

"Berhenti di butik aja, kalo balik ke rumah ribet" Ucap Nina dengan nada pelan, mereka juga harus mengganti pakaian, tidak mungkin mereka bermain menggunakan seragam seperti ini

"Yaudah" Nina menghentikan mobilnya dan segera masuk ke dalam sebuah butik yang sempat ia lihat, saat ini mereka tak memiliki waktu untuk mengomentari butik ini karena mereka hanya butuh pakaian yang lebih layak, masalah pelayanan selagi tidak merugikan ketiga gadis remaja itu memilih tak perduli

"Ini?"

"Gue ia, lo berdua bisa pilih pakaian yang lo mau gue yang traktir" Ucap jesika sembari membenahi penampilan yang di depan cermin memang ia sudah memasuki ruang ganti beberapa saat lalu, tapi tentu saja jesika harus memastikan  jika penampilan yang tidak terlihat aneh

"Huh" jesika menghela nafas pelan, pandangan tertuju pada sebuah gaun yang melekat indah pada patung

"Mbak saya mau liat yang itu dong" Jesika menunjukan sebuah gaun yang sedari tadi menarik perhatiannya, aksen yang begitu indah dan elegan, dalam sekali lihat ia bahkan langsung jatuh hati

"Tapi ini kan gaun untuk orang dewasa dek, buat anak remaja mendingan gaun di sebelah sana" Si pelayan berucap dengan nada pelan, ini adalah pakaian orang dewasa, dan ketiga gadis remaja seperti sepertinya tidak cocok

"Bukan untuk saya mbak tapi untuk mama saya, mbak bisa rekomendasiin gak gaun yang bagus" Ucap jesika dengan nada pelan, dan setelahnya menujukan poto sang Mama

"Kalo buat mamanya ini cocok banget dek, tapi kami juga punya pilihan gaun yang saya fikir perlu di lihat" Ucap si pelayan dengan nada pelan

"Yaudah mbak, saya mau liat gaun itu dulu" Ucap Jesika pelan, si wanita memanggil beberapa pelayan untuk melayani jesika sedangkan dirinya, berjalan ke dalam untuk mengambilkan gaun yang baru saja ia sebutkan

"Gimana?"

"Gaunnya cantik banget Jes" Ucap keduanya dengan sangat saat melihat gaun yang berada di tangan jesika

"Yaudah mbak, saya ambil ini kalian baju yang kita pakai" Ucap jesika pelan, setelahnya ia berjalan menuju kasir untuk membayar, sedangkan kedua gaun indah itu, tentu saja akan di antarkan kesan,

"Makasih bajunya"

"Lo kayak sama siapa aja" Ucap Jesika terkekeh pelan, ketiga remaja itu segera beranjak menuju parkir

"Au" Ringis Jesika pelan luka ini benar-benar merepotkan, bukankah hanya luka kecil, mengapa sangat perih

"Kayaknya luka Jesi makin parah deh, Nina anterin Jesi pulang ya, kado buat mama jesi juga udah ketemu, jesi harus istirahat biar lukanya ngak parah"

"hm" Jawab Jesika pelan, sebenarnya ia masih ingin bermain tapi luka ini bahkan angat perih, dokter memang sudah mengatakan jika luka ini memiliki unsur racun tapi ia bahkan tak menyangka jika akan menyakitkan seperti ini

1
Sri Tati
Luar biasa
Ricka Monika
itu mulut cam kereta api ya nyerocoooos teruuuss
Ricka Monika
bingung aku lihat tingkah si Jesi pintar pintar bodoh🙄👀
Ricka Monika
lama banget proses sidangnya,percepat deh ceritanya jangan terlalu bertele tele🤨
Ricka Monika
jangan diceritakan masa lalu yg sudah di ceritakan kembali berulang ulang ,enek bacanya 😡
Ricka Monika
ceritanya bagus tp mohon sm author langsung ke percakapannya aja jangan terlalu banyak penjelasan yg bertele tele😌
Wulan Dari
Luar biasa
nuke
motornya jesi di tinggal di sekolah thor.?? kan td berangkat naik motor,masa pulang naik taksi onlen??
Yhan
lanjutt
Yuseva ❤️❤️
tak beri vote dan like ya Thor biar makin semangat dlm berkarya dan bisa up tiap hari
Yuseva ❤️❤️: sama2
total 2 replies
Yhan
next
Yhan
semangattt
Yhan
next
Yhan
semangat
Yhan
next
Yhan
semangat
Yuseva ❤️❤️
udah 3 hari menanti kok g up sih thor...sehat2 terus ya Thor agar tetap semangat dlm berkarya
Yuseva ❤️❤️
triple up donk
Eka Priyanti
up
Eka Priyanti
up lagi dongthor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!