NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Vroom.

Suara raungan mesin V12 dari Lamborghini Aventador SVJ Roadster memecah keheningan showroom.

Rizal duduk di balik kemudi dengan kedua tangan memegang setir berlapis kulit alcantara yang sangat mewah.

Aroma khas mobil baru dan pendingin ruangan langsung menyegarkan penciumannya.

Ini adalah pertama kalinya Rizal duduk di dalam sebuah hypercar bernilai puluhan miliar.

"Terima kasih atas pelayanannya."

Rizal mengangguk pelan kepada deretan mantan karyawan Raka yang kini menunduk hormat padanya di pintu keluar showroom.

"Hati-hati di jalan, Bos Rizal!"

Mereka serempak berteriak dengan penuh semangat melepas kepergian bos baru mereka.

Rizal menginjak pedal gas secara perlahan dan mobil hitam pekat itu meluncur mulus ke jalan raya Jakarta.

Jalanan ibukota di sore hari cukup padat, namun hal itu justru menjadi panggung bagi Rizal.

Setiap mata memandang ke arah mobilnya dengan tatapan kagum, iri, dan penuh rasa penasaran.

Banyak pengendara motor yang sengaja memelankan laju mereka hanya untuk memotret mobil eksotis tersebut.

Rizal hanya tersenyum tipis menikmati sensasi menjadi pusat perhatian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Dia mengarahkan mobilnya menuju kawasan Sudirman yang terkenal dengan jalanannya yang lebar dan mulus.

Lampu lalu lintas di perempatan depan berubah menjadi merah, memaksa Rizal untuk berhenti.

Ngeeeng.

Sebuah Ferrari Portofino berwarna merah terang tiba-tiba berhenti tepat di sebelah kanan mobil Rizal.

Kaca jendela Ferrari itu perlahan turun menampilkan seorang pemuda seumuran Rizal dengan kacamata hitam merek ternama.

Di kursi penumpang Ferrari itu duduk seorang wanita berambut pirang yang berpakaian sangat seksi.

Pemuda itu menatap mobil Rizal dari atas sampai bawah dengan senyum meremehkan.

"Hei, mobil sewaan dari mana itu?"

Pemuda berkacamata itu berteriak menembus suara bising jalanan.

Rizal menekan tombol untuk menurunkan kaca jendelanya dan menoleh dengan wajah datar.

"Ini milik pribadi."

Jawaban singkat Rizal langsung disambut dengan tawa keras dari pemuda pengguna Ferrari tersebut.

"Milik pribadi? Jangan bercanda, tampang supir sepertimu tidak mungkin bisa membeli SVJ."

Wanita seksi di sebelah pemuda itu ikut tertawa kecil sambil menutupi mulutnya.

"Sayang, mungkin dia baru saja mencuri kunci mobil bosnya untuk pamer di jalanan."

"Kamu benar sayang, orang miskin memang suka berkhayal menjadi orang kaya."

Pemuda itu melepas kacamata hitamnya dan menatap tajam ke arah Rizal.

"Namaku Kevin, putra tunggal dari pemilik perusahaan properti terbesar di Jakarta Selatan."

Rizal hanya mendengarkan ocehan pemuda bernama Kevin itu tanpa minat sedikit pun.

"Lalu apa urusannya denganku?"

Pertanyaan balasan dari Rizal membuat wajah Kevin sedikit memerah karena merasa diremehkan.

"Urusannya adalah aku benci melihat supir kampungan sepertimu merusak citra mobil sport."

Kevin menginjak pedal gas Ferrarinya berulang kali hingga menimbulkan suara bising yang memekakkan telinga.

Vroom! Vroom!

"Membawa hypercar seperti itu butuh keahlian tinggi, bukan sekadar modal nekat."

Kevin menyeringai sombong sambil menunjuk wajah Rizal dari dalam mobilnya.

"Kamu pasti tidak tahu cara memindahkan gigi yang benar dan menyetir lambat seperti siput kan?"

"Aku jamin, di tikungan pertama nanti kamu pasti akan kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan!"

Ting!

[Mendeteksi adanya omong kosong dan hinaan yang diarahkan kepada Tuan.]

[Kebohongan: Anda menyetir lambat seperti siput dan akan menabrak di tikungan pertama.]

[Memproses manipulasi realitas...]

Layar holografik biru seketika muncul tepat di depan pandangan Rizal.

Rizal tersenyum sangat lebar karena mangsa baru telah masuk ke dalam perangkap sistemnya.

[Manipulasi berhasil. Sistem telah mengubah kebohongan tersebut menjadi kebalikannya.]

[Tuan telah memperoleh Keahlian Mengemudi Tingkat Dewa secara permanen.]

Tiba-tiba, aliran informasi yang sangat besar masuk ke dalam otak Rizal dalam hitungan detik.

Berbagai macam teknik mengemudi profesional, insting pembalap F1, dan pemahaman total tentang mekanika mobil menyatu dengan sarafnya.

Tubuh Rizal seketika beradaptasi dengan posisi duduk, sudut pandang, dan bobot dari Lamborghini SVJ yang ia kendarai.

Dia kini bukan lagi pemula yang baru memegang setir mobil sport.

Dia merasa seolah-olah sudah mengendarai mobil ini selama puluhan tahun.

"Bagaimana, supir kampungan? Berani balapan denganku sampai ke bundaran Senayan?"

Kevin kembali menantang dengan nada yang sangat memprovokasi.

"Taruhannya mudah, siapa yang kalah harus meninggalkan mobilnya di pinggir jalan dan pulang jalan kaki."

Wanita di sebelah Kevin langsung bersorak kegirangan mendengar taruhan gila tersebut.

"Ayo sayang, tunjukkan pada gembel itu bagaimana caranya menyetir yang benar!"

Rizal membalas tatapan Kevin dengan mata yang kini memancarkan aura seorang raja jalanan sejati.

"Boleh saja, tapi aku harap kamu tidak menangis saat harus pulang jalan kaki nanti."

"Cih, sombong sekali mulutmu! Kita lihat saja nanti!"

Lampu lalu lintas pejalan kaki mulai berkedip menandakan lampu hijau akan segera menyala.

Kevin memegang setirnya dengan erat dan menaikkan putaran mesin Ferrarinya hingga batas maksimal.

Rizal tetap tenang di tempatnya, namun kaki kanannya sudah berada di posisi yang sempurna di atas pedal gas.

Tiga.

Dua.

Satu.

Lampu hijau menyala terang.

Syuuu.

Ferrari merah milik Kevin melesat lebih dulu dengan kecepatan tinggi meninggalkan jejak asap tipis dari bannya.

Kevin tertawa puas melihat mobil hitam Rizal tertinggal di belakang melalui kaca spionnya.

"Sudah kuduga, dia memang cuma supir bodoh yang tidak tahu cara melakukan launch control!"

Namun, tawa Kevin tidak berlangsung lama.

Hanya dalam hitungan tiga detik, raungan mesin V12 yang jauh lebih mengerikan terdengar tepat di sebelah kanannya.

Vrooooom!

Lamborghini Aventador SVJ hitam pekat milik Rizal melesat bagaikan peluru meriam menyalip Ferrari merah itu dengan sangat mudah.

Mata Kevin membelalak lebar melihat bagaimana mobil Rizal berakselerasi dengan sempurna tanpa ada selip ban sedikit pun.

"I-itu tidak mungkin! Bagaimana dia bisa melesat secepat itu?!"

Rizal tersenyum santai di balik kemudinya sambil terus menambah kecepatan.

Insting mengemudi tingkat dewanya membuat jalanan Jakarta yang ramai terasa seperti lintasan balap pribadi yang kosong.

Dia bermanuver melewati mobil-mobil lain dengan jarak yang sangat tipis namun sangat akurat.

Kecepatannya sudah menyentuh angka 150 kilometer per jam di jalanan lurus Sudirman.

Di belakangnya, Kevin mulai berkeringat dingin mencoba mengejar ketertinggalannya.

"Sialan! Aku tidak boleh kalah dari supir kampungan itu!"

Kevin menginjak gasnya dalam-dalam, namun skill mengemudinya yang pas-pasan mulai menunjukkan batasannya.

Di depan mereka terdapat tikungan tajam pertama yang harus dilewati.

Rizal sama sekali tidak mengurangi kecepatannya saat mendekati tikungan tersebut.

"Orang gila! Dia akan menabrak pembatas jalan dengan kecepatan seperti itu!"

Kevin berteriak panik dari dalam mobilnya, teringat dengan sumpah serapahnya sendiri beberapa menit yang lalu.

Namun apa yang terjadi selanjutnya membuat rahang Kevin seolah jatuh ke lantai mobil.

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!