NovelToon NovelToon
Akhir Dari Pengkhianatan (Rumah tangga yang terkoyak)

Akhir Dari Pengkhianatan (Rumah tangga yang terkoyak)

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Pelakor / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:705.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ika Oktafiana

Pernikahan karena perjodohan antara Nala dan Reigha sedang terkoyak. Hubungan tanpa cinta itu terombang-ambing ketika Reigha kembali bertemu dengan masalalu yang cintanya sempat terhalang restu.

Nala merasa, usahanya selama ini berakhir sia-sia. Reigha sering berbohong dan diam-diam masih menemui Sandra, sesuatu yang harusnya tidak boleh dilakukan oleh Reigha yang sudah menjadi suami dari Nala.

Mampukah Nala membawa kapal rumah tangganya berlayar di dermaga?
Atau justru kapal rumah tangganya harus tenggelam karena kalah dalam berperang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Oktafiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Harapan baru

Sudah tiga puluh menit yang lalu pesawat yang dikendarai Nala beserta Nanta terbang di udara. Nala menatap pemandangan luar yang di penuhi oleh awan putih yang sangat indah.

Negara baru dengan harapan baru.

Mungkin, hari ini Nala belum bisa melupakan pria yang saat ini masih berstatus sebagai suaminya. Suatu hari nanti, entah kapan itu, Nala pasti bisa move on.

Lamunan tentang Reigha tersentak ketika Nala merasakan lengannya disenggol. Nala tentu sudah tahu siapa pelakunya. "Kenapa?" tanya Nala heran.

"Ibu sudah berpesan kalau Mbak Nala tidak boleh melamun. Percuma jauh-jauh ke Singapura kalau sampai disana masih saja melamun," ucap Nanta mengingatkan.

Nala mencebikkan bibir. "Bukankah sedih sesekali perlu di nikmati? Kita harus tahu bagaimana rasanya kecewa, marah, dan sedih agar kita bisa lebih mensyukuri ketika bahagia tiba," ucap Nala puitis.

"Woah! Patah hati sepertinya sudah membuat Mbak Nala menjadi orang yang puitis!" pekik Nanta tanpa sadar mengencangkan suaranya.

"Sst! Berisik sekali kamu ini. Nanti mengganggu yang lain, kan tidak enak," peringat Nala karena Nanta berbicara keras tanpa melihat kondisi.

Nanta mengabaikan peringatan Nala dan dengan tanpa dosa, dia menyandarkan kepala pada bahu kursi lalu memejamkan mata. Nala memutar bola matanya malas, Kemudian ikut bersandar dan memejamkan mata.

Sekitar satu jam empat puluh lima menit, pesawat yang ditumpangi Nala mendarat dengan selamat di bandara Singapura. Nanta mengalami jet lag hingga sejak tadi hanya diam dan mengikuti kakaknya berjalan.

"Sepertinya Mbak harus sering-sering ajak kamu naik pesawat," ucap Nala tersenyum mengejek yang hanya di tanggapi dengan raut bingung oleh Nanta.

"Biar kamu bisa jet lag terus dan tidak berisik," gelak Nala hingga menutup mulutnya saat tawanya meledak.

Nanta memanyunkan bibir kemudian geleng-geleng kepala, tidak habis pikir dengan pemikiran kakaknya.

Setelah mendapatkan kopernya, Nala menuntun tangan Nanta untuk mengikutinya, mencari taksi agar segera sampai di apartemen lalu tidur di atas kasur yang empuk.

Setelah memberikan alamat apartemennya pada sang Sopir, taksi akhirnya melaju membelah jalanan Singapura.

Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai dan langsung disambut oleh seorang wanita cantik bernama Rika, yaitu adik dari bu Laras.

"Nala! Nanta! Akhirnya kita bertemu lagi. Tante rindu kalian berdua," ucap Rika menyambut kedatangan keduanya.

Nala dan Nanta sama-sama tersenyum karena mendapat sambutan hangat. "Aku juga rindu. Akhirnya aku bisa bertemu Tante lagi," jawab Nala lalu mencium pipi kanan dan kiri tantenya.

Sedangkan Nanta, dia hanya menyalami tangan sang Tante dan mencium punggung tangannya. Tidak mungkin Nanta melakukan hal yang sama seperti yang Nala lakukan bukan? Bagaimanapun, Nanta adalah laki-laki maskulin yang tidak melakukan cipika-cipiki ketika awal perjumpaan.

"Ya ampun, Nanta. Kamu sudah bujang ternyata. Rasanya baru kemarin kamu sekolah SD. Sekarang sudah mau kuliah saja," ucap Rika menyambut kedatangan Nanta.

Nanta tersenyum jumawa. "Tambah ganteng tidak, Tan?" tanyanya tengil.

Nala menjitak kening Nanta lalu berjalan lebih dulu sambil menyeret kopernya. Nala bisa mendengar Nanta mengaduh kesakitan. Hal itu membuat Nala geleng-geleng kepala.

Rika tergelak renyah melihat tingkah adik dan kakak di depannya yang sudah selayaknya kucing dan tikus.

"Katanya jet lag, tetapi masih saja kepedean," gumam Nala tidak habis pikir.

.....................

Hari berganti.

Sandra berjalan mengelilingi mall bersama temannya untuk berbelanja. Hampir setiap toko dia masuki. Harga barang yang dibeli juga tidak main-main dan berharga jutaan.

Tadi siang, Reigha baru saja memberinya black card tak terbatas. Sandra bisa berbelanja apapun yang diinginkan. Dia membeli baju, tas, dan segala aksesoris untuk keperluan penampilannya.

Setelah puas, Sandra memutuskan pulang dengan banyaknya tentengan paper bag di tangannya. Sandra tersenyum puas. "Ini yang aku suka dari Reigha. Dia tidak pernah perhitungan soal uang," monolog Sandra sumringah sesaat setelah masuk dalam mobilnya.

Sedangkan di sisi lain, Reigha baru saja pulang dari kantor. Sepeninggalan Nala, pekerjaannya kembali banyak. Entah kemana perginya Sandra yang sudah menghilang sejak pukul dua siang tadi.

Jika terus seperti itu? Apa gunanya Sandra bekerja di kantornya? Reigha menjambak rambutnya frustasi. Walau sudah dibantu oleh Nick, nyatanya Reigha masih saja keteteran.

Setelah masuk ke rumah, Reigha duduk di sofa ruang tengah dengan kaki yang menjuntai ke lantai dan bahu yang merosot. Mengapa Nala membuat dirinya bergantung? Sekarang, Reigha merasakan ada yang hilang dan dia tidak tahu apa itu.

Reigha menghembuskan napas lelah. "Nala ... Nala ... Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" gumam Reigha lesu.

Sudah hampir lima hari Nala pergi. Namun, bayang-bayang Nala seakan masih berjalan di sekitar rumah. Nala seakan ada dimana-mana. Seperti saat di kantor tadi, saat Reigha membutuhkan berkas penting, dia sampai salah menyebut nama Nick menjadi Nala.

Seperti, "Nala, bawakan berkas tadi kesini."

"Nala kita harus makan siang terlebih dahulu."

Nala, Nala, Nala. Seakan sudah sangat melekat di pikiran.

"Kamu sedang apa, La? Apakah kamu benar-benar sudah melupakanku dan tidak ingin menemuiku lagi?" gumam Reigha lemah.

Dengan lunglai, Reigha bangkit untuk membersihkan diri. Saat tubuhnya baru saja menegak, bi Ati tiba-tiba datang tergopoh-gopoh ke arahnya. "Pak? Ada surat dari kantor pos," ucap bi Ati sambil menyodorkan amplop besar berwarna coklat.

Reigha menerima itu dan matanya langsung menangkap tulisan 'Pengadilan Agama'. Tanpa perlu membuka, Reigha sudah tahu isi dibaliknya.

"Terimakasih, Bi," jawab Reigha kemudian berjalan gontai menaiki anak tangga.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...jangan lupa kasih dukungannya ya😍...

...mampir kesini juga yuk👇...

1
andi nita
hati di reparasi? brg pa gmnThor😆
umi istilatun
👍
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Khairul Azam
ininyg bikin cerita bermasalah peren pere.puan bego nala
Khairul Azam
tipe peremluan bego udah sisakiti didepan mata masih nyimpen poto
Safa Almira
suka
Ani Sukmayati
thor syng bnget dandy dibikin meninggal
Komang Diani
Luar biasa
Arvilia_Agustin
Aku mampir ni ka, seru juga ceritanya, mampir ya ka di karyaku Wanita Tangguh
Annie Soe..
Sepertinya seru niy, aku mampir thor..
Shifa Burhan
sok sok buat novel suami selingkuh dapat balasan

kelihatan sekali kemunafikanmu jadi wanita
noh dinovelmu yang istri selingkuh kau bela mati matian

dasar author munafik menjiiikan
Micke Rouli Tua Sitompul
nala bodoh
Micke Rouli Tua Sitompul
hajar pelakor
falea sezi
rega uda pernah tidurr ma selingkuh annya blom
aira aira
hmmm
Iyas Masriyah
Luar biasa
Niza Neza
Kecewa
Niza Neza
Buruk
Sulfia Nuriawati
ketauan kalo sandra cm memanfaatkan jg cm mau duit nya aja kalo ada yg lbh dr reigha pasti pindah jg k lain body nmnya jg oelakor y dmn mn sll cr yg lbh berduit
Sulfia Nuriawati
nala berjuang sendiri🤦🏾‍♀️🤦🏾‍♀️🤦🏾‍♀️🤦🏾‍♀️kalo capek sepak aja tu reigha sm sandra biar ngegembel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!