Setelah malam-malam itu berlalu, rindu dan temu tak lagi bersatu, cinta dan kisah tak lagi berkasih, hanya sebatas ingatan untuk kemudian pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Vicky Nihalani Bisri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH - 27 : Festival Musik
Hari sudah menunjukkan pukul 4, dan Farisa pun sudah tiba di depan perpustakaan tua yang berada di pusat kota itu.
Ia menunggu kehadiran Akira di sana.
Di kala ia tengah duduk di kursi panjang yang berada di pinggir jalan itu, ia melihat ke arah perpustakaan tua tersebut. Ada seorang laki-laki berjalan masuk ke dalam perpustakaan itu, tak lain dan tak bukan adalah Sanda.
Sanda baru saja tiba di sana, setelah memarkirkan motor nya dan berjalan masuk ke dalam perpustakaan tua itu.
"Sanda Sambiru, kan." ucap batin Farisa
Ia terdiam melihat Sanda dari kejauhan, ia melihat Sanda dari jarak yang berseberangan. Sanda tidak melihat dirinya, tetapi ia melihat ke arah Sanda.
Lama ia termenung di dalam penglihatannya kepada Sanda.
"Hei, sudah lama kau di sini?" tanya Akira yang tiba-tiba hadir di sebelah Farisa
Farisa tak bergeming, ia masih hanyut di dalam pandangan matanya sendiri.
"Farisa?" ucap Akira memanggil lagi
Karena Farisa tidak juga menoleh ke arah Akira, Akira pun mulai ingin tau, apa yang temannya lihat sampai-sampai tidak sadar kalau dia ada di sebelahnya.
Akira pun mulai mengikuti arah mata Farisa, melihat juga ke arah yang sama.
"Laki-laki itu? Oh dia orang yang di bilang oleh Farisa belakangan." ucap batin Akira
Akira pun mulai menyentuh pundak Farisa.
"Farisa." ucap Akira
Akhirnya, Farisa pun tersadar dari termenungnya yang cukup lama. Ia mulai menoleh ke arah Akira dan menyadari keberadaan Akira.
"Eh, Akira, sudah sampai ternyata." ucap Farisa kepada Akira
"Kau melihat pria itu sedari tadi?" tanya Akira kepada Farisa
Farisa pun mengelak.
"Tttt...idak, siapa bilang, aku hanya melamun." elak Farisa atas pertanyaan Akira
"Dia yang bernama Sanda itu, kan?" tanya Akira lagi kepada Farisa
Farisa pun mulai menarik nafas panjang dan menundukkan pandangannya.
"Iya." jawab Farisa kepada Akira
Akira pun menghela nafasnya.
"Ya ampun, Farisa. Niat ku mengajak kau ke sini supaya bisa membawa kau jalan-jalan dan melupakan pria itu, tapi kenapa dunia ini begitu sempit, ya ampun." ucap Akira
"Apa sih ucapan kau, Akira. Aku baik-baik saja, tidak apa-apa, aku hanya sedikit kaget melihat ada dia di perpustakaan tua yang berada di seberang jalan itu." ucap Farisa kepada Akira
Farisa pun mulai bertanya kepada Akira.
"Kenapa kau mengajak ku ke sini? Kau mau mengajak ku melupakan pria itu, tapi kau malah mengajak ku ke depan perpustakaan tua." ucap Farisa kepada Akira
"Tidak, bukan ke sini tujuan kita, mari kau ikut aku pergi." ucap Akira kepada Farisa, sembari berdiri kemudian menarik tangan Farisa untuk segera pergi dari sana
"Ya ampun, sabar Akira, tas ku ketinggalan." ucap Farisa kemudian melepaskan tangannya dari tarikan Akira
Lalu Farisa pun pergi kembali ke tempat duduk itu untuk mengambil tas nya.
"Cepat, Farisa. Nanti kita terlambat." ucap Akira kepada Farisa
Farisa pun bingung terhadap ucapan Akira barusan.
"Terlambat? Terlambat dalam hal apa, Akira?" tanya Farisa kepada Akira, setelah ia mengambil tas nya di kursi itu
"Sudah, kau ikut saja." ucap Akira sembari menarik tangan Farisa lagi dan berlari
"Pelan-pelan saja, Akira, ya ampun." ucap Farisa sembari mengimbangi Akira berlari
*Dari sisi Sanda
Ia kini yang tengah berada di dalam perpustakaan tua di pusat kota itu pun, mulai mencari-cari buku lama yang berada di sana. Setelah dia mendapatkan buku itu, ia pun mulai duduk di kursi yang berada di dalam perpustakaan itu dan mulai membacanya.
Di saat ia membaca buku, tiba-tiba ponselnya berdering, ada yang menelepon dirinya.
Karena mendengar ponselnya berdering, ia pun meletakkan buku itu di atas meja yang berada di hadapannya. Setelah itu ia membuka ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya. Dan orang itu adalah Sena.
Sanda pun mulai mengangkat telepon dari Sena tersebut.
"Halo." ucap Sena kepada Sanda di dalam panggilan telepon itu
"Iya, kenapa sayang?" tanya Sanda kepada Sena di dalam panggilan telepon
"Kamu masih di sana?" tanya Sena kepada Sanda
"Masih, baru saja sampai dan membaca buku." jawab Sanda kepada Sena
"Aku tadi baru saja diberitahu oleh Sarah, katanya nanti malam ada acara besar-besaran di pusat kota, acara tahunan gitu, jadi aku mau mengajak kau juga ke sana." ucap Sena kepada Sanda
"Tapi nanti anak-anak kelas ku juga ada di sana, jadi cukup ramai yang datang ke sana dari siswa sekolahan kita, bukan kita berdua saja. Soalnya ini kan acara tahunan, jadi mereka juga ikutan hadir di sana, apa kau bisa pergi untuk menemani ku nanti malam?" tanya Sena kepada Sanda
"Dalam rangka apa acara tahunan itu?" tanya Sanda kepada Sena
"Festival musik." jawab Sena kepada Sanda
"Jadi, apa kau mau ikut?" tanya Sena lagi kepada Sanda
"Ya, boleh saja, kalau kau yang meminta." jawab Sanda kepada Sena
"Ya sudah, kalau begitu, aku ke perpustakaan tua sekarang." ucap Sena kepada Sanda
"Dengan siapa? Tunggu saja di rumah, biar aku jemput." ucap Sanda kepada Sena
"Tidak, tidak usah, aku bawa mobil sore ini, kau tunggu saja di sana." ucap Sena kepada Sanda
"Baik lah." ucap Sanda kepada Sena
"Ok, sampai nanti." ucap Sena ingin menutup telepon
"Eh, sebentar. Memangnya Mama mengizinkan kau keluar malam sekarang ini sampai malam nanti?" tanya Sanda menghentikan Sena yang baru saja ingin menutup telepon
"Iya, Mama mengizinkan, aku juga bilang nanti di sana ramai, ada kau dan teman-teman ku." ucap Sena kepada Sanda
"Oh, baik lah." ucap Sanda kepada Sena
"Ya sudah, hati-hati di jalan, jangan terlalu cepat sekali membawa mobilnya, pelan-pelan saja." ucap Sanda kepada Sena
"Iya, sayang. Dadah, sampai jumpa." ucap Sena sembari mematikan panggilan teleponnya
*Dari sisi Farisa dan Akira
Kini Farisa dan Akira sudah berada di pasar malam yang berada di pusat kota.
"Kita mau ke mana, Akira? Kenapa kita ke pasar malam?" tanya Farisa kepada Akira
"Kita ke sini dulu, mampir untuk makan, nanti baru ku ajak kau ke tempat selanjutnya." ucap Akira kepada Farisa
"Ke mana?" tanya Farisa kepada Akira
"Sudah, nanti kau ikut saja," ucap Akira kepada Farisa
"Tapi, nanti ada teman-teman ku juga, dan beberapa anak kelas kita juga ada di sana nanti malam." ucap Akira kepada Farisa
"Memangnya kau mau mengajak ku ke mana, Akira?" tanya Farisa kepada Akira
"Ke sebuah acara." ucap Akira kepada Farisa
"Acara apa?" tanya Farisa kepada Akira
"Festival musik." ucap Akira kepada Farisa
menikah dengan mantan napi
sekarang saya gantian mampir dsini..
tetap semangat 🙏
kenapa baru up lagi !!!
kelass thorrr 🔥