NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kereta Kuda dan Paradoks Teknologi

Perjalanan menuju Kota Angin Puyuh berlangsung dalam keheningan yang janggal. Ethan duduk di kursi kemudi bagian depan kereta, mengambil alih kendali tali kekang kuda roh setelah Tetua Lin terlalu lemah akibat luka dalam yang dideritanya.

Di dalam kereta yang berguncang pelan, Mu Rong berulang kali mencuri pandang melalui jendela kecil di belakang punggung Ethan. Sosok berbaju besi hitam itu duduk tegak, tak bergerak sedikit pun, layaknya sebuah patung siber yang menjaga batas antara dunia nyata dan fantasi.

"Nona Muda," bisik Tetua Lin dengan suara serak, sembari memejamkan mata untuk menyalurkan sisa Qi demi menyembuhkan luka-lukanya. "Pemuda itu... sangat berbahaya. Saya tidak bisa merasakan fluktuasi Qi yang normal darinya, namun energi aneh yang memancar dari pakaian besinya terasa begitu destruktif. Jangan terlalu dekat dengannya."

Mu Rong menatap belati di pangkuannya, lalu menggeleng pelan. "Jika dia ingin membunuh kita, Tetua, kita sudah mati di pinggir hutan tadi. Ada kesedihan yang sangat dalam di balik matanya saat dia membuka topengnya tadi. Seseorang dengan mata seperti itu... tidak membunuh tanpa alasan."

Di luar, Ethan bisa mendengar setiap kata yang mereka bisikkan melalui sensor audio sensitif pada helmnya. Wajahnya di balik topeng fraktal tetap datar. Dibandingkan dengan konspirasi korporat bertingkat di Neo-Veridia, kecurigaan kedua kultivator ini terasa sangat mendasar dan tidak berbahaya.

[ Pengunduhan Teknik Langkah Bayangan Selesai. ]

[ Apakah Anda ingin mengintegrasikannya dengan Sistem Pelacak Kinetik Exo-Suit? ]

Integrasikan, jawab Ethan dalam hatinya.

[ Proses Integrasi: 10%... 50%... 100%. Sukses. ]

[ Anda kini dapat menggunakan Qi yang terkumpul untuk meningkatkan kecepatan motorik Exo-Suit hingga tiga kali lipat, menciptakan ilusi optik berupa bayangan semu. ]

Ethan merasakan sensasi dingin mengalir di sepanjang sirkuit tulang belakang baju besinya. Energi Qi tingkat 1 yang baru saja ia serap dari serigala jarum besi kini memiliki wadah sirkulasi yang tepat. Di dunia ini, para kultivator harus melatih tubuh dan meridian mereka selama bertahun-tahun untuk menguasai sebuah teknik pergerakan. Namun dengan bantuan 'Sistem' dan kecerdasan artifisial miliknya, Ethan mampu memotong jalur itu dalam hitungan menit.

 ---

Matahari kembar mulai tenggelam di ufuk barat, memancarkan semburat warna jingga dan emas yang dramatis ke atas dinding batu raksasa yang membentang sejauh mata memandang. Kota Angin Puyuh berdiri dengan megah, dikelilingi oleh parit air yang dalam dan dijaga oleh belasan prajurit berbaju zirah perunggu.

Di gerbang masuk, antrean kereta dagang dan kultivator pengembara mengular panjang. Pemeriksaan di tempat ini sangat ketat, terutama setelah maraknya serangan Geng Serigala Hitam di wilayah perbatasan.

Ketika kereta kuda Keluarga Mu mendekat, para penjaga segera mengenali lambang bunga magnolia emas yang terukir di pintu kereta. Namun, pandangan mereka langsung teralihkan—dan menegang—ketika melihat sosok yang mengemudikan kereta tersebut.

Ethan melangkah turun dari kursi kemudi. Kehadirannya seketika menghentikan kegaduhan di sekitar gerbang. Orang-orang berbisik, para kultivator lokal menyipitkan mata berusaha mendeteksi basis kultivasi Ethan, namun mereka hanya menemukan kekosongan yang membingungkan. Yang mereka lihat hanyalah seorang pria tegap dengan pakaian zirah hitam metalik yang memancarkan pendaran garis biru Cyber yang konstan.

"Berhenti! Siapa kau?!" Dua penjaga gerbang maju, menyilangkan tombak mereka di depan dada Ethan. "Buka topengmu dan tunjukkan tanda pengenal kotamu!"

Ethan tidak bergerak. Tangannya menggantung santai di samping paha, namun secara tak terlihat, pemicu pisau frekuensi tinggi di pergelangan tangannya sudah berada dalam posisi siap lepas. Baginya, otoritas barikade seperti ini adalah hal yang biasa ia terobos dengan kekerasan di masa lalu.

"Harap maklum, Kapten Penjaga!"

Mu Rong bergegas keluar dari dalam kereta, wajahnya yang cantik segera dikenali oleh sang kapten. "Pria ini adalah tamu agung penyelamat Keluarga Mu. Beliau telah membunuh rombongan penyamun Serigala Hitam yang mencoba menghadang kami di Hutan Longyuan."

Mendengar nama 'Serigala Hitam', ekspresi kapten penjaga berubah drastis. Ia menatap mayat-mayat penyamun yang sengaja ditumpuk Ethan di bagian belakang kereta sebagai bukti. Luka tebasan yang begitu bersih dan presisi pada mayat-mayat itu membuat sang kapten menelan ludah dengan susah payah.

"M-membunuh seluruh regu Serigala Hitam sendirian?" Kapten itu menatap Ethan dengan pandangan yang kini dipenuhi rasa hormat yang mendalam, bercampur takut. "Jika ini adalah tamu dari Keluarga Mu, tentu saja silakan masuk. Maafkan ketidaksopanan kami, Tuan Senior."

Ethan hanya mengangguk pelan melalui topengnya, lalu kembali naik ke kursi kemudi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sikapnya yang dingin dan penuh misteri itu justru membuat orang-orang di sekitar gerbang semakin yakin bahwa ia adalah seorang ahli tersembunyi dari sekte besar yang sedang melakukan perjalanan sekuler.

 ---

Kediaman Keluarga Mu adalah sebuah kompleks paviliun kuno yang sangat luas, lengkap dengan taman batu, jembatan kayu di atas kolam teratai, dan halaman luas tempat para murid muda berlatih pedang.

Kedatangan Mu Rong yang membawa seorang pria asing berpakaian aneh langsung memicu kegemparan di antara para tetua dan anggota keluarga inti. Di aula utama yang megah, beberapa pria paruh baya dengan jubah mewah sudah berkumpul dengan ekspresi wajah yang bervariasi—ada yang lega, namun ada pula yang memancarkan ketidakpuasan yang tersembunyi.

Ethan berdiri di tengah aula, menolak untuk duduk ataupun melepas pakaian pembunuh bayarannya. Ia berdiri tegak seperti tombak hitam, sementara puluhan pasang mata menatapnya dengan penuh selidik.

"Rong'er, kau bertindak terlalu gegabah," ucap seorang pria paruh baya yang duduk di kursi utama. Ia adalah Mu Tianbah, kepala Keluarga Mu saat ini, sekaligus ayah dari Mu Rong. Basis kultivasinya berada di Ranah Pemurnian Qi Tingkat 7, memancarkan tekanan aura yang cukup kuat hingga membuat udara di aula terasa sedikit berat.

"Meskipun Tuan ini telah menyelamatkanmu, membawa seseorang dengan asal-usul yang tidak jelas ke dalam kediaman utama di saat situasi kota sedang tidak stabil... ini bisa memicu kesalahpahaman dengan Sekte Pedang Awan," lanjut Mu Tianbah, matanya melirik tajam ke arah Ethan.

Di samping Mu Tianbah, seorang pemuda tampan berpakaian sutra putih dengan kipas lipat di tangannya tersenyum sinis. Ia adalah Lin Hao, murid inti dari Sekte Pedang Awan yang kebetulan sedang bertamu, sekaligus pria yang selama ini dijodohkan secara politik dengan Mu Rong.

"Paman Mu benar," Lin Hao angkat bicara, suaranya dipenuhi nada merendahkan saat ia menatap Exo-Suit Ethan. "Pakaian apa yang kau kenakan ini, teman? Mengenakan topeng di depan Kepala Keluarga Mu adalah sebuah penghinaan. Lagipula, aku tidak merasakan aura pedang ataupun Qi yang murni darimu. Jangan-jangan, kau sengaja merencanakan penyelamatan ini bersama para penyamun itu untuk menyusup ke sini?"

Mendengar tuduhan itu, suasana di aula langsung menegang. Mu Rong hendak maju untuk membela Ethan, namun sebuah gerakan kecil dari tangan Ethan menghentikannya.

Ethan perlahan mendongak. Di balik visor birunya yang dingin, Sistem sedang memindai Lin Hao.

[ Target: Lin Hao. ]

[ Basis Kultivasi: Ranah Pengumpulan Qi Tingkat 8. ]

[ Titik Lemah: Keseimbangan kaki kiri tidak stabil akibat cedera lama, sirkulasi Qi di meridian dada tidak lancar. ]

Ethan terkekeh pelan. Suara kekehannya yang terdistorsi oleh modulator helm terdengar sangat mengejek di tengah aula yang sunyi.

"Dunia mungkin telah berubah," ucap Ethan dingin, suaranya bergema lambat. "Namun mahluk-mahluk yang menggonggong karena merasa terancam oleh kehadiran orang asing... ternyata tetap sama di mana pun aku berada."

"Kau—! Beraninya kau menghinaku!" Lin Hao berdiri dari kursinya, wajahnya memerah karena amarah. Tangannya langsung mencengkeram gagang pedangnya, melepaskan aura Qi putih yang tajam ke seluruh ruangan. sombong dan arogan, ia tidak pernah mengira bahwa seorang pengembara tanpa asal-usul berani berbicara seperti itu di hadapannya.

Konflik pertama di dunia baru ini telah tiba, dan Ethan tahu, di dunia kultivasi ini, rasa hormat tidak didapatkan melalui penjelasan—melainkan melalui pertumpahan darah dan kekuatan yang mutlak.

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!