Di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, hiduplah Arka, seorang pemuda sederhana yang bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan kecil. Di mata rekan kerjanya, termasuk Dinda—wanita tulus yang diam-diam dicintainya—Arka hanyalah pegawai biasa yang hidup pas-pasan, tenang, dan tidak memiliki apa-apa. Namun, tak ada satu pun yang tahu bahwa di balik penampilan sederhana itu, Arka adalah pewaris tunggal dan pemilik sah Grup Wijaya, konglomerasi bisnis terbesar di negeri ini.
Atas pesan terakhir mendiang ayahnya, Arka sengaja menyembunyikan identitasnya selama dua tahun untuk merasakan getirnya kehidupan rakyat kecil dan memahami dunia dari bawah, sebelum memegang kendali penuh. Di siang hari ia mengurus berkas-berkas kantor, namun di malam hari, dari kamar apartemen sempitnya, ia mengendalikan kerajaan bisnisnya dan mengawasi gerak-gerik orang-orang yang berniat jahat merugikan perusahaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulaiman1927, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan menuju puncak
Bab 12: Persiapan Menuju Puncak
Berita pertunangan Arka dan Dinda menjadi pembicaraan hangat di seluruh negeri. Banyak yang mendukung dan menganggapnya kisah cinta yang indah antara pemuda kaya raya dan gadis biasa yang tulus. Namun, tidak sedikit pula yang meragukan, terutama kalangan elit bisnis dan sosialita yang merasa Dinda tidak setara dengan status Arka.
Arka sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang lain. Dia fokus pada dua hal besar saat ini: persiapan pernikahan, dan rencana pengembangan besar Grup Wijaya yang sudah dia susun sejak lama.
Arka ingin mengubah wajah perusahaannya. Dia tidak lagi ingin Grup Wijaya dikenal hanya sebagai konglomerasi properti dan keuangan. Dia ingin menjadikannya kekuatan besar yang memajukan ekonomi nasional, berinvestasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan teknologi ramah lingkungan. Visi ini dia warisi dari ayahnya, dan sekarang waktunya mewujudkan.
"Ayahku pernah bermimpi bahwa perusahaan ini tidak hanya menguntungkan pemiliknya, tapi juga membawa kemakmuran bagi banyak orang. Aku ingin mewujudkan mimpi itu," ucap Arka dalam rapat umum pemegang saham.
Rencana besar ini membutuhkan kerja keras luar biasa. Arka harus bekerja sama dengan pemerintah, organisasi internasional, dan banyak pihak lain. Dia sering bepergian ke luar kota dan luar negeri, namun dia selalu berusaha membawa Dinda atau setidaknya menghubunginya setiap saat.
Dinda sendiri kini sedang beradaptasi dengan dunia baru. Dia mulai belajar banyak hal, mulai dari tata krama pergaulan, manajemen, hingga pengetahuan bisnis. Dia tidak ingin menjadi sekadar istri dari orang hebat, tapi ingin menjadi wanita hebat yang mendukung suaminya. Arka sangat mendukung perkembangan Dinda, dia bahkan meminta Clara untuk menjadi mentor dan sahabat bagi Dinda.
Hubungan antara Dinda dan Clara sangat baik. Clara tidak pernah merasa cemburu atau benci, dia justru senang melihat Arka bahagia. Dia sering berkata, "Kamu satu-satunya orang yang bisa membuat Arka kembali menjadi manusia biasa di tengah kemegahan dunia ini. Itu bakat yang tidak dimiliki siapa pun."
Sementara itu, Pak Budi kini menjabat sebagai komisaris independen di Grup Wijaya, membawa perspektif usaha kecil dan menengah ke dalam rapat direksi. Kehadirannya menjadi pengingat bagi Arka akan asal-usulnya dan tujuan awalnya.
Namun, tidak semua orang senang dengan perubahan besar ini. Di balik layar, masih ada sisa-sisa orang yang setia pada Pak Haris atau Tuan Satria yang merasa tersisihkan. Mereka diam-diam merencanakan sesuatu untuk merusak reputasi Arka menjelang pernikahan dan peluncuran proyek besarnya.
Mereka mencoba menggali masa lalu Arka, mencari kesalahan atau skandal yang bisa dijadikan senjata. Tapi mereka tidak menemukan apa pun. Kehidupan Arka selama menyamar sangat bersih, penuh kerja keras dan kejujuran. Satu-satunya hal yang bisa mereka gunakan adalah latar belakang Dinda yang sederhana.
Mereka menyebarkan isu bahwa Dinda adalah wanita yang memanfaatkan situasi, wanita matre yang sengaja mendekati Arka demi kekayaan. Berita bohong ini dimuat di beberapa media yang tidak bertanggung jawab, berusaha menanamkan keraguan di hati masyarakat dan keluarga besar Arka.
Dinda sempat sedih dan tertekan saat membaca berita-berita itu. Dia bertanya pada Arka, "Apakah aku menjadi beban bagimu? Apakah sebaiknya aku mundur saja supaya namamu tidak kotor?"
Arka langsung memeluknya erat. "Jangan pernah bicara begitu. Kamu bukan beban, kamu kekuatanku. Orang yang berbicara jahat itu tidak tahu siapa kamu. Dan aku akan pastikan mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka tulis."
Arka tidak tinggal diam. Dia menggerakkan tim hukumnya untuk menuntut media-media yang menyebarkan berita bohong dan pencemaran nama baik. Dia juga mengundang wartawan terpercaya untuk menulis kisah nyata tentang Dinda, tentang kebaikan hatinya, tentang bagaimana dia merawat karyawan di kantor lama, dan ketulusannya yang luar biasa.
Kebenaran akhirnya terungkap. Masyarakat semakin menyukai Dinda, dan pihak-pihak yang berniat jahat malah terperangkap dalam jebakan sendiri. Arka membuktikan bahwa dia tidak akan membiarkan orang yang dia cintai disakiti oleh siapa pun.
Menjelang hari bahagia itu, segalanya tampak berjalan mulus. Ancaman sudah diatasi, rencana bisnis sudah matang, dan cinta mereka semakin kuat. Arka merasa dia sudah siap untuk melangkah ke babak selanjutnya, bukan lagi sebagai CEO Tersembunyi yang bersembunyi, tapi sebagai pemimpin sejati yang berani tampil apa adanya, bersama wanita yang dicintainya.