NovelToon NovelToon
Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Contest / Vampire / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:199.3k
Nilai: 5
Nama Author: zulfa Laeli Ahlina

"Tidak ada yang boleh menyentuhnya barang sedikitpun tanpa seijinku. Karena dia adalah mate-ku. Ingat itu baik-baik." dengan tegas presdir mengucapakannya didepan para musuh.

Missa Elif Kumara. Sekertaris cantik di perusahaan Unilever. Tak disangka oleh Elif bahwa presdir yang memimpin perusahaan dengan segala ketegasan dan kewibawaannya adalah seorang vampire. Dan yang lebih mengejutkan lagi Elif adalah mate dari sang presdir yang sudah ribuan tahun ditunggu-tunggu.

Segala rintangan dan ujian agar bisa bersama dengan dipenuhi kebahagiaan ternyata tak semudah yang dibayangkan.

Apakah Elif dan presdir akan terus bersama dengan segala rintangan dan ujian? Dan apakah Elif akan percaya jika dirinya adalah keturunan penyihir yang seharusnya musnah?

Yuk baca kisahnya. Jangan sampai telat ya.

Jangan lupa like, vote dan follow.

Ig : ZulfaZul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zulfa Laeli Ahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 {Dinner}

melirik jam yang melingkar ditangannya. Lalu, kembali menatap jalanan dengan perasaan yang berkecamuk didada. Suasana hening menyelimuti mobil lamborghini kesayangan presdir sepanjang jalan. Dua manusia beda bangsa yang kini saling terikat itu sama sekali tidak membuka percakapan apapun sepanjang perjalanan.

Presdir menyempatkan sejenak untuk melihat sang MATE yang berubah menjadi pendiam sejak percakapan terakhir di Kediaman Kandou. Raut wajah yang memancarkan kekhawatiran tentu membuat presdir tak lagi dapat berkata-kata. Kini sulit untuk meyakinkan wanita yang duduk disampingnya itu agar berusaha bersikap tenang setelah kejadian tadi siang.

Drettt

Drettt

Suara getaran ponsel mengalihkan beban pikiran yang terus silih berganti. Sejenak Elif melupakan apa yang sedang ia pikirkan sedari tadi.

Dirogohnya tas hitam yang berada pangkuannya itu. Lalu, mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal.

"Hallo? Ada yang bisa saya bantu?"

"Hai. Aku Marco."

Elif menoleh ke arah presdir yang fokus mengendarai di jalan raya. Dadanya kembali sesak ketika tahu siapa pemilik nomor yang tidak dikenal yang sekarang sedang menelponnya.

"A-ada yang bisa saya bantu, tuan Marco?" tanya Elif setelah presdir menyuruhnya untuk bersikap tenang. Dan men-speker agar presdir dapat mendengarnya juga.

"Tentu."

"Katakan saja, tuan Marco. Apakah soal tadi siang?"

"Baiklah. Tebakanmu bagus juga. Ya. Sebenarnya saya tidak ingin membahas soal tadi siang. Tetapi karena luka ini, beberapa pekerjaan saya sedikit tertunda. Maka dari itu sebagai gantinya, datanglah ke restoran Maendeleo. Bagaimana? Apa kamu setuju?"

Presdir yang mendengar ucapan dari Marco secara tiba-tiba menghentikan mobilnya. Meninggalkan bekas hitam di jalan raya. Dan untungnya jalanan waktu itu sedang sepi. Tak terlalu banyak kendaraan yang lewat.

"Berikan ponselnya!"

Elif langsung memberikan ponselnya.

"Selamat malam tuan Marco yang terhormat. Saya Dexter. Sebagai atasan dari Elif, saya yang menanggung semuanya atas kejadian tadi siang. Dan untuk penangungjawaban, saya sudah mengatakan jika sebaiknya anda membawa luka itu ke rumah sakit. Tentang biaya, biarlah saya yang menanggungnya. Saya tidak setuju jika anda ingin Elif bertanggungjawab dengan cara seperti yang anda maksud tadi. Itu melanggar peraturan di perusahaan Unilever. Apakah anda mengerti?" tegas presdir.

Marco yang mendengar suara bass presdir terkejut seketika. Tak menyangka jika dirinya menelepon diwaktu yang tidak pas. *Sial.

"Sebelumnya saya meminta maaf, presdir. Dan untuk soal tadi, saya juga meminta maaf jika sudah melanggar peraturan di perusahaan Unilever. Terima kasih*."

Tutt...

Presdir menghela napas setelah sambungan telepon usai. Lalu, memberikan ponsel yang ia hadiahkan pada saat malam penyatuannya itu kepada Elif.

"Darimana dia bisa mendapatkan nomor telepon mu?" tanya presdir, sembari memutar kunci mobil.

"Mungkin dari tuan Aditya." jawab Elif.

"Lain kali, kamu harus lebih berhati-hati lagi. Karena sepertinya, dia ada niat tersembunyi." nasihat presdir.

Elif pun menganggukkan kepalanya. Lalu, melihat keluar jendela. Menikmati angin malam dengan sejuta gundah gulana yang terselimuti dibalik tubuh dan pikiran. Sejenak melupakan apa yang sedang dipikirkan. Itulah cara menikmati perjalanan bersama presdir, bagi Elif. Cukup untuk malam ini. Malam yang berbeda dari biasanya.

***

"Ada apa?"

"Aku yakin presdir tidak melupakan undanganku." jawabnya.

"Aku tidak bisa datang."

"Tapi presdir..."

Sambungan telepon usai begitu saja. Raut kesal dan marah tergambar jelas diwajah ber-makeup itu. Bagaimana tidak?

Sudah satu jam, Malika menunggu pria yang ia harap bisa menerima cintanya itu. Tetapi setelah lama menunggu, justru pria itu mengatakan tidak akan datang.

Sebal dan kesal. Itulah yang Malika rasakan setelah mendengar ucapan presdir.

"Aku yakin, pasti gara-gara si sekretaris culun itu!" gerutu Malika sembari menyeruput jus alpukat yang tadi ia pesan hingga tandas.

***

"Presdir, ini salah jalan." ucap Elif, sadar ketika mobil berbelok ke jalur yang berbeda.

"Tidak."

Presdir terus melajukan mobilnya dengan menahan senyum dibibirnya.

"Bagaimana tidak, presdir? Ini bukan jalur ke rumahku." sanggah Elif yakin.

"Benar."

Terpaksa Elif diam hingga mobil memasuki bestmen sebuah restoran ternama. Barulah ketika mobil terparkir cantik, Elif kembali bertanya maksud presdir membawanya kemari.

"Ini malam minggu pertama kita."

"Jadi, aku ingin dinner bersamamu." sembari menautkan jari-jemarinya dengan Elif.

"Tapi, presdir..."

Shttt....

Presdir menutup bibir pink itu dengan jari telunjuknya. Mengisyaratkan agar diam dan tidak kembali bertanya atau pun menyanggah.

***

Marco menenggak sebotol wine. Rasa kesal karena ucapan presdir membuatnya terus menenggak wine yang ia pesan beberapa menit lalu sampai tandas tak tersisa. Sedangkan Aditya, dia hanya menggelengkan kepalanya melihat atasannya itu terus menenggak wine sebagai pelampiasan.

Hingga Marco mulai kehilangan kesadarannya dan mulai meracau, barulah Aditya bangkit dari tempatnya duduk. Meninggalkan segelas soda dan menyelipkan uang berwarna biru dibawahnya.

"Aku ingin wanita itu..."

"Dasar presdir! Dia sudah meniggalkan rencanaku..."

"Elif..."

Racauan tak jelas, membuat Aditya jengah mendengarnya. Tetapi, sebagai bawahan sekaligus teman yang baik itu dia tidak berkomentar apapun.

Aditya merangkul Marco dan bangkit dari tempatnya duduk. Tak lupa pula merogoh saku jas atasannya dan menyelipkan uang dua lembar berwarna pink kemerahan. Setelah, Aditya membawa Marco menuju lift restoran.

Dalam lift, hanya ada Aditya dan Marco yang terus meracau. Hingga pintu lift terbuka di lantai dua, barulah seorang wanita berpakaian seksi masuk. Membuat Aditya tergoda ketika melihatnya. Sehingga sang adik yang sedang tertidur pun bangun seketika.

"Akh!"

Suara desahan Aditya dan racauan Marco mengusik pendengaran si wanita tadi. Reflek, dia menoleh ke sumber suara.

"Kamu bukannya, Aditya?" tanyanya menunjuk pada Aditya yang tengah menahan sesuatu.

*

*

*

Bersambung...

Jangan lupa like, hadiahnya dan koment. Terima kasih. Terus dukung karya ini ya. Biar Author bisa up terus.

Pengumuman...

Pengumuman diatas bisa kalian semua lihat di Istriku Seorang CEO yaa. Dan disana kalian juga bisa lihat cover dari season 3-nya....

1
Renny arnelola
lanjut thor up nya
Reny Saputro
semangat
ZULFA L.A. 🐣: Makasih kak
total 1 replies
ZULFA L.A. 🐣
Makasih kak
Reny Saputro
tetap semangat
Reny Saputro
semangat
ZULFA L.A. 🐣: Shap kak,
total 1 replies
Anna Susiana
Ayo ... lanjutkan semangat up nya, cerita ini bagus
ZULFA L.A. 🐣: Shap kak makasih ya kasih semangat, bener" lg butuh semangat nulis sekarang
total 1 replies
Anna Susiana
bagus ceritanya thor, ditunggu up lanjutannya ya, segera....
Anna Susiana
waahh.... bangganya Elif dapat kesempatan yg tdk diduga duga langsung jadi sekretaris, smoga saja Elif bisa mengemban tugasnya dgn sebaik baiknya
Yani Cuhayanih
kk aku kepoin yaaah
ZULFA L.A. 🐣: silakan kak, semoga ceritanya menarik
total 1 replies
Reny Saputro
tetap semangat
ZULFA L.A. 🐣: Shap kak
total 1 replies
Reny Saputro
semangat
ZULFA L.A. 🐣: Shap kak
total 1 replies
Aldin Haryanti
knpa sllu putus crta d noveltoo..dan sllu ngg ada kelanjutan ny
Aldin Haryanti
males ny Thor ngg ada kelanjutan ny
Anny cell
ditunggu kelanjutan y thor...
Syania Mariadjang Yana
NEXT DI TUNGGU KELANJUTANX...
Nona Camel
hmm
Naanananna
up lagj thor
Salma
suka Thor,,, di tgu ya ke Lanjutannya,,,
Reny Saputro
semangat. extra part
Ina Nuraeni
ditunggu season 2 nya thor,, 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!