Audry Federica, Gadis berusia 16 tahun, ia harus pindah sekolah, mengikuti kemana kedua orang tuanya pergi, karna sang ayah yang di pindah tugaskan ke kantor pusat yang terletak di kota.
Daffa Wijaya, 16 tahun, seorang ketua Osis, tampan, tinggi dan cerdas.
Daffa seorang most wanted, playboy yang di juluki Casanova.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hartiena_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Deby?
Sudah beberapa menit Audry duduk diruang tamu panti ditemani bu Siti. Audry terlihat mulai dilanda bosan, karena sejak tadi ia dan bu Siti hanya duduk berdua dengan mode bisu.
Ditengah kebosanan yang menderanya. Fikiran Audry berkelana ntah kemana. Ketika ia sibuk dengan fikirannya, suara seorang gadis menyadarkannya.
" Hai kakak cantik" Sapa suara tersebut membuat Audry terperanjak dari lamunannya.
Ia mengernyit menatap dua orang di hadapannya.
"Lho? I-ini si-siapa?" Tanyanya menunjuk gadis kecil itu bingung. Dibayangannya tadi, gadis yang Daffa temui adalah gadis remaja sepertinya, cantik, berkulit putih dan tinggi. Tapi ini malah seorang gadis kecil yang Audry tebak pasti berumur 6 atau 7 tahun.
"Nama aku Deby kakak cantik." Ucap Gadis itu riang menyodorkan tangannya pada Audry.
"eh, iya. Nama kakak Audry." Ia menyambut tangan gadis itu dengan seulas senyum. Setelah tangan mereka terlepas ia melirik Daffa yang sejak tadi berdiri dibelakang kursi roda gadis kecil itu.
"Deby ini salah satu anak dipanti asuhan ini." Ucap Daffa pada Audry. gue tau, yang mau gue tau dia itu siapanya elo? Ucap Audry dalam hati doank sih hehehe
"Oh, Deby umur berapa?" tanyanya pada gadis kecil dikursi roda itu.
"7 tahun kak." Jawabnya dengan riang
" Kakak pacarnya kakak aku kan?" Tanyanya antusias. Audry mengernyit kakak aku? ia kembali melirik Daffa. Cowok itu malah diam saja.
"I-iya"Ucap Audry sedikit salting.
"Kakak satu sekolah sama kakak cantik?" tanya gadis itu pada Daffa.
"Iya baby" Ucap Daffa mengelus sayang rambut gadis kecil itu. Saat ini diruang tamu hanya ada mereka bertiga.Bu Siti sudah pamit kedalam untuk memeriksa anak yang lain. Banyak yang mereka bicarakan termasuk keseharian Deby dipanti, sesekali terdengar tawa dari mereka bertiga. Bahkan Deby dan Audry sudah mulai dekat.Hari sudah mau gelap, Daffa dan Audry berpamitan pada bu Siti dan juga Deby.
☆☆
Sepanjang jalan Audry selalu melirik Daffa yang sejak tadi diam saja. Sebenarnya ia penasaran pada gadis yang mereka temui tadi. Siapa gadis kecil itu? apa hubungan Daffa dengan gadis itu? dan kenapa gadis itu memanggilnya kakak?
"Ehmm" berdehem pelan guna mengurangi kegugupan yang sedang melandanya. Daffa hanya melirik dengan ekor matanya pada sang tunangan.
"Kenapa Hon?" Tanya Daffa yang tetap fokus pada kemudi.
"Gu-gue mau tanya sesuatu boleh?" Tanyanya dengan ragu ragu yang dijawab gumaman oleh Daffa.
"Deby. Dia-" Ucapan Audry terpotong karena ucapan Daffa yang tiba tiba, menandakan kalau ia tak mau membahas perihal Deby pada Audry.
"Oh ya Hon, kita tadi belum makankan? gimana kalau kita cari restauran disekitar sini?" Ucap Daffa yang masih fokus dengan kemudi. Audry hanya bergumam sebagai jawaban. Tak butuh waktu lama, mereka sampai direstauran terdekat diwilayah itu.
Audry turun ketika Daffa membukakan pintu untuknya. Ia sebenarnya keberatan makan diluar seperti ini. Apalagi itu dengan si Ketos Resse dan nyebeli seperti Daffa.
"Silakan tuan putri." Ucap Daffa menarik kursi untuk Audry ketika mereka sudah sampai dimeja restauran.
"Ck, Lebay bengat ya elo?"Ucap Audry dengan wajah yang bersungut kesal. Daffa terkekeh menangapinya.
"Bukan lebay Hon, tapi romantis." Ucapnya santai dan duduk dikursi depan Audry. see sifat playernya kambuh. Audry hanya memutar bola mata males menanggapinya. Setelahnya ia memanggil pelayan untuk memesan makanan.
lemah
Daffa juga plin plan,gk punya pendirian
jadi kak berkesan