NovelToon NovelToon
Terikat Takdir

Terikat Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Menikahi tentara / Perjodohan
Popularitas:56.1k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.

Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.

Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.

Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.

Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.

Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Hidup Kembali

Prabu saat ini begitu mirip bayi yang rakus di tempat nutrisinya. Tangan Alea awalnya menarik sprei akibat dorongan gai_rah yang begitu hebat karena gi_gitan dan sesa_pan Prabu di da_da nya. Namun kini rambut Prabu yang tempat Alea menca_kar serta melampiaskan rasa yang membuncah ini.

Alea berusaha menahan suara lak_nat yang hendak keluar dari bibirnya. Ia menggigit bibirnya sendiri. Prabu tau hal itu.

Prabu melepaskan ciumannya dari da_da Alea, lalu berbisik.

"Jangan ditahan, Sayang. Keluarkan. Aku mau mendengarnya,"

Alea sudah tak mampu untuk fokus dengan kondisi dirinya. Sampai-sampai ia tak sadar bahwa saat ini linge_rie di tubuhnya tadi sudah berhasil dilepas dengan cepat oleh Prabu dari tubuhnya.

Kini baju tidur se_xy dan mahal item pun nasibnya sudah terong_gok di lantai kamar mereka bersama kaos Prabu.

Belum selesai menarik nafasnya dengan baik, Alea seketika dihantam rasa yang menerjang lebih dahsyat ketimbang sebelumnya. Tak mampu ia deskripsikan. Prabu rasanya sudah mengajak dirinya terbang tinggi melihat keindahan kupu-kupu cinta.

Prabu menyerang dirinya atas-bawah tanpa ampun. Walaupun saat ini mereka belum masuk babak inti. Bibir Prabu merazia rakus pada bibir Alea.

Sedangkan di area bawah jari-jemari Prabu sudah menyelinap masuk secara pasti dan tepat sasaran mengobrak-abrik belahan indah warna merah jambu milik Alea. Si lapis legit.

Basah kuyup.

Alea baru saja mendapatkan pelepasannya yang pertama. Prabu membiarkan sejenak Alea menikmatinya.

Celana dalam berenda warna pink sudah lepas dan bergabung dengan boxer milik Prabu di lantai.

Kini Prabu tidur menyamping menghadap ke arah Alea. Prabu sedang berusaha menerapkan pola dan gaya bercinta yang berbeda antara di pernikahannya dulu dengan Kinan dengan pernikahan yang sekarang bersama Alea.

"Sayang, buka matamu."

Alea pun memberanikan diri membuka kedua matanya kembali. Sebab, saat Prabu menyentuhnya maka Alea akan kembali memejam. Namun bila Prabu memanggilnya seperti sekarang ini, maka ia akan buka mata untuk menatap wajah sang suami.

"Kenalan dulu..."

"Hah, kenalan dengan siapa Mas?"

Tanpa basa-basi Prabu menarik salah satu telapak tangan Alea, lalu meletakkannya persis di atas megalodonnya yang sedang tegang.

Deg...

Alea terkejut merasakannya.

Tanpa melihat ke bawah, Alea mampu menebak senjata Prabu begitu besar, panjang, berotot dan saat ini sedang tegak berdiri. Siap bertempur.

Prabu menatap wajah Alea penuh gai_rah.

Perkara cinta ?

Prabu dan Alea sendiri belum tau karena masih saling mera_ba hati serta perasaan masing-masing.

Prabu pun dengan setia membimbing telapak tangan Alea untuk mengelus lembut dan berkenalan lebih in_tim dengan megalodon miliknya.

Alea mampu merasakan jika ujung megalodon Prabu sudah basah.

"Apa senjata Mas Prabu sudah sembuh?" batin Alea yang membandingkan kondisi saat ini dengan kabar selentingan yang ia dengar perkara impo_ten Prabu.

Alea sengaja memendam sejuta tanya itu di hatinya sendiri. Ia merasa saat ini bukan yang tepat menanyakan kesembuhan megalodon Prabu. Ia khawatir menyinggung perasaan suaminya itu.

"Alea..."

Seperti sebuah izin dari Prabu bahwa ia akan melangkah ke acara selanjutnya.

Alea tak berkomentar apapun. Ia tampak pasrah pada Prabu. Ia juga lebih merasa nyaman jika Prabu yang memimpin permainan.

Tanpa aba-aba dan merasa sudah mengantongi izin, Prabu membuka lebar pa_ha Alea. Ditatapnya sejenak belahan indah di bawah sana yang berwarna pink manis tersebut.

Alea tampak canggung dan malu melihat tatapan Prabu pada miliknya. Saat tangan Alea hendak menutupi area yang diidamkan Prabu tersebut, seketika kalah cepat dengan serangan bibir Prabu di sana.

"Oh...Mas..."

Alea tak mampu menahan suara lo_longan yang keluar tanpa permisi dari bibirnya sendiri. Alea menge_rang, merintih dan menggila atas kenikmatan yang rasanya baru kali ini ia dapatkan. Sungguh melenakan.

Prabu belum keluar apa-apa, tapi Alea sudah pecah beberapa kali di bawah sana.

"Sayang, percaya aku. Kalau sakit bilang ya," ucap Prabu sebelum masuk babak inti.

Alea hanya mampu menganggukkan kepalanya kecil di depan Prabu.

Walaupun Prabu tau Alea sudah tak gadis lagi, ia tetap memperlakukan sang istri seperti mereka baru malam pertama.

"Aku mohon kali ini kamu jangan mengecewakanku apalagi istriku," batin Prabu seakan bermonolog sendiri dengan si megalodon di bawah perutnya.

☘️☘️

Prabu mencoba untuk masuk ke dalam sana. Ia merasa kesulitan.

Prabu menambah dorongan lebih kuat untuk menekan masuk. Namun saat ujungnya telah masuk, tiba-tiba Alea mendorong kuat tubuh Prabu hingga si megalodon ikut keluar.

Keringat dingin seketika membanjiri wajah Alea. Tubuh mendadak gemetaran dan tangisan itu kembali muncul.

Ya, saat megalodon Prabu masuk sedikit memaksa, Alea mendadak teringat dengan kepingan masa lalu. Tubuhnya seketika ikut bereaksi hingga terjadi penolakan.

Alea tersadar jika dirinya telah menyakiti perasaan Prabu malam ini. Seketika ia dihantam rasa bersalah dan akhirnya berkubang penyesalan dengan trauma masa lalunya sendiri.

"Hiks...hiks...hiks..."

"Maafkan aku, Mas."

Prabu menghela nafas beratnya. Namun, ia sama sekali tak menyalahkan Alea. Prabu lebih memilih untuk bersabar. Ia sangat memahami kondisi sang istri.

Akan tetapi, malam ini Prabu berhasil tersenyum bangga karena miliknya tidak menjadi terong lemes seperti yang sudah-sudah. Bahkan hingga detik ini, dia masih berdiri tegak menantang di bawah sana untuk minta dipuaskan.

Prabu semakin percaya diri bahwa ia sudah sembuh dan kembali menjadi pria tulen. Kini fokusnya hanya tinggal menyembuhkan Alea dan memupuk cinta antara dirinya dengan sang istri agar pernikahan ini berakhir bahagia hingga akhir hayatnya kelak.

Penuh kelembutan Prabu memeluk tubuh Alea. Ia mengelus punggung Alea yang masih setengah basah oleh keringat.

"Maaf, aku bukan istri yang sempurna. Mas Prabu pasti kecewa. Hiks..." cicit Alea di sela isak tangisnya.

"Lihat aku," titah Prabu.

Alea seketika mendongak dan menatap wajah Prabu karena postur suaminya itu lebih tinggi darinya.

"Apa di wajahku terlihat kekecewaan yang kamu pikirkan tadi?"

Alea melihat sorot mata Prabu yang penuh kejujuran. Sama sekali tak ada kebohongan di sana. Hanya ada pancaran meneduhkan, senyum, bahagia dan sebuah kelegaan.

Alea pun menggelengkan kepalanya sebagai tanda menjawab pertanyaan Prabu tersebut bahwa tak ada kekecewaan dalam benak sang suami malam ini terhadapnya.

"Malam ini cukup sampai di sini. Aku sama sekali tidak kecewa. Justru aku bangga dan bahagia. Bangga karena dia masih mampu tegak berdiri di bawah sana," ucap Prabu seraya melirik untuk memberi kode pada Alea bahwa megalodon miliknya sudah sembuh.

"Tidak seperti yang sudah-sudah, dia selalu membuat aku seperti laki-laki yang tak punya harga diri sama sekali di depan istrinya. Tapi kali ini berkat kamu, aku hidup kembali. Aku benar-benar bahagia. Makasih Alea ku..."

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Sabar ya emak-emak.💋💋

1
Popo Hanipo
hooo ternyataaaa
Nena Anwar
bisa saja Ayahmu berbohong Prabu
Nena Anwar
semoga tak ada kata trauma kambuh lagi
Nena Anwar
semangat Alea ayo pake baju dinas malam mu untuk menyenangkan Prabu
Dozky 2 Crazy
Naah lhoooo jangan jangan
YuWie
hoho..benar dugaanku di bab berapa itu di awal2.. impotennya prabu krn blm ketemu lembah yg sdh pernah dia rasakan sebelumnya.
Yulay Yuli
maksudnya🤔🤔🤔 Amelia kan yg kuburannya didatengin prabu.
Yulay Yuli
Asikkk
Ayuk Witanto
pasti ayahmu bohong
Ayuk Witanto
apa mungkin dulu prabu yang merkosa Alea...dan bapaknya yang menyerahkan Alea ..apa mungkin komanya juga terkait masalah ini...makanya di jodohkan sama prabu
Ayuk Witanto
siapa Amelia....🤔
Ayuk Witanto
semoga berhasil
Ruwi Yah
lanjut kak
Eni Istiarsi
wah sepertinya ada misteri yang tersimpan seiring dengan komanya Ayah nya Prabu
Ayuk Witanto
semoga berhasil
Ayuk Witanto
bikin sari gitu loh
Ayuk Witanto
benarkah setia
Sugiharti Rusli
apa saat itu Prabu sedang dalam pengaruh sesuatu, ini ko seperti kejadian dulu sama Bening gasih kasusnya🙄🙄🙄
Sugiharti Rusli
tapi kalo dulu yang menggagahi Alea adalah Prabu, kenapa mereka masing" tidak mengenali wajahnya yah,,,
Sugiharti Rusli
waduh jadi Amelia nama yang dulu pernah Prabu rudapaksa yah ternyata,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!