NovelToon NovelToon
Sistem Profesi Terhebat : Insinyur

Sistem Profesi Terhebat : Insinyur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Harem
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Meski terus didera sulitnya hidup, Faris tak pernah lupa dengan mimpinya yang ingin jadi insinyur. Ketika dia difitnah dan dipenjara karena sebuah insiden, saat itulah sistem muncul untuk membantunya mengejar profesi impian.

DING!

"Selamat datang di sistem profesi terhebat!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Masih Gengsi

Tanpa berpikir panjang, Faris berlari. Dalam sepersekian detik dia menarik lengan Vanessa sekuat tenaga.

"Hei—"

Vanessa belum sempat protes ketika tubuhnya kehilangan keseimbangan.

Karena tarikan Faris terlalu kuat, tubuh mereka berdua sama-sama terjatuh ke samping.

BRAK!

Pelat baja menghantam tanah tepat di tempat Vanessa berdiri beberapa detik sebelumnya.

Debu langsung beterbangan. Suasana proyek mendadak sunyi. Semua pekerja membeku.

Mandor langsung berteriak.

"Hentikan pekerjaan!"

Operator crane segera mematikan mesin. Beberapa orang berlari mendekat.

Pak Bandi sendiri sampai pucat. "Vanessa!"

Faris masih berada di tanah. Tangannya masih menggenggam pergelangan tangan Vanessa. Sedangkan Vanessa berada tepat di sampingnya. Jarak wajah mereka hanya beberapa puluh sentimeter. Mata keduanya saling bertemu.

Vanessa tidak berkata apa-apa. Ia masih belum benar-benar memahami apa yang baru saja terjadi. Napasnya sedikit memburu.

Baru setelah melihat pelat baja yang menancap di tanah, wajahnya perlahan memucat.

Kalau tadi Faris terlambat satu detik saja, benda itu pasti sudah menghantam kepalanya.

Faris melepaskan genggamannya. "Mbak... nggak apa-apa?"

Vanessa masih diam.

"Vanessa?"

Pak Bandi segera membantu mereka berdiri.

"Kamu terluka?"

Vanessa menggeleng pelan. "Aku..."

Suaranya terdengar jauh lebih lirih dari biasanya.

Mandor proyek langsung membungkuk berkali-kali.

"Maaf, Mbak! Itu kelalaian kami!"

Vanessa bahkan tidak mendengar permintaan maaf itu. Pandangannya justru tertuju pada Faris.

Pemuda itu sedang membersihkan debu di bajunya sambil tersenyum kecil.

"Untung sempat."

Hanya itu. Tidak ada gaya sok pahlawan. Tidak ada ucapan yang mencari pujian. Seolah menyelamatkannya adalah sesuatu yang wajar. Entah mengapa, dada Vanessa berdegup sedikit lebih cepat.

"Dia..."

Dalam hati dia mengulang kejadian tadi berkali-kali. Kalau Faris tidak menariknya, dirinya pasti celaka. Ia bergidik.

Pak Adi datang sambil membawa air mineral.

"Nih, minum dulu."

Vanessa menerimanya tanpa sadar. Tangannya sedikit gemetar.

Pak Adi menoleh kepada Faris. "Kamu refleksnya cepat juga."

Faris menggaruk pipi. "Kebetulan saja."

Di dalam benaknya, suara sistem berbunyi.

[Peringatan.]

"Apa?"

[Host baru saja menyelamatkan target Vanessa.]

"Iya memang."

[Tingkat penerimaan target meningkat.]

Mata Faris langsung berbinar. "Berapa sekarang?"

[Sembilan persen menjadi... tujuh puluh satu persen.]

Faris hampir bersorak. "Gila! Naik banyak sekali!"

[Namun target masih keras kepala.]

"Lumayan."

[Jangan terlalu senang.]

"Kenapa?"

[Kemungkinan target akan kembali menyebalkan dalam waktu kurang dari lima menit.]

Faris memandang Vanessa.

Benar saja, beberapa saat kemudian Vanessa akhirnya berhasil menguasai dirinya lagi. Ia berdeham pelan.

"Lain kali..."

Faris menoleh.

"...jangan menarikku sekuat itu."

Faris berkedip. "Hah?"

"Bahu kiriku jadi sakit."

Faris melongo. "Tapi saya kan menyelamatkan Mbak."

"Iya."

"Terus?"

"Bisa ditarik lebih pelan."

Faris sampai kehilangan kata-kata. "Mbak..."

"Apa?"

"Itu tadi benda berat jatuh."

"Iya."

"Kalau saya pelan-pelan, Mbak sudah jadi penyok."

Vanessa memalingkan wajah.

Faris menghela napas panjang. Dalam hati ia berkata,

"Sistem."

[Ya, Host.]

"Benar juga."

[Apa?]

"Dia memang keras kepala."

[Analisis diterima.]

Namun saat Faris berjalan lebih dulu menuju area rapat, tanpa ia sadari Vanessa diam-diam memperhatikan punggungnya.

Tatapannya kali ini berbeda. Bukan lagi penuh rasa meremehkan seperti saat pertama bertemu.

Masih ada gengsi yang tinggi, masih ada keinginan untuk berdebat, tetapi kini terselip rasa penasaran yang semakin besar terhadap pemuda sederhana yang berkali-kali berhasil membuatnya terkejut.

Vanessa memegangi dadanya. Dia merasakan jantungnya berdebar kencang.

'Apa ini? Kenapa aku merasa begini pas menatap dia?' batinnya heran.

1
Ambu Rinddiany Thea
ikut bahagia ya ris ..
Ita Xiaomi
Faris, jaga dan rawat ibu dgn baik.
Rommy Wasini Khumaidi
alhamdulillah,bu Siti sembuh,Faris punya banyak poin
Sri Supriatin
semangat thor n lanjuut 🙏🙏
Ita Xiaomi
Alhamdulillah Bu Siti udah sehat walafiat.
Ita Xiaomi
Perjuangan seorang anak utk ibu tercinta.
Rommy Wasini Khumaidi
masih penasaran dengan hasilnya,sayangnya selesai babnya😭😭
Rommy Wasini Khumaidi
semangat Faris,kamu pasti bisa
Ita Xiaomi
Semangat Faris.
Insyaa ALLAH berhasil.
Berharap ada yg bantu.
Ita Xiaomi
Anak yg berbakti 👍
Ambu Rinddiany Thea
semangat faris demi ibu mu . semoga misinya lancar ya is .. doa para pembaca selalu bersamamu 🥰
Rommy Wasini Khumaidi
ayok Ris kamu bisa,nanti author yang kasih tau caranya🤣
Rommy Wasini Khumaidi
kalau didunia nyata ada pil semacam ini pasti laris bgt,berapapun akan dibayar bagi mereka yang kaya raya
Ambu Rinddiany Thea
sistem nya ga bisa bantu gt , malah ngajak debat mulu .. ga tau gt yg baca udh mulai nyesek 😭😭😭
Rommy Wasini Khumaidi
😭😭ikut sedih aku Ris,gimana rasanya ketika kita dapat kerjaan ingin membahagiakan orang tua malah orang tua tidak bisa ikut menikmati
Ita Xiaomi
Mewek bacanya. Sedih banget😭😭😭
Ita Xiaomi
😭😭😭
Ita Xiaomi
Semangat bekerja Faris.
Rommy Wasini Khumaidi
lah,murah amat 100rb thor?dapat hp apa tambah tunai 61rb
Desau: maaf typo kak. harusnya sejuta 🤭
total 1 replies
Ita Xiaomi
Berharap pd selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!