Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insiden Kecil
"Proposal harus selesai sore ini, karena dipakai presentasi besok," sekali-kali memanfaatkan kecerdasan Sean apa salahnya, pikir Kevin.
"Sekalian buatin aku kopi, dan antar ke ruangan manager di sebelah sana!" suruh Kevin seolah menegaskan bahwa dia adalah seorang manager.
"Oke," Sean beranjak dari duduk, Kevin tersenyum smirk. Sampai kapan pun, aku tak segan untuk menindas mu Sean. Niat Kevin dalam hati. Kevin balik ke ruang kerja nya.
Celline menyusul Sean yang terlebih dahulu masuk ke pantry.
"Semena-mena sekali tuh orang. Lain kali jangan mau disuruh-suruh. Itu bukan job disk kita," omel Celline.
"Anak bau kencur sok kuasa," lanjut Celline.
"Sean, aku nanya? Kamu seriusan mau mengerjakan proposal itu? Proyek itu nilainya ratusan milyar loh. Kalau gagal bisa-bisa kamu dijadikan tumbal. Masuk bui puluhan tahun," kata Celline mengingatkan.
Sean membalas dengan senyum dingin tanpa mengatakan apapun. Kopi yang sudah jadi akan diantar Sean.
"Ih, dasar balok es," kesal Celline diacuhkan Sean. Sean tertawa dalam hati.
Sebelum ke ruangan Kevin, Sean berhenti sejenak di dekat meja. Mencoba mencerna yang dikatakan Celline. Belum sempat melangkah, Kevin kembali menghampiri.
"Lemot... Buat kopi aja berasa dua tahun menunggu nya," kata Kevin kasar.
"Nggak jadi kopi, sekarang buatin coklat panas," suruh Kevin.
Sean menatap tajam ke arah Kevin.
"Apa? Berani melawan perintah atasan?" tantang Kevin.
Kevin mendekat, Sean siaga. Tangan Kevin bergerak, karena kesigapan Sean maka kopi panas itu malah mengenai tubuh Kevin.
"Aawwhhh panas ..panas ..." keluh Kevin.
"Kamu sengaja kan?" Kevin hendak memukul Sean.
"Semua yang di sini juga tahu, kalau kamu sendiri penyebab nya," ulas Sean.
"Fitnah! Jelas kamu sengaja menuang kopi panas itu," kata Kevin ngajak debat dan menyenggol gelas kosong yang dipegang Sean.
Prang.... Gelas kaca itu pun pecah berhamburan.
"Ada apa ini?" Yola datang menghampiri.
'Wow, mak Lampir datang. Drama selanjutnya pasti lebih seru,' batin Sean tertawa.
"Anak baru nih. Dia sengaja menuangkan kopi panas ke badan aku," jelas Kevin membela diri.
"Apa benar itu Sean?" klarifikasi Yola.
"Sepertinya penjelasan saya tak akan ada gunanya," tandas Sean.
"Apa kamu mau kena skorsing?" ancam Yola.
"Anda bukan bagian HRD yang bisa memutuskan terkait karyawan nyonya," balas Sean.
"Emang siapa kamu? Nyonya Yola tinggal bilang ke bagian HRD maka kamu akan langsung dilempar keluar dari perusahaan ini," Kevin terkekeh.
"Oh, benarkah?" perkataan Sean seakan menantang ibu dan anak itu.
"Sean, jangan banyak tingkah. Sekarang bersihkan pecahan kaca itu! Maka aku anggap masalah ini beres," bilang Yola.
"Aku tak akan melakukannya. Toh aku nggak salah," tolak Sean.
'Apa nyonya Yola kenal dengan Sean yang notabene karyawan baru?' batin Celline merasa janggal
"Sean Rahardjo," Yola tak sengaja memanggil nama lengkap Sean karena merasa kesal. Panggilan itu bisa menjadi boomerang bagi Yola.
'Rahardjo??? Siapa sebenarnya Sean?' makin banyak tanya dalam benak Celline.
"Ada apa ini?" tiba-tiba orang yang tak diharapkan Yola datang di tengah kerumunan.
'Wow, tuan besar sampai terlibat. Bakalan seru nih!' Celline menunggu dengan tak sabar apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Hanya masalah kecil tuan," terang Yola.
"Loh, Sean. Kamu di sini?" tuan Rahardjo mendekati cucu nya.
"Kerja Opa," jawab Sean membuat semua orang di ruangan itu kaget tak terkira termasuk Celline. Tak menyangka, anak baru itu cucu pemilik perusahaan. Lantas siapa Kevin? Yang beberapa hari lalu mengaku sebagai cucu tuan Rahardjo.
"Siapa yang menempatkan kamu di sini?" tanya Opa Sean.
"Bagian HRD atas perintah tuan Abimanyu," bilang Kevin.
"Kita ke ruangan papa mu!" ajak tuan Rahardjo dan semua di ruangan itu ikut mendengar kalau tuan Abimanyu adalah papa Sean.
Tuan Rahardjo menoleh ke arah Yola.
"Kamu... kamu....bereskan kekacauan ini!" tunjuk tuan Rahardjo ke arah Yola dan Kevin.
"Ba... Baik tuan besar," jawab Yola meski hati kesal.
"Mah, kita kalah lagi," bisik Kevin.
"Semakin kamu buat ulah, mama semakin repot buat mengatasinya," Yola memarahi Kevin meski hanya bisikan.
.
"Kita harus pikirkan cara buat menyingkirkan Sean," ucap Yola saat keduanya berada di ruangan Kevin.
"Pergerakannya rapi sekali," lanjut Yola.
"Kita harus waspada Kevin. Jangan sampai langkah kita terhenti hanya karena seorang Sean. Kita sudah melangkah jauh. Abimanyu sudah berada di tangan, menyisakan tua bangka dan cucu nya itu," tandas Yola.
"Iya Mah," setuju Kevin.
.
Di ruangan CEO.
"Abimanyu, serahkan proyek barat kota ke Sean," kata tuan Rahardjo saat masuk ke ruangan tuan Abimanyu.
"Pah, Sean baru masuk hari ini," tentu saja tuan Abimanyu menolak nya.
"Papa tahu kemampuan cucu Opa," tegas tuan Rahardjo.
"Tapi Pah... Proyek itu sudah dipegang oleh Kevin dan aku minta Sean membantu," jelas tuan Abimanyu.
"Apa kamu bersedia Sean?" tuan Rahardjo memastikan ke sang cucu.
"Iya Opa. Sean pelajari dulu proposal yang diajukan ke rekanan," setuju Sean.
"Oke Sean. Serius kerjanya," tuan Rahardjo menepuk bahu cucu kesayangannya.
"Baik Opa," Sean kembali ke ruangan disambut tatapan rekan kerja yang ada di ruangan itu.
"Sean, beneran kamu cucu tuan Rahardjo?" bisik Celline ingin memastikan.
"Kepo!" singkat Sean menjawab.
"Idih... Dasar balok es," kesal Celline mendengar jawaban Sean.
"Sean, aku mau nanya," Celline mendekatkan kembali wajahnya di muka Sean.
"Apa?"
"Kenapa tak pakai nama besar Opa kamu aja? Kamu pasti langsung naik jabatan," Celline penasaran bener.
Sean menjawab dengan senyum tanpa mengeluarkan kata.
"Iihhhh...," Celline menghentakkan kaki, kesal tak dapat jawaban memuaskan dari mulut Sean.
Sean kembali fokus ke tumpukan berkas proposal yang tadi dibawa Kevin.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kopi item rasanya mantab, apalagi dengan sedikit gula # Karya baru telah selesai di up, semoga endingnya dapat piala 💖🫶
Bolehkan author berharap???
Like komen vote, n' jangan lupa favoritin guyyssss.
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.