NovelToon NovelToon
Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di dunia tempat kekuatan kultivasi menjadi ukuran harga diri dan masa depan, Riu Han lahir sebagai anak dari Klan Riu yang terhormat—namun membawa takdir yang dianggap sia-sia. Sejak usia empat tahun, ia dinyatakan memiliki saluran energi yang tersumbat, membuatnya sama sekali tidak mampu menyerap dan menyalurkan energi alam. Di tengah pandangan mencemooh dan belas kasihan, ia terus berusaha meski tahu jalannya seolah sudah tertutup rapat.

Hingga suatu hari, di balik pohon Kayu Keabadian yang berusia ribuan tahun, ia menemukan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Di sana, udara terasa lebih kental dan damai, serta menyimpan jejak kekuatan kuno yang tak terduga. Apa yang awalnya hanya menjadi tempat pelarian, perlahan mengungkapkan sebuah warisan agung yang telah lama ditunggu—satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdirnya, membuka jalan menuju puncak kekuatan, dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Kota Jiang

Langit masih terang dan diselimuti cahaya keemasan saat Riu Han melangkah masuk melalui gerbang belakang kediaman keluarga Riu. Begitu sosoknya terlihat, seorang penjaga yang sedang bertugas segera menyambutnya dengan nada ramah.

“Tuan Muda, akhirnya pulang juga. Segeralah masuk, Tuan Besar sudah beberapa kali menanyakan keberadaanmu dan tampak sangat mengkhawatirkan,” ujar penjaga itu dengan senyum tulus.

Seluruh penjaga dan pelayan di vila ini sangat menyukai Riu Han dan ayahnya. Selama mereka mengabdi di sini, mereka selalu diperlakukan dengan baik, dihargai, dan tidak pernah dipandang rendah. Mereka merasa beruntung; jika berada di bawah tuan lain, mungkin mereka tidak akan mendapatkan perlakuan sebegitu baiknya.

“Terima kasih, Kaka Penjaga. Maaf sudah membuat kalian cemas,” jawab Riu Han dengan sopan sambil mengangguk hormat.

“Baiklah, silakan masuk,” balas penjaga itu sambil tersenyum lebar.

Riu Han pun berjalan cepat menuju bagian dalam kediamannya. Malam itu ia beristirahat dengan nyenyak, dan begitu hari mulai menyingsing, suara teriakan lembut namun jelas terdengar dari luar kamarnya.

“Tuan Muda, bangunlah… hari sudah pagi!”

Itu adalah suara Lin Yin, seorang gadis kecil yang usianya tidak jauh berbeda dengan Riu Han. Ia adalah putri dari Lin Zhong, pelayan kepercayaan dan pengawal setia ayah Riu Han. Sejak kecil, Riu Han tidak pernah menganggap mereka sebagai bawahan. Sebaliknya, ia memperlakukan Lin Yin seperti adik kandungnya sendiri.

Perlahan Riu Han membuka matanya, lalu menjawab dengan suara yang masih sedikit serak karena baru bangun tidur.

“Ya… sebentar, aku segera bangun.”

Beberapa saat kemudian, ia keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Lin Yin yang sudah menunggu di depan pintu. Dengan nada tegas namun lembut, ia mengingatkan lagi.

“Aku sudah berkali-kali bilang, jangan panggil aku ‘Tuan Muda’. Panggil saja aku Kakak Riu, mengerti?”

Lin Yin tertegun sejenak, pipinya memerah karena malu, lalu memperbaiki panggilannya dengan ragu-ragu.

“Baiklah… Tuan… eh, maksudku… Kakak Riu.”

Ia segera mengingatkan kembali tujuan kedatangannya. “Apa Kakak lupa? Hari ini kita akan pergi ke pusat Kota Jiang. Segeralah bersiap, sebentar lagi kita akan berangkat.”

Riu Han mengangguk. Selama ini, ia belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di pusat kota. Ayahnya sering kali sibuk mengurus urusan klan dan wilayah, sehingga hari ini, Lin Zhong dan Lin Yin ditugaskan khusus untuk menemaninya berkeliling dan melihat suasana luar.

Riu Han segera bergegas membersihkan diri dan berpakaian rapi. Ia tidak ingin membuat mereka menunggu terlalu lama. Begitu ia keluar dari halaman depan, Lin Zhong yang sedang memeriksa kereta kuda tertegun melihat kondisi Riu Han. Matanya terbelalak tak percaya.

“Hei… Tuan Muda, kamu…” seru Lin Zhong dengan nada kaget yang tidak bisa disembunyikan.

“Ada apa, Paman? Kenapa terlihat begitu terkejut?” tanya Riu Han dengan wajah polos.

Lin Zhong menatapnya dari atas hingga bawah, merasakan perbedaan energi yang memancar dari tubuh bocah itu. “Kondisi kultivasimu… bukankah sampai kemarin masih dianggap belum memiliki dasar apa pun, bahkan tidak bisa merasakan energi alam sedikit pun?”

Mendengar pertanyaan itu, Riu Han hanya menggaruk kepalanya sambil tersenyum malu.

“Hehe… Iya benar, Paman. Tapi kali ini nasibku sedang sangat baik. Itulah sebabnya dalam waktu kurang dari seminggu, aku bisa naik tingkat cukup pesat,” jawabnya santai seolah hal itu adalah hal yang paling biasa terjadi.

Lin Zhong hanya bisa melongo dalam hati, lalu bergumam pelan, “Dasar bocah ini… enak sekali ia mengatakannya. Seolah naik tingkat itu semudah meminum air putih. Padahal bahkan seorang jenius sejati pun butuh waktu setidaknya satu tahun penuh untuk bisa naik dari tingkat nol hingga mencapai Tingkat Sembilan Pemula. Bagaimana bisa ia melakukannya hanya dalam hitungan hari?”

Ia hanya bisa menghela napas panjang sambil tersenyum kecut, merasa semakin tidak mengerti jalan takdir anak majikannya itu.

“Baiklah, Tuan Muda… eh, maksudku, Riu Han. Segeralah bersiaplah, saya akan menunggu di dekat kereta,” ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepala, lalu berjalan mendahului.

Riu Han hanya tersenyum melihat reaksi Paman Lin yang bingung itu. Ia tahu jika menjelaskan secara rinci, pasti hal itu akan terasa terlalu mustahil untuk dipercaya. Lebih baik membiarkan mereka melihat hasilnya saja nanti.

Tak lama kemudian, mereka berempat—Riu Han, Lin Yin, dan Lin Zhong—berangkat menuju pusat kota. Kota Jiang sendiri sebenarnya bukanlah kota besar yang megah, namun cukup padat penduduknya dan menjadi pusat aktivitas perdagangan serta kehidupan sehari-hari di wilayah itu. Begitu memasuki area kota, suasana langsung berubah drastis.

Suara riuh pedagang yang menawarkan dagangannya, tawa anak-anak yang bermain di pinggir jalan, lalu lintas kereta dan pejalan kaki yang saling bersilangan, serta aroma berbagai makanan dan rempah yang bercampur memenuhi udara. Semua pemandangan ini benar-benar baru bagi Riu Han. Matanya berkeliling dengan penuh rasa ingin tahu, takjub melihat keramaian yang belum pernah ia saksikan sebelumnya.

“Kakak Riu, lihat itu! Di sana ada pasar barang kerajinan, dan di ujung jalan itu ada kedai makanan yang rasanya sangat enak,” tunjuk Lin Yin dengan semangat, merasa senang bisa menjadi pemandu bagi kakak angkatnya itu.

Riu Han hanya mengangguk sambil terus mengamati sekelilingnya, namun di dalam hatinya, ia menyadari bahwa di tengah keramaian ini, tersembunyi pula berbagai macam kekuatan dan rahasia yang selama ini belum ia ketahui.

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Lanjut Up Thor 💪💪
Deevy Tresiyana
kuatkan💪mu riu han...ceritanya luar biasa thor👍😄
Deevy Tresiyana
👍💪hebat hebat
Blue Manusia Biasa
awal yang bagus
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 1 gift ☕ Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift. Semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjutkan Thor 💪💪
sutrisno akbar
ayo lanjut thor l
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tingkatan Pemula saja Tingkat 1-9, kok nggak Awal, Tengah dan Puncak 🤔
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Kisah menjadi Kultivator / Pendekar dimulai 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Semoga Novel ini sukses dan sampai Tamat.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Alur ceritanya mulai menarik untuk dibaca 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!