Reina Yusa Anggara seorang mahasiswi semester akhir yang dijodohkan dengan dosennya sewaktu masih kuliah.
Daren Putra Danendra yang dijodohkan dengan mahasiswinya. Sedangkan dirinya masih mempunyai kekasih. Hubungan Daren dengan kekasihnya sangat ditentang oleh keluarga Danendra, karena dia bukan wanita yang baik.
Suatu hari Daren melihat kekasihnya sedang bersama pria lain di sebuah restoran, tapi Reina melarang Daren untuk menghampirinya. Daren dan Reina menyiapkan misi untuk menjebak kekasih Daren, namun mereka gagal karena Daren sudah percaya dengan kekasihnya.
Akankah Daren akan memilih Reina atau kekasihnya?
Simak kelanjutannya di novel I LOVE YOU PAK DOSEN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daren Berubah Tapi Reina Suka
Daren terkejut melihat video tersebut, ia melihat Reina yang dibungkam oleh dua orang hingga Reina tidak sadarkan diri. Dan yang membuat Daren terkejut adalah tidak ada yang terjadi antara Reina dan Alex. Berarti selama ini Daren salah mendiamkan Reina.
Di dalam flas disk tersebut juga ada foto Alex dan Clara yang sedang telanjang. Entah mengapa saat itu Alex ingin mengabadikan momen tersebut.
Daren kemudian mengemudikan mobilnya ke apartemen Clara dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai Daren langsung masuk ke dalam apartemennya. Dilihatnya sepi, namun saat Daren mendekati ke arah kamar Clara, ia mendengar suara orang yang memdesah dan ada suara yang aneh di dalam kamar Clara. Di depan pintu kamar Clara ia menemukan celana dalam wanita dan celana dalam pria yang berserakan di lantai. Daren ingin membuka kamar Clara namun ia mengurungkan niatnya. Daren memutuskan untuk menunggu Clara di ruang tamu yang berada di depan kamar Clara.
Saat Daren menunggu Clara, ia mencoba untuk mengirim pesan untuk Reina.
Daren
"Kamu dimana?"
Reina
"Di cafe Mas, ada apa?"
Daren
"Tunggu di situ nanti saya jemput"
Reina
"Iya Mas"
Daren tidak membalas pesan dari Reina. Ia berniat untuk meminta maaf pada Reina dan akan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Reina.
Sudah hampir satu jam Daren menunggu Clara keluar kamar, namun Clara tidak keluar-keluar. Selama satu jam juga Daren mendengar desahan Reina dan pria misterius tersebut. Tiga puluh menit kemudian, Daren sudah tidak mendengar suara tersebut, ia memutuskan untuk berpindah tempat ke sofa depan pintu kamar Clara.
Kamar Clara terbuka dan terdalam Daniel yang telanjang dada dan menggunakan celana boxer. Daren kemudian berdiri dari duduknya.
"Prok..prok..prok.." suara tepuk tangan dari Daren
"Sudah puas mainnya?" tanya Daren
"Lo ngapain ke sini?" tanya Daniel
"Terserah gue dong, ini apartemen gue yang beli, yang seharusnya tanya itu gue" ucap Daren penuh emosi.
Daren melihat Clara yang sedang terbaring di atas ranjang dengan tubuh yang telanjang tanpa ditutupi selimut.
"Pakai baju kamu, saya mau bicara sama kamu" ucap Daren pada Clara, Clara kemudian mengikuti perintah Daren
"Dan lo sekarang pergi dari sini, kalau nggak jangan harap perusahaan kamu aman" ucap Daren. Perusahaan Daniel sekarang sedang bekerja sama dengan perusahaan Daren, dan itu juga permintaan dari Clara.
Daniel kemudian memakai bajunya dan pergi dari apartemen Clara.
Clara yang sudah selesai memakai bajunya segera keluar mendekati Daren.
"Sayang aku bisa jelasin ini semua" ucap Clara sambil memegang tangan Daren namun Daren segera menepisnya.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan, karena saya sudah tau semuanya. Bahkan saya juga tahu kalau yang menjebak Reina dan Alex" ucap Daren dengan tatapan membunuh. Ia tau jika yang membungkam mulut Reina itu Clara karena ia hafal betul dengan gelang yang dipakai Clara.
"Sayang aku nglakuin itu semua untuk kita" mohon Clara.
"Untuk kita? Cihhh, terus yang kamu lakuin tadi untuk siapa? untuk kita juga?" tanya Daren
"Sayang aku bisa jelasin" ucap Clara
"Saya sudah tahu semuanya, karena saya sudah memasang cctv di ruangan ini tanpa sepengetahuan kamu" ucap Daren.
Saat Daren menunggu Clara keluar, ia membuka rekaman cctv apartemen Clara. Ia melihat Daniel sering main ke apartemen Clara, bahkan menginap. Dan Daren juga melihat Clara dan Daniel sedang bercinta di ruang tamu.
"Mulai detik ini kita putus, dan saya minta kamu segera beresin barang-barang kamu karena apartemen ini sudah saya jual" ucap Daren. Ia menyuruh Rifan untuk menjual apartemen yang ditempati oleh Clara dan dalam waktu kurang dari satu jam apartemen itu laku terjual.
Daren kemudian melangkahkan kakinya keluar dari apartemen Clara, dan Clara hanya bisa melihat kepergian Daren karena ia sudah tidak bisa menyusun rencana lagi saat ini karena Daren sudah tahu kebusukannya.
Di tempat lain, Reina sudah selesai menyanyi dan mendapat pesan dari Daren jika suaminya itu mau menjemputnya. Reina sangat senang karena ini kali pertamanya Reina di jemput Daren.
"Kakak ngapain senyum-senyum sendiri? kesambet ya?" tanya Suny
"Apaan sih dek, kamu pergi sono hus..hus.. gangguin orang aja" ucap Reina.
Sambil menunggu Daren, Reina mengecek keuangan di cafenya. Semua beres dan aman karena semua pekerja disana sudah terjamin jujur.
Karena menunggu Daren lama, Reina memutuskan untuk menyenderkan kepalanya ke kursi dan tanpa sadar ia sudah terlelap.
Dua jam kemudian Daren datang, ia bertemu Suny yang berada di kasir.
"Kak Reina mana?" tanya Daren
"Lagi di ruangannya, kakak masuk aja" ucap Suny.
Daren kemudian berjalan ke arah ruangan Reina dan langsung masuk karena tidak di kunci. Daren mendapati Reina yang sedang terlelap di kursi kebesarannya. Ia memandangi wajah istrinya sambil tersenyum.
"Maafin mas ya Rein, selama ini mas selalu nyakitin kamu" ucap Daren saat Reina tertidur, namun sebetulnya Reina sudah bangun saat mendengar Daren membuka pintunya namun ia pura-pura tidur.
Beberapa menit kemudian Reina membuka matanya dan melihat Daren sedang duduk di depannya.
"Mas Daren udah dari tadi?" tanya Reina pura-pura tidak tahu.
"Enggak kok" jawab Daren
"Maaf ya mas, tadi Reina ketiduran" ucap Reina
"Iya ga papa" jawab Daren
"Mas Daren udah makan?" tanya Reina dan Daren menggelengkan kepalanya.
"Sebentar Reina ambilin ya" ucap Reina sambil berdiri namun Daren mencegahnya.
"Kenapa mas?" tanya Reina
"Saya mau makan di rumah, tapi kamu yang masak" ucap Daren dan Reina menganggukkan kepalanya.
Reina kemudian mengambil tasnya dan mengikuti Daren keluar dari ruangannya.
"Kakak mau kemana?" tanya Suny
"Mau pulang, kakak titip cafe ya" ucap Reina
Saat Reina hendak masuk mobil, Daren mrmbukakan pintunya. Sebetulnya Reina bingung dengan perusahaan Daren, tapi ia menyukai itu.
Daren kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
Sepanjang perjalanan Daren menggenggam tangan Reina dan mengemudi dengan satu tangan.
"Mas" panggil Reina
"Apa?" tanya Daren
"Mas ga lagi sakit kan?" tanya Reina kemudian ia menempelkan tangannya ke dahi Daren namun Daren segera menurunkan tangan Reina dan kembali menggenggamnya.
"Rein maafin mas ya" ucap Daren sambil menatap wajah istrinya
"Buat?" tanya Reina bingung
"Semuanya" jawab Daren
"Beri kesempatan kedua buat saya untuk menjadi suami kamu yang sesungguhnya " ucap Daren
"Clara?" tanya Reina
"Saya sudah tidak ada hubungan apapun dengan Clara" jawab Daren
"Kok bisa?" tanya Reina.
Daren kemudian menceritakan semua tentang Clara ke Reina. Reina senang mendengar kabar tersebut.
"Kenapa berhenti mas ?" tanya Reina karena Daren berhenti padahal mereka belum sampai di rumah.
Daren tidak menjawab kemudian ia keluar dari mobil.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE. BANTUIN AUTHOR YUK BIAR SEMANGAT UP TERUS💟💟💟