Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 TERSADAR
Vendra melawan tiga pria sendirian ia berusaha melawan "Bung. Bung ". Vendra langsung pukul perut pria itu dua kali hingga terpapar ambruk. kini tinggal dua lagi. " Pusss". Ia tahan satu tangan pria itu lalu, "Bung". pukul perut dan " bruk" tendang kaki pria itu hingga kesakitan dan jatuh. Setelah mereka di kalahkan ia berbalik, ternyata yang satunya berlari melarikan diri meninggalkan kedua teman nya.
Vendra melangkah jalan ke mobil, untuk menolong Luna yang ada di dalam mobil. Membuka pintu mobil, Vendra terkejut melihat Luna masih terikat, ia membuka tali di kedua kakinya dan membuka tali kedua tangan Luna. lalu membantu keluar dari dalam mobil.
"apa kamu baik-baik saja!? " tanya Vendra pada Luna
"iya! ". jawabnya sembari melangkah jalan.
Kini mereka berdua berada di mobil hitam puntung untuk pulang, sebenarnya Vendra bisa aja pakai mobil orang jahat tadi hanya saja, kata Luna!
" Jangan pakai mobil mereka! ". Ucapnya
" kenapa? ". tanya Vendra bingung
" kalau pakai mobil ini nanti mereka datang lagi, takutnya mobil ini di rancang, atau ada CCTV atau hal lain, pakai yang lain saja! ". Minta Luna
Vendra menghela nafas panjang, ia menurut saja permintaan Luna, tapi agak bener nya juga takut mereka akan mencoba menculik lagi.
Sekarang mereka berdua menumpang mobil orang di belakang, di antarkan untuk pulang.
" oh! iya! kenalin nama ku Luna! ". Luna menyodorkan tangan nya pada Vendra. Vendra pun berjabat tangan dan___
" Vendra! ". Kini Vendra merasa lega akhirnya yang ia rencana kan sesuai yang ia mau, setelah ini pasti akan lebih dekat lagi, karena sudah menyelamatkan dia. " ngomong-ngomong, mereka sebenarnya siapa? kenapa mereka membawamu? ". Tanya Vendra merasa heran
" aku juga tidak tahu! tadi waktu lagi asik berdansa tiba-tiba saja ada asap ngempul lebat, semua orang mikir mungkin ada kejutan, taunya gas beracun bikin semua orang pingsan, makan nya tidak ada teriakan histeris di pesta rumah aku! nah! aku kan selesai di kamar mandi, tau-taunya semua para tamu pada pingsan, lalu aku di paksa di bawa oleh mereka.! ". Ujarnya
" oh! pantesan! ". jawab Vendra
" terus, bagaimana kamu bisa lolos dari gas beracun itu? ". tanya Luna penasaran
" aku tidak di dalam pesta, aku lagi di luar lagi diam duduk samping depan". jawab Vendra
"hemmm!! gitu ya! ".
Tidak lama kemudian kini Vendra dan Luna sudah ada di dalam rumah terlihat para tamu undangan pada pingsan semua. Vendra berusaha membangun kan Denis yang pingsan di bawah lantai.
" Denis! hey!! Denis!!". mencoba membangun kan Denis tak kunjung bangun masih tetap tidak ada respon begitu juga dengan Sita.
Sedangkan Luna mencoba membangun kan ayahnya tetap sama juga tidak bisa bangun.
"Kayaknya mereka semua akan bangun esok pagi! efek gas beracun terlalu kuat! ". Vendra berkata dengan ekpresi bingung harus bagaimana pada mereka semua.
****
Rajab terbangun mengendus aroma minyak wangi. Samar-samar melihat wajah Sofia.
" Sofia! ". ucapnya pelan merasa pusing di kepala nya, sekilas wajah Luna mirip dengan Sofia.
" Rajab! ". Luna mencoba menyadarkan sembari membantu tubuh Rajab untuk duduk yang bener.
Kini penglihatan Rajab mulai jelas, ia sedikit terkejut ternyata Luna bukan Sofia, ia merasa bingung lalu berlahan melihat sekeliling, Rajab lebih terkejut lagi melihat semua para tamu undangan keadaan lemas ada beberapa orang yang masih pingsan.
"apa yang terjadi? ". tanya Rajab pada Luna dengan bingung.
" nanti aku cerita kan, aku sudah menghubungi pihak polisi, mereka sedang dalam perjalanan, kesini!. " jawab Luna sembari menutup botol minyak wangi nya.
"Ibu!! ". Rajab langsung teringat dengan ibu nya, ia melihat ke kanan langsung bergegas menghampiri ibu dan Omanya yang sedang terbangun sadar. " ibu, Oma apa kalian baik-baik saja? ". Tanya Rajab khawatir pada mereka berdua.
" Kami baik-baik saja, hanya sedikit pusing ". Jawab Wilda pada anaknya sembari pegang kepalanya yang pusing, begitu juga dengan Oma nya hal yang sama.
Kemudian tidak lama para polisi datang terlihat pak polisi lagi menginterogasi para tamu undangan nya, Luna, dengan pertanyaan.
" moho maaf untuk segalanya Rajab, dan untuk keluarga kamu, jujur om, tidak menyangkan akan kejadian seperti ini, apa lagi menimpa anak perempuan saya, Luna! ". Johan berkata pada keluarga Rajab dengan rasa penyesalan dan rasa hormat maaf pada mereka bertiga.
" Iya! jangan merasa diri om, salah, iya! semua terjadi adalah sesuatu yang harus kita waspadai. Kalau gitu saya dan keluarga, saya harus pulang, kami cukup lelah! ". Ucap Rajab pamit pada Johan sembari menyodorkan tangan kanan nya, mereka pun berjabat tangan pamit melangkah jalan pergi.
Tampaknya Vendra lagi membantu Denis yang masih pusing dampak menghirup aroma minyak wangi dari Vendra.
" Denis! masih sadar kan? ". Tanya Vendra pada Denis dengan nada bercanda nya.
" Kamu lihat aku kan? menurut mu? bagaimana? ". Tanya balik Denis pada Vendra.
senyum tawa Vendra pada Denis.
" permisi! ". Sahut Luna senyum pada mereka berdua.
Vendra langsung beranjak berdiri dan____
bruk
" aduhhh! ". Tubuh yang belum memiliki tenaga membuat Denis jatuh terbaring, hingga sedikit sakit, karena Vendra melepaskan pegangan tubuh Denis.
Vendra dan Luna langsung terkejut melihat nya.
" aduhh! sorry, sorry!". Vendra bergegas membungkuk membantu Denis untuk bangun kembali. "sengaja! ". ucapnya bercanda tidak berfikir akan jatuh.
" ihhh!! "kesel Denis pada Vendra. ia pun menyentuh tubuh punggung yang sakit. " sakit tau!! ". keluh Denis
" iya maaf! namanya juga tidak sengaja! mana aku tahu kalau badan mu masih lemes! ". Jawab Vendra merasa bersalah. Denis pun dengan posisi duduk, setelah menolong Denis, ia bangkit berbalik melihat Luna di hadapan nya sembari tersenyum manis.
Luna tersenyum manis pada Vendra.
" sebelum nya, saya mau mengucapin banyak terimakasih, atas pertolongan kemarin, saya sangat berhutang budi sama kamu, hmmm! boleh minta nomor kontak kamu! nanti kalau butuh sesuatu kita saling kontek! ". Minta Luna dengan rasa hormat dan rasa tidak enak untuk meminta.
Vendra berfikir ini adalah satu kemajuan, memang ini yang ia mau, lebih dekat lagi, bagaimana pun harus jadi teman dekat nya untuk rencana selanjutnya.
" oh! iya tentu saja". Vendra tersenyum senang sembari memberikan ponsel untuk mendapatkan nomor kontak pada Luna.
akhirnya kini Vendra sudah mendapatkan kontak nya Luna, ini akan jauh lebih mudah, untuk mencari tahu kebenaran lewat kak Luna.
Denis yang sedang duduk hanya memperhatikan Vendra, ia berfikir rencana yang di buat Vendra berhasil.
"terimakasih iya! kalau gitu, saya permisi dulu! ". Pamit Luna pada Vendra. Vendra pun menganggukkan kepala. Luna melangkah jalan pergi meninggalkan Vendra dan Denis.
Melihat Luna pergi tampaknya Vendra terkesima dengan kecantikan Luna merasa tenang dan hangat.
" Sepertinya berhasil nih!! ". Ucap Denis tersenyum melihat Vendra. Vendra pun berbalik sembari tersenyum juga.