Ini cerita cinta gadis bisu, awalnya gadis ini bertemu dengan pria tampan dan kaya bernama Ali. Ali menemukan cinta sejatinya yang bernama Hawa. Hawa hanya gadis desa yang sederhana dan mempunyai kekurangan pendengaran dan suara, Hawa tinggal hanya dengan Ibunya. cinta mereka tidak di restui oleh keluarga Ali, dan ingin menjodohkan Ali dengan wanita lain..
Hai teman-teman penasaran kan dengan ceritanya ikutin terus yuk! semoga kalian suka yah 😃😃😃
happy reading!😃😃😃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli sumarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
"Ali mau pergi dari sini! ternyata Mamah itu jahat sama Ali, Mamah tahu gadis bisu itu ternyata istri Ali, Ali belum menceraikannya Mah, kondisinya lagi hamil anak Ali, Mamah tega sama Ali, manfaatin ingatan Ali, agar lupa sama Hawa," Ali melipat baju dan memasukannya ke koper.
"Ali, tolong Ali jangan tinggalin Mamah, Mamah sendiri Ali," sahut Bu Henan menangis.
"Mamah mikir gak? istri aku di sana lagi hamil, kalau aku bawa ia ke sini, Mamah akan menyiksanya," Sahut Ali.
"Mamah janji, Mamah gak akan menyiksa Hawa, kamu tinggal di sini yah," minta Bu Hena.
"Maaf Mah, Ali harus pergi, Ali harus mandiri sendiri, ini kunci mobil, semua fasilitas Ali kembalikan!" sahut Ali memberi kunci mobil.
"Jangan Ali, jangan! Ali___" panggil Bu Hena.
Ali pergi meninggalkan Bu Hena, Ali ingin mandiri tanpa bantuan dari orang tuanya. Bu Hena menangis dan merasa dendam ke Hawa karena di racuni oleh Verlina.
"Tante kenapa?" tanya Verlina.
"Ali pergi dari rumah, ia tinggalin Tante," sahut Bu Hena.
"Apa Ali udah pulih Tante?" Tanya Verlina.
"Tante gak tahu, datang-datang ia marah-marah, beres-beres baju, dan tahu semua kalau Tante jahat sama gadis bisu itu!" sahut Bu Hena.
"Tante, jangan nyerah gitu dong! semua ini kan gara-gara gadis bisu itu, harusnya gadis bisu itu gak biarin Ali pergi dari Tante, emang aja gadis bisu itu pengen Ali melupakan Tante dan terus sayang Ia," sahut Verlina menghasut Bu Hena.
"Masa sih Verlina?" tanya Bu Hena sambil menghapus air matanya.
"Ia itu kan orang kampung, pasti mainnya pelet Tante, aku yakin dari awal itu Ali pasti dipelet sama gadis bisu itu," sahut Verlina tersenyum jahat sambil melirik ke Bu Hena.
"Hah, bisa jadi tuh, wah ini gak bisa di biarin, Tante bakal datangin rumah si gagu itu!" sahut Bu Hena.
"Iya Tante, kalau perlu biar orang sekampung tahu kalau gadis bisu itu udah melet Ali, dan biar malu tuh di kampungnya sendiri," sahut Verlina.
"Benar juga kamu, besok Tante bakal permaluin itu si gagu, biar diusir dari kampungnya," sahut Bu Hena.
Ha-ha-ha, dasar Nenek-nenek bodoh, mau aja gue kibulin, gampang banget di jadiin senjata.
Ali telah sampai rumah Hawa, tanpa membawa mobil. Hawa merasa bersalah karena Ali lebih memilih dirinya, sampai ia rela tinggalin semua fasilitasnya.
"Nak Ali, terima kasih yah udah rela berkorban demi Hawa," sahut Bu Sari.
"Hawa itu istri saya Bu, saya harus bertanggung jawab atas ia, meskipun saya belum sembuh ingatan saya, saya bisa merasakan kalau saya sangat mencintai Hawa," sahut Ali tersenyum.
"Semoga ingatan Nak Ali sembuh total ya Nak," sahut Bu Sari.
"Aamiin Bu, niat saya mau bawa Hawa untuk mengontrak rumah, apa Ibu mengizinkan?" minta Ali.
"Pasti, Ibu mengizinkan Nak," sahut Bu Sari.
"Saya akan mencari-cari pekerjaan Bu, apa saja dulu yang penting halal, saya mau nginap di sini beberapa hari, setelah saya mendapatkan pekerjaan, saya akan mencari kontrakan bersama Hawa," sahut Ali.
"Nak, mau sampai kapan pun kamu dan Hawa tinggal di sini, Ibu senang, walau rumah ini jelek, yang penting nyaman," sahut Bu Sari.
"Saya tidak mau merepotkan Ibu, biar saya usaha dan mandiri sendiri ya Bu," sahut Ali.
"Iya Nak Ali, Ibu bangga sekali sama kamu," sahut Bu Sari.
"Terima kasih atas semuanya, aku ingin ingatan kamu kembali pulih," sahut Hawa dalam tulisannya.
"Sama-sama sayang," sahut Ali.
"Kamu ikut aku yuk!" ajak Hawa dalam tulisannya.
"Kemana?" tanya Ali Hawa menarik tangan Ali dan membawa Ali ke rumah Paman Danang.
"Ini rumah siapa?" tanya Ali.
"Ini rumah Paman Danang, Paman kamu, Kakak dari Papah kamu," jawab Hawa dalam tulisannya.
"Hawa, Ali, ya Allah ini Ali?" tanya Paman Danang.
"Paman?" tanya Ali.
"Iya Ini Pamanmu, Paman Danang," Paman Danang langsung memeluk Ali.
"Maafin saya Paman, saya lupa sama Paman, karena saya hilang ingatan," sahut Ali.
"Gak apa-apa, Paman sudah tahu dari Papahmu," sahut Paman Danang.
"Papah Ali dimana Paman?" tanya Ali.
"Astaghfirullah, Mamahmu gak cerita?" tanya Paman Danang kaget.
"Enggak kok," sahut Ali.
"Masuk dulu yuk, Hawa sama Ali, gak enak kalau cerita di luar," ajak Paman Danang.
"Paman bikinin Teh dulu mau?" sahut Paman Danang Hawa langsung menulis dikertas.
"Kalau boleh, saya saja Paman yang buatkan minum, biar Paman sama Ali lanjut ngobrol," sahut Hawa dalam tulisannya.
"Makasih ya Nak, kamu emang anak baik," sahut Paman Danang.
"Jadi Mamahmu gak cerita kalau Papahmu tugas di Thailand?" tanya Paman Danang Kembali.
"Enggak sama sekali Paman, Mamah itu benar-benar tega sama saya, disaat saya hilang ingatan gini, malah manfaatin saya buat jauhin Hawa, salah saya apa Paman? saya hampir berdosa lho lepas dari tanggung jawab, Hawa hamil anak saya," sahut Ali.
"Janganlah kamu membenci Mamahmu, Paman rasa Mamahmu itu orang yang sangat baik, hanya saja ia lebih gampang dipengaruhi," sahut Paman Danang.
"Apa perempuan yang bernama Verlina yang sudah menghasut Mamah Paman?" tanya Ali.
"Mungkin, ia kan sangat menginginkanmu, tapi kamu pernah bilang dulu ke Paman, kalau wanita yang bernama Verlina itu sangat jahat, ia itu mantan pacar kamu di Thailand, ia selingkuh depan mata kamu di sebuah Apartemen, itu yang kamu ceritakan dulu ke Paman," sahut Paman Danang.
"Jadi selama ini ia sudah membohongi saya Paman? pantas saja selama ini saya tidak ada ikatan batin sama sekali dengan cewek itu, Mamah ikut membohongi saya, justru saat saya bertemu Hawa malah ada ikatan batin," sahut Ali.
"Hawa adalah wanita yang sangat kamu cintai, kamu kenal Hawa di sini, saat kamu main pertama kali ke rumah Paman, kamu sudah jatuh cinta melihat Hawa," sahut Paman Danang.
"Maafin aku yah sayang, karena aku lupa ingatan kamu jadi menderita, mulai sekarang, gak ada satu orang pun yang bikin kamu menderita lagi, aku akan selalu menjaga kamu, menerima semua kekurangan kamu," sahut Ali sambil menangis memeluk Hawa.
"Iya sayang gak apa-apa, yang penting kebenaran sudah terungkap, berkat Paman Danang yang menceritakan semuanya," sahut Hawa dalam tulisannya.
"Makasih Paman, sudah menceritakan yang sesungguhnya, ternyata Hawa bawa saya ke sini supaya saya tahu kebenarannya," sahut Ali.
"Jaga ia Ali, ia anak baik, meskipun memiliki kekurangan, tapi hatinya sangat bersih dan suci," sahut Paman Danang.
"Pasti Paman, saya janji gak akan sia-siakan Hawa lagi, saya akan menjaga ia, apa lagi sekarang ia sudah mengandung anak saya," sahut Ali.
Bersambung...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Ayra kan blm nikah sama Dewa...
bunda tunggu season2'y...
semangat trus💪💪
next up Thor💪💪
semoga ayra jg lekas sadar
next up Thor💪💪