NovelToon NovelToon
The Porch Light

The Porch Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan mewah Rowan Vale-Knight dan Cathez hampa tanpa kehadiran buah hati.

Terobsesi pada kebebasan, Cathez terus menolak hamil hingga melontarkan tantangan gila: mengizinkan Rowan mencari wanita lain untuk melahirkan keturunannya.

Dikuasai rasa dikhianati, Rowan menerima tantangan tersebut.

Di malam yang sama, takdir mempertemukannya dengan Rossi Widmer—gadis terbuang yang nekat melompati mobil Rowan demi melarikan diri dari jebakan penjualan diri oleh ayahnya sendiri.

Terdesak ancaman bahaya dan pengaruh obat perangsang, penyatuan tak terduga terjadi di antara mereka.

Rowan yang terkesan oleh kemurnian Rossi memboyong gadis itu dalam pernikahan sah demi mendapatkan anak, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Rossi sebenarnya adalah adik kandung Istrinya yang diasingkan sejak kecil.

Di antara keputusasaan, perlindungan tulus, dan intrik masa lalu yang membayangi, akankah benih cinta sejati tumbuh di tengah hubungan transaksi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Kepergian Abner Widmer yang membawa langkah-langkah lesu dan hati yang hancur meninggalkan keheningan mendalam di dalam ruang keluarga utama Mansion Vale-Knight.

Aroma ketegangan yang tadinya begitu pekat perlahan-lahan menguap, digantikan oleh keheningan malam yang terasa jauh lebih hangat.

Nyonya Suzzy mendesah panjang. Sisa air mata di pipinya diusap dengan saputangan sutra berwarna lavender. Wanita paruh baya itu melirik putranya yang masih memeluk Rossi dengan begitu erat—seolah-olah jika cengkeraman tangannya mengendur sedikit saja, dunia akan merenggut gadis itu dari sisinya.

Suzzy berdehem keras. "Ehem!"

Rowan dan Rossi tersentak kecil, memutus tatapan saling menguatkan di antara mereka.

"Malam ini..." Suzzy melipat tangannya di dada, mencoba mengembalikan wibawa sang Nyonya Besar meski matanya masih berkaca-kaca, "Mommy memaafkanmu, Rowan. Hanya karena keberanian dan keteguhan hati Rossi yang luar biasa dalam membela hubungan kalian."

Suzzy melangkah mendekat, mengelus pipi Rossi dengan lembut. "Tapi ingat, Rowan! Proses perceraianmu dengan wanita jahat itu harus selesai secepatnya! Mommy tidak mau menantu kesayangan Mommy ini menyembunyikan statusnya lebih lama lagi."

"Pasti, Mommy. Pengacara sudah mengurus semuanya," jawab Rowan dengan suara bariton yang mantap.

"Bagus," Suzzy mengangguk puas, lalu matanya berganti menatap Rowan dengan kilatan jenaka khas dirinya. "Nah, sekarang... bawa istri sah rahasiamu itu kembali ke kamarnya. Dan ingat janji tadi! Jangan sampai Mommy mendengar suara-suara aneh dari sayap timur!"

Wajah tegap Rowan merona merah di bagian telinganya, sementara Rossi hanya bisa menunduk malu sembari menahan tawa kecilnya.

...****************...

Beberapa menit kemudian, di dalam kamar utama sayap timur yang luas dan remang...

Pintu ganda kamar kayu mahoni itu tertutup rapat, mengunci kebisingan dunia luar. Rowan langsung membalikkan tubuhnya, membawa Rossi ke dalam dekapannya secara tiba-tiba. Pria bertubuh jangkung itu membenamkan wajahnya di perpotongan leher Rossi, menghirup aroma vanila yang menenangkan dari tubuh istrinya.

Dada tegap Rowan naik-turun secara teratur. Seluruh ketakutan yang sempat melingkupi pikirannya saat Abner datang—ketakutan bahwa Rossi akan memilih pergi—kini meluruh tanpa sisa.

"Rossi..." bisik Rowan, suarasa terdengar begitu serak, penuh emosi yang teramat dalam.

"Ya, Rowan?" jawab Rossi lembut, jemari jemarinya yang halus mengusap rambut hitam Rowan yang sedikit berantakan.

Rowan perlahan mengangkat kepalanya. Manik mata hitamnya yang biasanya selalu memancarkan kedinginan dan aura penguasa yang tak tersentuh, kini berkaca-kaca. Pendar kehangatan, kepasrahan, dan pengabdian yang mutlak terpancar jelas di sana.

Rowan menggenggam kedua pipi Rossi dengan telapak tangannya yang tegap dan hangat.

"Aku mencintaimu, Sayang..." ucap Rowan mantap. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, kata-kata itu keluar dari bibirnya. "Aku sangat mencintaimu, Rossi."

Rossi terpaku. Jantungnya berdetak begitu kencang hingga terasa menyengat di dadanya.

Rowan mengusap pipi Rossi dengan ibu jarinya, senyum tipis yang sarat akan penyesalan terukir di bibirnya. "Maafkan aku karena baru mengatakannya sekarang... Aku... aku sebenarnya sangat khawatir. Aku takut kau akan menganggapku pria gila karena jatuh cinta kepadamu hanya dalam waktu beberapa hari."

Rowan terkekeh pelan—sebuah terkekeh canggung yang teramat langka dari seorang penguasa bisnis papan atas.

"Aku takut kau akan menganggapku pria murahan yang mengobral cinta dan pembual jika aku mengucapkannya terlalu cepat," lanjut Rowan jujur, matanya menatap dalam ke mata Rossi. "Aku takut kau berpikir aku memanfaatkan keadaanmu. Maka dari itu... aku menahannya selama ini. Tapi malam ini, saat kau membelaku di hadapan Ayahmu... aku tahu aku tidak bisa menyembunyikannya lagi."

Mendengar kejujuran murni yang terucap dari bibir pria yang begitu ia kagumi, air mata keharuan menetes di pipi Rossi. Rasa manis yang begitu hebat membuncah di dalam dadanya, meruntuhkan seluruh sisa dinding kecurigaan atau ketakutan masa lalu.

Sebelum Rowan sempat melanjutkan kalimatnya, Rossi mengulurkan jari telunjuk mungilnya, menempelkannya tepat di bibir Rowan.

"Hsstt..." bisik Rossi lembut, menyunggingkan senyuman paling manis dan indah yang pernah Rowan lihat. "Jangan katakan hal konyol seperti itu lagi, Rowan."

Rossi melepaskan jarinya, lalu menyatukan jemarinya di belakang leher tegap Rowan, menarik pria itu menunduk hingga hidung mereka saling bersentuhan.

"Aku juga mencintaimu, Rowan..." bisik Rossi dengan nada yang begitu tulus. "Sangat mencintaimu."

Mata Rowan berbinar hebat. Tanpa menunggu sedetik pun, pria tegap itu memajukan wajahnya, membungkam bibir Rossi dengan sebuah ciuman yang dalam, hangat, dan sarat akan gairah cinta yang akhirnya terbalaskan secara utuh.

Penyatuan bibir mereka malam ini tidak lagi diwarnai oleh keputusasaan atau dendam, melainkan oleh rasa kepemilikan yang mutlak dan kebahagiaan sejati. Rowan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rossi, mengangkat tubuh mungil gadis itu hingga Rossi terpaksa melingkarkan kedua kakinya di pinggang tegap Rowan.

Mereka bertukar ciuman panas sembari melangkah tanpa arah di dalam kamar yang remang, menuju ke arah tempat tidur berukuran king-size.

Namun...

Brak! Gedebuk!

"Aww!" jerit Rowan pelan.

Dalam kondisi terbawa gairah dan mata memejam menikmati ciuman, kaki tegap Rowan yang panjang tak sengaja menabrak bangku kecil tempat melepas sepatu yang berada di ujung ranjang!

Pria bertubuh jangkung itu kehilangan keseimbangan, membuat mereka berdua roboh dan berguling konyol ke atas karpet bulu yang tebal di samping ranjang!

Puk!

Rossi mendarat di atas dada tegap Rowan yang kini telentang di lantai. Rambut panjang Rossi terurai berantakan menutupi wajah mereka berdua.

Hening sejenak.

Rowan mengedipkan matanya beberapa kali, menatap langit-langit kamar dengan napas terengah-engah dan raut wajah paling bingung yang pernah ada. Sementara Rossi yang berada di atas dadanya perlahan-lahan mengangkat kepala.

Mata mereka bertabrakan, lalu dalam detik berikutnya...

"Puf... HAHAHAHAHA!"

Tawa renyah Rossi pecah seketika di dalam kamar! Gadis itu tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya, membenamkan wajahnya di dada Rowan yang naik-turun.

"Tuan Besar Vale-Knight yang terhormat..." goda Rossi di sela-sela tawanya yang menggelegar, "ternyata kau sangat tidak berbakat melangkah sambil berciuman!"

Wajah tegap Rowan seketika berubah warna menjadi merah padam! Pria dingin yang ditakuti para pebisnis itu kini menutupi matanya dengan satu lengan, merasa sangat malu dan konyol atas insiden menjatuhkan diri tersebut.

"Jangan tertawa, Rossi..." gumam Rowan dengan suara serak yang ditahan, mencoba mempertahankan sisa-sisa wibawanya meski gagal total. "Karpet dan bangku itu yang salah, salah siapa letaknya di sana."

"Oh ya? Bangkunya yang berjalan dan menabrak kakimu?" sahut Rossi makin menjadi-jadi, menepuk dada Rowan dengan gemas. "Lucu sekali! Pria paling tampan di Los Angeles roboh gara-gara bangku sepatu!"

Rowan menurunkan lengannya, menatap Rossi yang tertawa sampai matanya berair. Dilihatnya tawa lepas dan bahagia itu, kekesalan dan rasa malu Rowan menguap seketika. Bibirnya tak sanggup menahan lengkungan senyum tipis yang hangat.

Rowan tiba-tiba membalikkan posisi mereka! Dalam satu gerakan cepat namun lembut, Rowan menindih tubuh mungil Rossi di atas karpet bulu yang empuk, mengunci kedua tangan Rossi di atas kepalanya.

"Oh... jadi kau berani Menertawakan suamimu, ya?" ancam Rowan dengan kilatan jenaka dan berbahaya di matanya.

Tawa Rossi terhenti, berganti menjadi cengiran polos. "Eh... tidak, Tuan Besar... saya cuma... pfhh!" Rossi kembali tertawa kecil.

"Kau harus dihukum karena mengejek suamimu," desis Rowan rendah.

Sebelum Rossi sempat membalas, Rowan mulai melayangkan serangan kitik di pinggang halus Rossi!

"Aaaah! Rowan! Hahaha! Jangan! Ampun!" jerit Rossi kegelian, meliuk-liukkan tubuhnya di atas karpet untuk menghindari jemari tegap Rowan yang tak kenal ampun.

"Geli, Rowan! Hahaha! Ampun!"

"Katakan dulu bahwa suamimu ini pria paling hebat dalam segala hal!" tuntut Rowan tertawa pelan sembari terus menggodanya.

"Iya! Iya! Kau pria paling hebat... dan paling konyol! Hahaha!"

"Masih berani bilang konyol?!" Rowan makin semangat menggelitik pinggang Rossi, membuat ruangan itu dipenuhi oleh derai tawa gembira yang tak henti-hentinya dari kedua pasangan suami-istri tersebut.

Namun, di tengah keriuhan gelak tawa dan gurauan mereka di atas karpet...

Klek.

Pintu yang terhubung dengan lorong luar mendadak terbuka sedikit!

Wajah Nyonya Suzzy yang mengenakan piyama sutra hijau dan masker wajah berwarna putih tampak mengintip dari celah pintu dengan raut wajah gila yang dipenuhi rasa curiga.

"Ehem!" suara dehaman keras Suzzy menggema, memotong keriuhan di dalam kamar seketika.

Rowan dan Rossi membeku kaku di atas karpet!

Rowan masih berada di atas tubuh Rossi dengan tangan yang memegang pinggang istrinya, sementara Rossi terkekeh dengan rambut berantakan dan gaun piyama yang sedikit tersingkap. Mereka berdua menoleh bersamaan ke arah pintu.

Suzzy menatap pemandangan konyol anak dan menantunya di atas lantai dengan mata membelalak di balik masker putihnya.

"Rowan Evander Vale-Knight!" tegur Suzzy dengan nada suara melengking yang tertahan. "Apa yang sedang kalian lakukan di atas lantai malam-malam begini?! Kenapa suaranya sampai terdengar ke kamar Mommy?!"

Rowan berdehem keras, dengan cepat bangkit dan berdiri tegap, merapikan kaos hitamnya sembari berakting seolah-olah tidak terjadi apa-apa—meski telinganya sudah merah membara. "Kami... kami hanya sedang berolahraga malam, Mommy."

Suzzy menepuk jidatnya yang tertutup masker. "Olahraga malam katanya?! Kau pikir Mommy bodoh, hah?!"

Suzzy lalu melirik Rossi yang sedang terburu-buru duduk dan merapikan gaun piyamanya dengan wajah memerah sempurna.

"Rossi!" panggil Suzzy dengan nada menuntut yang kocak. "Mana kalimat sakti yang Mommy ajarkan tadi di meja makan?!"

Rossi yang mendadak teringat instruksi ibu mertuanya, langsung menegakkan tubuhnya di atas karpet, menatap Suzzy lalu menatap Rowan yang berdiri kaku di sampingnya.

Dengan wajah polos dan cengiran tanpa dosa, Rossi mengucapkannya lagi:

"Maaf Rowan... aku dilarang Mommy!"

Suzzy mengangguk puas dengan senyum kemenangan di balik maskernya. "Bagus! Dengar itu, Rowan?! Dia dilarang Mommy! Sekarang cepat naik ke ranjang masing-masing dan tidur! Kalau Mommy mendengar suara jeritan atau tawa geli lagi, Mommy akan kunci kamar kalian dari luar!"

BAM!

Suzzy menutup pintu penghubung itu dengan keras.

Di dalam kamar, suasana mendadak menjadi begitu hening kembali.

Rowan menatap pintu yang tertutup rapat itu dengan raut wajah paling merana dan frustrasi di dunia, lalu menoleh ke arah Rossi yang sedang menutup mulutnya menahan tawa yang siap meledak lagi.

"Rossi..." gumam Rowan pasrah, mengusap dadanya. "Kau benar-benar murid kesayangan Mommy..."

Rossi tak sanggup menahannya lagi. Ia kembali berguling di atas karpet sembari tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi tak berdaya dari suaminya yang hebat itu.

Malam yang tadinya diawali dengan ketegangan dan air mata, kini ditutup dengan gelak tawa kebahagiaan yang sempurna di dalam pelukan cinta sejati mereka.

1
Nurul
kalau bisa, kehamilan jangan ditunda-tunda
Mia Camelia
hahaa rasaiin ketauan ,rowan ngumpetin anak gadis🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkww🤣
total 1 replies
alunanfiksimalam
Wanita jahat
nayla tsaqif
Uhh,, marathon bacanya thor,, tp nyampe jg bab 20🤭
Rosdianah 🌷: Waaah luar biasa kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Rossi 😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bikin semua kejahatan catzhes terbongkar
Rosdianah 🌷: siap kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Huwaa😭 knp q ketinggalan notifnya,, tau2 udah bab 20 ajahh,,! Semangat 30 menit pasti selesai baca💪
Rosdianah 🌷: Huhuhu semangat kak reader 🥰🫶
total 1 replies
Mia Camelia
so sweet banget sih mereka brdua🥰🥳
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mia Camelia
aduh ngenes banget ngliat rowan nanggis ky bgitu🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Mia Camelia
cathez gak tau diri banget cowo sekelas rowan di sia sia kan😔
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Mia Camelia
rowan jahat banget sih cuma mau ngambil anak nya doang🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: perlu digampar anak Daddy satu itu🤣
total 1 replies
Mia Camelia
rosi polos banget yaa, cocok nih sama rowan🥰🥰🥰
Mia Camelia
semua nya mudah klo rowan udh niat 😂🤣
Mia Camelia
hehe rowan kebelet banget pingin anak🤣🤣
Rosdianah 🌷: bisa bayangin lah ka🤣🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pertemuan yg tak terduga😂
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
Mia Camelia
horeee 🥳 akhir nya kisah rowan publish juga🥰😄😂😂
aku pasti baca thor mpe abis🥰🥰🥰
Rosdianah 🌷: Huhuhu terharu, Ma'aciww kak, Semoga suka sama ceritanya.
Happy Reading 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!