Kelahiran kembali seorang Dewa maha tahu. Yang mana, ia mengetahui segala macam pengetahuan dan hal hal lainnya. Namun, kehidupannya bukanlah sebagaimana ia adalah Dewa.
Dia terus menerus harus menuruti semua permintaan Tuhan pencipta. Dalam perkataan Tuhan pencipta, ''Ini adalah tugas terakhirmu, selamatkan Planet bumi dari Invasi Ras Galgara.''
Namun Sang Dewa Maha Tahu, mengetahui itu hanyalah omong kosong belaka.
haaaahhhhhh.
Menghela nafas berat Sang Dewa Maha Tahu. Akhirnya, ia dikirim menuju Planet Bumi dan berusaha menumpas habis semua Galgara yang ada.
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷.
Novel tak ada sangkut pautnya dengan keagamaan ataupun tradisi lainnya. kemungkinan, banyak yang sama dan hal sebagainya.
Novel juga, lebih ke Romantisan dan ngak begitu banyak actionnya.
tetap Kalm dan selalu
Coment
Like
Subscribe
vote juga ngak papa.
Untuk Update. Author janjikan up nya hari minggu dan senin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.24 Pertengkaran Dalam Kelas.
Waktu makan dengan di barengi aroma harum Softek masih baru di gunakan, telah habis.
Memang ini sebagai lelaki, Azra senang. Namun, ia bukanlah seorang sebegitu mesumnya hingga ketagihan pengen makan makek sendok bekas col*mek Rine.
"Baiklah, nanti kau pindah saja kekamar dan pindahkan juga barang barangmu." Selepas mengucapkan tersebut, Azra langsung menghilang menuju kelasnya saat ini, B-20.
"Yah~, tujuan awal selesai. sekarang tinggal tahap menengah. Ayang bakalan jatuh ke hatiku. Hehe."
Tanpa di sadari Azra. Sebuah rencana yang pastinya bakalan menjadi medan perang perebutan dirinya akan terjadi. Mulai saat ini, perang Azra bukan lagi mengenai kontrak ikatan tuhan dan dewa.
Melainkan, perebutan Azra dari para wanita ganas haus akan ketampanan dirinya
****
Hari mulai berganti dikala waktu orang orang merasakan apa yang namanya ingin bermalasan. Matahari mulai memberikan sebuah bayangan yang sama dengan benda itu sendiri.
Jam 14.00 . Adalah waktu orang menginginkan kemalasan hidup.
Namun berbeda dengan kondisi kelas B-20.
Satu suasana dimana berbagai macam aura rumit namun satu yang pokok. Aura tersebut memiliki keinginan akan ketertarikan terhadap satu orang. Dan orang yang menunjukkan aura rumit tersebut adalah semua wanita di kelas tersebut.
'Bukankah ini terlalu bahaya?.' Batin Azra yang mencoba mengabaikan semua tatapan wanita yang mengarah kepadanya.
Terlihat jelas. Beberapa dari wanita ini menjilati bibirnya ketika menatap Azra yang memakai topeng. Seakan, se-ekor naga yang menemukan mangsa sepecial dan paling enak seumur hidup mereka.
*TING TONG. JAM PELAJARAN 3 DAN 4 TEKAH SELESAI. SAATNYA ISTIRAHAT.
"Baiklah, karna jam pelajaran telah selesai. Kalian beristirahatlah." Lucia yang sebagai pengajar memberitahukan ulang mengenai selesainya jam pelajaran 3 dan 4.
Namun, seketika terjadi kericuhan.
"Hei, kenalkan namaku..."
"Hei tampan~, jangan pedulikan dia. Kenalkan aja namaku ... "
"Hei, ... "
Berbagai macam seru seruan wanita terdengar mengerubungi satu sosok pria yaitu Azrael sendiri.
Azra kewalahan dengan kelakuan 300 lebih siswa wanita mengerumuni dirinya. Apalagi, seluruh tubuhnya seakan di begal dan di sekap tak bisa bergerak sedikitpun.
"Nona nona sekalian!. Bisakah anda memberikan saya jalan?. Ada apa dengan kalian?." Bertanya dengan nada tidak tahu menahu, Azra, lakukan demi mengecohkan singa betina ini.
Beberapa wanita langsung berhenti berebutan Azra.
"Jangan remehkan instuti wanita, Azra. Kami sedari tadi pagi merasakan dengan jelas. Auramu benar benar berbeda dengan lelaki manapun. Dan terasa jelas sekali aura maskulinmu merembes keluar seperti ini." Uajr salah satu wanita tersebut dengan wajah agak merona dan terlihat, di hidungnya seperti ingin mengalir darah.
Azra terheran dengan perkataan wanita ini. 'Bukankah aura itu sudah kutekan hingga tak bersisa?.'
Karena terheran dan masih dalam keadaan saling tarik menarik. Azra sedikit dengan tegas agar tubuhnya tidak jadi rebutan para wanita ini, yang carinya cuma goodlooking aja.
"Bisakah kalian dia ... "
"BISAKAH KALIAN DIAM DAHULU!. HANYA ORANG CECUNGUK MASUK KARNA BANTUAN ORANG DALAM, AJA, UDAH SOMBONG AMAT!."
Terhenti ucapan Azra karna tiba tiba, suara seorang laki laki tegas dan arogan serta sombong terdengar.
Semua perhatian mulai teralihkan kepada lelaki itu.
*Reinhart ...
Satu nama yang menjadi perbisikan orang orang dalam kelas karena tidak terima dengan Azra, yang entah mana apa yang tidak ia terima dari Azra.
"Hei kau!." Dengan sombongnya, Reinhart menunjuk Azra.
"Ada apa?." Azra berusaha sesopan mungkin dan menghindari pertarungan. Bagaimanapun, kejadan pria ikemen seperti dirinya pastinya mengundang banyak masalah bila pindah sekolah.
Itu terlalu klise.
"Jangan terlalu sombong, anak baru!. Hanya 25ribu poin saja,sudah sesombong itu, heh!." Mendengus, Reinhart, berkata kepada Azra.
"Lalu, apa yang kau maksud sombong, senior?." Namun, harga diri Azra sebagai Dewa, belum lah hilang. Jadi, dia ingin menantang anak sombong bau bawang ini agar tak menyinggung seseorang seenak jidat.
Terlihat, Reinhart memunculkan urat kekesalan seakan di hina oleh Azra. Ia maju mendekat ke Azra dan keduanya hanya berjarak 3 langkah.
"Apa kau menantangku, bocah?." Dingin Suara Reinhart sembari mengeluarkan aura pembunuh ke Azra.
Tanpa disadari Reinhart. Aura tersebut menekan semua orang yang berada di kelas tanpa kecuali. Beberapa ada yang pingsan dan kejang kejang akibat tidak sanggup menahan aura pembunuh yang Reinhart keluarkan.
"Senior ... "
Booom.
"Bukankah kau sudah keterlaluan hingga melibatkan teman sekelas kita?!."
Sebuah ledakan aura berwarna putih dari Azra, menenangkan semua orang yang ada didalam kelas dan menghilangkan Aura pembunuh milik Reinhart.
Tatapan Reinhart semakin tidak suka sekaligus begitu merendahkan Azra. Aura pembunuh yang begitu pekat dan kental, kembali lebih besar mencoba menekan Azra. Dan itu juga berdampak kepada semua orang.
"Senior, ... Apa kau tak kasian dengan teman sekelas kita?." Balas Azra bersamaan dengan aura putih tadi meledak dalam tubuhnya. Sekarang berganti menjadi aura suci layaknya seorang malaikat.
Emas berkilauan, mengalir layaknya sungai membasahi setiap orang, menenangkan jiwa serta pikiran, membuat, orang orang merasakan kebetahan dalam hidup ketika merasakan aura ini.
Kretak.
Gertakan gigi terdengar keras dari Reinhart karena aura Azra mengalahkan auranya dengan mudah. Api kebencian mulai menyala dalam hati Reinhart hanya tertuju kepada Azra.
Sebuah gumaman kecil terdengar dari Reinhart.
"
Sebuah tinju mengarah ke kepala Azra dengan berlapis api berwarna hitam kemerahan.
Namun, dengan mudah Azra menangkapnya tanpa melapisi dengan energi apapun. Hanya sebatas fisik.
Terbelak mata orang orang dan hanya beberapa orang yang sadar seberapa besar kekuatan Azra. Termasuk Reinhart. Dia yang paling tak percaya bila Azra bila menahan tinjunya.
"JANGAN SOK SOK-AN, BOCAH!!!!.
BOOOOOOM.
Ruang krlas menjadi berantakan. Namun, masih ada beberapa properti yang baik baik. Pukulan Reinhart benar benar tidak bisa dilihat oleh orang orang karena saking cepatnya.
Namun, sekarang Azra dengan mudahnya menangkap pukulan tersebut dengan tangan kosong tanpa energi apapun.
"Tak mungkin ... " Gumam Reinhart menatap kepalan tangannya masih dalam genggaman tangan kanan Azra.
Kemarahan Reinhart seketika meledak ledak membara dan melakukan sekrangan acak tak beraturan kepada Azra.
Azra dengan mudah menghindari serangan yang tak beraturan ini hanya dengan instingnya yang didapat dari Lucia.
Sembari menghindari serangan. Azra memperhatikan sekitarnya. Seketika pandangan muka Azra merasa canggung bersalah karena kelasnya begitu berantakan.
Tak ingin terlalu membuat kelas menjadi berantakan. Azra menotok 13 titik merdian di tubuh Reinhart membuat dia tidak bisa bergerak selama satu minggu.
"Kau sudah keterlaluan senior. Biaya perbaikan kelas, kau yang tanggung, senior. Kalo begitu bye."
Setelah itu, dengan santainya Azra berjalan menuju pintu kelas dan pergi dari sana.
Satu sosok wanita yang terlihat culun berambut hijau menatap Azra penuh dengan makna.
"Ternyata, dia bisa memakai teknik akupuntur yang sudah hilang, itu ya. Kurasa, ibu bisa diselamatkan bila dia menyembuhkannya."
₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩
Q&A
Ikemen: pria tampan.
jadi semangt terus ya