Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Wushhh.
Angin berhembus kencang di dalam gudang saat tubuh Lin Yuan bergerak membelah barisan para pembunuh bayaran.
Seorang pria berbadan kekar mengayunkan parang panjangnya ke arah leher Lin Yuan.
Lin Yuan tidak menghindar, melainkan melangkah maju ke dalam jangkauan serangan musuh.
Tangan kirinya menangkis pergelangan tangan pria itu dari bawah, membelokkan arah ayunan parang hingga meleset.
Di saat yang bersamaan, tangan kanan Lin Yuan melesat lurus seperti tombak dan menghantam jakun pria tersebut.
Krak.
Suara tulang rawan hancur terdengar mengerikan.
Pria itu menjatuhkan parangnya dan memegangi lehernya sambil tersedak darahnya sendiri, sebelum akhirnya ambruk ke lantai tanpa nyawa.
Gerakan Lin Yuan tidak berhenti sedetik pun.
Dia berputar dan menggunakan momentum putarannya untuk melayangkan tendangan putar ke arah dada penyerang kedua.
Bugh.
Tendangan itu sangat kuat hingga membuat dada pria malang itu melesak ke dalam.
Tubuhnya terlempar sejauh lima meter dan menghantam tumpukan kotak kayu hingga hancur berantakan.
Pembantaian yang dilakukan Lin Yuan benar benar brutal dan tanpa belas kasihan.
Dia bergerak bagaikan roh pendendam yang turun dari neraka, menari nari di antara cipratan darah musuh musuhnya.
Hanya dalam waktu tiga menit, belasan pembunuh bayaran profesional itu telah berubah menjadi tumpukan mayat yang mengerikan.
Darah segar menggenang di lantai beton gudang pelabuhan tersebut, menyebarkan bau anyir yang sangat menyengat hidung.
Hanya tersisa Kalajengking Hitam dan lima anak buahnya yang sudah patah tangan dari kejadian kemarin.
Kelima pria itu kini berlutut di sudut gudang sambil menangis ketakutan hingga mengompol di celana.
Mereka baru menyadari betapa bodohnya mereka karena berani mengganggu monster ini di pusat perbelanjaan.
Kalajengking Hitam menatap sekelilingnya dengan wajah pucat pasi.
Tangan yang memegang belati itu kini bergetar hebat tak terkendali.
"K-kau bukan manusia... kau pasti iblis."
Kalajengking Hitam mundur selangkah, rasa percaya dirinya hancur lebur melihat pembantaian sepihak tersebut.
Lin Yuan berjalan santai mendekati pemimpin pembunuh bayaran itu.
Langkah sepatunya yang menginjak genangan darah terdengar sangat menakutkan di tengah kesunyian gudang.
"Aku sudah memperingatkanmu, sarangmu ini terlalu kotor."
Lin Yuan berhenti dua meter di depan Kalajengking Hitam.
"Sekarang giliranmu, serang aku dengan belati kebanggaanmu itu."
Kalajengking Hitam menggertakkan giginya, mengumpulkan sisa sisa keberanian yang dia miliki.
"Jangan sombong, Satpam sialan."
Kalajengking Hitam menerjang maju dengan kecepatan maksimalnya, mengayunkan belati ke arah dada kiri Lin Yuan.
Serangan itu sangat cepat dan mematikan, pantas dilakukan oleh seorang pemimpin pembunuh bayaran tingkat atas.
Namun di mata Lin Yuan, gerakan itu penuh dengan celah.
Trang.
Lin Yuan hanya menggunakan dua jarinya, telunjuk dan jari tengah, untuk menjepit bilah belati itu dengan sangat mudah.
Mata Kalajengking Hitam membelalak tidak percaya.
Belatinya tidak bisa bergerak maju ataupun ditarik mundur, seolah tertanam di dalam balok baja.
"Kecepatanmu lumayan, tapi tenagamu masih terlalu lemah."
Lin Yuan memberikan komentar datar sebelum memutar pergelangan tangannya sedikit.
Krak.
Bilah belati yang terbuat dari baja khusus itu patah menjadi dua bagian hanya dengan jepitan dua jari Lin Yuan.
Belum sempat Kalajengking Hitam mencerna apa yang terjadi, tangan Lin Yuan sudah mencekik lehernya dan mengangkat tubuhnya ke udara.
"Argh."
Kalajengking Hitam meronta ronta dan menendang nendang udara dengan panik.
"Zhao Tian yang menyuruhmu menargetkan adik iparku, bukan?"
Lin Yuan bertanya dengan suara rendah yang mengancam.
Kalajengking Hitam tidak bisa menjawab karena lehernya tercekik kuat, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Bagus, sekarang kau bisa pergi ke neraka dan melapor pada malaikat maut bahwa Raja Tentara Bayaran yang mengirimmu."
Mendengar gelar itu, mata Kalajengking Hitam melotot hampir keluar dari rongganya.
Dia menyadari betapa bodohnya dia menerima tawaran dari Zhao Tian untuk membunuh pria mengerikan ini.
Krak.
Lin Yuan tidak membuang waktu dan langsung mematahkan leher Kalajengking Hitam dengan satu gerakan mulus.
Tubuh tak bernyawa itu dilemparkan ke tumpukan mayat anak buahnya yang lain.
Lin Yuan menoleh ke arah kelima pria yang masih berlutut ketakutan di sudut gudang.
"Bawa mayat pemimpinmu dan potongan belati ini."
Lin Yuan memberikan perintah dengan nada dingin tanpa ampun.
"Kirimkan sebagai hadiah untuk Tuan Muda Zhao Tian, katakan padanya, aku akan segera menemuinya."
Kelima pria itu mengangguk cepat sambil menangis sesenggukan, bersyukur karena nyawa mereka diampuni.
Lin Yuan berbalik dan berjalan keluar dari gudang tersebut, meninggalkan neraka yang baru saja dia ciptakan.
Tugasnya membasmi hama sudah selesai, sekarang saatnya pulang dan kembali menjadi pacar pura pura yang baik.
Malam harinya, di kediaman keluarga Shen.
Suasana rumah terasa sangat tenang dan damai, berbanding terbalik dengan kekacauan yang terjadi di pelabuhan.
Lin Yuan baru saja selesai berpatroli keliling area luar rumah, memastikan tidak ada penyusup yang berani mendekat.
Dia berjalan masuk ke dalam rumah melalui pintu samping yang terhubung dengan lorong kamar mandi utama di lantai satu.
Kebetulan sekali, lorong itu agak remang remang karena beberapa lampu sedang dimatikan.
Lin Yuan berjalan santai menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Cklek.
Kepulan uap air hangat menyeruak keluar dari dalam kamar mandi, membawa aroma sabun mandi rasa lavender yang sangat harum.
Sosok Shen Yuxuan melangkah keluar dari balik kepulan uap tersebut.