Erlangga Saputra, tampak seperti mahasiswa normal. Namun nyatanya, ia seorang penderita penyakit.
Suatu hari, ia mendapatkan sebuah hadiah ulang tahun berupa perangkat AFDVR yang memungkinkannya untuk menjelajahi dunia virtual. Ia pun memilih untuk menjelajahi Ardanium's Tale Online.
Dengan tujuan menyembuhkan penyakitnya, ia bertualangan di dunia fantasi itu dan mengumpulkan orang-orang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lutf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Bab Pelahap Jiwa - Gua
"Ah!! Apa-apaan ini!?"
Erra terlempar dan masuk ke sungai saat monster buaya membalikan kapal yang ditumpanginya. Kini ia terapung di air dan menyaksikan si monster buaya menyerang satu per satu orang yang jatuh ke sungai.
Di dunia nyata, Erra alias Er tidak lihai berenang. Ia hanya bisa berenang gaya katak dengan jangkauan maksimal sepuluh meter saja. Itu juga kalau ia berenang di kolam renang tanpa arus. Ia belum pernah berenang di air yang berarus seperti sungai.
Untungnya, terdapat sistem yang dapat membantu para pemain yang tidak bisa berenang di Ardanium's Tale Online. Jika pemain sedang berada di air, selama pemain bergerak, tak peduli gerakannya seperti apa. Pemain akan secara otomatis terapung di permukaan air.
Tapi, ada batasan untuk sistem pendukung ini. Pemain akan otomatis terapung saat tidak ada berat tambahan melebihi sepuluh persen berat badannya. Jadi, kalau ada pemain yang membawa senjata besar atau memakai zirah berat, mereka akan sulit terapung. Berat benda yang ada di inventori tidak dihitung.
Erra tidak tahu apa berat dari perlengkapan senjata dan zirah lebih dari sepuluh persen berat tubuhnya atau tidak. Untuk mengantisipasi kalau semua itu lebih dari sepuluh persen, Erra memasukan pedangnya ke inventori. Ia kemudian melepas zirah, sarung tangan, dan sepatunya. Lalu memasukan semuanya ke inventorinya juga.
Erra berusaha melakukan gerakan renang yang bisa ia ingat. Ia berusaha menjauh sejauh mungkin dari si monster buaya. Tanpa ia perhatikan arahnya berenang.
Saat ia merasa sudah berenang cukup jauh, ia menengok untuk memastikan keberadaan si monster buaya. Ternyata, Erra berhasil membuat jarak yang jauh dengan si monster buaya. Bahkan jaraknya bukan hanya jauh, tapi sangat teramat jauh.
"Sial!! Ini terlalu jauh!!"
Ya, Erra berenang terlalu jauh dari pelabuhan. Sampai-sampai pelabuhan itu hampir tak terlihat. Selain itu, kini Erra berada di tengah-tengah sungai. Ia pun berusaha berenang ke arah pelabuhan. Namun ternyata sangat sulit.
Sebelumnya, agar ia bisa berenang dengan kecepatan terbaik. Ia berenang mengikuti arus sungai. Dengan kata lain, Erra berenang ke arah ia datang. Sekarang ia kesulitan untuk berenang melawan arus sungai. Yang ternyata, meski terlihat tenang, arus sungai ini sangat kuat.
Gagal berenang melawan arus, Erra berusaha berenang ke tepian sungai. Tapi ternyata ia masih kesulitan.
"Ah! Kenapa sekarang!?"
Karena terus bergerak, stamina Erra terkuras. Di tambah lagi, bergerak di dalam air membutuhkan tenaga yang lebih besar daripada bergerak di darat. Selain itu, karena berada di air yang dingin, suhu tubuh Erra menurun. Akhirnya, tenaganya juga terkuras untuk memanaskan tubuhnya.
"Cih! Tak ada pilihan lain!"
Erra menarik napas sebanyak yang ia bisa, sampai paru-parunya terasa benar-benar penuh. Lalu ia berhenti bergerak, dan membiarkan arus sungai membawanya.
Karena berhenti bergerak, Erra mulai tenggelam. Tapi, ia masih mengambang beberapa meter di bawah permukaan air.
Selang beberapa detik kemudian, muncul parameter oksigen di penglihatan Erra. Parameter itu berupa sepuluh gelembung kecil yang melingkar. Tiap ada satu gelembung yang pecah, berarti oksigen yang Erra miliki berkurang sepuluh persen. Saat semua gelembung pecah, berarti Erra kehabisan oksigen. Setelah itu ia akan mulai terkena damage secara berkala. Lalu h**it point -nya akan berkurang dengan sangat cepat.
Damage bisa berhenti saat Erra mulai bernapas lagi.
Saat ini, sudah ada tujuh gelembung yang pecah. Erra masih tudak berusaha bergerak sama sekali. Sampai akhirnya, gelembung terakhir pun pecah dan ia mulai menerima damage. Akhirnya ia mulai bergerak dan kembali ke permukaan.
Erra mengulangi itu semua berkali-kali. Sampai staminanya kembali cukup banyak. Ia kemudian coba menepi lagi. Saat Erra menengok ke kanan dan ke kiri, memastikan lokasinya saat ini, ia cukup dikagetkan dengan apa yang dilihatnya di sisi sungai.
Ia melihat pelabuhan tempat keberangkatannya tadi.
"Yang benar saja!!"
Hujan mulai turun, dan langsung turun dengan deras. Erra makin kesulitan untuk menepi. Dan hujan menjadi semakin dan semakin deras lagi, hingga Erra kesulitan melihat. Keadaan ini juga membuat stamina Erra terkuras lebih cepat. Dan pada akhirnya...
"Ah, mengumpat juga percuma."
Erra berkata lemas dan berhenti bergerak. Ia mencoba mengulangi yang ia lakukan sebelumnya. Namun karena sekarang staminanya terkuras lebih cepat, ia pun akhirnya menyerah dan menerima nasibnya.
"Sungguh konyol. Setahun lebih aku bermain tanpa mati sekali pun meski menghadapi musuh yang sulit. Sekarang aku mati pertama kalinya karena tenggelam. Haha!"
Erra pun dipaksa log out oleh sistem, karena ia sudah game over.
......................
Er menuangkan minuman hitam yang mengandung soda kuat ke sebuah gelas besar, sampai setengah penuh. Lalu ia menambahkan susu kental manis, dan mengaduknya.
Sebelum menenggak minuman racikannya itu, Er mengambil semangkuk keripik singkong. Er kemudian menuju ruang tengah dan menonton televisi.
Er sekarang sedang menikmati keripik singkong dan minuman bersodanya, sambil menonton acara anak yang dulu sering ia tonton. Ia tidak memperhatikan acara itu, ia hanya asal melihatnya. Karena ia sedang terkurung dalam pemikiranya sendiri.
Ia sedang memikirkan tubuh avatarnya di dunia Ardanium's Tale Online, yang kini sedang hanyut di sungai. Ia tidak bisa membayangkan, saat nanti ia log in lagi, di mana ia akan berada.
Erra juga tidak bisa log in sekarang karena penalti. Jika ada pemain yang karakternya mati di Ardanium's Tale Online, pemain tersebut akan terkena beberapa penalti.
Penalti yang pertama adalah tidak bisa log in dalam enam jam. Setelah itu, penalti berikutnya adalah kehilangan sejumlah experience point. Jumlah experience point yang hilang ditentukan berdasar pada cara matinya. Jika experience point yang hilang cukup banyak, si pemain yang mati bisa sampai turun level.
Penalti lainnya adalah kehilangan barang dan uang. Barang yang hilang bisa barang yang sedang dipakai atau yang ada di inventori. Yang jelas, barang yang hilang adalah yang punya nilai paling tinggi. Jika saat mati sampai turun level, maka barang yang hilangnya akan jadi dua. Sedangkan untuk jumlah uang yang hilang, ada perhitungannya sendiri.
Setelah menghela napas panjang, Er bergumam.
"Enam jam itu lama sekali, ya?"
Setelah bosan dengan kegiatannya, dan tidak punya semangat untuk melakukan yang lain, Er memilih untuk tidur.
......................
"Ha? Di mana ini?"
Erra telah kembali ke dunia Ardanium's Tale Online. Saat kesadarannya kembali ke tubuh avatarnya, ia mendapati dirinya berada di suatu tempat yang gelap dan lembab.
Ia bangkit dan memeriksa keadaan di sekelilingnya. Ia masih berada di tepian sebuah sungai. Tapi ia tak dapat menemukan keberadaan langit saat ia menghadap ke atas. Setelah ia memeriksa keadaannya lebih lama, ia sadar sedang berada di dalam gua.
Suara gemuruh air terdengar cukup keras. Erra mencari arah sumber suara tersebut. Dan mendapati arahnya satu arah dengan sumber cahaya yang menerangi tempat ini.
Erra berjalan ke arah itu. Ia berjalan dengan hati-hati, karena merasakan pijakannya licin. Erra tetap waspada dengan menggenggam pedangnya yang baru ia cabut dari sarungnya.
"Hm, sudah kuduga. Begitu, ya? Ini akan jadi sangat menyebalkan."
Erra sudah menduga bahwa suara gemuruh air itu berasal dari air terjun. Ia juga sudah membayangkan, kejadiannya adalah tubuh avatarnya hanyut di sungai sampai masuk ke dalam gua ini.
"Wah! Tinggi juga, ya? Apa aku tidak mati setelah jatuh dari ketinggian seperti ini?"
Erra membuka panel menu dan membuka menu notifikasi atau pemberitahuan. Ada banyak pesan yang masuk. Intinya, semua pesan itu punya satu arti yang sama. Itu adalah Erra sempat mengalami mati atau game over. Dan ia kehilangan banyak hal. Dari mulai levelnya, beberapa barangnya, dan sebagian uangnya.
"Jadi mati, ya?"
Erra bertanya sambil memasang wajah yang tidak karuan.
Ketinggian air terjun yang ada di hadapan Erra saat ini adalah sekitar tiga puluh meter. Mustahil bagi Erra untuk selamat dari ketinggian itu. Kalau saja Erra setidaknya sudah mencapai level di atas level 90, mungkin ia akan selamat. Namun kenyataannya, Erra saat ini masih level 65.
Erra berjalan ke sekelilingnya, mencari cara untuk bisa kembali ke atas. Tapi ia tak menemukan cara yang mungkin untuk ia lakukan. Karena satu-satunya cara untuk kembali ke atas, Erra harus memanjat dinding gua di dekat air terjun yqng basah dan licin.
"Ha~deuh... Bagaimana ini?"
Erra duduk tidak jauh dari air terjun dan terus memutar otaknya. Satu menit, dua menit berlalu. Kemudian sepuluh, dan dua puluh menit. Dan akhirnya, satu jam, dua jam berlalu.
"Aaah! Tidak ada yang bisa kupikirkan!"
Erra mengumpatkan beberapa kata kasar sebelum akhirnya ia memutuskan untuk berbaring.
Tak lama kemudian, ia mendapat satu kesimpulan.
"Itu berarti, aku harus mencari jalan keluar lain, ya?"
Erra duduk, dan melihat keadaan sekitar. Jarak pandangnya sangat terbatas, karena kegelapan di tempat ini. Erra membayangkan, jika malam tiba, maka sudah tidak ada cahaya lagi di tempat ini.
"Ah! kenapa aku baru ingat!?"
Erra baru ingat, sebagai Artisan, ada sebuah aksesori yang bisa ia buat untuk menghasilkan cahaya. Dan ia punya bahan-bahan untuk membuatnya. Sebuah aksesori untuk disematkan pada pelindung kepala seperti helm atau topi, dan bisa juga disematkan pada ikat kepala. Posisi aksesori itu akan berada di bagian dahi penggunanya, dan akan mengeluarkan cahaya yang tidak terlalu terang. Tapi sesedikit apa pun cahaya yang bisa Erra punya sekarang, itu akan sangat membantu.
Erra mulai mengeluarkan semua yang ia butuhkan dari inventorinya. Dan kemudian ia mulai bekerja untuk membuat aksesori yang dikenal dengan nama Glow Stone.
Ini pertama kalinya Erra membuat Glow Stone. Jadi Erra sempat gagal membuatnya, meski hanya sekali gagal. Ia segera menyematkan Glow Stone yang baru ia buat pada bagian dahi helmnya. Cara mengaktifkan Glow Stone adalah dengan membayangkannya, lalu sejumlah mana point atau bahan bakar sihir dan skill milik Erra akan otomatis terhisap.
"Yap! Sekarang mari mulai petualangan gua pertamaku!!!"
Erra berseru penuh semangat, dan memulai langkah pertamanya untuk menjelajahi gua ini.
Bersambung...
masa Er gak ngeh juga yak
cuan cuan.. wkwkw
karena karakter avatar nya banyak berubah kali ya makanya dia gak kenal.. terus yg penyanyi dia kenal itu siapa dong?
ambil sub nya Smith biar bisa buat dan repair senjata