NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.25 -Bayang-Bayang Dosa

Malam semakin larut, namun Alyssa belum juga berniat untuk tidur. Ia duduk sendirian di balkon kamar, menatap layar ponselnya dengan penuh harap. Berharap ada satu saja notifikasi masuk dari Arden—pria yang tadinya berjanji akan menyapanya.

Sambil menunggu, Alyssa memutuskan untuk membuka aplikasi WhatsApp dan melihat-lihat pembaruan status dari kontak di ponselnya. Namun, jemarinya mendadak terhenti. Matanya menatap tajam satu nama yang baru saja mengunggah status baru.

Arden.

Di sana, terpampang foto Arden bersama seorang wanita cantik bergaun anggun, lengkap dengan emoticon hati di keterangannya.

Alyssa meremas ponsel di genggamannya kuat-kuat. Dadanya berdenyut nyeri secara mendadak.

"Jadi... dia pergi ke tempat perempuan lain?" gumam Alyssa lirih dengan tawa hampa. "Mereka sama saja. Sama-sama pembohong."

Tanpa berpikir panjang, Alyssa langsung mematikan daya ponselnya. Ia bangkit dari balkon, berjalan gontai menuju ranjang, lalu merebahkan tubuhnya yang terasa amat lelah.

"Apa aku cemburu?" bisiknya pada keheningan kamar. "Harusnya aku gak berhak cemburu... hubungan kita pun gak pernah jelas."

Alyssa menarik selimut hingga menutup seluruh tubuhnya, mencoba menuli dari suara hatinya sendiri yang kini mulai hancur perlahan.

Sementara itu di kediaman Raharja, Arden masih menemani Bella duduk di halaman belakang. Kebetulan mereka berdua sama-sama belum bisa tidur, jadi mereka memilih untuk sekadar mengobrol ringan.

"Udah malam, sana masuk tidur," titah Arden pelan. Matanya melirik gusar ke arah ponselnya yang sejak tadi terus dipegang oleh Bella.

Ingin rasanya Arden merebut benda itu secara paksa, tapi ia berusaha menjaga kesopanan. Beruntung, isi percakapannya dengan Alyssa tidak ada hal-hal yang aneh, hanya obrolan wajar biasa yang sekiranya tak akan memicu kecurigaan.

"Iya, nih... makasih ya ponselnya," ujar Bella sembari menyerahkan kembali ponsel Arden. "Aku juga udah simpan nomor baruku di sana."

Arden menerima ponselnya. Saat membuka aplikasi pesan, ia melihat kontak bernama Nabella Raharja baru saja mengirimkan banyak foto-foto kebersamaan mereka selama beberapa jam terakhir.

"Oke, kalau gitu aku ke kamar duluan ya," pamit Arden.

"Iya, selamat malam, Den," balas Bella manis. Arden hanya meresponsnya dengan anggukan tipis sebelum berbalik pergi.

Bella menatap punggung Arden yang menjauh. Senyum tipis mengembang di bibirnya saat membayangkan rencana kedua keluarga yang sebentar lagi akan menjodohkan mereka berdua.

Begitu sampai di kamar guest house, Arden berniat langsung membersihkan diri. Namun sebelum itu, ia menyempatkan mengecek ponselnya kembali.

Dahi Arden seketika berkerut saat melihat deretan status WhatsApp yang dibuat Bella menggunakan ponselnya tadi. Matanya membelalak panik sewaktu memeriksa daftar orang yang melihat status tersebut.

Nama Alyssa berada di barisan teratas.

"Aduh... Alyssa pasti salah paham!" umpat Arden panik. Pelipisnya mendadak berdenyut keras. "Astaga, aku bahkan belum sempat ngabarin dia dari tadi!"

Tanpa membuang waktu, Arden langsung mencoba menelpon nomor Alyssa. Namun, hanya suara operator yang menyambutnya.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif...

Arden meremas rambutnya frustrasi. Firasat buruk yang sejak tadi mengganggunya kini benar-benar menjadi kenyataan.

*

*

Keesokan harinya, Arden memutuskan untuk langsung pulang sesuai rencana awalnya. Saat hendak keluar dari kamar, ia berpapasan dengan Bella di koridor.

"Loh? Kok udah mau pulang aja sih? Gak nginep sehari lagi?" tanya Bella heran.

"Gak, aku gak enak sama Tante dan Om," balas Arden singkat.

Bella mengangguk paham, lalu mereka berjalan turun bersama. Di meja makan, Ardi dan Silvana sudah duduk menanti. Kedua orang tua itu tersenyum penuh arti menatap Arden dan Bella yang berjalan bersisian.

"Mereka cocok ya, Pa?" bisik Silvana pada suaminya.

"Iya, Arden kelihatan cocok buat membimbing Bella yang manja," balas Ardi seraya menyesap kopi hangatnya. Biasanya, sarapan di keluarga Raharja tidak pernah menyajikan makanan berat, melainkan hanya roti atau buah-buahan segar.

"Pagi, Tante... Om," sapa Arden sopan.

"Sini, sarapan dulu, Den. Tante sengaja masakin kamu nasi goreng. Maaf ya seadanya, soalnya kita sekeluarga emang gak biasa sarapan nasi," kekeh Silvana renyah.

"Gak apa-apa, Tante... malah merepotkan sekali. Sebenarnya Arden mau sekalian pamit pulang hari ini."

"Pulang? Kok cepat banget? Di sini aja dulu, Om senang ada kamu, jadi ada temannya," ujar Ardi. Namun Arden hanya tersenyum tipis. Tekadnya sudah bulat untuk pulang pagi ini karena rasa rindunya pada Alyssa yang sudah tak tertahankan.

"Iya tuh, Pa. Aku kan udah bilang Arden pulangnya besok aja," sahut Bella ikut menahan.

Meski ditahan oleh keluarga itu, Arden tetap terkekeh pelan dan bersikeras untuk pamit.

Sementara itu di kediaman Narendra, Alyssa sudah bersiap untuk pergi ke rumah Ibunya, Tania.

Maya memeluk Alyssa dengan sangat erat. Ia terus meminta maaf karena tidak bisa ikut mengantar. Tak lupa, Maya juga sudah menyiapkan beberapa buah tangan dan hadiah mewah untuk diserahkan kepada besannya itu.

"Aku pergi dulu ya, Ma," pamit Alyssa lembut sembari mencium tangan mertuanya.

"Iya, hati-hati di jalan ya, Sayang! Kalau kamu mau menginap beberapa hari di sana dulu juga gak apa-apa," tutur Maya tulus.

"Iya, Ma. Terima kasih banyak."

Alyssa pun melangkah masuk ke dalam mobil. Maya berdiri di teras, menatap sayu ke arah mobil yang perlahan menjauh meninggalkan pelataran rumah.

Setelah mobil itu menghilang dari pandangan, Maya mengambil ponselnya dan mencoba kembali menghubungi nomor Adrian. Namun, lagi-lagi hanya suara operator yang menyambutnya. Nomor anak sulungnya itu sama sekali tidak aktif sejak kemarin.

"Kemana sebenarnya anak itu?" gumam Maya dengan dahi berkerut cemas.

Perasaannya mendadak tidak tenang. Insting seorang ibu mengatakan ada sesuatu yang tidak beres sedang disembunyikan oleh Adrian. Tanpa berpikir panjang, Maya langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan Adrian hari ini juga.

Alyssa menatap gumpalan kemacetan jalanan ibu kota dari balik jendela mobil. Suasananya begitu padat karena ia berangkat bersamaan dengan jam orang-orang pergi bekerja.

"Apa aku kerja aja, ya?" gumam Alyssa pelan.

Ada rasa penyesalan kecil di hatinya. Dulu, Adrian selalu melarangnya bekerja dengan alasan ingin merawatnya sepenuh hati. Padahal nyatanya, berada di rumah seharian hanya membuatnya kesepian dan tak berdaya.

Denting!

Ponsel di genggamannya bergetar, menampilkan notifikasi pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal karena Hanum memakai nomor yang berbeda. Dengan ragu, Alyssa membukanya.

Napas Alyssa seketika tertahan. Matanya membelalak menatap layar. Foto yang dikirimkan oleh Hanum menampilkan wanita itu bersama Adrian yang sedang berendam bersama di dalam bathtub.

"Mas..." gumam Alyssa dengan suara bergetar, dadanya mendadak dihantam rasa sakit yang luar biasa. "Kalian kan belum sah... kenapa bisa mandi bareng begitu?"

Air mata Alyssa menetes tanpa bisa ditahan. Ia sama sekali belum tahu fakta memilukan bahwa Adrian dan Hanum sebenarnya sudah menikah di belakangnya.

Namun di tengah rasa hancurnya, sebuah kesadaran mendadak menghantam pikiran Alyssa. Wajah Arden melintas di kepalanya. Kesalahan fatal yang ia perbuat bersama Arden beberapa waktu lalu kembali membayangi.

"Astaga... bodoh, bodoh! Kamu sangat bodoh, Alyssa!" kesal Alyssa pada dirinya sendiri, meremas ujung bajunya kuat-kuat.

Rasa bersalah dan panik menjalar hebat di sekujur tubuhnya. Sekarang, kedua kakak-beradik itu berhasil menghempaskan hatinya hingga berkeping-keping. Dan yang paling menakutkan dari semuanya adalah pikiran yang baru saja melintas di kepalanya:

Bagaimana kalau aku hamil?

Adrian sangat jarang menyentuhnya, sementara kejadian malam itu bersama Arden... Alyssa memejamkan mata erat-erat, tak sanggup membayangkan kekacauan apa lagi yang akan terjadi dalam hidupnya.

Bersambung ...

1
jumirah slavina
jangan dengerin s' Maya itu., lakukan yang hati'mu mau biar tenang jiwa raga'mu...
jumirah slavina: Aku pengen jambak bibir s' Han Kak

🤭🤣
total 2 replies
jumirah slavina
makan tuh istri licik'mu., dasar Suami durjana.,
jumirah slavina
gak usah sok panik., itu hasil dari perkataan'mu., dasar playing victim
AriNovani: /Joyful//Joyful/
total 3 replies
jumirah slavina
sudah tau sama² selingkuh masih d'suruh sama²., aneh s' Mama
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
SALAH.,
mana sih Suami'y.,
wwooii Suami Indah yang gak Indah.,
bawa pulang noh istri durjana'mu itu
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
semoga s' Indah yang tak Indah ini ke gigit lidah'y sendiri 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
jumirah slavina
enak aja., kuras harta'y.,
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 7 replies
jumirah slavina
lihat nih Ma Anak'mu., nih yang mau Kamu pertahankan rumah tangga'y.,
Virna Vaina Voona
biarin si Adrian sama Hanum aja.. biar si Alyssa bahagia sama arden
jumirah slavina
semua ini gegara Otor., Al.,

🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wwooii Anton., ancam istri durjana lu.,

Intan : kali ini klo Kamu bikin ulah., mengganggu siapapun termasuk Alis., Aku akan mengembalikan Kamu sm Kakak'mu
AriNovani: samaa /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
ngapain jawab terserah., seret keluar sambil bilang

KAMU BOLEH BALIK KE SINI KLO SUDAH BAWA SURAT CERAI
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
dana darurat gundul'mu kui., dasar playing victim
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/🤣🤣
total 1 replies
jumirah slavina
sama pensil Alis wwooii
AriNovani: /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
s!alan... s!alan... kau yang s!alan bedeb4h
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
liburan seorang diri., auto menggembel dia., duit habis beli tas🤣🤣🤣
jumirah slavina: Papa gundul'nu kui.,

🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
s' Indah yang gak Indah ini mesti d'wewelin cabe sekilo tiap hari
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ck... s' Mama... bisikin Aku.,. Ma... rahasia apa itu ??
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
ya cerai lh., nikah sm sArden
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah sah dia... udah sahhhh...
s' Han ini bebener ya...
astagaaaaaaaa...

Han : ko' nyalahin Aku Jum., ini semua gegara Otor lo., bukan Aku

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: Terpaksa Menikahi Tuan Muda

karya Lasheira
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!