NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana

Malam itu, suasana di meja makan rumah keluarga Kirana terasa jauh lebih mencekam dibanding biasanya. Berita tentang Rendy Wijaya yang diangkat menjadi CEO baru di PT Nusantara Mandiri ternyata menyebar lebih cepat daripada gosip miring di kompleks perumahan. Ibu Ratna duduk dengan punggung tegak, matanya berbinar-binar penuh ambisi yang tertahan, sementara Riko sibuk mengunyah makanan dengan sesekali melirik kakaknya.

"Kirana," buka Ibu Ratna, meletakkan sendoknya dengan dentangan yang sengaja dikeras-keraskan. "Mama gak salah dengar kan dari Jeng Susan sore tadi? Mantan pacar kamu si Rendy itu... sekarang jadi CEO di tempat kamu dan Aldi kerja?"

Kirana yang sedang menyendokkan sayur ke piring Aldi langsung terhenti. Wajahnya berubah agak tegang. Dia melirik Aldi, namun suaminya itu tetap tenang, seolah nama Rendy tak lebih dari sekadar angin lalu.

"Iya, Ma. Pak Rendy memang CEO baru yang ditunjuk dari pusat," jawab Kirana pelan, berusaha menjaga nadanya sedatar mungkin.

"Luar biasa!" Ibu Ratna menepuk tangannya sekali, wajahnya semringah tanpa memedulikan perasaan Aldi yang duduk tepat di hadapannya. "Dulu waktu dia pamit mau ke luar negeri, Mama sudah tahu anak itu punya masa depan cerah.

Ganteng, berwibawa, dan sekarang? Di usia semuda itu sudah jadi CEO! Itu baru namanya laki-laki idaman."

"Ma, tolong jaga perasaan Mas Aldi," potong Kirana dengan nada tertahan, melirik cemas ke arah suaminya. "Mas Aldi itu suami Kirana. Gak sopan Mama memuji laki-laki lain di depan menantu Mama sendiri."

Ibu Ratna mendengus kencang, melipat tangannya di dada sambil menyandarkan tubuh. "Lho, Mama kan cuma bicara fakta, Kirana. Kenapa harus tersinggung? Kalau Aldi merasa tersindir, ya harusnya itu jadi motivasi buat dia supaya kariernya naik. Jangan mau mentok jadi manajer biasa seumur hidup. Mau sampai kapan kalian mengandalkan gaji manajer untuk menghidupi rumah besar ini?"

"Tapi selama ini Mas Aldi yang penuhi semua kebutuhan kita, Ma!" bela Kirana, suaranya mulai bergetar karena menahan rasa dongkol. "Uang belanja, arisan Mama, kuliah Riko, semuanya dari Mas Aldi!"

"Halah, Kak," sahut Riko tiba-tiba ikut campur, memajukan wajahnya ke arah meja. "Uang kuliah Riko semester depan itu bakal naik karena ada program magang internasional. Belum lagi tempat les bahasa Inggris Riko yang di pusat kota itu minta biaya tambahan buat modul baru. Tadi siang Riko minta tambah ke Mas Aldi, tapi jawabannya apa? Katanya harus dicek dulu anggarannya. Kalau CEO-nya si Kak Rendy, pasti duit segitu mah langsung ditransfer tanpa mikir

dua kali!"

Aldi meletakkan garpunya dengan perlahan. Dia menatap Riko dengan pandangan yang tenang namun menghujam, membuat adik iparnya itu seketika menelan ludah.

"Riko, anggaran kuliah dan les kamu selalu Mas siapkan setiap awal bulan," ucap Aldi, suaranya rendah namun berwibawa. "Yang Mas maksud dengan 'dicek dulu' adalah kegunaan biaya tambahan tersebut. Mas tidak mau mengeluarkan uang untuk hal yang tidak transparan dari pihak kampusmu. Sebagai mahasiswa, kamu harusnya belajar mengelola keuangan dengan bijak, bukan cuma bisa menuntut."

"Sudah, sudah! Gak usah menceramahi anak saya, Aldi," potong Ibu Ratna dengan ketus. Dia kemudian menatap Kirana dengan pandangan intens. "Kirana, Mama ini orang tua, Mama sudah makan asam garam kehidupan. Laki-laki itu yang dilihat mapannya, jabatannya. Coba kamu pikir baik-baik, kalau dulu kamu ikut Rendy ke luar negeri, sekarang kamu sudah jadi istri seorang CEO. Gaya hidup kita gak bakal begini-begini aja. Kamu gak malu apa, besok-besok kalau ada acara kantor, istri CEO-nya tampil mewah, sedangkan kamu cuma gandeng manajer yang jasnya itu-itu aja?"

Kata-kata Ibu Ratna malam itu seperti jarum halus yang mulai menusuk ego Kirana. Meski Kirana mencintai Aldi, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, bisikan tentang "gengsi" dan "status sosial" mulai menumbuhkan benih keraguan yang samar. Kirana melirik suaminya, lalu menunduk dalam-dalam, mengabaikan sisa makanan di piringnya.

Aldi menyadari perubahan riak wajah istrinya. Ada sejumput rasa kecewa di hati Aldi saat melihat Kirana tidak lagi sekokoh biasanya dalam membelanya. Namun, Aldi memilih diam. Dia ingin melihat seberapa jauh badai ini akan menguji kesetiaan wanita yang telah dipilihnya sebagai pendamping hidup tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!