Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23 mencari
Hampir satu Minggu telah berlalu sejak pertemuannya dengan Shahnaz beberapa waktu yang lalu,
Biel hanya mengurung diri di dalam rumah.
Pikirannya benar benar kacau dan ia kesulitan mengendalikan dirinya.
Kenangan peristiwa buruk hingga kematian sang ibu yang ia juga tak tahu di mana ibunya di kuburkan.
Juga rentetan hal hal buruk lain yang mengancam jiwanya trus berputar bagai kaset rusak di kepalanya.
Dan selama satu Minggu itu juga, Ia tak datang ke club atau pun kafe.
Bahkan ponselnya yang telah ia ambil nomor dan memorynya belum ia isi lagi.
Selama satu Minggu itu, Biel benar benar hanya berdiam diri saja di dalam rumah.
Dan malam ini,
Ia baru sedikit tenang dan memutuskan untuk datang ke club.
Pukul sepuluh malam gadis itu terlihat turun dari taksi dan langsung melangkah lebar masuk ke dalam club melalui pintu belakang seperti biasa.
Baru tadi ia ingat jika motornya tidak ada bersamanya.
Dan ia belum tahu bagaimana caranya mencari tahu tentang motornya.
Apakah masih di tempatnya waktu itu atau bagaimana...
Biel belum tahu.
Biel baru saja datang dan masuk ke area meja bar setelah ia mengganti pakaiannya ketika Jokey tiba tiba menghampirinya.
Ia menarik lengan Biel dan membawanya agak ke dinding.
" Bee...apa kau baik baik saja ?! Kau tak bisa kuhubungi sejak satu minggu yang lalu,
kau dengar tentang penggagalan pengiriman 75 kg itu ?!
itu bukan kamu kan ?! " ucap Jokey dengan wajah cemas.
Pasalnya kabar tentang gagalnya pengiriman barang beberapa hari yang lalu sungguh membuatnya takut.
Apalagi Biel tak bisa ia hubungi sama sekali.
Sebenarnya ia bisa saja datang kerumah gadis itu,
Tapi ia takut jika dirinya juga terendus, dan jika demikian ia takut itu bisa menyeret Biel juga.
Biel menatap Jokey dengan tatapan sedikit bingung.
Ia tak paham ucapan sang bos.
Yang ia tahu,
Ia sudah berhasil melakukan pengiriman, bahkan ia sudah mendapatkan bayarannya hingga tiga kali lipat.
" sorry bos aku melepas semua card di ponselku,
kau pasti tahukan apa alasannya ?! " jawabnya kemudian.
Walau jujur ia tak paham ucapan sang bos, tapi ia tak berniat memperjelasnya.
Ia merasa saat ini pikirannya sedang penuh.
" oh ya ok...
aku mengerti, tapi sejak kemaren seseorang terus saja mencarimu " ucap Jokey masih dengan wajah cemas.
" seseorang ?! " cicit Biel
" ya seseorang, kau yakin pekerjaanmu bersih ?! " tanya Jokey
" hemm kurasa begitu, memangnya kenapa....?! "
Tanya Biel dengan kening berkerut, wajahnya sedikit berubah pias sekarang.
Biel mulai cemas,
Pikirannya seketika melayang kepada sosok Shahnaz.
" kau lihat seseorang di meja tengah itu ?! " Jokey berucap dengan menunjuk seseorang yang sedang duduk di sebuah meja yang berada di tengah ruangan dengan kedua bola matanya.
Biel mengikuti arah mata Jokey,
Seseorang yang di tunjuk oleh Jokey dengan ke dua bola matanya pun saat ini sedang menatap ke arah keduanya.
" kau tahu siapa dia ?! " tanya Jokey ketika ia yakin Biel paham siapa yang ia maksud
" hemm ...
memangnya siapa dia ?! " tanya Biel kemudian dengan masih menatap Erick di sana.
Tentu ia tahu siapa laki laki itu, dia adalah orang yang telah menolongnya waktu itu.
Ya...
Laki laki yang di maksud Jokey adalah Erick, sejak dua hari yang lalu ia memang terus mencari Biel.
Laki laki itu bahkan banyak bertanya tentang Biel kepadanya.
Awalnya bukan kepada Jokey Erick bertanya tentang Biel.
Erick bertanya tentang Biel kepada pegawai Jokey yang lain,
Tapi karena takut salah bicara, mereka memanggil Jokey untuk menjawab pertanyaan Erick tentang Biel.
" dia adalah kepala kesatuan reserse narkoba,
Komisaris polisi Erick Harvard Wiratmaja " jelas Jokey dan sukses membuat Biel kian terkejut.
Ia menoleh kepada Jokey,
" dia seorang polisi ?! " cicitnya kemudian
" iya...
dia seorang polisi, kau yakin kau tidak berurusan dengannya ?! " tanya Jokey lagi dan Biel menggeleng dengan tatapan yang entah.
Sudah ia duga jika laki laki yang menolongnya waktu itu bukanlah laki laki biasa.
Postur tubuh laki laki itu memang pantas jika ternyata dia adalah seorang anggota polisi.
" Bee ..." panggil Jokey ketika ia merasa Biel lama terdiam.
" hemmm...."
" dia kemari " ucap Jokey sambil menatap ke arah Erick yang melangkah kearah mereka, Biel menoleh ke arah pandangan Jokey.
Dan benar,
Erick sedang melangkah ke arahnya.
" aku rasa dia memang punya kepentingan denganmu Bee " bisik Jokey
" entahlah...aku tak tahu "
" dia semakin dekat, perlu ku temani untuk bicara dengannya ?! "
" tidak usah bos, pergilah....."
" tapi Be...."
" pergilah bos dan jangan khawatirkan apapun,
aku tidak akan pernah menyebut namamu "
" ckk....bukan itu maksudku....
kau ini......" Jokey kesal dengan ucapan Biel barusan.
Ia masih ingin bicara lagi tapi Erick telah berada di hadapan mereka.
" Hai....Be...
kau masih ingat padaku ?! " sapa Erick dan sukses membuat Jokey melebarkan ke dua bola matanya.
Pasalnya nada kalimat bernada sapaan yang keluar dari bibir Erick sangat berbeda jauh dengan saat laki laki itu bertanya tanya kepadanya tentang Biel kemaren.
kemaren nada bicara laki laki itu terkesan kaku dan tegas,
Tapi lihatlah hari ini....
( hai ....Be ...
kau masih ingat padaku ?!
tidakkah itu terkesan lebay ?! ) oceh Jokey di dalam hati menirukan kalimat yang keluar dari bibir Erick untuk menyapa Biel.
Sungguh terkesan lebay dan.....
Sok dekat.
Menurut Jokey,
Tapi ia bisa apa ?! Laki laki di hadapannya itu bukan laki laki atau pengunjung biasa.
Laki laki itu adalah seorang kepala polisi yang beberapa hari yang lalu telah mampu menggagalkan pengiriman ekstasi melalui salah satu diskotik terkenal di kota sebelah.
Sungguh orang yang cerdas,
Ia terkesan memimpin anak buahnya masuk ke dalam diskotik dan melakukan penggerebekan di tempat itu.
Namun yang sebenarnya ia tengah berada di area jalur pengiriman yang lebih besar.
Ekstasi siap edar seberat 75 kg berhasil ia gagalkan.
Dan Jokey jelas tak berani menganggapnya remeh.
Mendengar sapaan Erick,
Biel memutar tubuhnya tepat menghadap laki laki itu.
" tentu saja aku masih ingat padamu.....Erick...
itukan namamu ?! " jawab Biel dan semakin sukses membuat Jokey kian melototkan matanya.
Ia melotot kepada Biel,
Gila....
Berani sekali Bee padanya....dan...apa tadi ia bilang ?!
Erick...
Biel menyebut nama kepala polisi itu dengan begitu entengnya tanpa embel embel pak atau apalah...
seolah mereka telah kenal lebih dulu.
Ada apa ini ?! Apa ada yang aku tidak tahu tentang Biel ?!
Cerocos Jokey di dalam hati dengan masih menatap Biel dengan melotot.