Hanaoka Calista, seorang putri cantik yang terlahir dari keluarga kolongmerat dinegaranya, kecantikannya membuat saudara tirinya iri kepada Hana. Hingga waktu tiba Hana harus mengorbankan masa mudanya yang berakhir tragis. Ia terpaksa menjadi barang manusia hidup dipelelangan gelap.
Sungguh ironis bukan!
"Barang lelang manusia hidup, bukan sembarang barang. Ini sungguh-sungguh langka, seorang gadis cantik, seksi, tentunya masih segel. Siapa sih yang tidak tertarik hahaha?"
Hanaoka terisak dengan tangisnya diarena panggung, karena dirinya menjadi gadis lelang tercantik disepanjang sejarah pelelangan, ia hanya bisa pasrah.
"Tuhan, kalau boleh memohon kabulkan doa hambamu ini." Tes air mata Hana terus mengalir membasahi pipinya.
"Aku menawarnya 25 milyar!" Celetus pria yang berada dimeja nomor 1. -Jean Choky.
Selamat membaca.... 👍😉😊
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
🚫 DILARANG KERAS PLAGIAT NOVEL INI !!!
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imah_nm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke Indonesia ( )
Kemudian Jean kembali menghampiri Hana disana, tiba-tiba saja Hana berkelangut di tubuh Jean, ia mengalungkan tangannya di leher Jean. Jean benar-benar dibuat patung tanpa berkutik.
Cup!
Hana menyium bibir Jean dengan lembut, Jean masih diam dengan tindakan Hana barusan. Sesekali mengerjab-ngerjabkan kedua matanya penuh heran.
"Jean, kenapa kau diam saja?" Ucap Hana dengan suara menggoda. Mata bertemu mata, wajah mereka saling berdekatan mungkin 1cm tanpa ada sela nafas untuk mereka berdua. Orang-orang salon berpura-pura tidak tahu apa lagi untuk melihatnya mereka memilih menghindari mereka berdua.
"Apa yang kau lakukan Hana?" Tanya Jean
"Bukankah kau ingin aku seperti ini? Kenapa malah kau bertanya kepadaku apa yang aku lakukan sekarang."
"Iya kau benar ! Tapi bukan disini."
Hana mulai aksinya mengelus dada bidang kokoh Jean, benar-benar Hana membangunkan singa yang sedang tidur. Jangan salahkan Jean kalau ia hilang kendali untuk tidak menahan gairahnya itu.
"Hana, stop !" Ucap Jean kepada Hana tangannya sudah sampai celana panjang depan Jean.
"Kau benar-benar menguji kesabaranku."
Hana hanya tersenyum tanpa menyanggah perkataan Jean setiap berbicara. Hana benar-benar ingin membuat Jean memilihnya, meskipun mengorbankan tubuhnya untuk Jean sekali lagi, toh juga kesuciannya hilang karena ulah Jean waktu itu. Tidak salah melakukan sekali lagi, agar Jean bisa memilihnya dan meninggalkan Isabel. Jean adalah hak Hana, karena istrinya.
Akhirnya Jean dan Hana menaiki mobilnya dan pergi ke sebuah apartemen milik Jean.
"Sungguh, hatiku berdebar. Apa aku harus melakukan ini? Iya aku harus melakukannya agar Jean bisa lepas dari Isabel, lalu Jean memilihku seutuhnya dan aku bisa bertemu dengan mamah kandungku." Batin Hana dalam hatinya.
Jean sesekali melihat Hana disampingnya itu, setiap ia melihat Hana seperti ada kerisauan disana.
"Hana, kau aneh! Tadi didalam salon bersikap seperti itu. Dan sekarang kau seperti ketakutan. Apa kau yakin untuk melakukan denganku? Kalau tidak ingin jangan dipaksa." Ucap Jean.
Tiba-tiba saja Hana terkejut dengan ucapan Jean barusan, benar Hana seperti nerves sekali. Tapi ia harus melakukan syarat yang diminta Jean, ia tidak mau Jean kembali dengan Isabel. Semisal Jean memilih Isabel dan Hana tidak memenuhi syaratnya itu, sama saja dia tidak bisa lepas darinya, apalagi dia mengancam tidak akan menceraikannya.
"Tidak, aku tidak takut. Aku akan melakukan denganmu. Kau yang berjanji kalau aku bisa memuaskanmu diranjang, kau akan memilihku dan meninggalkan Isabel." Ucap Hana antusias.
"Hm, tergantung kenerjamu nanti diranjang, kalau kau berhasil ya okelah aku akan memilihmu seutuhnya dan aku akan meninggalkan Isabel. Kalau ternyata kau tidak bisa melalukan dengan benar, apa lagi aku melihat dari kedua matamu ada keterpaksaan. itu aku anggap gagal. Bagaimana?"
" Kau adalah istriku, lakukan dengan cinta, kita sah suami istri, tidak dosa. Daripada aku jajan sembarangan diluar, atau aku malah bersama Isabel. Jangan salahkan aku, semua itu karena kesalahan istrinya yang tidak mau melakukan dengan suaminya."
"Yah, kalau tidak mau ya sudah, tidak masalah. Tidak maksa."
"Oke, aku mau. Deal ! " Ucap Hana langsung setuju.
Jean hanya tersenyum kecil melihat persetujuan istrinya itu. Sedangkan Hana seperti meruntuki bibirnya sendiri yang langsung bilang 'iya'. Mau tidak mau ia harus berhasil membuat Jean bahagia diranjang.
Diapartemen Altas (Milik Jean)
Akhirnya mereka berdua sampai diapartemennya, mereka turun dari mobil bersama-sama.
Orang-orang pelayan yang ada disana disuruh menunduk oleh Jean, karena Hana memakai baju yang begitu minim sekali. Jean merangkul pinggang Hana dengan mesra, rasanya Hana ingin menghempaskan tangan Jean dipinggangnya itu tapi... huft ia harus tahan, dan Hana hanya bisa tersenyum yang dibuat-buatnya.
Sampailah mereka didalam apartemen, ternyata kamarnya sungguh megah didekor warna silver gold bercampur. Sejenak Hana terpengangah mulutnya itu melihat kamar apartemen milik Jean ini.
"Bagaimana Hana? Apa kau suka?" Ucap Jean kepada Hana yang masih diam ditempat, sedangkan Jean sudah memeluk Hana dari belakang.
Hana hanya diam tanpa menjawab, benar-benar Hana menguji kesabaran Jean lagi. Akhirnya Jean menyium ceruk leher Hana, terasa sekali hembusan nafas hangat dilehernya. Hana berusaha menghindarinya dengan mengalihkan pembicarannya yang akan membuatnya menyesal.
"Bisa kita mulai sekarang?" Ucap Hana tanpa berfikir dulu pernyataan itu membuat Jean ingin tertawa lebar, tapi Jean hanya tertawa sewajarnya saja.
"Kenapa kau malah tertawa?"
"Apa sebegitunya kau tidak sabar ingin melakukan denganku sayang?" Ucap Jean sedikit menggoda yang semakin mengeratkan pelukkannya itu.
"Emm..aakk..an."
"Apa?"
"Ya, lebih cepat lebih baik."
"Apa yang aku katakan barusan, bodoh!" Batin Hana.
Spotan Jean membalikan tubuh Hana, sehingga tatapan mereka berdekatan. Hatinya tidak karuan, rasanya hati Hana ingin meledak, huuuhhh... Hana berusaha mengontrol jantungnya itu, tapi Jean malah melahap bibir ranum Hana disana, mata Hana terbelalak kaget. Mau menolak tidak mungkin, dari awal Hana sudah memutuskan untuk memuaskan suaminya diranjang.
Ciuman mulai menjalar setiap inci didalam mulut mereka, lidah mereka saling bertautan. Jean memperdalam ciumannya dengan menarik tengku Hana dengan lembut. Baju Hana yang mudah dilepas, Jean meletakan tubuh Hana diatas ranjang tidurnya. Kini Hana di bawah kungkungan Jean, Jean sesekali bangun untuk melepas jasnya itu. Sampai-sampai mereka benar-benar telanjang bulat.
Keluh peluh malam ini mereka berdua melakukan entah berapa kali, yang pasti Jean puas dengan keliaran Hana dalam berhubungan layaknya suami istri, Jean juga melihat Hana melakukan dengan suka rela tanpa terpaksaan, itu membuat Jean ingin melakukan lagi dan lagi. Hingga akhirnya mereka berhenti karena Hana benar-benar mengeluh lelah.
"Tidurlah sayang." Ucap Jean dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, Jean menyium dahi Hana dengan sangat sayang.
"Hm." Dehem Hana karena ia benar-benar lelah dan mengantuk. Jean melihat Hana sudah terlelap tidur yang masih didalam pelukan Jean.
Tiba-tiba ponsel Jean berdering, lalu ia mengambil ponselnya disamping tempat tidurnya.
"Isabel." Batin Jean dalam hati yang jelas Hana tidak mendengarnya.
"Hmm, siapa yang telepon malam-malam begini?" Tanya Hana tanpa membuka kedua matanya, malah dirinya semakin mengeratkan pelukkannya ditubuh Jean.
"Bukan siapa-siapa tidurlah."
Akhirnya Hana kembali tidur, Jean perlahan memindahkan tangan Hana dari tubuhnya lalu bergegas turun dari ranjang tidurnya, dan mengambil boxernya dilantai setelah itu Jean memakainya dengan benar.
Kemudian Jean ke balkon agar Hana tidak mendengar obrolan Jean lewat telepon dengan seseorang.
"Hallo."
"Jean, kenapa kau tidak menjawab teleponku. Aku hampir marah denganmu, untung kau balik meneleponku." Ucap Isabel dibalik teleponnya, tampak nada suara jelas Isabel yang sedang merajuk dengan Jean, karena Jean tidak segera menjawab teleponnya tadi.
"Maaf, ini sudah malam dan aku sibuk sekali seharian ini. Jadi aku baru buka ponsel sekarang. Ada apa?"
"Iya deh, em aku sudah ada didepan rumahmu. kata pelayan rumah kau belum pulang. Dimana kau sekarang Jean? Apa kau masih diperusahaan sampai lembur selarut ini?"
"Kau ini sudah ada di Indonesia?"
"Tadinya sih aku mau ngasih kejutan, tapi malah jadi gini sih, kau tidak ada dirumah. Kau dimana sekarang? Jawab Jean!"
"Aku, aku......"
"Jean!" panggil Hana. Sontak saja Jean mematikan panggilan teleponnya itu.
》Bersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. 🤗
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE 🎖️
LIKE 👍
KOMENTAR 💬
FAVORIT ❤
TIP⭐
RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya💝!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. 🙏
GOOD JOB👍🤩🤩🤩