TAMAT
Visual Epis 69
Tania adalah gadis yang lugu dan polos, dia anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya akibat kecelakan mobil yang mengharuskan dia tinggal di rumah pamannya.
Tania bertemu dengan bos mafia serigala putih yang bernama Denis yang berhati dingin dan cuek
Setelah pertemuanya dengan Denis hidup Tania dalam semalam berubah total.
Pertemuan Tania dan Denis adalah awal hubungan yang dijalani tanpa cinta. Tanpa Denis sadari dia mulai mempunyai perasaan pada Tania sejak pertama kali bertemu.
Perjalanan hidup Tania yang berat dengan penuh rintangan hidup dimulai dengan perjuangan cinta mereka.
Dengan rahasia besar yang tersimpan antara Denis dan Tania, membuat hubungan mereka semakin sulit untuk bersatu. Dengan rahasia yang terbokar membuat kebencian muncul dalam diri mereka berdua.
Apakah Tania dan Denis bisa hidup bersama sama melewati kehidupan Mafia yang kejam, yang selalu berhadapan dengan kematian !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Fitriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epis 25 Pertemuan
Di dalam tokoh, Tania bertemu dengan pemilik tokoh desainer terbaik sekaligus teman Alex, yang bernama Rey.
Rey menunjukkan pakaian terbaik yang dia miliki di tokohnya, Rey menyarankan Tani untuk menggunakan gaun berwarna merah yang baru dia rancang dengan desain yang elegan, tapi terlihat mewah. Tania akan terlihat elegan dengan menggunakan gaun itu, sesuai dengan kulit putih mulus dengan postur tubuh yang tidak terlalu tinggi.
Rey menyuruh Tania untuk mencoba gaun yang telah dia pilihkan, dia pergi ke ruang ganti untuk mencoba pakaian yang telah dipilih.
Tidak lama kemudian, Tania keluar dari ruang ganti, dia terlihat sangat cantik menggunakan gaun pajang dengan belahan kaki sampai ke paha dengan rambut yang terurai.
Alex dan Rey yang melihat Tania keluar, terpanah melihat keindahan tubuhnya.
"Apa ini tidak terlalu terbuka," ucap Tania dengan raut wajah yang malu-malu.
"Tidak, ini sangat cocok untukmu, sesuai dengan lekuk tubuhmu yang indah dengan kulit putih mulusmu, tinggal kita berikan sentuhan akhir. Menambahkan kalung mutiara kecil, akan memperindah lehermu." Ucap Rey sambil memutari Tania.
"Kau sangat cantik, kau bisa berkerja denganku sebagai modelku. Apa kau mau?" ucap Rey sambil memegang tangan Tania.
"Tidak, aku tidak alih dalam bidang permodelan." Ucap Tania dengan raut wajah malu.
"Sudah, jangan mengodanya." Ucap Alex sambil menarik tangan Rey.
"Aku membawanya ke sini bukan untuk kau jadikan dia modelmu." Ucap Alex.
"Akukan cuman tanya, mungkin dia mau." Ucap Rey mengkerutkan dahinya.
"Bagaimana dengan hasilnya, apa kau puas?" ucap Rey sambil mengoleskan lipstik ke bibir Tania.
Tania yang melihat perubahan dirinya yang berubah yang begitu drastis hanya bisa tersenyum.
Menunjukkan waktu pukul 20:00, akhirnya Tani sudah siap untuk pergi, Alex menunggu Tania di depan ruang tunggu. Tania keluar bersama Rey yang menuntunnya berjalan.
Alex terpukau melihat Tania dengan kecantikannya, sampai membuat dia bengong melihat Tania.
"Apa yang kau lihat?" ucap Rey kepada Alex.
" Tidak, kalau kau sudah siap ayo kita berangkat." Ucap Alex
Alex menghampiri Tania, menggenggam tangannya keluar dari tokoh bersama.
Di sisi lain di kediaman Denis.
Di dalam kamar, Denis sedang bersiap-siap untuk pergi di acara pertemuan yang akan di adakan di kapal pesiar.
Arya datang menemui Denis di kamarnya.
"Kau sudah siap kak," ucap Arya berjalan masuk ke dalam kamar.
"Aku sudah siap, ayo kita pergi." Ucap Denis, sambil berjalan mengambil jasnya yang ada di tempat tidur.
"Bagaimana dengan Aleta?" ucap Arya
"Dia tidak perlu ikut." Ucap Denis, dengan raut wajah yang datar.
"Kau sudah mempersiapakan anak buah kita." Ucap Denis dengan raut wajah yang dingin.
"Sudah, mereka akan menyamar di sana, jika terjadi sesuatu kita sudah mempersiapkan segalanya." Ucap Arya.
"Katakan pada mereka agar tidak bertindak sebelum aku perintahkan." Ucap Denis dengan nada suara yang serius.
Denis dan Arya pergi ke acara perkumpulan itu bersama-sama dengan para anak buahnya.
Denis dengan Arya pergi ke halaman belakang rumahnya, yang di mana telah siap helikopter di tengah halaman rumahnya. Denis dan Arya pergi ke Dermaga dengan menggunakan helikopter sedangkan para anak buahnya pergi menggunakan mobil.
Dengan menempuh waktu 30 menit Denis dan Arya mendarat di tengah Dermaga, di mana mereka sudah ditunggui dengan beberapa penjaga di sana, dengan gagahnya Denis dan Arya Turun dari helikopter.
Denis dan Arya pergi ke Kapal bersama beberapa penjaga yang mengantar mereka.
Di sisi lain Tania dan Alex sudah sampai di Dermaga, sama seperti Denis dan Arya mereka juga dikawal masuk ke dalam kapal pesiar.
Saat Tania masuk ke dalam kapal pesiar, dia melihat banyak sekalih orang di sana yang membuatnya bingung kenapa dia satu-satunya wanita yang berada di dalam kapal itu.
Para tamu yang berada di sana memperhatikan ke datangan Tania.
"Apa ada wanita lain selain aku di sini ?" ucap Tania kepada Alex dengan raut wajah bingung.
"Kau tidak perlu takut, aku ada di sini bersamamu." Ucap Alex, sambil menggenggam tangan Tania.
Alex menggenggam tangan Tania masuk ke dalam kapal, mereka pergi ke ruangan perkumpulan para ketua mafia yang berada di ruangan khusus yang ada di dalam kapal, di sana Tania bertemu dengan Denis dan Arya.
Tania yang masuk ke dalam ruangan terkejut melihat yang ada di dalam semua adalah pria, yang seumuran dengan pamannya dan ada sebagian yang seumuran dengannya.
Tania berpikir sepertinya ada yang aneh dengan pesta ini, yang lebih mengejutkan lagi di tengah perkumpulan itu Tania melihat Denis yang memimpin pertemuan. Dia semakin bingung sebenarnya ini pesta apa.
"Kenapa gadis ini ada di sini ?" ucap Denis dalam hatinya
"Kak, bukankah itu Tania kenapa dia bisa bersama Alex." Ucap Arya berbisik.
Tania dan Denis saling menatap satu sama lain dari jarak jauh.
"Kenapa ada seorang gadis di sini?" ucap salah pria yang ada di situ.
"Aku yang mengajaknya, kami perwakilan Tuan John." Ucap Alex.
"Kenapa Tuan John tidak hadir, " ucap salah satu pria yang ada di situ.
"Tuan ada kesibukan, kami yang akan mewakilinya." Ucap Alex
Tania kebingungan harus berbuat apa.
Alex mengajak Tania duduk di tengah-tengah perkumpulan.
Denis yang melihat Tania bersama Alex membuat dia kesal sampai tanpa dia sadari Denis memukul meja.
Sontak semua orang yang duduk di meja itu kaget, melihat Denis tiba-tiba memukul meja.
"Tuan Denis, apa ada sesuatu yang membuatmu marah?" ucap salah satu pria yang ada di situ
"Tidak, kita lanjutkan saja." Ucap Denis dengan raut wajah yang datar.
Mereka melanjutkan pembicaraannya.
"Untuk menjaga keamanan wilayah kekuasaan masing-masing, aku membuat peraturan tanpa ada Kepentingan dan persetujuan antara ketua geng wilayah kota satu dengan kota wilayah kota lain, tidak diperbolehkan memasuki wilayah secara diam-diam ataupun secara terang-terangkan itu akan dianggap sebagai penyusup, dan jika ketahuan datang maka. Jangan salahkan jika di antara kalian akan mati di wilayah itu, terkecuali dia punya saham di wilayah itu." Ucap Denis dengan tatapan mata yang tajam.
Tania bingung dengan percakapan mereka, dia memberitahu Alex kalau dia mau pergi ke toilet.
Tania bergegas berdiri dari tempat duduknya.
"Ke mana gadis itu pergi dengan pakaian seperti itu, apa dia tidak sadar para pria yang melihatnya akan menatap dirinya dengan niat buruk." Ucap Denis dalam hatinya.
Ternyata saat Tania datang, ada salah satu pria yang selalu memperhatikan gerak-geriknya, pria Itu mengikuti Tania pergi.
Tania yang berada di toilet, sedang memperbaiki bajunya, Tiba-tiba pria yang mengikuti Tania masuk ke dalam kamar mandi, sontak Tania terkejut kenapa ada pria yang masuk ke dalam toilet wanita.
Bersambung
Jangan lupa like dan komentar yah biar author semangat up nya 😊
Jangan lupa vote juga yah, 1 poin sangatlah berarti bagi author 🤗
membingungkan.
dah aku manut aja dngan alur ceritamu
bukan Denis ya kak....
patah jadi dua.
Denis, sini tak peluk aja
serasa nyata kita ikut bermain dlm adegan action.
moga anak buah Denis, biar bisa membuka sedikit tabir cerita masa lalu, to jangan back lg lho kak