Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.
Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.
Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan Mulai Terjadi
Malam menyelimuti Kota Shui. Dari lantai atas sebuah penginapan, seorang pemuda berdiri diam di dekat jendela kayu yang terbuka setengah. Angin malam masuk perlahan, membawa aroma kayu baru, makanan hangat, dan suara samar kehidupan yang belum benar-benar tidur.
Boqin Changing sedang memandang ke arah luar. Di bawah sana, lampu-lampu kota menyala seperti aliran bintang yang jatuh ke bumi.
Jalanan nampak masih ramai. Para pekerja terlihat berlalu-lalang. Bangunan-bangunan baru kini berdiri di banyak sudut. Bahkan beberapa menara yang dulu tidak ada kini sudah mulai menjulang.
Boqin Changing tersenyum tipis. Tatapannya tenang, tetapi pikirannya jauh. Beberapa waktu terakhir, terlalu banyak hal terjadi.
Ia bergumam pelan.
“…sudah berubah seperti ini ya.”
Boqin Changing telah menghabiskan waktu sangat lama di luar dunia ini. Berlatih dan berkelana di alam Pagoda Serpihan Surga dan dunia tempat Wu Xing dan Long Aotian berasal.
Perjalanan yang jika dihitung benar-benar telah memakan waktu bertahun-tahun. Namun saat akhirnya kembali dunia aslinya ternyata hanya bergerak beberapa hari saja.
Boqin Changing sudah menduga hal itu. Tempat bernama Pagoda Serpihan Surga memang memiliki hukum waktu berbeda. Satu tahun di sana hanyalah satu hari di dunia asal.
Saat pertama kali memahami hukum itu, bahkan ia sempat merasa tempat tersebut terlalu tidak masuk akal. Namun kini rasanya ia sudah terbiasa.
Ia memandang telapak tangannya. Perjalanan panjang itu memberinya banyak hal. Kekuatan, pengalaman, pusaka, dan kini dua orang pengikut baru, Wu Xing dan Long Aotian.
Boqin Changing sedikit memicingkan mata. Keduanya sangat kuat untuk ukuran dunia asal Boqin Changing ini.
Jika berita keberadaan mereka menyebar sekarang, kemungkinan besar seluruh dunia akan terguncang. Karena kekuatan seperti mereka, seharusnya belum muncul di dunia ini pada masa sekarang.
Boqin kembali memandang keluar jendela. Kota Shui, kota yang tidak asing. Kota terdekat dari Sekte Dua Pedang Petir, sekte asalnya.
Sebenarnya setelah memutuskan kembali ke Kekaisaran Qin, ia bisa langsung pulang ke sekte menggunakan pusaka Mutiara Gerbang Dimensi miliknya. Namun ia sengaja tidak melakukannya.
Ia ingin melihat. Melihat sendiri keadaan kekaisaran yang pernah ia tinggalkan. Melihat apakah dunia ini telah berubah?
Kota Shui kini berkembang jauh lebih cepat dari yang ia ingat. Bangunan diperluas, jalan diperbaiki, perdagangan meningkat, dan jumlah pendekar juga bertambah.
Boqin Changing memandang menara baru di kejauhan. Lalu tersenyum lagi. Sudut bibirnya sedikit terangkat.
“…jadi sudah sejauh ini perkembangannya.”
Sepertinya posisi Sekte Dua Pedang Petir yang telah meningkat membuat kota ini mau tidak mau ikut tumbuh. Semuanya saling memengaruhi.
Ia menarik napas pelan. Ini adalah kehidupan keduanya. Sudah sembilan tahun sejak ia kembali ke masa lalu. Sembilan tahun sejak ia mendapat kesempatan kembali ke masa lalunya. Kini masa depan yang pernah ia lihat sudah pasti berubah.
Sangat banyak hal yang telah ia ubah. Terlalu banyak kejadian yang kini tidak lagi sama.
Dalam rentang waktu kehidupan keduanya ini, banyak pendekar dari kelompok aliran hitam telah mati di tangannya. Kini para pendekar aliran hitam yang tersisa sibuk menyembunyikan dirinya atau bahkan melarikan diri ke kekaisaran lainnya.
Terutama setelah ia membunuh pemimpin Kelompok Tengkorak Hitam beberapa tahun lalu. Peristiwa itu mengguncang seluruh wilayah.
Kelompok-kelompok aliran hitam yang sebelumnya merajalela mulai pergi meninggalkan Kekaisaran Qin. Hasilnya, Kekaisaran Qin kini jauh lebih damai.
Namun masih ada satu hal yang terus mengganggu pikirannya, sebuah pusaka bernama Bola Pemanggil. Tatapan Boqin Changing perlahan berubah lebih dalam.
Pusaka itu adalah pusaka yang mengubah kehidupannya di kehidupan pertama. Pusaka yang akhirnya menjadi salah satu fondasi saat ia berdiri di puncak dunia.
Ia sudah mencarinya. Beberapa tahun lalu, ia kembali ke tempat yang sama. Tempat ia menemukan pusaka itu di kehidupan pertamanya. Namun tidak ada apa-apa di sana.
Sampai sekarang ia belum menemukan jawabannya. Apakah pusaka itu memang tidak akan muncul lagi karena sudah pernah digunakan olehnya di kehidupan pertama? Atau apakah pusaka itu memang belum waktunya muncul?
Boqin Changing memejamkan mata sebentar. Lalu ada nama lain yang muncul di pikirannya, Xin Da, Kaisar Kekaisaran Xin. Di kehidupan pertamanya, orang itu adalah pengikutnya. Salah satu orang yang paling berjasa dalam membangun kekuasaannya.
Boqin Changing tahu betul kemampuan Xin Da. Orang itu bukan hanya kuat. Ia benar-benar seorang jenius. Bahkan mungkin orang paling cerdas yang pernah ia temui.
Namun di kehidupan keduanya ini, ia mulai mendengar cerita berbeda. Dari orang-orang yang ia temui beberapa tahun ini.
Mereka semua menggambarkan orang yang sama. Xin Da itu licik, dingin, penuh perhitungan, dan selalu punya tujuan tersembunyi.
Awalnya Boqin Changing menganggap itu hanya rumor. Namun semakin banyak cerita yang ia dengar semakin ia mulai berpikir. Apakah di kehidupan pertama ia tidak pernah benar-benar mengenal Xin Da?
Boqin Changing terdiam lama. Kemudian mengangkat kepala memandang langit malam di atas Kota Shui. Bintang-bintang bersinar tenang.
Ia menghembuskan napas pelan. Tidak peduli bagaimana, semua itu nanti saja. Sekarang ia hanya ingin pulang sejenak.
Boqin Changing menutup jendela perlahan. Lalu berjalan kembali ke ranjang penginapan. Besok, ia akan kembali ke Sekte Dua Pedang Petir. Kembali menemui orang-orang yang ia cintai. Setelah bertahun-tahun berpetualang, akhirnya ia pulang.
...******...
Pagi akhirnya tiba di Kota Shui. Kabut tipis masih menggantung di antara bangunan-bangunan baru kota itu.
Matahari belum sepenuhnya naik, tetapi jalanan sudah mulai hidup. Suara roda kereta, langkah kaki para pekerja, dan panggilan pedagang mulai memenuhi udara.
Di ruang makan penginapan, Boqin Changing duduk tenang di dekat jendela. Di depannya tersaji sarapan sederhana. Bubur hangat, beberapa lauk, teh, dan roti kukus yang baru diangkat.
Boqin Changing mengambil mangkuknya lalu mulai makan dengan tenang. Di hadapannya, dua orang ikut duduk. Mereka adalah Wu Xing dan Long Aotian.
Keduanya terlihat seperti pria berusia awal empat puluhan. Wu Xing tetap terlihat tenang dan rapi. Rambut hitam dengan sedikit helaian abu-abu membuatnya tampak seperti pendekar matang yang sudah mengalami banyak hal.
Sedangkan Long Aotian tetap terlihat sedikit lebih besar dan lebih kasar. Bahunya lebar, wajahnya tegas, tetapi auranya kini ditekan sampai hampir seperti manusia biasa. Tidak ada yang akan menyangka dua orang ini pernah berdiri di puncak dunia lain.
Mereka bertiga makan dengan tenang. Tidak banyak bicara.
Boqin Changing sendiri menikmati suasana itu. Sangat menyenangkan bisa makan seperti ini tanpa memikirkan pertarungan, pengejaran, atau perhitungan hidup dan mati.
Wu Xing meletakkan cangkir tehnya. Lalu berkata pelan.
“Tuan Besar.”
Boqin Changing melirik. Wu Xing memandang sekeliling penginapan beberapa saat sebelum melanjutkan.
“Sepertinya… orang-orang di alam ini lebih lemah dibandingkan asal alam kami.”
Nada bicaranya tenang. Bukan meremehkan, hanya menyampaikan pengamatan.
Long Aotian yang sedang makan ikut mengangguk.
“Benar.”
Ia melihat ke arah luar jendela.
“Kemarin saat kita masuk kota, aku memperhatikan para pendekar yang berlalu-lalang.”
Ia berpikir sebentar.
“Jumlah mereka memang cukup banyak… tapi kualitas rata-ratanya jauh di bawah.”
Boqin Changing diam beberapa saat. Lalu mengangguk kecil.
“Itu benar.”
Ia menaruh mangkuknya.
“Dunia ini memang lebih lemah.”
Wu Xing dan Long Aotian menoleh. Boqin Changing melanjutkan.
“Alam tempat kalian berasal memiliki energi dan sumber daya yang jauh lebih kaya. Teknik yang diwariskan juga lebih lengkap. Selain itu… persaingan di sana lebih kejam.”
Boqin Changing memandang keluar jendela.
“Di dunia ini…”
Ia berhenti sejenak.
“…orang yang mencapai tingkat pendekar bumi saja bisa dianggap legenda.”
Wu Xing mengangguk pelan. Ia mulai memahami. Bukan berarti dunia ini tidak bisa melahirkan orang kuat. Hanya saja batas atasnya memang berbeda.
Long Aotian tersenyum kecil.
“Kalau begitu… bukankah Tuan Besar sangat luar biasa?”
Ia tertawa kecil.
“Dengan dunia seperti ini, tapi bisa sampai ke titik sekarang.”
Boqin Changing tidak menjawab. Ia hanya kembali meminum tehnya.
Suasana kembali tenang. Namun beberapa saat kemudian, terdengar suara gaduh dari luar. Awalnya kecil. Lalu semakin ramai.
“Beri jalan!”
“Apa yang terjadi?!”
“Cepat lihat!”
Suara orang-orang mulai bercampur. Disusul langkah kaki yang tergesa-gesa.
Beberapa tamu penginapan mulai menoleh ke luar. Pekerja penginapan juga berjalan mendekati pintu.
Boqin Changing yang sedang memegang cangkir sedikit mengangkat alis. Ia tidak suka keributan saat makan. Pandangan matanya bergeser sedikit ke arah luar.
Perubahan ekspresi itu sangat kecil. Namun seseorang menyadarinya, Long Aotian. Ia langsung meletakkan sumpitnya. Lalu berdiri.
“Tuan Besar.”
Boqin Changing melirik.
Long Aotian berkata tenang.
“Biar aku lihat dulu.”
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat