"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."
Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"
"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.
****
Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.
Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12.
Jenny terlihat berhenti melangkahkan langkah kakinya, setelah mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Galen.
Deg
Jenny merasa jantungnya seakan tiba tiba berhenti berdetak, ia benar benar takut sekarang ini, jika sampai Galen itu tahu perihal dirinya yang masuk ke dalam kamar mandi laki laki. Sungguh itu akan membuat sekolah kembali di buat gempar.
"Galen, apa yang kamu lakukan? Tahan dulu untuk pergi ke kamar mandinya! Tunggu Zionathan dan juga Jenny selesai dari kamar mandi!" titah guru itu.
"Ayo Jenny buruan kita pergi ke kamar mandi! Sepertinya Galen juga ingin segera pergi ke kamar mandi, aku takutnya kalau dia itu sampai mengompol, karena kelamaan menunggu kita, kalau kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan! Lihatlah wajah Galen sekarang ini, dia seperti sedang menahan kencing," jelas Zionathan dengan ekspresi wajah polos.
Sebenarnya Nathan itu tahu, jika Galen itu sedang mati matian untuk menahan rasa cemburunya. Karena dirinya sekarang ini begitu sangat dekat dengan Jenny.
"I - iya," sahut Jenny.
Jenny tidak berani menolehkan wajahnya, untuk sekedar melihat ke arah Galen. Karena ia tahu, jika sekarang Galen sangat cemburu dengannya.
Apalagi Jenny teringat akan janjinya itu kepada Galen, setelah lulus sekolah dan masuk Universitas. Ia akan setuju untuk menerima cinta Galen. Bahkan Jenny yang sedikit memiliki perasaan pada Galen juga berjanji tidak akan dekat dengan laki laki mana pun.
Namun sekarang Jenny sendiri sadar, kalau dirinya sedang mengingkari janjinya sendiri kepada Galen. Laki laki populer yang sudah sangat lama sekali mengejar ngejar cintanya itu.
***
Akhirnya Jenny dan juga Zionthan Vector sudah sampai di area kamar mandi sekolah. Jenny terlihat menghentikan langkah kakinya.
"Jen, kok malah berdiri mematung di sini sih! Sekarang aku benar benar tidak tahan, mau buang air kecil," tegur Nathan dengan wajah polosnya.
"Sa - saya takut Tuan, kalau sampai di dalam kamar mandi itu ada orang! Pasti orang akan mengira jika kita berdua itu melakukan hal buruk di dalam kamar mandi," kilah Jenny dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di artikan.
"Ta - tapi jika kamu tidak ikut masuk ke dalam, aku juga tidak berani masuk ke dalam kamar mandi Jenny! Bayang bayang pria yang melakukan hal buruk pada ku di dalam kamar mandi begitu terngiang ngiang di dalam otak ku." Ekspresi wajah Nathan mulai berubah panik dan juga ketakutan.
Jenny benar benar di tempatkan pada posisi yang sangat sulit, bahkan dirinya itu benar benar tidak mempunyai pilihan lain sekarang ini. Apalagi melihat ekspresi wajah Tuanya yang mulai berubah panik, hal yang sungguh Jenny takuti.
Jenny terlihat melihat kesana kemari. Lalu tanpa berbicara sepatah kata pun, ia terlihat menarik pergelangan Tuannya itu untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Langkah kaki Jenny terlihat begitu cepat, ia segera masuk ke dalam ruangan kamar mandi laki laki yang berisi 7 bilik kamar mandi
Jenny buru buru masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi, setelah ia maupun Tuannya itu masuk ke dalam kamar mandi. Ia pun buru buru mengunci bilik kamar mandi itu.
Karena bilik kamar mandi itu lumayan kecil, tidak ada jarak antara tubuh Nathan maupun tubuh Jenny di dalam bilik kamar mandi itu.
Nathan sendiri yang memang menyimpan rasa cinta yang begitu dalam pada Jenny sejak lama benar benar di buat mematung, bahkan ia merasa tubuhnya itu sangat sulit untuk di gerakkan sama sekali.
Bahkan naluri laki lakinya seakan menuntunnya untuk mencium maupun melumat bibir manis milik Jenny yang sekarang ini begitu dekat dengan dirinya.
kalo berkenan mampir juga ya😉