NovelToon NovelToon
Crazy Rich Dungeon Master

Crazy Rich Dungeon Master

Status: tamat
Genre:Petualangan / Barat
Popularitas:130.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: [ Fx ] Ryz

[ Gendre: Fantasy, Petualang, Sci Fi, Petualang, Romance, Slide Life, Mafia, Militery, Fanfic dan Isekai.]

[ #Arc 1: Crazy Deluxe Hotel Dungeon.
Bab 01 - Bab 33.
# Arc 2: Dungeon Master jadi petualang.
Bab 34 - Bab 53.

**

Dungeon adalah penjara bawah tanah yang sangat gelap dan menakutkan juga berbagai monster – monster kuat yang didalamnya.
Tapi, tidak dengan Bagas Wijaya, dia pada awalnya hanyalah seorang pekerja kantoran biasa namun, dia mengalami kecelakan dan jiwa dipanggil oleh seorang Dewi Keharmonisan, Arathena.
Pada saat Bagas bertemu dengan Arathena dirinya di tawarkan untuk bekerja di dunia lain dan Bagas memilih untuk perkerjaan yang santai dan tenang yaitu Dungeon Master.

Tidak hanya itu, Bagas pun mendapatkan bonus poin yang berlimpah hingga dia menciptakan Dungeonnya menjadi sebuah tempat yang nyaman dan mewah dengan berbagai fasilitas didalamnya.

Akan tetapi, permasalahan dan peperangan terus terjadi di dunia tempat yang dihuninya tersebut.
Bagaimanakah cara Bagas untuk mempertahankan hidup mewah dan santainya?
Selamat membaca, guys!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Tujuan Kuro dan Shina.

Setelah Kuro dan Shina terselamatkan, K1 membawa mereka berdua ke Ailin untuk diobati.

“Dasar Master! Anda memang terlalu baik kepada orang asing,” gumam Ailin yang mengambil obat dan suntikan dilemari pengobatan.

Seusai Ailin mengambil obat dan suntikan dia pun menghampiri Kuro dan Shina yang menemaninya disampingnya.

“Dokter, apakah dia bisa sembuh?” tanya Shina.

“Pertanyaan bodoh,” gumam Ailin.

“Eh,” ucap bingung Shina.

“Kau pemuda yang kuat, nak!” ucap Ailin kepada Kuro yang menahan sakit dan memegang tangan kanannya yang terputus.

“Terima kasih, Dokter!” ucap Kuro.

Ailin pun menyuntikan obat ke bahu tangan kanannya yang terputus.

“Oke, selesai. Kita lihat! Bagaimana hasilnya?” ucap Ailin.

Tidak lama kemudian, tangan Kuro pun tumbuh kembali dari kecil hingga utuh sedia kala dengan sangat cepat.

“Wuahh … dokter luar biasa!” ucap Shina.

“Terima kasih, Dokter!” ucap Kuro yang membungkukan badannya.

“Baik, tugasku selesai, Lucy antarkan mereka ke kamar!” ucap Ailin.

“Baik, Direktur!” jawab Lucy yang sedang menunggu di dekat pintu masuk.

“Nona, Tuan. Silahkan ikut saya!” seru Lucy.

Kuro dan Shina pun bingung dan ragu untuk mengikutinya. Ailin pun melihat itu.

“Tidak apa-apa, kalian ikut saja dengan dia!” ucap Ailin.

Kuro dan Shina pun menganggukan kepala dan mengikuti Lucy.

Dalam perjalanannya, Shina dan Kuro tidak berhenti melihat sekeliling ruangan dan mereka pun diantarkan oleh Lucy ke kamar ekonomi yang terletak di lantai 8.

“Tuan, Nona. Silahkan anda sekalian membersihkan diri dahulu! Setelah itu saya antarkan anda kepada Master,” ucap Lucy.

“Baik, kami mengerti!” ucap Shina.

“Saya akan menunggu disini,” ucap Lucy.

Setelah itu Shina dan Kuro masuk kedalam kamar mereka dan Lucy menunggu di luar pintu.

“Wow … kamar yang cukup nyaman!” ucap Shina.

“Hiyyaat!” teriak Kuro yang melemparkan diri dan dia berguling guling.

“Kuro! Jangan kekanakan seperti itu!” seru Shina.

“Kamu tahu Shina, kasur ini empuk sekaliiii!!” ucap Kuro yang terus berguling-guling dikasur.

“Baiklah, aku mandi duluan ya,” ucap Shina.

“Iya,” jawab Kuro.

Shina pun memasuki kamar mandi dan melepaskan seluruh pakaian dan memakai shower yang berada disana.

“Ini apa ya?” gumam Shina saat melihat sabun di meja.

Shina pun mencoba memakai sabung itu ke badannya.

“Wuaa … wanginya … dan lembut,” ucap Shina.

Shina pun membersihkan dirinya dengan sabun.

Beberapa saat kemudian, Shina keluar dari kamar mandi dan melihat Kuro yang sedang tertidur pulas.

“Kuro! Ayo kamu bangun dan mandi!” seru Shina mendorong –dorong badan Kuro.

“Ahh … iya … ya,” jawab Kuro yang bangun dan pergi ke kamar mandi.

Setelah Shina dan Kuro mandi dan merapihkan dirinya, mereka pun keluar kamar.

“Kalian sudah siap?” tanya Lucy yang menunggunya di depan pintu.

“Hm … kami sudah siap,” jawab Shina.

“Silahkan ikut dengan saya!” ucap Lucy.

Shina dan Kuro pun diantar kembali oleh Lucy menuju lantai pertama yaitu restaurant.

Setibanya disana, mereka melihat pria berjas yang sedang duduk disalah satu kursi sofa dengan meja bundar dihadapannya. Pada meja itu juga terdapat banyak makanan disana.

“Kalian sudah datang,” ucap Bagas yang melihat Kuro dan Shina.

“Tuan, Nona. Dia adalah Master dari dungeon ini,” ucap Lucy.

Kuro dan Shina yang mendengar itu, mereka pun membungkukan badannya.

“Aku Bagas, Master dari Saga Dungeon, salam kenal!” ucap Bagas.

Mereka pun menegakan badannya kembali dan memperkenalkan dirinya.

“Aku Shina Kirishima dari desa Sasha,” ucap Shina yang memperkenalkan diri.

“Aku Kuro Suzuki dari desa yang sama,” sambung Kuro yang memperkenalkan diri.

“Ayo duduk kita makan bersama!” seru Bagas.

Kuro dan Shina pun duduk di kursi yang sudah disediakan.

“Wuaaahh … keliatannya enak ini!” ujar Kuro yang melihat salah satu makanan di meja.

Namun, Shina yang berada di sampingnya dia mengelengkan kepalanya.

“Baiklah,” pasrah Kuro yang menundukan kepalanya.

“Lho, kenapa kalian tidak makan?” ucap Bagas.

“Maaf, Master. Apakah anda tidak menaruh curiga kepada kami?” tanya Shina.

Bagas pun menghela nafas panjang lalu, tersenyum memandangi Shina dan Kuro.

“Aku hanya melihat kalian saja tahu bahwa kalian orang yang baik,” ucap Bagas.

Kuro dan Shina pun saling memandang dan saling tersenyum disaat mendengar jawaban dari Bagas.

“Master, sebelum itu-,” ucap Shina yang terputus oleh tanda berhenti dari Bagas.

“Kita bicarakan nanti, mari kita makan dahulu!” seru Bagas.

“Baik, Master!” jawab serempak Shina dan Kuro.

Setelah itu Shina dan Kuro pun menyantap makanannya dengan sangat lahap dan terlihat seperti orang yang sudah beberapa hari tidak makan. Bagas yang dihadapannya pun tersenyum dan mengelengkan kepalanya.

Seusai makan dan meja dibersihkan, Bagas pun memulai mencari tahu tujuan dari Shina dan Kuro.

“Lalu, Apakah kalian berniat untuk mendatangi dungeon atau ketidak sengajaan?” tanya Bagas.

“Sebenarnya …” ucap Shina yang memulai ceritanya.

Shina pun menceritakan bahwa Kuro dan dirinya pergi ke kota yang sangat jauh dari tempat berasalnya. Ini dikarenakan penyakit wabah yang tidak diketahui menyerang kampung halamannya. Berbagai obat dan ramuan telah di cobanya namun tidak ada yang membuahkan hasil maka dari itu Shina dan Kuro memutuskan untuk mencari obat untuk menghentikan wabah.

Tiga bulan pun berlalu, Kuro dan Shina sudah menjadi seorang petualang dan tetap mencari informasi untuk vaksin wabahnya itu dan dua hari yang lalu, pada saat Shina dan Kuro berada di Guild Petualang mendengar dari beberapa petualang bahwa ada dungeon yang bisa menghidupkan orang yang mati. Maka dari itu, Shina dan Kuro memutuskan untuk mencari dungeon itu.

Akan tetapi, Shina dan Kuro terjebak oleh kelompok Orc yang sedang berkemah di reruntuhan.

“Jadi begitu ceritanya,” ucap Bagas.

“Iya, Master. Kami akan membayar dengan apapun jika Master berhasil menemukan vaksinnya,” ucap Shina.

“Lalu, Bagaimana cara kalian menguji vaksin?” tanya Bagas.

Shina dan Kuro pun saling menatap lagi dan menganggukan kepala mereka lalu dari tangan Shina membentuk lingkaran sihir.

“Inventory,” rapal Shina.

Setelah itu, Shina mengambil botol kecil dari lingkaran sihirnya.

“Ini Master!” ucap Shina yang memberikan botol kecil tersebut.

Bagas pun menerima botol tersebut.

“Ini sample darah?” tanya Bagas yang melihat isi dari botol kecil tersebut.

“Benar, Master,” jawab Shina.

“Lalu, apa penyakit dalam wabah ini?” sambung tanya Bagas.

“Batuk dan pilek yang tidak pernah berhenti meski penderita meminum obat tapi tidak bisa menyembuhkan batuk itu,” jawab Kuro.

“Lalu, Bagaimana kalian bisa lolos dari wabah ini?”

“Itu karena ini,” ucap Shina yang melepaskan cincinnya dan memberikannya kepada Bagas.

Cincin itu juga dikenakan oleh Kuro dan dia menunjukannya kepada Bagas.

“Cincin apa ini?” tanya Bagas.

“Immunity Ring,” jawab Shina.

1
filter_black
bjir lah
uwa_botak
Luar biasa
ᵂⁱᵇᵘ ᴼᶠ ᴸᵉᵍᵉⁿᵈ
yah menurut pendapat ku ni novel ke bakal monoton deh ceritanya, gk kaya di komik Dungeon Odyssey, di sini gk bisa kemana mana selain ke pelelangan dan lantai Dungeon, tapi klo ceritanya di ganti kaya di Komik Dungeon Odyssey kek nya seru, soalnya kan bisa bolak balik. gk di sana sana terus
ᵂⁱᵇᵘ ᴼᶠ ᴸᵉᵍᵉⁿᵈ: Tpi ya udah lah dah tamat juga/Doge/.
total 1 replies
Bagus + / Jelek -
baik atau naif???
jawab nya 👎
Bagus + / Jelek -
kapan dungeon nya buka???
malah jadi ngawur thor ceritanya
DewaSistem05
anjay
hartatik hartatik
mampir
KAISAR SUPREME PRIMODIAL CHAOS
kapan up
fairytales
Yang cabul dirimu mungkin gas 😁
Wied
salah MC juga tidak mengawal jeanne, sudah tahu bawa uang banyak dan ketempat rentenir yg bahaya
Nirvana
wah keren, udah banyak.
verto
thor jadi gimana nasib monster yang awal awal?
@rYz: kalo tidak salah sudah di basmi n klo monster yang bergabung ya tetap ada namun tidak diceritakan
total 1 replies
John Singgih
Dewi arathena bergabung dengan saga dungeon
LUST [ HAWA NAFSU ]
MC nya naif sampai akhir apa di berpura2 baik
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
jadi kangen sama Agitta
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
bunuh langsung aja Dewi arathena
Kiychivarly
mati konyol, untung aja ini cuma cerita kalau asli mah kocak
John Singgih
saatnya menghentikan niat Dewi arathena
John Singgih
sebenarnya tujuannya apa sampai ada pembantaian seperti ini ?
John Singgih: yang satunya blm dijawab Thor ? sword of love
total 2 replies
Loli bunting
masih gw pantau kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!