NovelToon NovelToon
Secangkir Kopi Tanpa Gula

Secangkir Kopi Tanpa Gula

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

Raka harus menikah mendadak dengan Laras setelah calon istrinya, Rara, kabur. Demi menjaga masa depan putrinya, ayah Laras mewajibkan surat perjanjian pranikah yang membuat Raka merasa tertekan dan membenci pernikahan ini. Meski Laras sangat mencintainya dan berharap membina rumah tangga, Raka tetap dingin, kasar, dan tak bisa melupakan Rara. Namun, Laras bertekad meluluhkan hati suaminya dan mengubah pernikahan yang bermula dari keterpaksaan ini menjadi penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Di dalam taksi yang membawanya, Laras menangis diam-diam. Air matanya jatuh memikirkan kata-kata kasar suaminya.

“Seberapa bencinya dia sampai menganggap aku tidak pantas hidup? Aku akan buktikan kalau aku bisa hidup tanpa bergantung padanya. Jangan salahkan nanti kalau aku terlalu mandiri, sampai dia justru merindukan istrinya yang dia anggap selalu manja padanya,” janji Laras dalam hati.

_____

Siang menjelang sore...

Seperti biasa, sepulang kuliah dia belajar memasak bersama ibu mertuanya, Sari. Wanita paruh baya itu sangat senang melihat menantunya yang rajin dan cepat paham saat belajar. Laras pun semakin terbiasa dengan pekerjaan dapur, bahkan mencatat semua resep agar tidak lupa.

Setelah selesai, Laras pamit pulang. Dia sudah merasa capek, dan apartemen mereka masih belum dibersihkan. Dia tidak mau Raka kembali menghinanya sebagai gadis manja yang tidak bisa apa-apa.

“Kenapa buru-buru? Telepon saja Raka suruh jemput, dan makan malam disini saja,” saran Sari, enggan melepaskan Laras.

“Lain kali saja, Ma. Aku takut Kak Raja sedang sibuk, nanti malah mengganggu. Lagian aku masih ada tugas kuliah yang harus dikerjakan,” jawab Laras menolak halus.

*****

Laras sampai di apartemen lebih dulu sebelum suaminya pulang. Dia segera membersihkan seluruh ruangan sampai rapi. Meskipun tubuhnya terasa sangat capek, dia tetap berusaha menyelesaikannya, lalu beristirahat sebentar sebelum mandi dan bersiap menyambut Raka.

Begitu mendengar pintu terbuka, Laras yang sedang duduk di ruang tamu langsung berdiri dan menyambut suaminya dengan senyum.

“Sudah pulang, Kak?” sapanya lembut.

“Dasar bodoh, kalau aku sudah di sini berarti sudah pulang. Masih saja bertanya, tidak ada gunanya,” jawab Raka dingin lalu berjalan melewatinya.

Laras hanya bisa menahan rasa sakit hati dan memperkuat kesabarannya. Dia langsung masuk ke dapur untuk menghangatkan makanan yang dibawanya dari rumah mertua. Sambil Raka mandi, dia menyiapkan hidangan malam itu.

Beberapa saat kemudian, Laras mengetuk pintu kamar.

“Kak, ayo makan malam, semuanya sudah siap,” panggilnya.

“Sebentar, aku selesai mandi dulu,” jawab Raka dari dalam.

Laras kembali ke meja makan dan menunggu. Tak lama kemudian Raka keluar dan duduk bersamanya. Laras melayani suaminya, lalu bertanya dengan harap-harap cemas.

“Bagaimana rasanya, Kak?”

“Enak, tapi aku yakin ini pasti dibantu Mama kan?” tebak Raka.

“hmmm...namanya juga masih belajar. Tapi aku yakin suatu saat nanti aku bisa masak sendiri tanpa bantuan siapa pun. Semua butuh proses, sama seperti Kakak yang sedang berusaha menerima aku,” jawab Laras dengan tulus.

Raka hanya tersenyum tipis, tapi dalam hatinya malah menertawakan Laras. Gadis itu terlalu polos untuk menyadari dia sedang dibohongi.

Setelah makan malam, masing‑masing sibuk sendiri. Sebenarnya Laras ingin mengobrol sedikit agar makin akrab, tapi Raka menolak. Alasannya masih harus menyelesaikan berkas kantor yang dibawa pulang.

Karena bingung mau berbuat apa, Laras akhirnya masuk ke kamarnya dan mengerjakan tugas kuliah.

Di kamar lain, Raka hanya menatap layar ponselnya, menatap foto lama.

“Kenapa kamu tega pergi begitu saja, Ra? Apa salahku? Dimana kamu sekarang? Apa yang membuatmu meninggalkanku?” bisiknya pelan.

Karena ulah Rara dulu, kini Raka terjebak dalam pernikahan yang tak pernah ia inginkan. Sakit hati ditinggalkan kekasih membuatnya ingin membenci, tapi cinta yang masih tersisa menutupi semuanya. Bahkan Laras yang sudah membantu keluarganya terhindar dari rasa malu malah menjadi orang yang paling ia benci sekarang.

Tak tahan terus memikirkan Rara, Raka memutuskan keluar mencari udara segar. Mengambil jaket dan kunci mobil, ia berangkat tanpa menengok ke belakang. Di kamar, Laras sudah tertidur pulas karena lelah menjalani hari yang berat, hal yang jarang pernah ia rasakan sebelumnya.

*****

Singkat cerita...

Rara semakin kesal. Sudah beberapa hari David tak kunjung datang, selalu beralasan sibuk. Hal ini yang paling tidak disukainya. David selalu menempatkan pekerjaan di urutan pertama, berbeda dengan Raka yang dulu selalu ada saat dibutuhkan.

Tadi saja David mengatakan sibuk menghadiri pesta bersama istrinya. Meski Rara menyuruhnya pergi, ia tak menuruti karena takut istrinya curiga yang nanti membuat rencananya gagal.

“Awas, David! Kalau kamu cuma mau mempermainkan aku, aku akan membongkar hubungan kita di depan istrimu. Ingat, aku sudah rela meninggalkan Raka demi kamu,” gerutu Rara dalam hati.

Di sisi lain, David justru tampak bangga berdampingan dengan istrinya di pesta rekan bisnis. Semua orang memuji kecantikan wanita itu. Di mata David, istrinya jauh lebih pantas dibandingkan Rara yang hanya berasal dari kalangan biasa.

Hanya satu hal yang membuatnya kecewa, ketika dokter menyatakan istrinya sulit punya keturunan. Maka ia punya rencana untuk membuat Rara hamil dulu, lalu mengambil anak itu setelah lahir.

Padahal istrinya sudah berniat melepaskan dia supaya bisa menikah dengan wanita yang bisa melahirkan, tapi David menolak bercerai, dan ingin tetap menjadikan dia pendamping setia. Rara hanya berguna sebagai pengganti sementara untuk penerus nama dan usaha.

David tahu Rara sangat mudah disuap dengan uang, jadi sengaja menjeratnya terlebih dulu agar tak bisa melawan. Ia pun tahu latar belakang Rara yang akan rela melakukan apa saja demi hidup mewah, bahkan dulu sempat jadi wanita panggilan sebelum berkenalan dengannya.

****

Di apartemen Raka..

Laras terkejut sekali saat membuka pintu dan mendapati suaminya datang dalam keadaan mabuk berat, disokong oleh Rizki

Laras yang baru tidur nyenyak terbangun karena bel yang tak berhenti berbunyi. Ia pun membuka pintu untuk memeriksa siapa yang datang tengah malam.

“Kenapa dia begitu, Kak?” tanyanya pada Rizki.

“Mabuk berat, tolong izinkan aku masuk dulu. Badannya berat sekali, aku sudah tak kuat menopang,” jawab Rizki terengah‑engah.

“Silakan masuk, bawa langsung ke kamar saja,” pinta Laras.

Rizki menaruh Raka di tempat tidur, lalu berpamitan.

“Aku pulang dulu. Tolong jaga dia ya.”

“Terima kasih sudah mengantar Kak Raka pulang,” jawab Laras.

Setelah menutup pintu, ia segera masuk ke kamar suami. Membantu melepas sepatu dan jaket supaya bisa tidur nyenyak. Saat hendak keluar, tangan tiba‑tiba ditarik kuat oleh Raka.

“Aaa…!” serunya kaget.

Sekarang ia sudah terkunci dalam pelukan Raka. Sedikit cemas, tapi ia berusaha tenang.

“Lepaskan aku, Kak. Kamu sedang mabuk. Jangan macam-macam, nanti kamu akan menyesal saat sudah sadar,”

“Kamu cantik sekali… aku sangat mencintaimu, Rara…” bisik Raka sambil mengelus wajahnya. ia mengira istrinya adalah kekasih lamanya.

“Jangan, aku mau kembali ke kamarku sendiri.”

“Tetaplah di sini, sayang… kita habiskan malam yang indah ini. Aku takkan membiarkanmu pergi lagi,” bisik Raka.

“Sadar, Kak! Aku Laras, bukan Rara!” serunya semakin panik, berusaha menyadarkan suaminya yang mabuk.

 

1
helena
lanjuttt thor😍
Atik's: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!