NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Daniel

Semenjak kejadian mimisan pagi itu, aturan tak tertulis di mansion berubah drastis, Keith memerintahkan Jeslyn untuk pindah sepenuhnya ke kamar utama. Awalnya, Jeslyn protes habis-habisan, tapi ancaman Keith bahwa ia akan mengusir Lucian dan kembali mengabaikan putra mereka itu membuat Jeslyn tak punya pilihan selain patuh. Tentu saja, Keith hanya menggertak, tapi Jeslyn yang hatinya terlalu lembut tidak berani mengambil risiko.

​Pagi ini, meja makan terasa lebih hidup. Lucian duduk tenang, memperhatikan jemari lincah Jeslyn yang sedang mengemas bento untuknya.

​"Lucian, dengarkan Mami ya," ujar Jeslyn sambil memasukkan sepotong telur gulung ke dalam kotak makan.

"Box makan yang ini jangan sampai hilang lagi! Ini sudah minggu terakhir, dan sudah lima box yang melayang entah ke mana. Kalau sampai hilang lagi, Mami bakal kasih kamu makan roti tawar saja sebulan penuh!"

​Lucian tersenyum tipis, pemandangan langka yang membuat hatinya terasa hangat.

"Iya, Mami. Aku akan menjaganya."

​Sebenarnya, Lucian tahu ke mana perginya box-box itu. Ia sengaja membuangnya atau memberikannya pada siswa lain agar Jeslyn menegurnya seperti ini. Bagi Lucian, omelan Jeslyn adalah bukti paling nyata bahwa ia benar-benar diperhatikan.

​"Ngomong-ngomong," Lucian membuka suara, melirik Jeslyn yang masih sibuk mengomel.

"Mommy sudah menikah dengan kekasihnya di luar negeri. Dia sudah benar-benar lepas dari keluarga toxic itu."

​Jeslyn berhenti sejenak, lalu menghela napas. "Yah, setidaknya dia tidak membohongi dirinya sendiri selamanya, meski caranya pergi sangat egois. Kamu tidak apa-apa?"

​"Aku sudah damai dengan itu," jawab Lucian tenang.

"Lalu, bagaimana dengan Daddy? Dia sudah tiga hari di luar kota, apa Mami tidak merindukannya?"

​Jeslyn tergelak keras, hampir saja menjatuhkan sumpitnya. "Merindukan Keith? Yang benar saja!"

​"Jadi, Mami tidak mencintai Daddy?" tanya Lucian, matanya berbinar jahil.

​"Cinta? Aduh, jangan bercanda," Jeslyn mendengus, matanya menatap langit-langit seolah sedang merenung.

"Mami cuma suka hartanya saja. Bayangkan saja, kalau besok tiba-tiba dia bangkrut, mungkin Mami bakal pertimbangkan untuk cari yang lain."

​Lucian tertawa lepas. Senjata yang bagus, pikirnya. Jika nanti ayahnya pulang dan memonopoli Mami-nya lagi, ia akan memberitahu Keith tentang jawaban ini agar pria itu sedikit cemburu.

​Di sekolah, suasana hati Lucian yang cerah mendadak mendung saat ia melihat Hera duduk di bangku taman belakang dengan bahu terguncang.

​"Hera? Kamu kenapa?" Lucian segera mendekat.

​Hera mendongak, matanya yang basah membuat hati Lucian mencelos. "Lucian... aku tidak bisa ikut ujian akhir. Biaya sekolahku belum lunas, dan mereka mengancam akan mengeluarkan ku."

​Lucian terdiam. Ia teringat ucapan Jeslyn dan Daniel, tapi melihat Hera yang begitu terpuruk, rasa kasihannya mengalahkan logika. Bagaimanapun, Hera adalah satu-satunya orang yang menemaninya saat ia merasa sendirian dulu.

​"Berapa kekurangannya?" tanya Lucian pelan.

​"Lumayan besar... aku tidak punya siapa-siapa lagi, Lucian. Hanya kamu," isak Hera.

​"Jangan menangis," Lucian mengeluarkan dompetnya.

"Aku akan membantumu. Hera butuh pelindung, kan? Aku akan melindungi mu."

​Hera tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kemenangan yang tidak disadari Lucian.

"Terima kasih, Lucian. Kamu benar-benar malaikat."

​Di balik tembok beton tak jauh dari sana, Daniel berdiri dengan rahang mengeras. Ia sebenarnya ingin menghampiri dan mencegah Lucian, tapi ia memilih diam untuk mengamati. Daniel bukanlah pemuda bodoh seperti yang dikira orang lain. Ia memperhatikan detail kecil pada penampilan Hera.

"​Tunggu dulu," batin Daniel sambil menyipitkan mata.

"Bajunya memang lusuh, tapi jepit rambut itu..."

​Daniel ingat jelas saat ia membelikan kado ulang tahun untuk adiknya. Jepit rambut kristal yang dipakai Hera itu adalah seri limited edition dari desainer ternama, harganya setara dengan biaya hidup sebulan bagi keluarga kelas menengah. Belum lagi gelang kecil di pergelangan tangan Hera. Meskipun tipis dan sederhana, Daniel mengenalnya. Itu gelang yang pernah dipakai Mamanya ke pesta gala, harganya ratusan juta rupiah.

​Hera mengaku miskin, tapi aksesorisnya seharga mobil? Daniel merasa mual. Ia teringat peringatan Nyonya Jeslyn tempo hari untuk menjauhkan Lucian dari Hera.

​"Hera bukan gadis kurang mampu," gumam Daniel pada dirinya sendiri.

"Dia penipu. Lucian, kamu sedang dibodohi habis-habisan oleh ular berbisa."

​Daniel menarik napas dalam, memantapkan diri. Ia tidak bisa membiarkan sahabatnya terus dimanipulasi. Ia akan menyelidiki latar belakang Hera dan membongkar kedoknya di depan Lucian, meskipun itu akan membuat Lucian marah padanya.

​"Mami Lucian benar," gumam Daniel lagi, matanya terus mengawasi Hera yang kini tampak tersenyum puas setelah mendapatkan uang dari Lucian.

"Tuan Muda ini memang terlalu baik untuk gadis licik seperti dia."

​Daniel pun berbalik, berjalan pergi untuk mencari informasi lebih lanjut. Ia tahu, dalam cerita ini, Hera bukan sekadar teman yang membutuhkan pertolongan, tapi seorang parasit yang sedang menghisap kebaikan hati Lucian hingga ke akarnya. Ia harus bertindak cepat sebelum Lucian terjebak lebih dalam dan menghancurkan masa depannya sendiri demi gadis yang bahkan tidak pantas mendapatkan satu sen pun dari kebaikannya.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!