"Kamu adalah budakku Radini Prastiwi Sukarna dan kamu tidak akan bisa lepas dari cengkramanku!"
"Aku adalah abdi setiamu wahai iblis..."
Radini Prastiwi Sumarna, seorang perempuan keturunan bangsawan yang menjadi pewaris sebuah tradisi keluarga, bukan tradisi sembarangan karena keluarga itu merupakan keturunan perempuan pemuja iblis dan Radini terpilih sebagai penerus keluarga untuk melanjutkan jejak leluhurnya.
Apakah dia akan tetap memegang teguh ritual keluarganya sebagai pemuja iblis atau justru dia akan bertaubat setelah dia bertemu Dirga Bintang Darmawan yang menjadi targetnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah iblis
"Dia mengirimkan Iblis yang dia sembah untuk menyerang Dimas dan teman teman Dimas pa, untung Kenanga menyelamatkan kami, dan dia bisa melihat sosok itu" jawab Dimas membuat semuanya terkejut.
"Bagaimana sosoknya Dimas?" tanya Sahara penasaran.
"Kata Kenanga, tubuhnya hitam legam dan matanya menyala merah, dia punya tanduk kambing dan ekor panjang seperti kera, dia bahkan menyeringai dan hampir menculik Kenanga" jawab Dimas
"Iblis" gumam Dirga
"Dia kuat bahkan tidak mempan dengan bacaan ayat suci Al-Qur'an ataupun ayat ayat rukiyah" ungkap Dimas
"Dia pasti setan yang di sembah keluarga Sukarna, kalian hati hatilah karena Sahara juga akan hati hati" ucap Sahara menghilang dari sana.
"Dirga mau telepon Abah yai" ucap Dirga
"Jangan minta jodoh" ucap Dimas
"Mau minta istri kedua untuk kak Dimas" jawab Dirga
"Hei Dirga! jangan buat huru hara dalam rumah tanggaku!" teriak Dimas mengejar Dirga.
••••••••••••••
Di rumah Radini.
"Ini penghinaan!" kesal Radiah
"Ibu sudah bilang padamu kan kalau kamu ingin melamar seseorang kamu harus memastikan dia itu juga mau dengan kamu! kamu di tolak Radini, seluruh kampung akan tahu kalau kamu di tolak!" bentak Radiah
"Maafkan Radini ibu, Radini awalnya yakin Om Bintang sudah menyukai Radini, Dirga juga terus menatap Radini kemarin dan Radini menyukai dia" jawab Radini
"Suka saja tidak cukup Radini! yang harus menjadi suamimu harus tunduk padamu dan tidak boleh tahu apa yang kita lakukan sejak dulu!" ucap Radiah
"Ibu... kenapa putri dari kak Roman, kak Rafa, kak Rusli dan kak Ramli tidak bisa jadi pengantin Iblis?" tanya Radini
"Itu karena hanya keturunan dari pengantin Iblis saja yang boleh menjadi penerus kamu, aku memiliki kamu dan kamu penerus ku, dan saat kamu punya anak perempuan, dialah pengganti mu nanti" jawab Radiah
"Radini mengerti, sekarang ibu bisa pilihkan calon suami untuk Radini, siapapun akan Radini terima" ucap Radini
"Bagus, kata ini lah yang aku tunggu darimu sejak lima tahun lalu, kamu akan menikah dengan anak juragan Karta, Hatta" ucap Radiah pergi dari kamar Radini.
Radini mengepalkan tangannya dan mulai menghancurkan isi kamarnya bahkan membakar kasur yang dia beli untuk malam pernikahan yang dia rencanakan bersama Dirga dengan ilmu yang dia miliki, Luca juga ada di sana tapi dia hanya tersenyum melihat kemarahan Radini supaya Radini menjadi semakin jahat dan penuh dendam.
"Bagus Radini, inilah perempuan pemuja iblis yang sesungguhnya, dia tidak mengemis cinta tapi dia mendapatkan cinta" ucap Luca lalu menghilang dari sana
Di kamar lain, Roman sedang duduk memeluk putrinya yang berusia lima tahun, istrinya sudah meninggal di bunuh oleh Radini karena salah memberikan teh, anak pertama dan keduanya di jadikan tumbal Radini karena anak anak itu punya tanda lahir di perut mereka yang merupakan syarat tumbal untuk Luca, seorang anak laki laki dengan tanda lahir di perutnya dan anak itu harus punya darah Sukarna.
"Ayah.. apa kita tidak akan pelgi dali sini?" tanya putrinya yang bernama Rani.
"Kita harus menunggu nak, sampai bibi kamu menikah baru kita bisa pergi" jawab Roman
"Tapi Lani tidak punya teman di sini yah, Lani kesepian, mau main sama saudala Lani yang lain" ucap Rani
"Sabar ya nak, kamu juga tidak boleh keluar dari kamar ini apapun yang terjadi, hanya kamar ini tempat yang paling aman untuk kamu di rumah iblis ini" ucap Roman
"Lani tidak akan kemanapun" jawab Rani kembali memeluk Roman
Selama menjadi putra sulung Radiah, Roman tak layaknya seperti seorang pelayan untuk Radini, sejak kecil dia tidak si sukai ibunya sendiri, hanya ayahnya yang menyayanginya bahkan ketika Radini hamil di luar nikah pun, Radini tetap di manjakan Radiah dan di minta untuk melanjutkan memimpin rumah Sukarna dan jadi pengantin Iblis berikutnya.
"Orang orang di sini berbahaya Rani, kita harus berhati-hati dan jangan sampai salah langkah, ayah hanya punya dirimu saja setelah ayah berhasil menyelamatkan adik adik ayah yang lain untuk tinggal di kota, mereka tidak boleh kembali ke sini bahkan meskipun sekedar berkunjung" ucap Roman.
Tok. Tok. Tok.
"Roman, ikut ibu ke rumah juragan Karta, lamar Hatta untuk Radini dan bawa seserahan yang tadi untuk Dirga padanya sebelum berita penolakan Dirga menyebar" perintah Radiah
Ceklek.
"Baik Bu" jawab Roman menunduk hormat.
Radiah melirik Rani yang sedang bermain boneka di ranjang Roman, dia menatap Roman dan kembali melirik Rani yang sama sekali tidak peduli dengan kehadiran Radiah.
"Apa kamu tidak mau menyekolahkan dia Roman? dia bahkan tidak mau keluar kamar" tanya Radiah
"Rani berbeda dengan anak lain Bu, dia kurang kasih sayang ibunya karena ibunya meninggal saat dia masih bayi, di tambah Rani juga tuli, dia akan di ejek temannya" jawab Roman berbohong.
"Entah kapan kamu bisa memberikan ibu kebanggaan, kamu sama saja dengan adik adik kamu yang kabur ke Jakarta, tidak berguna" sinis Radiah pergi dari sana dengan gaya angkuhnya.
"Tidak berguna pun tetap kamu meminta bantuan ku Bu, siapa sebenarnya yang tidak berguna di sini" gumam Roman segera pergi setelah mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang bisa menggangu Rani
Setelah Roman pergi, pintu kamarnya kembali di ketuk dengan sangat keras membuat Rani ketakutan dan bersembunyi di bawah selimutnya.
Itu adalah Luca, dia sengaja menyebarkan ketakutan pada Rani supaya Rani tidak berani melawan siapapun di rumah itu, bahkan Luca yang tidak bisa masuk ke dalam kamar Roman sering berpura pura jadi Roman untuk membuat Rani keluar tapi gagal.
"Rani.... Ini ayah nak, kamu tidak rindu ibumu?"
"Rani... Anak cantik dan baik, buka pintunya nak"
Rani tidak bergerak, dia sudah di minta Roman untuk tidak merespon siapapun yang memanggilnya dari luar, karena jika itu adalah Roman, dia akan langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu ataupun memanggil nama Rani.
"Dia iblis jahat, ayah bilang Lani tidak boleh kemanapun kalena lumah ini lumah iblis" gumam Rani
Brak.
"Rani!"
Bentakan dengan suara mirip Roman sekarang terdengar dan itu membuat Rani semakin ketakutan, dia menggenggam cincin milik ibunya dan memilih untuk memejamkan mata karena suara Roman di luar sudah berubah menjadi suara Luca yang menggema di dalam ruangan itu.
"Rani!"
"Iblis dia iblis jahat, Lani jangan kelual"