Kita tidak pernah tau takdir apa yang akan menghampiri hidup kita kelak. Semua skenario sudah Allah atur sesuai kapasitas masing - masing.
Saatnya diatas siapapun mengaku saudara,teman atau apalah. Tapi saat kita terpuruk mana tadi yang mengaku saudara. Semuanya perlahan pergi menjauh.
Begitulah kehidupan Keluarga Derel,pasca pendemi merubah segalanya. Saat kedua orang tuanya telah tiada kakak dan adik - adiknya seakan tidak mengenal dirinya lagi.
Dulu waktu ia punya semuanya kakak dan adiknya rajin datang kerumah berkumpul. Itu semua tinggal kenangan. Bagaimana kehidupan Derel dan keluarganya selanjutnya?akankah ia kembali sukses? apa yang terjadi pada orang - orang yang menghina dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Setelah dari kantor temannya Derel kembali membuka aplikasi ojolnya seperti biasa. Ia tidak pernah putus asa,apapun akan ia lakukan untuk keluarganya.
Banyak yang menganggap remeh jadi tukang ojol. Standar pekerjaan sekelas tukang ojek berarti ekonominya berada dibawah. Istilah kasarnya bearti mereka termasuk orang miskin.
Tapi jangan salah ada juga yang menjadi ojol hanya untuk kerja sampingan buat menambah penghasilan dan ada juga iseng ,gabut karna ga tau mau ngapain lagi.
Derel pulang seperti biasanya dan disambut oleh istrinya, Sinta.
" Assallamualikum, dek." ujar Derel dengan wajah lelah tapi ia tetap berusah tersenyum.
"Waalaikumsalam, bang." Sinta langsung membantu suaminya merapikan atribut ojolnya.
"Anak - anak mana?" tanya Derel setelah duduk di kursi meja makan.
"Ada dikamar mereka,bang. Persiapan mau ujian katanya." jawab Sinta sambil melayani suaminya makan malam.
"Anak - anak udah makan?" tanya Derel.
"Sudah ,bang." Sinya ikut makan bersama suaminya, karan ia memang sengaja tidak makan sebelum suaminya pulang.
Selesai makan Derel menghitung p3ndpatanya hari ini.
"Dek,abang hari ini cuma dapat segini." Derel menyerahkan uang telah hasil kerjanya hari ini.
"Alhamdulillah, masih ada rezeki buat kita,bang." Sinta memasukkan uang tersebut kedalam saku celananya. Berapapun nominal yang di berikan suaminya, Sinta tetap bersyukur.
Karan hari sudah semakin larut dan badanya juga sudah lelah keduanya memutuskan untuk tidur.
Pagi menjelang seperti biasanya nampak kesibukan dari seluruh penghuni rumah. Mereka akan berkumpul saat di meja makan untuk sarapan bersama sebelum beraktivitas.
"Dafa, bagaimana sekolahnya?" tanya Derel.
"Insya Allah bulan depan sudah PKL,yah." jawab Dafa sembari makan sarapannya.
"Alhamdulillah, kerja yang betul. Ga usaha ikuti teman yang ga benar. Kamu harus fokus biar nilai kamu bagus dan kemungkinan kamu akan di rekrut perusahaan tempat kamu magang akan ternyata lebar." pesan Derel untuk si sulung.
"Baik, ayah."
"Adek gimana? Mau masuk SMA apa SMK?" tanya Derel pada putra keduanya.
"Bingung, yah. Enaknya pilih yang mana ya? Adek mau sekolah yang agak santai dan mendukung hobby adek. "
"Kalau SMA mesti melanjutkan ke jenjang selanjutnya sedangkan SMK kemungkinannya untuk bekerja lebih besar peluangnya karan memang sudah di persiapkan untuk langsung bekerja." jelas Derel.
"Kayanya SMA lebih enak deh,yah." uajr Dhani.
"Kenapa?" tanya Ayah.
"Jadi gini,kalau SMK itu kan ada penjurusan. Adek ga tau mau mengambil jurusan apaan, karna adek cuma suka di bidang olahrag. Kalau SMA sama aja kaya SMP lebih santi." kekeh putra keduanya itu.
"Itu terserah adek, tapi saran ibu tetap ambil SMK. Tapi kalau pun adek maunya SMA ibu tetap dukung kok. " Sinta yang sedari tadi hanya jadi pendengar ikut bicara.
"Udah siang, ayo selesaikan sarapannya habis itu berangkat." Derel merapikan perlengkapan ojolnya dan bersiap mengantarkan si bontot. Sementara Dafa berangkat sendiri memakai motor bekas ibunya.
Ruamh kembali sepi,Sinta membereskan sisa sarapan dan melanjutkan pekerjaan rumah yang tidak ada habis - habisnya.
Sementara itu Derel setelah mengantar Dhani, langsung menjemput langganannya satu persatu baru hendak mengaktifkan aplikasi ojolnya, ponselnya berdering tertera nama temannya yang bersedia membantunya mengurus masalah waris.
" Assalamualaikum, Kamu lagi dimana? siang ini kamu bisa ga datang kekantor." terdengar suara laki - laki si sebrang sana.
"Waalaikumsalam, baik. Nanti setelah dzuhur aku mampir kesana." Derel kembali mengaktifkan aplikasi ojolnya sebelum bertemu temannya.
...****************...
Assalamualaikum, selamat pagi kk. Terimaksih sudh menunggu,thor udh up satu bab lagi ya. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta votenya yang banyak biar thor semakin semangat😊😘😘🙏🙏🙏