NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:72.1k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta Uang

Unggahan pertama datang dari Yuki, sahabat dekatnya saat semester awal yang terkenal dengan ambisinya yang membara. Di sana terpampang foto Yuki mengenakan mantel tebal yang modis, berlatar belakang bangunan klasik berarsitektur megah dengan takarir berbahasa Korea. Yuki berhasil melanjutkan kuliah magister hukumnya di Seoul National University, Korea Selatan, sembari mencicipi magang di firma hukum multinasional milik ayahnya. Senyum Yuki di foto itu tampak begitu berkelas dan berkuasa.

​Aira menggeser layar ke bawah. Muncul foto Ayu, teman sekelompoknya saat menyusun skripsi. Ayu tampak anggun mengenakan seragam dinas pegawai pemerintahan yang rapi, berfoto di depan meja kerja kayunya yang mengilat dengan papan nama berbahan kuningan. Ayu terlihat mapan, aman dan memiliki masa depan yang terjamin oleh negara.

​Lalu ada Donna, gadis berdarah Batak yang dulu sering berbagi mi instan dengannya di kosan itu kini mengunggah foto berlatar belakang lanskap gedung-gedung pencakar langit Manhattan, New York. Donna menuliskan cerita panjang tentang kesibukannya sebagai analis di salah satu perusahaan asuransi global terkemuka. New York tampak begitu gemerlap di belakangnya, sangat kontras dengan anyaman bambu rumah Aira yang kini berada di depan mata.

​Tak ketinggalan para lelaki di angkatannya. Bram, cowok yang dulu sering menjahilinya, kini mengunggah foto memakai helm proyek kuning dan rompi reflektif di lokasi pembangunan jalan tol Trans-Sumatra. Bram kini resmi menjadi bagian dari perusahaan konstruksi milik pemerintah dan memegang proyek bernilai miliaran rupiah.

​Sementara Eric, si jenius komputer yang selalu eksentrik, baru saja merilis pembaruan aplikasi game buatannya yang kini menduduki peringkat atas di App Store. Setelah menyelesaikan pendidikan lanjutannya di Singapura, Eric kini memimpin studio game-nya sendiri, dikelilingi oleh tim anak muda yang tampak sangat kreatif dan penuh energi.

Dan temannya yang terakhir, Arsen. Unggahan terakhirnya adalah satu tahun lalu, di mana ia mengunggah sebuah foto hitam-putih yang estetik. Arsen tampak sedang berdiri di depan jendela besar sebuah apartemen di London, memegang cangkir kopi dengan latar belakang menara Big Ben yang tertutup kabut tipis.

​Takarir foto itu sangat singkat, namun sarat akan pencapaian. Arsen menyelesaikan gelar master bisnisnya di London, sembari memantau operasional perusahaan keluarganya di Jakarta. Tidak hanya itu, di bawahnya, ada tautan artikel berita ekonomi digital yang mengulas bisnis furnitur minimalis modern berstandar ekspor yang baru ia rintis setahun lalu dan kini sukses merambah pasar Eropa.

​Aira perlahan menurunkan ponselnya, meletakkannya di atas paha. Dadanya mendadak terasa dihantam oleh batu besar yang tak kasat mata, rasa sesak itu datang bukan karena ia membenci atau iri pada kesuksesan teman-temannya.

Aura tulus menyukai mereka, ia tahu mereka semua bekerja keras. Namun, melihat kilau kehidupan mereka justru membuat bayangan diri Aira sendiri terlihat semakin pekat dan buram.

​Mereka semua berlari melintasi benua, menggenggam dunia dan membangun imperium. Sementara Aira, jangankan melintasi benua, untuk keluar dari ruang lingkup aroma minyak goreng dan gunjingan Bu Romlah saja ia tidak berdaya. Ijazah sarjananya yang diraih dengan taruhan air mata kini tak lebih dari sekadar pajangan yang tak mampu membelikan sebotol obat sendi untuk ibunya.

​"Aira," panggil Ibu Astri dari dalam rumah, suaranya terdengar agak serak.

"Iya, Bu," sahut Aira.

"Bisa tolong ambilkan air hangat, Nduk? Kaki Ibu agak kaku lagi," pinta Bu Astri.

​Suara ibunya seketika memutus lamunan hitam Aira, ua buru-buru menghapus sudut matanya yang mendadak basah, lalu memasukkan kembali ponsel retaknya ke dalam saku.

​"Nggih, Bu. Sekedap (Sebentar), Aira ambilkan," sahut Aira, berusaha menjaga suaranya agar tetap ceria.

​Aira bangkit dari kursi kayu, melangkah masuk ke dalam rumahnya yang temaram. Di atas sana, langit Semeru mulai tertutup awan mendung, bersiap menumpahkan hujan, seolah tahu bahwa ada satu lagi hati yang sedang berjuang keras agar tidak hancur oleh kenyataan.

Aira menuangkan air panas dari termos plastik ke dalam baskom kecil, lalu mencampurnya dengan air dingin dari gentong tanah liat hingga suam-suam kuku. Dengan hati-hati, ia membawa baskom itu ke kamar ibunya, lalu mulai mengompres kaki Ibu Astri yang tampak bengkak keunguan.

​"Maaf ya, Nduk. Ibu selalu merepotkanmu. Harusnya di usiamu yang sekarang, kamu sedang senang-senangnya main seperti anak-anak lainnya," bisik Ibu Astri menatap rambut Aira yang dikuncir kuda seadanya.

​Aira mendongak, tersenyum tulus. "Aira senangnya di sini, nemenin Ibu. Gak usah mikir yang aneh-aneh, Bu...," Belum sempat Aira menyelesaikan perkataannya, teriakan seseorang mengejutkan mereka.

​"Ibuuu! Mbak Airaaa!"

Suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa beradu dengan lantai semen retak rumah mereka, disusul suara pintu anyaman bambu yang digeser kasar hingga berderit nyaring.

​Aira dan Ibu Astri saling pandang. Jantung Aira mencelos, ia sangat mengenali suara cempreng itu.

​"Zakia?" gumam Aira.

​Seorang gadis remaja berusia enam belas tahun dengan seragam putih-abu-abu yang tampak kusut masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu. Wajahnya sembab, matanya merah dan napasnya memburu seperti orang yang baru saja berlari dikejar setan. Dia adalah Zakia, adik kandung Aira.

​Sejak perceraian orang tua Aira dua tahun lalu, Zakia memilih ikut bersama Bapak Hilman, Ayah mereka yang memilih menikah lagi dengan Bu Ami, janda kaya pemilik penggilingan padi di desa sebelah. Sementara Aira memilih tinggal di rumah bambu ini, menolak mencicipi kemewahan hasil keringat wanita lain dan enggan membiarkan ibunya merana sendirian dalam sepi.

​"Kamu kenapa, Zakia?" tanya Aira.

"Minta uang," rengek Zakia.

"Ya Allah, Mbak nggak ada uang. Lagipula, dua hari lalu kan Mbak udah kasih kamu uang," ucap Aira.

"Mbak Aira... Mbak ngasihnya cuma dua puluh ribu, mana cukup Mbak uang segitu. Aku pengen jalan-jalan sama temen-temenku," ucap Zakia.

"Zakia minta Bapak aja, Mbak nggak punya uang," ucap Aira.

"Ish, Bapak sama Mama lagi ke Surabaya," ucap Zakia.

​"Kalau Bapak tidak ada, ya kamu di rumah saja, Zakia. Belajar. Jangan malah keluyuran dan minta uang terus," potong Ibu Astri dengan suara bergetar, mencoba menegakkan punggungnya yang ringkih.

​Zakia menghentikan tangisnya sesaat, menatap ibunya dengan pandangan tidak suka. "Ibu tidak tahu sih, teman-teman Zakia di sekolah semuanya pegang uang saku banyak! Cuma Zakia yang selalu ketinggalan. Zakia malu!" sahut Zakia.

​"Mbak benar-benar tidak ada uang lagi, Dek. Uang kerjaan Mbak minggu ini sudah habis untuk beli beras dan bayar iuran air desa, ini saja Mbak belum bisa membelikan obat sendi untuk Ibu," ucap Aira, mengusahakan suaranya tetap selembut mungkin walau dadanya mulai terasa sesak.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
yang nangani Dokter Kandungan malah disuruh periksa lagi di Dokter Kandungan 🤔🤔🤔 mungkin suruh USG kali y🤔🤔🤔
elaretaa: Maaf, salah Kak. Seharusnya dokter umum itu, terus nanti dibawa ke dokter kandungan🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Felycia Fernandez
bukannya tadi di part atas di jelaskan kalau dokter yang keluar dokter wanita spesialis kandungan..
kenapa bisa ada dokter kandungan lagi di dalam..
Felycia Fernandez: semangat revisi kk Thor
total 2 replies
Allfa Rizky
sayang ya Zakia sifatnya plek ketiplek bapaknya
erviana erastus
didunia nyata apa ada suami spti ini? 🤭
erviana erastus
syukurlah semua baik-baik aza
Felycia Fernandez
naaaah bener tebakan ku kemaren, Aira mengalami eklamsia...
Bunga Andthea
sempet deg deg an bacanya
falea sezi
preeklamsia ya 😓
Felycia Fernandez
lho kenapa?? demam kah??
erviana erastus
apa efek anestesi nya sdh hilang dan aira nggak bisa menahan rasa sakit? 🤔
erviana erastus: ho oh
total 2 replies
Felycia Fernandez
jadi ingat waktu kontraksi, sudah sehari 2 malam ngalami kontraksi,tapi mentok di pembukaan 3 terus . akhirnya SC pun dilakukan
Aidil Kenzie Zie
tu si Ibu Ami masih waras nggak mau ganggu Aira 👍🏻
Felycia Fernandez
kesabaran Aira yang punya bapak lucknut dulunya
Felycia Fernandez
lucu 🤣🤣🤣🤣
cari juga la suami kaya...
kalau perlu jadi jalang sekalian
Syifa Fauziah
ulalaaaaaa,,, pagi2 udh gemess liat arsen dan airaa😍🤭.
erviana erastus
omg ternyata adik kandung toh ckckck gila bener .... mau numpang hidup enak sama aira 🤣 nggak waras kek pantes nyusul bpk sama pmnx dipenjara biar rasa
Felycia Fernandez
ternyata darah pak Hilma mengalir deras di tubuh Zakia...
🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Bu Ami beneran sayang Ama Zakia
erviana erastus
licik kek bapakx ckckck 🤬🤬🤬
Felycia Fernandez
ini lagi duo lambe...
mau ikutan juga Bu...
ayo bergosip lagi...
makin sip di tiap warung ...😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!