Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
Tak lama kemudian, ada tiga orang wanita masuk ke dalam, mengenakan kaos oblong pudar dan celana kain longgar.
Grizla yang sejak tadi menahan geram, diam-diam mengembuskan napas lega. "Kerja bagus, Guys," batinnya puas melihat totalitas ketiga sahabatnya yang sengaja berdandan ala warga kelas bawah demi memenuhi skenario yang ia susun lewat chat rahasia tadi.
Widya, sang ibu mertua, langsung menutup hidungnya dengan kipas mahal seolah-olah ada bau busuk. Mata mendelik tajam ke arah Grizla.
"Ya ampun, Grizla! Kau benar-benar mengundang orang miskin ke restoran mewah ini?! Kamu tidak punya kemaluan, ya? Membawa gembel ke tempat seperti ini!" desis Widya dengan suara tertahan, namun cukup keras hingga memicu lirikan sinis dari meja-meja sebelah.
Grizla tidak membalas dengan amarah. Ia justru menyunggingkan senyum manisnya. "Mereka bukan gembel, Bu. Mereka sahabat-sahabat terbaikku. Orang-orang penting ku."
"Sahabat terbaik katanya? Selera sampah!" Widya mendengus meremehkan. "Dengar ya, sebentar lagi teman-teman Ibu datang. Mereka semuanya wanita sosialita, istri pejabat dan pengusaha sukses! Bukan tipe teman-teman melarat dan dekil seperti yang kamu punya ini. Bikin malu saja!" katanya memamerkan senyum angkuhnya.
Mendengar ucapan ketus mertuanya, Grizla sama sekali tidak sakit hati. Hatinya justru bersorak gembira.
Ia tahu persis siapa ketiga wanita yang berdiri di depannya ini, Karin, sang CEO perusahaan tekstil raksasa. Chelsea, supermodel dan artis internasional yang wajahnya kerap terpajang di billboard Shibuya, dan Amara, pemilik jaringan butik mewah yang cabangnya ada di Paris, Portugis dan Spanyol.
"Tertawalah sepuasmu, Ibu Mertua. Sebentar lagi, kesombonganmu ini akan dibayar mahal oleh dompet anak kesayanganmu," batin Grizla geli.
"Ayo masuk, duduk di sini," sapa Grizla ramah, melambaikan tangan memanggil ketiga sahabatnya.
Karin, Chelsea, dan Amara menekan senyum mereka dalam-dalam, berpura-pura tampak minder saat melangkah mendekati meja panjang tersebut.
"Maaf ya Griz, kami cuma pakai baju seadanya. Tadi langsung berangkat pas kamu chat," ujar Chelsea dengan akting ketakutan sambil mmegangi tas belanjaan plastik yang sengaja ia bawa sebagai properti.
"Nggak apa-apa, yang penting kalian datang. Ayo dipesan, kalian mau pesan apa aja, silakan. Jangan ragu-ragu," kata Grizla sambil mengedipkan sebelah matanya dengan cepat ke arah ketiga temannya.
kode rahasia yang langsung dipahami dengan cepat oleh mereka.
Melihat kedipan itu, seringai tipis muncul di sudut bibir Karin. Sebagai CEO, dia tahu persis cara "menghancurkan" anggaran musuh.
"A-apa benar boleh pesan apa saja, Griz? Kami jarang-jarang makan di tempat sekeren ini," sahut Amara, memasang wajah polos penuh harap.
"Iya, benar sekali. Ambil saja menu yang paling mahal atau yang paling kalian inginkan," tambah Grizla meyakinkan.
"Terima kasih banyak, Grizla. Kamu baik banget, ya ampun... beruntung banget kamu punya suami yanh bekerja di perusahaan besar," kata Karin sambil melirik Antonio yang sejak tadi duduk diam dengan wajah masam.
"Iya, kalian tenang saja. Nggak usah mikirin dompet. Suami aku yang bakal bayar semuanya kok," kata Grizla tersenyum lebar, menatap Antonio dengan tatapan penuh cinta yang mematikan.
Mendengar kalimat terakhir Grizla, Antonio yang sedang meminum air putih langsung tersedak hebat.
Ia terbatuk-batuk kecil sebelum akhirnya menatap Grizla dengan mata membulat sempurna, hampir melompat dari rongganya.
"Apa?! Kenapa aku yang bayar?!" tanya Antonio dengan nada suara yang meninggi, urat di lehernya mulai bermunculan.
"Lho, Mas, kan kamu bakal traktir teman Ibu, masa teman aku di biarin gitu aja, Ibu udang orang, masa aku nggak boleh?" tanya Grizla dengan wajah tanpa dosa.
Antonio menelan ludah dengan susah payah. Matanya beralih menatap ketiga teman Grizla yang kini sudah memegang buku menu tebal berlapis kulit emas dengan penuh harap agar bisa di traktir oleh suami sahabatnya itu.
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..