NovelToon NovelToon
Become A Mother Of My BFF

Become A Mother Of My BFF

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari

Riana Nina Zara adalah seorang wanita yang baik dan punya pembawaan yang ceria. Ia memiliki seorang sahabat baik bernama Alina Raya Wijaya. Mereka sangat dekat karena berteman baik sejak duduk di bangku SMP. Bahkan Riana sudah menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Orangtuanya juga selalu baik kepadanya.

Alina sendiri adalah seorang gadis piatu yang hanya tumbuh besar di bawah pengasuhan ayahnya. Ibunya meninggal dunia setelah setahun melahirkan dirinya. Sejak itu ayahnya tidak pernah menikah kembali karena fokus untuk merawat dan membesarkan dirinya.

Namun suatu hari ayahnya secara tiba-tiba memperkenalkan seorang wanita cantik kepadanya. Dan kedepannya wanita itu akan menjadi ibu sambungnya. Sayangnya ia tak menyukai wanita itu.

Apakah pernikahan itu akan terjadi atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjalin kerjasama.

"Jadi kamu ingin mengubah rumahmu menjadi warung makan?" tanya Ervin setelah mendengarkan penjelasan dari Riana.

"Rencananya seperti itu, om. Tetapi modal yang saya miliki hanya cukup untuk memulai kembali usaha katering milik ibu saya." jelasnya.

Ervin terdiam sejenak sambil menimbang-nimbang sejenak.

"Kenapa hal ini menjadi begitu resmi? Setujui saja langsung, yah!" desak Alina tak sabaran.

Riana menyenggol lengan Alina untuk memperingatkan Alina agar bersabar.

"Hei! Ini masalah bisnis. Jadi ayah harus kelihatan serius. Apalagi ini menyangkut nominal yang tidak kecil." ucap Ervin sengaja menggoda putrinya itu.

Alina melotot pada ayahnya.

"Astaga! Putri ayah sungguh menakutkan." ucapnya pura-pura takut.

"Baiklah, Riana. Om akan menyetujui proposal yang kamu ajukan ini. Om senang karena melihat mu mulai semangat kembali." jelas Ervin pada Riana.

"Terima kasih banyak, om." sahut Riana senang.

"Om juga sudah membuatkan surat perjanjian kerjasamanya." jelas Ervin kemudian.

"Jefri, berikan padaku suratnya." perintahnya pada Jefri.

Jefri menyerahkan surat tersebut kepadanya. Dan Ervin menyerahkan surat itu kepada Riana.

Riana menerima surat perjanjian itu dengan hati-hati.

"Ri, cepat tanda-tangani suratnya!" pinta Alina dengan tidak sabaran.

"Iya, baiklah!" Riana mengambil pena dan berniat untuk membubuhkan tanda tangannya.

"Tunggu!" cegah Ervin.

"Kenapa yah?" tanya Alina.

"Sebelum menandatangani apapun, kalian harus membaca isinya terlebih dahulu secara menyeluruh. Walaupun kalian sedang dalam keadaan terdesak sekalipun."

"Maksud ayah biar kami nggak mudah di jebak, 'kan?" tebak Alina.

"Iya."

"Tapi kan ayah yang membuat surat perjanjian ini, jadi ayah nggak mungkin menipu kami, 'kan?" ucap Alina.

"Justru semakin kalian mengenal orang tersebut, maka kalian harus lebih berhati-hati. Karena terkadang justru orang terdekat lah yang paling mudah menusuk mu dari belakang. Bisnis adalah bisnis. Tidak ada yang namanya keluarga, saudara maupun kekasih. Dengan siapapun itu kalian harus selalu berhati-hati." jelas Ervin.

"Baiklah, om. Saya akan membacanya." ucap Riana.

"Gadis pintar! Baiklah kalian bisa baca pelan-pelan. Om dan Om Jefri akan meninggalkan kalian sebentar untuk mengurus hal lain."

"Iya, yah!" sahut Alina.

Kedua gadis itu membaca surat perjanjian tersebut dengan teliti.

Sementara Ervin dan Jefri pergi ke meja kerjanya.

Ketika membaca, Riana menemukan satu hal dari isi perjanjian tersebut.

"Hmm.. Om! Boleh saya menanyakan sesuatu?" tanya Riana.

"Iya. Tanya apa?"

"Di sini tertulis jika pembagian hasil adalah 95%-5%. Om hanya mengambil keuntungan sebesar 5% dari hasil usaha. Apa om nggak salah tulis? 5% itu kan sangat kecil. Setau saya biasanya keuntungan dibagi menjadi 60-40 atau 70-30." Riana tampak bingung.

Ervin tersenyum pada gadis itu. "Biasanya memang begitu. Tetapi untuk mu sedikit berbeda. Om juga tidak mungkin Setega itu padamu. Kau baru memulai usaha ini. Jadi kau pasti memerlukan banyak uang. Jadi om rasa segitu sudah cukup besar." jelasnya.

"Tidak bisa begitu, om. Om kan juga berhak untuk mendapatkan keuntungan lebih. Jadi saya tidak masalah berapapun itu, om." tolaknya.

"Sudah tidak apa-apa. Kamu tidak perlu pikirkan hal itu. Atau jika kamu keberatan, kita bisa melihat lebih dulu prospeknya. Jika usaha mu berkembang, kita bisa membicarakan pembagian keuntungannya kembali. Tapi untuk sekarang, cukup segitu saja." jelas Ervin meyakinkannya.

"Om benar-benar serius?" tanya Riana tak percaya.

"Tentu saja om serius. Om tidak pernah bermain-main dengan bisnis. Jadi pastikan usaha ini berkembang agar om bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Kamu mengerti?" Ervin berpura-pura serius.

Riana malah tersenyum. "Baiklah om! Saya akan membuat om bertambah kaya." Riana tampak bersemangat.

"Om suka semangat itu!"

"Ok! Aku juga akan berkerja keras." timpal Alina.

"Kamu juga ikut dalam usaha ini?" tanya Ervin.

"Iya. Aku akan mengurus manajemennya. Hitung-hitung praktik kerja." jelas Alina.

"Itu sangat bagus. Tetapi kamu harus tetap serius, ya." ucap Ervin.

"Pastilah, yah! Aku nggak mungkin main-main." Alina tampak serius.

"Baiklah. Ayah senang melihat semangat anak-anak ayah." ucap Ervin bangga.

Namun mendengar kata "anak" membuat Riana merasa miris. Hah! Mungkin ia memang tak punya harapan untuk berharap lebih. Pria yang dicintainya itu hanya menganggap dirinya sebagai anak. Ia tak pernah memandangnya sebagai seorang wanita dewasa sekalipun.

...****************...

Beberapa hari kemudian....

Riana mulai membuka usaha kateringnya kembali. Riana memberi kabar kepada para pelanggan lama tentang hal tersebut.

Dan beruntung ternyata para pelanggan ibunya masih menjadi pelanggan setia mereka. Memang belum ada pesanan yang masuk, tetapi setidaknya ia bisa sedikit tenang sekarang.

Tante Salma akan mengurus persediaan bahan makanan. Ia juga akan menjadi kepala katering. Sementara Alina akan mengelola keuangan warung makan juga katering. Riana juga akan ikut mengatur keuangan.

Dina dan Fina akan mengurus masalah brosur dan media sosial. Rencananya pembukaan warung makan akan di adakan bulan depan.

Riana masih membutuhkan beberapa pekerja lagi. Memang sudah banyak pelamar yang melamar kerja. Namun ia hanya menemukan beberapa saja yang cocok.

Ia juga masih bingung memutuskan furnitur

seperti apa yang akan ia gunakan untuk melengkapi warung makannya. Untungnya ada Alina yang bisa membantunya.

"Oh iya, warung makan ini nantinya mau dikasih nama apa?" tanya Dita pada Riana.

Saat itu mereka sedang berkumpul di rumah Riana.

"Hmm... Aku sudah menemukan sebuah nama. Tapi aku tidak tahu apa itu bagus atau tidak." jelasnya.

"Apa namanya?" tanya Alina penasaran.

"Hmm.. Karena ini masakan ibuku, jadi aku ingin memberikan nama "waroeng masakan ibu". Bagaimana menurut kalian?" tanyanya.

"Bagus kok. sesuai dengan konsep warung makannya juga kan. Jadi seperti makan dirumah ibu sendiri. Pasti warung makan ini akan terkenal." ucap Fina.

"Benarkah?" tanya Riana.

"Iya. Itu nama yang bagus kok." jawab Alina.

"Baiklah! Jadi sudah diputuskan namanya "waroeng makan ibu" ya!" ucap Dita.

...****************...

Keempat gadis itu tampak antusias mengurus warung makan mereka. Riana juga tampak senang karena satu persatu pesanan katering telah berdatangan lagi. Tante Salma dan lainnya sekarang tampak sibuk di dapur kembali.

Oh iya, Riana juga sudah membeli lahan untuk tempat usaha katering yang sebelumnya mereka sewa. Kebetulan pemilik lahan juga ingin menjual tanah miliknya karena butuh uang.

Semua itu berkat dana investasi yang diberikan oleh Ervin kepadanya.

Ervin memberinya kebebasan untuk menggunakan uang sebanyak yang ia butuhkan. Tetapi ia juga tidak seenaknya sendiri. Ia benar-benar menggunakan uang seperlunya.

Ia juga rutin melaporkan kepada Ervin tentang semuanya.

Karena hal ini juga ia jadi semakin sering bertemu dengan Ervin di kantornya.

Namun ketika suatu hari ia berkunjung ke kantor Ervin, Rachel menghampirinya dan mengatakan sesuatu padanya.

"Hei, gadis tak tahu malu, apa kamu suka pada tuan Ervin?" tanyanya mengejutkan Riana.

...****************...

1
SANG
Sembilan belas bunga untuk mu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Bintang lima untukmu dek semangat terus pantang mundur. Keren habis deh, cocok banget, mantap banget, beken deh...
SANG
Cucok banget💪👍
SANG
Keren habis💪👍
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Asyiknya💪👍
SANG
Makin tambah seru nih💪👍
SANG
Lanjut ya dek💪👍
SANG
Mampir lagi ya dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iklan untuk mu dek💪👍
SANG
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
SANG
Bunga untukmu dek💪👍
SANG
Berlanjut terus dengan sebuah bunga untukmu Thor/Rose/
SANG
Lanjutkan aksimu Thor💪👍
SANG
semangat terus pantang mundur💪👍
SANG
like iklan plus komen💪👍
SANG
Makin asik, tambah asik💪👍
SANG
Makin tambah seru nih💪👍
SANG
🍒 seru dan menarik💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!