NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Keesokan harinya, matahari pagi menyambut Jakarta dengan kehangatan yang bersahabat. Arumi berdiri di depan cermin, merapikan hijabnya dengan telaten. Meskipun wajahnya masih sedikit pucat, ia memutuskan untuk tetap masuk mengajar hari ini karena merasa kondisinya sudah jauh lebih membaik setelah beristirahat penuh semalaman.

Ayu yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan yang ia buat di kontrakannya langsung berkacak pinggang begitu melihat sahabatnya sudah rapi dengan seragam gurunya.

"Rum, kamu ini keras kepala sekali, sih! Baru juga baikan sedikit, sudah nekat mau mengajar lagi," omel Ayu dengan guratan cemas yang jelas di wajahnya. "Ingat ya, jangan terlalu capek dan memforsir tenagamu lagi. Kalau di sekolah merasa pusing, langsung izin ke ruang UKS, mengerti?"

Arumi terkekeh pelan melihat perhatian sahabat barunya itu. "Iya, Mbak Yu sayang... Aku tidak akan memaksakan diri, kok. Lagipula aku sudah libur dua hari, aku merasa punya tanggung jawab besar."

*

*

Di jalan raya yang cukup padat, berita tentang Arumi yang sudah masuk mengajar hari ini ternyata langsung mendarat di telinga Zaky melalui informannya. Bukannya tenang, Zaky justru semakin dirundung rasa khawatir. Ia tahu betul bagaimana watak Arumi yang selalu mementingkan tugasnya sebagai guru di atas kesehatannya sendiri.

Pagi itu, saat mengantarkan Azzam dan Azzura ke sekolah menggunakan mobilnya, Zaky mendadak membelokkan kemudi ke arah sebuah toko kue premium di kawasan Jakarta Selatan. Toko tersebut terkenal menyediakan aneka kue sehat organik dan rendah gula. Setelah memilih beberapa saat, Zaky memutuskan membeli bolu jahe hangat dan kue buah pir kukus kombinasi yang sangat baik untuk memulihkan stamina dan melegakan tenggorokan pasca flu.

Begitu kembali ke dalam mobil sambil membawa tote bag kertas berlogo toko tersebut, Zaky menyerahkannya ke kursi belakang.

"Anak-anak, nanti sesampainya di sekolah, tolong berikan kue ini untuk Bu Arumi, ya. Soalnya Bu Arumi kemarin sempat sakit," ujar Zaky dengan nada suara yang sengaja dibuat sedatar mungkin, meski matanya terus melirik kaca spion tengah untuk melihat reaksi anak-anaknya.

Azzam dan Azzura spontan terkejut mendengarnya. Mereka saling berpandangan dengan mata membelalak bulat.

"Hah? Bu Arumi sakit, Pah? Kok bisa?" tanya Azzura, nada suaranya mendadak berubah panik. "Apa... apa karena Bu Arumi kelelahan ya, Pah, gara-gara hari Sabtu kemarin harus mengajar les tambahan buat kami di rumah?"

Zaky menghela napas pendek, berpura-pura mengangguk bersalah. "Sepertinya begitu, Sayang. Papah juga jadi merasa bersalah sekarang. Makanya, kue itu untuk membantu memulihkan kondisinya."

Mendengar hal itu, rasa bersalah langsung menyelimuti hati si kembar. Mereka meminta sang ayah untuk melajukan mobil lebih cepat karena ingin segera memastikan kondisi guru kesayangan mereka.

Setibanya di area parkir depan gerbang sekolah, Zaky tidak langsung menurunkan anak-anaknya. Pria itu menyempatkan diri turun dari mobil sejenak, mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari sosok yang sedari tadi mengusik pikirannya.

Tak berselang lama, sebuah motor matik yang sangat ia kenal perlahan memasuki area parkir sekolah. Begitu pengendara motor itu membuka helmnya, tampaklah wajah Arumi. Zaky seketika menghembuskan napas lega.

Pria itu berdiri bersandar di pintu mobilnya, terus memandangi Arumi dengan tatapan mata yang begitu dalam, teduh, dan sarat akan kerinduan yang teramat besar. Azzam yang saat itu baru keluar dari pintu mobil, tidak sengaja menangkap basah arah pandang sang ayah. Ia memperhatikan bagaimana mata ayahnya berbinar dengan cara yang tidak biasa saat menatap wali kelasnya itu.

'Sepertinya... ada yang aneh sama Papah,' batin Azzam penuh selidik, mulai merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh ayahnya.

Namun, rasa khawatirnya pada Bu Arumi mengalahkan rasa penasarannya. "Ayo, Ra! Kita samperin Bu Arumi!" ajak Azzam.

Azzam dan Azzura langsung berlari kencang menghampiri Arumi yang baru saja merapikan motornya, sambil membawa tote bag kue pemberian ayah mereka. Sebelum anak-anak itu sampai, Arumi sempat menatap sekilas ke arah Zaky yang berdiri di kejauhan. Tak disangka, Arumi melemparkan sebuah senyuman tipis namun sangat manis ke arah pria itu.

Mendapat perlakuan semanis itu dari Arumi di pagi hari, jantung Zaky berdesir hebat. Ia refleks mengulum senyum bahagianya. Karena tak ingin kecurigaan Azzam semakin mendalam, Zaky buru-buru masuk kembali ke dalam mobil dan melesat pergi dengan terburu-buru menuju perusahaannya dengan perasaan yang melambung tinggi.

Di koridor sekolah, Arumi menyambut kedatangan si kembar yang napasnya sedikit terengah-engah karena berlari.

"Bu Guru! Maafkan kami ya, gara-gara Ibu harus memberikan les tambahan untuk kami kemarin, Ibu jadi jatuh sakit begini," ujar Azzura dengan wajah cemberut menahan rasa bersalah yang teramat sangat.

Arumi tersenyum hangat. Ia melangkah mendekat, lalu mengusap lembut kepala Azzura yang tertutup topi sekolah.

"Tidak perlu ada yang disalahkan di sini, Azzura. Kondisi Ibu memang sudah kurang fit dari hari-hari sebelumnya, dan Ibu saja yang keras kepala memaksakan diri untuk tetap mengajar."

"Tapi tetap saja, Bu, kami jadi merasa tidak enak..." timpal Azzam yang biasanya jaim, kini ikut memasang wajah bersalah. Ia kemudian menyodorkan tote bag di tangannya.

"Oh iya, Bu Arumi. Ini ada kue dari Papah. Kata Papah, kue ini sangat bagus untuk Ibu yang habis sakit terkena flu berat."

Arumi menerima tote bag berisi dua kotak kue sehat tersebut. Sentuhan hangat jahe dan aroma buah pir kukus seolah menguar dari dalamnya, membawa kembali ingatan akan pengakuan jujur Zaky di kontrakannya kemarin. Hatinya menghangat.

Arumi menatap Azzam dan Azzura bergantian dengan binar mata yang berseri-seri.

"Wah, terima kasih banyak ya. Nanti kalau Papah kalian telepon atau saat pulang ke rumah, tolong bilang makasih banyak sama Papah kalian, ya!" ujarnya sembari melemparkan senyuman paling manis yang membuat si kembar ikut tersenyum lega.

*

*

Pagi itu di gedung pencakar langit kawasan Sudirman, suasana di lantai eksekutif mendadak terasa berbeda. Zaky melangkah tegap memasuki area kantornya dengan setelan jas formal yang melekat sempurna. Biasanya, sang Presdir selalu bersikap dingin, kaku, dan tanpa ekspresi bak kanebo kering yang siap membuat nyali para karyawan ciut. Namun pagi ini, sebuah senyuman cerah tak kunjung pudar dari wajah tampannya.

Arya, asisten pribadi setianya yang mengekor di belakang sambil membawa tablet digital, sampai dibuat menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Ia menatap punggung bosnya dengan binar mata jenaka.

"Kekuatan cinta memang maha dahsyat ya," gumam Arya sangat pelan agar tidak terdengar, sembari menyunggingkan senyum lega. "Tuan Zaky yang selama dua belas tahun ini seperti mati suri, kini bisa bangkit kembali. Semua ini berkat Bu Arumi... Syukurlah, tugasku menghadapi beruang kutub sekarang jadi lebih ringan!"

Sembari berjalan menuju ruang kerja utama, Arya mulai membacakan agenda kerja dan pertemuan penting yang harus dihadiri Zaky hari ini. Namun, baru setengah jalan Arya menjelaskan jadwal, Zaky mendadak menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk ruangannya. Ia berbalik badan menghadap sang asisten.

"Arya, boleh aku bertanya sesuatu padamu? Ini di luar urusan pekerjaan," ujar Zaky, suaranya terdengar agak canggung dan sedikit gugup.

Arya segera menurunkan tabletnya dan menegakkan posisi berdiri. "Silakan, Tuan. Apa yang ingin Tuan tanyakan? Saya akan coba menjawabnya."

Zaky berdehem pelan, membetulkan letak dasinya untuk menutupi rasa salah tingkahnya. "Jika... jika seseorang yang semula bersikap sangat dingin, jutek, dan selalu menjaga jarak, namun tiba-tiba saja hari ini orang itu bersikap baik... bahkan sampai melemparkan senyum tipis kepada seseorang yang sudah sering ia perlakukan ketus seperti itu... Menurut analisismu, biasanya kenapa ya?"

Mendengar pertanyaan bernada konsultasi cinta dari bos besarnya, Arya spontan menahan tawa. Senyum geli langsung terukir jelas di wajah sang asisten.

"Wah... kalau menurut analisis saya, itu tandanya rasa benci dan tidak suka yang selama ini membentengi hati orang tersebut sudah mulai memudar, Tuan," jawab Arya mantap. Ia sengaja menjeda kalimatnya, lalu menatap Zaky dengan tatapan menggoda. "Pertanyaan ini... apakah ada kaitannya dengan perkembangan hubungan Tuan dengan Bu Arumi?"

Glek!

Zaky refleks menelan ludahnya mendengar tebakan Arya yang terlampau jitu. Pria berkuasa itu mendadak menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Wajahnya yang biasa berwibawa kini berubah menjadi salah tingkah layaknya seorang remaja yang ketahuan menyukai lawan jenisnya.

"Sepertinya... kau sudah tahu jawabannya lebih dulu sebelum aku menceritakannya ya?" gumam Zaky pasrah.

Arya terkekeh pelan, merasa menang. "Tuan, saya ini sudah mendampingi dan mengenal Tuan selama bertahun-tahun. Selama ini, satu-satunya wanita yang sering Tuan bahas dan Tuan pantau perkembangannya bersama saya kan pasti tentang Bu Arumi. Jadi, melihat senyum Tuan pagi ini, saya berani bertaruh kalau hubungan Tuan dan Bu Arumi sudah semakin membaik!"

Mendengar penuturan blak-blakan dari asisten kepercayaannya itu, pertahanan jaim Zaky runtuh seketika. Ia kembali tersenyum sangat lebar hingga deretan giginya terlihat. Zaky bahkan sampai tersipu sendiri di depan pintu ruang kerjanya saat ingatan di kepalanya kembali memutar ulang bayangan senyuman tipis nan manis yang dilemparkan Arumi kepadanya di halaman sekolah tadi pagi. Langkahnya menuju meja kerja kini terasa begitu ringan, dipenuhi oleh bunga-bunga harapan masa depan.

Bersambung...

1
aristi
wow Brebes itu kampungku thor😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, apa kabar warga Brebes 🤗
total 1 replies
Nar Sih
pilihan yg tepat zaky,buruan temuin ayu minta tolong pada nya dia pasti tau sebab mslh kamu knpa arumi berubah pada mu
Nar Sih
jgn menyerah zaky,cri tau sebab arumi berubah
mimief
hayooo Zaki
sekarang si tinggal terserah lu
masih mau ga berjuang
Arumi mah udah pasrah Ama takdir
toh...gw juga bisa kok selama ini tanpa lu
mimief: lanjut Thor 🤭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Zaky........dari dulu sampai sekarang kenapa otakmu lemot dan kau nyonya Maya yang sombong yang membiarkan anaknya Zaky menjadi duda karatan dan tak tersentuh, hadeuh dasar si nyonya ogeb/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah duda karatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
mamayasna
syuuliitt dahh
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
neny
selidiki ath zaky. atas apa yg terjadi sm arumi,mengapa sikap nya berubah,,tanya sm ayu,,km kan pintar,masa gtu ajh mesti dikasih tau
neny: ya iya lah,,hanya bertanya tanya dlm hati doang mah gk akan ada jawaban nya🤣🤣
total 2 replies
Teh Euis Tea
Zaky, ibumu biang keroknya, ibumu jg yg nyekokin biar km ga nikah lg
dasar nenek lampir
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh, mak lampir 🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah Zaky engg tau dong ibunya udh ngelabrak Arumi yah
Teh Yen
duh yg CLBK (cinta lama bersemi kembali) brasa muda kembali sampe.engg sadar senyum" sendiri hihii 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
zaky ..cri tau sja knpa sikap arumi berubah ,dan itu grgr ibu mu
Nar Sih
jatuh cinta berjuta rasa nya ,kebayang,,bila ngk jumpa 😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
ya ampun Bu Maya bkn Arumi loh yg deketin putramu tp si Zaky sendiri yg msh ngejar Arumi
Arumi lawan jgn diam aj, cabein aj mulut kotor Bu Maya klu ga berani suruh othor yg maju duluan ntar aku bantuin doa dari jauh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, aku di tumbalin 🤣🤣🤣/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
total 1 replies
mimief
gas yu...yg model beginian mah jangan kasih kendor 🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh siap 🤣🤣
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayolah Ayu jaga Arumi dari kekejaman mulutnya nyonya Maya,kalau dia menyakiti Arumi lawan Ayu jangan diam aja udah terlalu banyak penderitaannya Arumi akibat nyonya Maya karena fitnahnya Citra
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😄
total 1 replies
neny
sabar ya rum,,nanti jg kebenaran akan terungkap,,cepat atau lambat,,semangat💪😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat juga kak 😀
total 1 replies
Teh Euis Tea
baru di senyumin Arumi aj udah serasa dunia milik km sendiri Zaky 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu dia, apalagi klo yg lain, bisa pingsan 🤣🤣
total 1 replies
neny
ter arumi arumi...🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh kak🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
Nar Sih
arumi hati,,zaky emg serius sama kmu tpi ibu nya ngk suka dgn mu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!