WARNING!!!!!
[Karya ini akan menguras emosi. Tidak suka #KDRT atau #PELAKOR skip jangan baca. Kecuali ingin tahu akhir kisah para pelaku.]
Kevin terpaksa menikahi Aura karena permintaan papanya sebelum meninggal. Setelah pernikahan itu terjadi Kevin kerap melakukan KDRT kepada Aura. Istrinya hanya sebatas untuk pelampiasan napsu birahinya saja. Selain itu Kevin juga menikahi sang kekasih—Mariska—dan menambah penderitaan bagi Aura.
Kehidupan Aura mengalami pasang surut dalam hubungannya dengan Kevin. Aira, putri satu-satunya dianggap sebagai anak pembawa sial oleh Kevin.
Akankah Aura bisa terlepas dari jerat kehidupan rumah tangga seperti ini dan mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Mencari Bukti Baru
Bab 25
Aura melaporkan kasus KDRT yang dilakukan oleh Kevin. Dia hanya punya bukti hasil visum dan foto-foto dirinya yang banyak luka lebam.
"Apa rumah-rumah di komplek tempat kamu tinggal dahulu memasang kamera CCTV?" tanya Lazuardi sambil menggandeng tangan Aura keluar dari kantor polisi.
"Sepertinya rumah mereka memasangnya. Kenapa?" tanya Aura.
Terlihat binar dari wajah Lazuardi. Dia berharap akan menemukan bukti lainnya untuk menjerat Kevin.
"Siapa tahu saat kamu diusir oleh mantan suamimu itu terekam kamera CCTV dari rumah tetangga," jawab laki-laki berkulit kuning langsat.
Otak Aura berpikir, apa bisa hal itu terjadi? Selama ini dia tidak pernah melihat ke arah mana kamera CCTV di rumah Kevin. Apakah kamera dari rumah tetangganya juga bisa melihat halaman depan rumah mantannya itu.
"Ayo, kita cari sebanyak mungkin bukti untuk keadilan dirimu," ujar Lazuardi sambil membukakan pintu mobil.
Akhirnya Aura dan Lazuardi masuk ke komplek perumahan. Saat di gerbang para penjaga dikejutkan oleh Aura yang datang dengan laki-laki yang asing bagi mereka. Mereka diizinkan masuk setelah Aura bilang diundang oleh Kevin untuk membicarakan masalah perceraiannya.
"Itu rumah milik siapa?" tanya Lazuardi saat melihat rumah yang tepat ada di depan rumah Kevin.
"Itu rumah Bu Monik. Orangnya baik, tetapi suka kepo," jawab Aura.
Bagi Lazuardi tidak masalah, yang penting dia bisa mendapatkan barang bukti baru. Agar bisa menjerat Kevin dan masukannya ke dalam penjara.
Aura menunggu di dalam mobil dan Lazuardi turun untuk menekan bel. Tidak lama terlihat seorang pembantu yang bekerja di rumah Bu Monik, namanya Sintia. Wanita dewasa itu sebelas dua belas dengan majikannya. Selalu penasaran dengan permasalahan orang lain.
"Cari siapa, ya?" tanya Sintia.
"Apa benar ini rumah Bu Monik?" tanya Lazuardi balik.
"Iya, benar, Pak. Ada perlu apa?" Sintia terlihat memindai Lazuardi.
"Ada sesuatu yang penting yang harus aku katakan langsung kepada Bu Monik."
Seperti terhipnotis oleh wajah dan senyuman Lazuardi yang tampan, Sintia pun membukakan pintu gerbang. Laki-laki itu masuk ke dalam rumah seorang diri karena Aura akan mencoba mendatangi rumah Pak Raden yang ada di samping rumah Kevin.
'Belum ada satu bulan sejak meninggalnya Aira. Semoga saja ada rekaman CCTV yang mengarah ke halaman samping,' batin Aura.
Wanita itu yakin kalau ada yang memasukan Aira ke dalam kolam renang anak. Karena tidak mungkin Aira bisa masuk ke dalam kolam berjalan saja belum lancar, apalagi sampai berjalan dan membuka handle pintu yang jelas-jelas sudah dia kunci sebelumnya.
Lazuardi duduk dengan santai sambil menunggu tuan rumah yang sedang menyiapkan diri mau pergi ke acara arisan. Rumah Bu Monik berukuran cukup luas jika dibandingkan dengan rumah milik Kevin. Perabotannya juga terlihat mahal-mahal dan antik.
"Kamu siapa?" tanya Bu Monik begitu melihat Lazuardi dengan duduk sambil menundukkan kepala.
Mendengar suara wanita, Lazuardi mengangkat kepalanya. Terlihat seorang wanita paruh baya yang bertubuh gempal menatap kepadanya.
"Kenalkan, Bu. Saya, Lazuardi Adiwijaya. Datang ke sini karena ingin minta tolong sama Ibu," jawab Lazuardi dengan sopan.
Laki-laki itu berdiri sambil mengulurkan tangan. Bu Monik menyambutnya dengan baik.
"Adiwijaya? Apa kamu anak Aslan Adiwijaya?" tanya Bu Monik yang wajahnya terlihat terkejut.
Wanita paruh baya itu menelisik wajah Lazuardi dengan intens. Ada kemiripan wajah Lazuardi dengan laki-laki yang dikenal olehnya itu.
"Ibu kenal sama Papa saya?" Lazuardi tidak menyangka kalau bapaknya yang sudah meninggal lama masih ada yang ingat namanya.
"Jadi, kamu beneran anak Aslan dan Lembayung?" tanya Bu Monik dengan semangat.
Senyum lebar terlukis di wajah Bu Monik. Wanita itu kini terlihat sangat ramah.
"Benar, Bu. Anda kenal dengan kedua orang tua aku, ya?" Lazuardi tidak menyangka kalau tetangganya Kevin.
Bu Monik adalah salah satu adik kelas Aslan saat kuliah dahulu. Dia begitu mengagumi kakak seniornya itu. Namun, orang itu sudah mempunyai seorang kekasih yang merupakan sahabat baiknya.
Kisah cinta mereka menjadi inspirasi para mahasiswa. Apalagi saat Aslan divonis mengalami penyakit gagal ginjal. Lembayung yang merupakan primadona di kampus mengajak Aslan menikah dengannya. Wanita itu selalu setia menemani suaminya saat melakukan pengobatan.
Bu Monik menanyakan maksud kedatangan Lazuardi ke rumahnya. Karena tidak ada angin atau hujan yang membuatnya datang tanpa sebab.
"Kalau boleh, saya ingin melihat rekaman CCTV halaman yang mengarah ke depan," kata Lazuardi mengutarakan maksud kedatangannya.
"Rekaman CCTV? Untuk apa?" tanya Bu Monik penasaran.
"Aku dan Aura sedang menyelidiki kematian Aira," jawab Lazuardi jujur.
Terlihat ekspresi wajah Bu Monik yang terkejut. Semua orang di komplek itu tahu kalau Aura sudah lalai menjaga putrinya dan menyebabkan Aira sakit lalu meninggal.
Lazuardi akhirnya menceritakan apa yang Aura ceritakan kepadanya. Laki-laki itu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aura. Sebab, wanita itu tidak pernah membohongi dirinya.
"Baiklah, aku akan izinkan kamu memeriksa rekaman CCTV itu," kata Bu Monik dan itu membuat Lazuardi senang.
***
Mariska duduk manis di kantor butiknya. Dia sedang membuat konten yang sering dia upload di akun media sosial miliknya. Memiliki jutaan followers yang loyal kepadanya membuat wanita itu dipuja banyak orang.
Hati dia sedang gembira karena sebentar lagi Dia akan menjadi milik Kevin satu-satunya. Wanita itu begitu menantikan perceraian antara sang suami dengan kakak madunya.
"Jika mereka sudah sah bercerai, aku akan mendaftarkan pernikahan kami, nanti. Dengan begitu aku akan dikenal oleh orang sebagai Nyonya Kevin," kata Mariska bermonolog.
"Ngomong-ngomong si babu sekarang berada di mana, ya? Apakah dia masih hidup?" Wanita itu bertanya-tanya.
Terdengar bunyi panggilan lewat handphone miliknya. Senyumnya langsung mengembang saat melihat nama yang dia rindukan saat ini.
"Halo, Sayang." Mariska bicara dengan nada manja dan menggoda.
"Malam ini seperti aku tidak bisa. Bagaimana kalau sekarang saja?"
Senyum wanita itu tidak pudar sejak bicara dengan orang di seberang sana. Pancaran matanya memperlihatkan perasaan dia yang sedang merasa bahagia.
"Benarkah itu? Ini sudah saatnya kamu maju. Aku akan selalu mendukung kamu. Apa pun akan aku lakukan agar kamu menjadi lebih hebat darinya."
Mariska bicara sambil membereskan meja kerja dan tas jinjing miliknya. Dia pun beranjak dari ruangan itu.
"Tenang saja. Aku tahu apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa naik jabatan. Asalkan hubungan kita tetap terjalin dengan baik."
"Perceraian? Tentu saja sudah aku urus semuanya. Jangan sampai harta keluarga suamiku jatuh ke tangan si babu itu."
"Aku otw ke apartemen kamu sekarang!"
***
aku udh curiga sm aldo sejak dia nanya dari mana mama kevin tau hubungan kevin sm mariska trus dia bilang mgkin aura yg ngasih tau krn cemburu