NovelToon NovelToon
Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

"Dewa Penulis... kenapa Kau bikin kami hidup, tapi gak kasih kami arti?" — Lord Valgus, Penyihir Jahat

Gue Leon, dan gue yang bikin dunia ini. Gue yang nulis siapa hidup, siapa mati, siapa kuat, siapa lemah. Tapi gue ngelakuinnya santai banget, asal ketik aja di keyboard. Buat gue, ini cuma cerita hiburan doang.

Sampai akhirnya gue malah terjebak masuk ke dalam cerita itu sendiri.

Ternyata, jadi penulis itu gak enak ya kalau ceritanya sendiri berantakan. Kerajaan megah tapi bentuknya aneh, tokoh-tokohnya punya perasaan sendiri di luar naskah, terus musuh utama malah pengen bunuh gue karena ngerasa hidupnya cuma dipermainkan.

Sekarang gue gak cuma nulis cerita lagi. Gue harus hidup di dalamnya, benerin semua kesalahan gue, dan bikin akhir cerita yang adil buat mereka... sebelum gue dihukum sama karya gue sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22. apakah sebelumnya hanya sebuah mimpi?

Setelah tersadar dari komanya, Leon langsung dipindahkan ke ruang rawat inap dan kondisinya masih terus dipantau ketat oleh dokter. Begitu Bu Ina siuman dan diberi kabar bahwa anaknya telah sadar, ia seketika bergegas menuju kamar rawat Leon.

Dengan langkah terburu-buru, Bu Ina membuka pintu. Karena tergesa-gesa, ia tidak sengaja membukanya terlalu kuat hingga terdengar bunyi bantingan yang keras. Leon dan Pak Indra yang sedang berada di dalam ruangan pun langsung menoleh ke arah sumber suara itu.

Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Bu Ina mendekati anaknya yang duduk di atas brankar, lalu langsung memeluknya dengan sangat erat.

"Terima kasih, Nak… terima kasih sudah tidak meninggalkan Ibu," ucapnya dengan suara parau. Air matanya mengalir deras membasahi pipi, dan pelukannya semakin dipererat, seolah-olah ia sangat takut jika anaknya akan pergi lagi darinya.

Leon pun langsung membalas pelukan itu dengan tak kalah erat. Sungguh, ia sangat merindukan ibunya. Setelah melepaskan pelukan itu, Bu Ina menatap wajah putranya lekat-lekat, lalu tangannya terulur mengelus rambut Leon yang kini terasa cukup panjang.

Memang, Leon sangat merindukan kedua orang tuanya. Namun di dalam hatinya, rasa bingung masih menyelimuti pikirannya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa ia bisa berada di rumah sakit dan dinyatakan koma selama bertahun-tahun? Bukankah sebelum ia merasa pindah ke dunia ceritanya, ia sedang duduk tenang di kamar kosnya? Lalu mengapa saat ia kembali, ia justru terbangun di tempat ini?

Bu Ina yang sedari tadi menatap wajah putranya segera menyadari perubahan raut wajah Leon yang tampak berbeda.

"Kenapa, Nak? Apa ada yang terasa sakit?" tanya Bu Ina dengan nada cemas.

Leon langsung menggelengkan kepalanya. "Enggak, Bu. Leon cuma bingung aja. Kenapa Leon ada di rumah sakit? Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah tadi Leon cuma ada di kamar kos?" tanyanya dengan wajah yang masih penuh kebingungan.

Alis Bu Ina dan Pak Indra otomatis berkerut mendengar pertanyaan anak tunggalnya itu.

"Kos apa maksudnya, Nak? Jelas-jelas kamu nggak pernah ngekos," sahut Pak Indra, yang langsung dibenarkan oleh istrinya.

"Iya benar, Nak. Kamu itu nggak pernah ngekos. Dan kamu benar-benar nggak ingat sama sekali kenapa bisa sampai di rumah sakit?" tanya Bu Ina, namun Leon hanya menjawab dengan menggeleng pelan.

Bu Ina langsung menoleh ke arah suaminya dengan wajah mulai panik. "Pak... jangan-jangan anak kita hilang ingatan?"

Pak Indra pun ikut khawatir dan segera menekan tombol panggil yang terpasang di sisi brankar. Tak lama kemudian, dokter beserta dua orang suster masuk ke ruangan itu. Pak Indra langsung menjelaskan apa yang baru saja terjadi, dan dokter pun mulai memberikan penjelasannya.

"Begini, Bapak, Ibu. Pasien bernama Leon Arleno ini baru saja terbangun dari masa koma yang berlangsung selama lima tahun. Kemungkinan besar ada sebagian memori di otaknya yang hilang atau terputus, namun ini sifatnya sementara, bukan permanen. Nanti kalau kondisi kesehatannya sudah semakin membaik dan stabil, ingatannya akan muncul kembali dengan sendirinya. Jadi kami mohon, tolong jangan memaksa pasien untuk mengingat sesuatu yang belum ia ingat. Hal itu justru bisa memperparah kondisi amnesianya."

Setelah mendengar penjelasan dokter, kedua orang tua Leon pun menghela napas lega. Namun lain halnya dengan Leon, ia hanya diam sambil termenung. Di dalam ingatannya, berbagai peristiwa mulai berputar kembali.. bermula dari saat ia pertama kali masuk ke dalam dunia cerita yang ia tulis sendiri, hingga momen saat ia bertemu dengan Liora, Zarek, dan Valgus, serta segala masa kebersamaan yang terjalin, terutama dengan Liora. Di dalam benaknya, satu pertanyaan besar muncul...apakah semua ini yang ia alami itu hanyalah sebuah mimpi belaka?

1
Sarah
Ini karya yang bagus sih, Kak Anggita. Aku suka sama pesan tentang menerima takdir dan Leon yang akhirnya sadar tempatnya itu di dunia nyata. Aku juga suka sama endingnya yang kerasa adem banget terus penuh dengan pesan saling memaafkan juga. Aku juga suka sama proses tentang sihir Reza itu yang akhirnya beneran ditunjukkan awal mulanya. Saran aku sebagai pembaca bener-bener ditampung dan dipertimbangkan. Ceritanya santai dan ringan banget. Aku pasti bakal rate sih, Kak. Meski bukan sekarang. 👍
Sarah
Nah ’kan~
Aku sudah mencium baunya. /Doge/
Sarah
Laki-laki juga boleh nangis, kok. Kalian kan juga manusia. Cuma turun-turunin ego aja~
(Dan jangan di tempat umum juga sih~) 😌
Sarah
Ia, tempatmu di sini, Leon. Kecuali kalau kamu bener-bener mati di dunia nyata terus isekai. Jodohmu cari yang satu dimensi aja. 😂
Sarah
Sejak awal juga sebenarnya aku bingung...
Nanti kalau Leon jadi sama Liora... gimana??
Tinggalnya dimana?
Terus kalaupun ada jembatan antara dua dunia... bingung juga sih...
maksudku...
Di dunia cerita dia beristri, putri dari kerajaan cahaya pula.
Sementara di dunia nyata ibu-ibu masih suka nanya, “Leon kapan nikah?” 😭
Sarah
Baru tau kekuatan dukun bisa untuk isekai... mau juga dong... 😭
Sarah
Meskipun aku kritik bukan berarti aku benci yah.
Semangat yah, aku kasih 2 bunga deh./Rose/👍
Sarah
Sayangnya kematian Liora masih terasa kurang emosional. Kurang pendalaman emosi sama reaksi karakter lain (selain Leon. Zarek, Valgus, Raja, semuanya juga orang terdekat Liora. Padahal mereka orang yang bahkan lebih lama bersama Liora, Tapi yang di highlight paling terpukul... Leon doang. Zarek reka Liora sejak lama, Valgus... dulunya musuh tapi sekarang temannya juga, Raja... ya... bayangin aja, putri kesayangan lu satu-satunya mati di hadapan lu. Harusnya yang paling terpukul gak cuma Leon doang. Reaksi karakter lain gak langsung tegar dan suruh Leon balik. Masih ada tahap renungan dulu pasca tubuh Liora memudar.)
Mana scene pas matinya itu kayak masih berada cepet banget.
Paling kekurangan besar cerita ini... dramanya sih.
(Ya... lain kali aja aku jabarkan lebih jelas soal ini.)
Sarah
Aku jadi bertanya-tanya lagi, Leon ini sebenarnya penulis hebat atau amatir sih? Kalau di bilang yang udah jago rasanya gak mungkin deh. Karena ya... dunia cerita dia ajak se-gak jelas itu. Dan jujur tokoh-tokoh di dunia ceritanya Leon masih kerasa kaku kurang natural dan ada vibe klise nya juga. Tapi, dipuji guru yah?... bagus dong tulisannya.
Atau apakah gini...
Tulisan yang dimaksud kayak tulisan yang tugas-tugas gitu, tapi kalau buat nulis novel masih belum...?
Sarah
Gue pikir bakal di bogem. Untung kagak. Biasanya kan gitu di cerita-cerita film/novel. 😂
Ya... meskipun emang salah, kalau dia langsung nge-bogem juga Dimas jadi ikutan salah. Bayangin aja baru bangun, masih di RS, terus dipukul. /Facepalm/
Sarah
Kamu masih punya ortu dan temen-temenmu, Leon...
Sarah
Wait, meskipun aku gak terlalu sedih sih tapi... agak gak nyangka juga dia bakal mati sekarang. 😦😮
Sarah
Jangan lupa mie instan, Bang~ 😌
Sarah
Mon maap, Leon udah berapa hari di dunia cerita yah? Takut gak bisa balik eyy. Asaan udah lamaa. /Scowl/
Sarah
Nama, thor. Biasakan huruf awal kapital.
Sarah
Masa selamanya? Nanti layu dong. 😂
Wulandari Ayuningtyas
Semangat thor💪
Ananda Anggit: semangat💪💪
total 1 replies
Sarah
Kalau menurutku... Bimo emang gak sejahat itu sih, dia iri aja itu mah. Coba pikirin deh, 5 tahun koma... tidak sadarkan diri, titik paling tak berdaya, itu bukan waktu yang singkat lho. Dalam jangka waktu itu kalau Bimo mau, dia bisa aja bunuh Leon. Diam-diam tinggal cabut alat-alat rumah sakit yang ada badannya, atau bisa lewat cara apa aja asal diam-diam. Udah deh, bisa wassalam itu Si Leon. Tapi meski 5 tahun, tapi dia gak ada niatan bunuh Leon. Padahal itu waktu yang panjang banget untuk merencanakan sesuatu...
Sarah
Tapi, aku masih bertanya-tanya... soal Leon yang awalnya ingetnya dia anak kost dan sebelum masuk cerita dia lagi di kamar kost-an. Padahal nyatanya dia sama sekali gak pernah nge-kost?
Sarah
Nah, mulai lebih make sense nih. Good job. 👍😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!