Seorang Laki-laki yang mencintai Gadis cantik yang dimana seorang gadis itu Adalah Wanita Favorit nya dari masa lalu sampai sekarang, Namun sayang nya gadis cantik itu Telah mengalami kecelakaan bullying dari sekolah lamanya sampai mengalami ketakutan yang berlebihan sampai-sampai gadis cantik itu amnesia, dan melupakan baskara. Apakah Gadis cantik itu Akan kembali mengingat baskara? atau tidak?! dan siapakah Gadis cantik yang menjadi Favorit baskara??
dari pada kalian penasaran sama alur ceritanya mending yukk Baca kisah Antara Baskara Dan seorang gadis cantik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeniii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Wanita Paruh Baya
Setelah kejadian kemarin, begitu kedua orang tua aeni mengetahui bahwa masa lalu baskara telah kembali kepada nya, membuat Rion sang ayah merasa sangat tidak terima dengan perlakuan baskara kepada putri kesayangan nya itu.
Memang sa dari awal, rion sang ayah dia memang tidak menyukai baskara.
Namun melihat sang putri kesayangan begitu mencintai sosok baskara, rion memilih untuk menurunkan ego nya dengan perlahan lahan menerima baskara di keluar Prahawira. Tapi setelah mengetahui apa yang sudah baskara lakukan rion begitu sangat marah dengan baskara, Rion memutuskan untuk menjodohkan putrinya itu dengan anak sahabat.
"Besok keluarga nya pak Denis bakalan bersilaturahmi ke rumah kita, Usahakan menyambut nya dengan baik" ucap Rion di meja makan kepada anak dan istri nya
"Ayah tidak mau dengar alasan apapun dari kamu" Rion menunjuk ke arah aeni, "kamu harus ketemu dengan anak nya pak Denis" ucapnya lagi
"Tapi Yah, aku... Aku besok harus masuk kerja" ucap aeni sambil terbata bata
Rion menarik nafas panjang "kali ini kamu harus nurut sama perintah Ayah! " ucap Rion tegas sambil menatap aeni dengan tajam
Aeni hanya menunduk, ada rasa ingin membantah tapi dia tidak bisa.
"Untuk saat ini kamu turutin aja dulu apa yang ayah kamu bilang" Ucap bunda sheza dengan menepuk pundak pundak aeni dan pergi menyusul Rion ke dalam kamar.
Devan pun yang melihat nya, tidak bisa ikut campur, biasanya dia orang pertama yang membela aeni ketika sang ayah membentak sang adik.
Devan pun pergi meninggal aeni seorang diri di ruang makan.
Aeni hanya bisa melamun dan menerima keadaan nya dengan lapang dada.
Sedangkan Baskara dia begitu bingung dengan kondisi saat ini, ingin rasanya dia pergi ke rumah prahawira untuk menjelaskan semuanya,namun percuma dia tidak akan di terima lagi di sana.
Baskara duduk di teras rumah dengan rokok di tangan nya, dia isap dengan sangat kasar, emosi sedih kesal begitu campur aduk perasaan nya saat ini.
Gibran yang melihat baskara di teras pun merasa sedikit iba, meski dirinya merasa begitu sangat kecewa dengan baskara atas apa yang udah dia lakukan kepada aeni.
Gibran pun menghampiri baskara yang sa dari tadi hanya bengong sambil mengisap rokok
"Bas.... Mau sampai kapan lu kaya gini terus? " tanya gibran begitu saja
"Ntahlah gib, gw udah berusaha bujuk aeni bahkan gw berusaha buat jelasin semuanya tapi apa! Hasil nya nihil" ucapnya sambari memukul kursi
"Sebenernya gw juga marah sama lu bas, tapi gw juga gak bisa sepenuhnya nyalahin lu "
"Oh iya gw tadi dapet kabar dari alana kalo, si aeni bakalan di jodohin sama temen nya Om Rion" ucap gibran lagi.
"Deg"
Seketika tubuh baskara mematung begitu saja saat mendengar perkataan gibran barusan, rasanya seperti di tikam dari belakang.
Baskara pun balik badan dengan emosi yang kembali meluap "Apa yang lu bilang barusan hah! " teriak baskara sambil tangan nya ia kepal
"Ehh bro santaii... " ucap gibran sambil menahan tangan baskara yang ingin memukul nya
"Gw juga dapet info itu dari alana, tapi berita itu juga belum tentu bener kan" ucapnya lagi.
"Aghh... " teriak baskara sambil mengacak rambut nya kesal
Lalu baskara pergi begitu saja dengan motor kesayangan nya, ntah dia mau pergi kemana, perasaan nya begitu sangat campur aduk Malam ini.
Tiba tiba saja telpon baskara berdering, pertanda ada panggil masuk, (Mama) saat melihat ke layar handphone tertulis nama Mama.
Baskara pun berhenti di sebuah warung kecil di pinggir jalan, untuk menerima telpon dari sang Mama.
"Iyah hallo mah"ucapnya
" hallo bas! Mama besok pulang, kamu bisa jemput mama gak di Bendara? "Ucap mama sarah di sebrang sana
" oke, besok aku jemput"
Setelah selesai menerima telpon dari sang mama, baskara memutuskan untuk mampir ke warung kecil milik wanita paruh baya.
Wanita paruh baya itu langsung tersenyum ramah kepada baskara, dan langsung menghampiri nya "Mau pesen apa den?
Baskara pun membalas senyuman wanita paruh itu, dan baskara juga langsung memasan kopi dan gorangan saja.
Setelah pesanan yang ia pesan datang baskara langsung memakan dan meminum kopi tersebut.
Dengan hati yang hancur dan perasaan yang tidak karuan ini, baskara selalu memutuskan untuk menyendiri saja.
Tiba tiba saja wanita paruh baya itu menghampiri baskara yang sedang duduk sendiri dan melamun di luar warung milik nya.
" den"ucap ramah wanita paruh baya itu sambil menepuk pelan pundak baskara
Baskara pun menoleh ke arah wanita paruh baya itu dengan senyum ramah nya "iya ada apa mbok"ucap nya
"Ada masalah apa toh den? Keliatan nya lagi banyak masalah" ucap wanita paruh baya itu
"Nggak ada mbok" jawab baskara sambil menyeruput kopi
"Ndak apa apa den, kalo tidak mau cerita, mbok cuman ingin kamu tidak mau memendam beban sendirian" ucapnya sambil terus menepuk pundak baskara
Baskara yang biasanya dingin, dan tidak banyak bicara, namun sekarang hatinya ntahlah begitu saja merasa nyaman dengan ke hadiran nenek tua ini.
"Saya lagi ada masalah sama pacar saya mbok,ada kesalahan pahaman di antara kita berdua, namun saking marah nya, pacar saya tidak mau mendengar penjelasan saya, dan sekarang pacar saya di jodohkan sama orang tua nya. "
"Memang masalah ini salah saya, karna masa lalu saya kembali, dia jadi salah paham kepada saya" jelas baskara sambil menundukan kepalanya.
Wanita paruh baya itu hanya tersenyum kepada baskara "den, mbok paham betul dengan perasaan dan situasi kamu saat ini, tapi menurut mbok, jika kamu bener bener sayang dan cinta sama pacar mu itu, perjuangin jangan berhenti di tengah jalan.
Baskara hanya terdiam mendengarkan nasihat wanita paruh baya itu.
" den, tunjukin kalo semua itu tidak benar, yakin kan lagi, jika kalian berdua sedang berantem tidak boleh keduanya menjadi api, harus salah satu menjadi air, kasih waktu untuk sementara, biarkan pacarmu itu menenangkan diri sejenak, jika situasi nya sudah mulai membaik, nah dari situ kamu coba lagi, sampai akhirnya dia kembali ke pelukan mu" tutur wanita paruh baya itu, dengan panjang lebar menasehati baskara seperti cucu nya sendiri.
Tak terasa air mata baskara pun terjatuh begitu saja, dan baskara pun menangis di pelukan wanita paruh baya itu.
"Sudahlah den, sedih boleh tpi jangan terlalu berlebihan, Mulai sekerang tunjukin sama pacar mu itu, mbok yakin pacar mu bakalan balik lagi bersama mu" ucap nya lagi
Setelah itu baskara berpamitan dengan wanita paruh baya tersebut, dengan hati yang mulai tenang, dia kembali ke besceam.
"senyum mu indah seperti senja namun kisah kita seperti lagu serana,lalu sikap mu seperti pelangi yang datang lalu pergi dan meningal kan kenangan yang sulit di obati"
#Baskara_Narendra