Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?
===
“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”
“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”
“Masa?”
“Mahameru pantang ingkar janji.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Lihat Aku!
Bab 11
Cinta sudah berada di resto menikmati sarapan bersama Umar. Abil dan abang driver sudah keluar resto untuk merokok. Asep datang dengan piring berisi nasi goreng sama seperti milik Cinta. Kembali ke buffet mengambil secangkir kopi dan kerupuk di piring kecil.
“Langsung ke setu lagi, bang?” tanya Asep menyesap kopinya.
“Entar, briefing dulu kita.”
Cinta mengunyah, tapi pandangannya tertuju pada Eru yang baru datang langsung menuju buffet. Raut wajahnya datar dan dingin, seperti saat pertama kali datang ke tim produksi. Petugas wanita yang berjaga dan melayani di resto mencuri pandang ke arah Eru, tapi diabaikan. Agak lama berdiri di sana, mungkin bingung memilih menu.
Menatap sekeliling lalu tersenyum mendapati meja di mana Cinta berada. Dua kepribadian, mungkin itu dimiliki Eru. Bisa berubah secepat itu. Menarik kursi di samping Cinta.
“Makan lo dikit amat Ru,” ejek Asep karena piring Eru hanya berisi omelet dan capcay serta segelas orange juice.
CInta berusaha bersikap biasa, meski jantungnya kebat kebit macam lagu remix karena ulah Eru di kamar tadi yang konyol dan mesum. Kalau dipikir pria ini mulai nakal berani memegang tangan dan memeluknya.
“Nasi goreng ada udangnya,” sahut Eru menyuap omeletnya.
“Oh, alergi ya,” cetus Asep.
“Kamu alergi seafood?” tanya Cinta menoleh pada pria di sampingnya itu. Padahal berusaha cuek dan enggan menatap.
“Hm, tapi sama mbak aku nggak alergi kok,” jawab Eru setengah berbisik.
“Receh,” ejek Asep menekuni makananya. Umar yang mendengar itu terkekeh, meski sambil fokus pada ponselnya. Cinta melirik sinis kembali menyuap makanannya.
“Rokok dulu dah, nanti kita briefing di sini aja,” ujar Umar sebelum pergi.
“Siap, bang.”
Asep mengangguk, Cinta memberikan jempolnya.
“Nambah nggak mbak? Mau diambilin yang lain?”
Cinta menggeleng. “Sebenarnya pengen es matcha, sayangnya gak ada.”
“Ya elo kira-kira aja Ta. Mana ada es matcha di menu sarapan.”
“Nggak pengen aku aja mbak?”
Asep tersedak dan terbatuk mendengar ucapan Eru, sedangkan Cinta cuek saja berlagak budeg menyembunyikan senyum dan berusaha tidak baper. Ia takut kalah dan jatuh, jatuh cinta pada Eru yang mulai tengil.
“gil4, lo bercanda apa serius sih?”
“Bercanda kang, kalau beneran malah geli dengernya,” sahut Cinta.
“Baek-baek lo kayak Restu cees, ditolak sebelum menyatakan cinta. Nanti ikut dibarisan patah hati.”
“Kayaknya kalau saya nggak bakal ditolak, kang," sahut Eru dengan mode sombong.
Ponsel Cinta di atas meja berdering, rupanya panggilan dari Uwa Asih. Kerabat yang menggantikan peran orangtuanya.
“Halo, Wak,” ucap CInta lalu beranjak dari meja itu. Akhirnya ada alasan bisa menghindar dari gombalan Eru.
***
...Yess Production...
Mr. Arief : Tim 7 kondisi gimana, aman?
Mr.Arief : Tim 8?
081235xxx : Tim 8 oke. Otw lokasi kedua
Umar : Aman, briefing finalisasi lokasi 1 persiapan lokasi berikutnya
Mr.Arief : Ok
Restu : Cinta saya aman Bang @Umar ?
Mr.Arief : tanya sendirilah, ngapain numpang di sini
Restu : Biar didukung semua penghuni grup
Umar : 😁 percuma dukungan banyak kalau orangnya nggak mau didukung
Restu : Ah elah
Asep : Mending pasrah, Cinta udah otw halal
Restu : Serius?
0815678xxx : Ada di live info bentar lagi Res, lo mantengin aja
Cinta_Cuantik : bubaarrrrrrr
Mr. Arief : Ngamuk tuh orangnya
Umar : Bahaya nih, kalau nggak mood. Gue yang repot
Tim 7 sudah berada di mobil menuju Setu. Hasil briefing dan pembahasan hasil shooting kemarin, masih ada beberapa scene yang dibutuhkan. Area sekitar dan titik-titik menuju lokasi dan situasi di setu melalui perahu.
Seperti biasa, CInta mengikat rambutnya ekor kuda lengkap dengan topi. Menggunakan kaos cream sesiku dilengkapi manset tangan untuk melindungi dari terik matahari, celana kulot.
“Persiapan sebelum panas-panasan.” Cinta mengoles sunscreen di wajahnya juga di punggung tangan.
“Jelek ya jelek aja,” ejek Asep di samping kemudi. Kali ini Umar yang mengemudi.
Bugh
Cinta menendang jok yang diduduki Asep dari belakang. “Aku cantik ya, kalau nggak cantik mana mungkin News Anchor sekeran Mas Yahya naksir aku.
“Lah, dia lagi rabun. Kalo matanya awas nggak bakal gitu.”
“Teh Wulan juga rabun dong suka sama Kang Asep, mau nikah pula kalian.” Cinta membalas ejekan itu lalu tergelak.
“Gue paket lengkap Ta, makanya dia cinta sama gue. Bucin malah.”
Cinta berekspresi seperti ingin munt4h, Eru bersedekap memperhatikan. Gemas sendiri lalu ia tarik pad topi ke bawah menutup kening sampai kedua mata.
“Hih, iseng banget sih.” Melayanglah tangan Cinta ke lengan Eru yang terkekeh.
Kedua mobil itu beriringan memasuki area setu. Kali ini agak ramai, mungkin tahu ada proses shooting dari stasiun tv. Masyarakat di sekitar setu antusias ingin melihat proses itu.
“Rame yak,” cetus Cinta. “Ru, pasti kamu dipikir artis. Nanti pada minta foto deh.”
Umar berbincang dengan Abil, Asep ditemani driver mensterilkan area shooting dibantu penjaga dan petugas seru.
“Sewa bebek kayuh ah, kayaknya seru,” usul Cinta.
“Ayo. Nanti aku yang kayuh terus ku buat ngeguling, nyemplung kita.”
Cinta melirik Eru dengan tatapan sinis. “Psyco luh.”
“Romantis mbak. Nanti aku tolong terus kasih nafas buatan.”
Cinta bergidik lalu menjauh dari Eru. “Hih, level mesum mulai mengkhawatirkan.” Eru malah terkekeh geli karena keseruan menggoda Cinta.
“Ta, nggak usah pake drone. Fokus kamera besar aja!” titah Umar.
“Okeh.”
Brak
“Aaaa.”
Perhatian para pengunjung Setu yang tidak jauh dari parkiran termasuk tim 7 teralih karena motor yang akan parkir malah putar gas dan menabrak motor lain. Beberapa orang mendekat melihat kondisi itu. bahkan ada yang mengambil gambar dan video, fenomena zaman sekarang.
Pandangan Cinta seketika mengabur. Teriakan dan suara benturan itu mengingatkan kejadian lalu yang kembali bergema di kepala dengan begitu nyata. Napasnya mendadak tercekat, dadanya naik-turun dengan tidak teratur, dan seluruh tubuhnya mulai bergetar hebat.
“Mbak,” panggil Eru, tapi tidak direspon. “Cinta,” panggilnya lagi dan terheran. Padahal ia mengajaknya bicara, tapi tidak direspon.
Asep mendengar panggilan Eru bergegas menghampiri. “Ta,” pekiknya. Mengenal Cinta selama gadis itu bergabung di Yess TV, tahu trauma yang dialami.
“CInta, are you okay?” Tangan Eru menangkup wajah Cinta agar menatapnya. “Hei, lihat aku!”
Masih dengan nafas terengah, pandangan mereka bertemu. “A-ku ….”
siap2 reaksi cinta nrma ga ya kenyataan
kamu dah di kasih tau sama mamih kan dan di wanti² tentang gosip tidak enak nah ini maksudnya
harusnya kamu dukung dan restuin agar cinta dapet keluarga baru dari pihak keluarga laki². lah ini aneh² aja 😏
takut nama keluarga tercoreng,takut ini takut itu..
Takut saham hancur dan turun lebih pastinya..
tapi nggak mikir gimana cinta tidak mendapat keadilan untuk orang tuanya...
Perselisihan dan perpisahan pasti ada,tapi aku yakin cinta Eru itu tulus dan kuat.
lama lama Cinta juga akan luluh dan memaafkan Eru..
lagian bukan eru yang menabrak,mereka sama sama korban juga