Via menata kembali kehidupannya setelah orang tuanya meninggal dalam kecelakaan dan kakaknya berakhir dalam kondisi vegetatif di rumah sakit.
Saat inilah Ziga datang menawarkan sebuah pernikahan kontrak.
Apakah akhirnya mereka saling mencintai atau hanya sebatas kontrak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Ziga
"Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir, " sesal Via.
"Hmm, istirahatlah Vi, besok adalah hari yang melelahkan," titah Ziga.
"Nanti malam keluargamu akan tiba, jangan tidur terlalu malam," pesan Ziga.
Via menganggukkan kepalanya,
"Aku akan istirahat, tapi kau tidak marah ?" tanya Via tak yakin.
Ziga tak menjawab, namun pria itu menarik tubuh Via ke dalam pelukannya.
"Aku tidak marah, tapi kau tetap akan mendapat hukuman karena telah berani mengabaikanku," ucap Ziga.
Via mendongakkan kepalanya menatap mata amber milik Ziga.
Ziga menatap Via kemudian dia menundukkan kepalanya dan mengecup lembut bibir calon istrinya tersebut.
Awalnya hanya sebuah kecupan ringan, tapi mencium aroma tubuh Via membuat Ziga tak dapat mengendalikan hasratnya. Ziga pun memperdalam ciumannya.
Via yang belum siap mendapat serangan tiba-tiba dari Ziga tak dapat bereaksi, otaknya serasa kosong. Tak puas dengan ciumannya Ziga menahan tengkuk Via dan meraih pinggang ramping Via untuk merapatkan tubuh mereka. Ciumannya bertambah panas ketika Via mulai membalasnya. Mereka baru berhenti ketika masing-masing dari mereka kehabisan nafas.
Ziga melepas ciumannya, pria tersebut menempelkan keningnya di kening Via.
Via sendiri masih memejamkan matanya, jantungnya berdegup sangat kencang. Wajahnya merona karena ciuman panas yang mereka lakukan tadi.
Ziga sendiri sebenarnya tak rela melepas ciuman itu, bibir Via ibarat candu bagi Ziga. Dia terus menginginkannya lagi, lagi dan lagi. Tapi Ziga harus menghentikannya, karna jika tidak berhenti sekarang, ia khawatir tidak dapat mengendalikan gairahnya.
"Itu hukuman untukmu," ucap Ziga sembari membelai lembut pipi Via.
Via membuka matanya dan menatap Ziga yang kini tengah memandangnya dengan tatapan yang lembut.
Saat mereka saling beradu pandang, Via tercekat seolah ada bongkahan batu besar di dadanya yang membuat Via tak bisa bernafas.
"Bernafaslah Vi," ucap Ziga sembari mengecup puncak kepala Via lembut.
Via menarik nafas dalam-dalam. Kemudian mereka berdua berpelukan dalam diam hingga ketukan di pintu menyadarkan mereka.
Ziga pun melepaskan pelukannya, tapi sebelum mempersilahkan sang pengetuk pintu untuk masuk, Ziga mengecup lembut kening Via.
"Masuk !" sahut Ziga.
"Maaf Tuan, keluarga Nona Via telah tiba," lapor Erik.
"Mereka telah menunggu di lobi hotel," tambah Erik.
"Ayo temui mereka," ajak Ziga sembari menarik tangan Via ke dalam genggamannya.
Via mengangguk patuh, kemudian bergandengan tangan menuju lobi hotel untuk menyambut keluarga Via.
Erik sendiri membuntut di belakang mereka.
Di lobi hotel, sudah ada Bibi Weny dan juga Jordan sepupunya.
Via memang tak punya keluarga lagi selain mereka berdua.
Bibi Weny adalah adik dari ibu Via, dia sudah lama bercerai dengan suaminya. Kini hanya ada dia dan anak semata wayangnya Jordan.
Sementara Jordan sendiri saat ini sedang melanjutkan studinya di negara S, selain itu pemuda tersebut juga membuka kecil di negara S.
Pemuda itu hanya pulang tak kurang dua bulan sekali untuk menjenguk ibunya.
Sewaktu pemakaman orang tua Via pun Jordan hanya sempat pulang sebentar karna harus menghadapi ujian akhirnya dan juga pekerjaan di perusahaannya tak bisa dia tinggalkan.
Maka dari itu saat di kabarkan oleh ibunya Via akan menikah Jordan sempat tak percaya. Karena selama ini Jordan tak pernah mendengar Via memiliki kekasih selain mantannya Rasya yang telah mengkhianati Via dengan sahabat karibnya sendiri.
Untuk itu ada keraguan di hati Jordan tentang pernikahan Via sepupunya.
kalo 28 atau 29, mungkin lah mulai khawatir.
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya