NovelToon NovelToon
Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:22M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

AREA DEWASA!!


Empat tahun menduda pada akhirnya Wira menikah juga dengan seorang gadis yang bernama Mawar. Gadis yang tidak sengaja Wira tabrak beberapa waktu yang lalu.

Namun, di balik pernikahan Wira dan Mawar ada seorang perempuan yang tidak terima atas pernikahan mereka. Namanya Farah, mantan karyawan dan juga teman dari almarhum istri Wira yang bernama Dania. Empat tahun menunggu Wira pada akhirnya Farah lelah lalu menyerah.

Tidak berhenti sampai di sini, kehidupan masa lalu Wira kembali terusik dengan kehadiran iparnya yang bernama Widya, adik dari almarhum Dania. Masalah yang sudah terkubur lama namun nyatanya kembali terbuka semua kebenarannya setelah kehadiran Widya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

"Mawar, ada yang nyariin kamu tuh!" Genta memberitahu Mawar yang sedang duduk di area dapur.

"Siapa?" tanya Mawar penasaran, karena baru sekarang ada yang mencari dirinya.

"Gak kenal aku. Cowok, ganteng dan sepertinya orang kaya!"

Jleb,....

Mawar sudah bisa menebak siapa yang mencarinya.

"Eh, kok malah diam. Siapa dia?" tanya Genta penasaran.

"Itu mas Wira, orang yang pernah nabrak aku dulu!" jawab Mawar membuat Genta terkejut.

"Wuah, di tabrak malah ketiban durian runtuh nih ceritanya," goda Genta.

"Dia duren!" seru Mawar membuat Genta terkejut.

"Wah, hot nih. Cepat sana keluar!" Genta mendorong Mawar keluar.

"Apa sih Genta?" Mawar kesal.

Genta terus mendorong Mawar keluar, untuk saja cafe malam ini sepi karena hujan sejak sore.

"Mas, ada apa nyariin Mawar?" tanya Mawar malu-malu karena Genta dan tiga orang teman lainnya mengintip.

"Gak kenapa-kenapa, cuma pengen ketemu sama kamu aja!" jawab Wira.

"Cieeee........!"

Bisa-bisanya semua teman Mawar menggoda dirinya hingga membuat Mawar merona malu.

Untung saja malam ini tidak ada Tia, jika tidak Wira pasti akan kena semprot.

"Duduk mas, biar di temani Mawar!" Genta yang rese membawakan dua minuman untuk Wira dan Mawar.

"Genta....!" Mawar menggetarkan giginya.

Mawar menahan malu setengah mati sedangkan Wira senang di goda oleh Genta.

"Mas ganteng pacarnya Mawar ya?" tanya Genta penasaran.

Wajah Mawar seperti di lempar ampas kopi saking malunya.

"Pergi gak....!" Mawar menendang kaki Genta.

Genta terkekeh kemudian kembali ke belakang.

"Maafin Genta ya mas. Dia memang seperti itu, tapi dia baik kok," ucap Mawar merasa tidak enak hati.

"Teman mu itu lucu," kata Wira.

"Tapi sayang, akhir minggu ini dia akan pulang kampung dan tidak akan kembali ke sini lagi," ucap Mawar sedih.

"Loh kenapa?" tanya Wira sekedar ingin tahu.

"Masalah keluarga sih katanya," jawab Mawar, "mas Wira ketemu sama aku terus gak ada yang marah apa? aku takut jika nanti di labrak pacarnya loh!"

Wira tertawa kecil kemudian menyeruput minumannya.

"Aku jomblo berkelas!" seru Wira.

"Maksudnya?" tanya Mawar ambigu.

"Istri ku meninggal empat tahun yang lalu saat melahirkan anak kami. Mereka meninggal, sejak saat itu aku tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun." Wira memberitahu Mawar sedikit tentang masa lalunya.

"Maaf mas, aku gak tahu!" ucap Mawar kembali merasa tidak enak hati dengan cerita sedih Wira.

"Ngomong-ngomong, pulang jam berapa?"

"Jam sembilan mas, masih satu jam lagi. Kenapa memangnya?" Mawar bertanya balik.

"Aku akan menunggu mu!" jawab Wira membuat Mawar langsung merona malu, "heh, kenapa?"

"Gak kenapa-kenapa mas."

Ingin rasanya Mawar menenggelamkan diri dalam kolam ikan di halaman depan. apa lagi semua temannya selalu menggoda dirinya di depan Wira.

Hujan juga sedikit deras, membuat pengunjung cafe sangat sepi bahkan tidak ada yang datang.

Sebentar Mawar membantu teman-temannya berkemas karena mereka akan segera pulang. Wira terus memperhatikan gerak gerik gadis yang sudah membuatnya tertarik.

"Baru jam sembilan, hujan-hujan gini enaknya makan bakso. Kamu suka makan bakso kan?"

"Suka mas,...!" jawab Mawar kemudian mereka berdua langsung pergi mencari warung bakso.

Sesederhana ini kah kebahagiaan? hati Wira yang sempat dingin dan mati untuk dua hari ini setelah bertemu dengan Mawar mulai kembali mencair. Duri Mawar telah menusuk dinding hati Wira, gadis ini telah memikatnya.

Selesai makan bakso, Wira langsung mengantar Mawar pulang.

"Besok hari minggu, kita pergi jalan-jalan ya...!" ajak Wira membuat Mawar bingung.

"Tapi besok aku kerja mas!"

"Gampang, nanti aku yang sama Tia," kata Wira yang selalu menggampangkan sesuatu.

"Nanti gaji ku di potong mas. Kita kan berbeda, mas mah enak udah kaya dari lahir."

"Udah gampang, Tia tidak akan berani memotong gaji mu. Ayo lah Mawar,....!" Wira membujuk gadis yang duduk di sampingnya ini.

"Mas Wira yakin kalau gaji ku gak akan di potong?"

"Yakin, berani memotong gaji mu akan ku robohkan mata pencariannya!" gurau Wira.

Terus di bujuk oleh Wira, mau tidak mau Mawar menerima ajakan pria itu. Mawar keluar dari mobil Wira, berlari kecil menuju kontrakannya karena masih gerimis.

"Masih polos banget. Ya ampun, imutnya bunga Mawar ku itu," ucap Wira terkekeh lucu kemudian melajukan mobilnya.

Setibanya di rumah, entah kenapa hati Wira terasa berbunga-bunga. Wira mengambil figura Dania lalu menatapnya.

"Dania, menurut mu apa dia pantas menjadi pendamping ku setelah diri mu?" Wira mengajak gambar almarhum istrinya bicara, "jika kau setuju, katakan dalam mimpi ku ok!"

Wira mencium foto tersebut kemudian meletakkannya kembali ke atas nakas.

Malam telah berganti pagi, Wira bangun dengan wajah segar dan senyum lebar. Langsung pergi mandi dan memilih pakaian yang yang cocok. Bau parfum juga menyerbak ke seluruh ruangan kamar.

Wira mengambil foto Dania lagi. "Terimakasih Dania!" ucap Wira kembali mencium foto istrinya lalu meletakkannya kembali.

Dengan bersenandung kecil, Wira menuruni anak tangga. Asti merasa heran dengan sikap anaknya pagi ini.

"Wira, kamu mau kemana? wangi banget!"

"Mau pergi lah mah. Mah, apa Wira masih ganteng?" tanya Wira dengan memainkan kedua matanya.

"Perempuan mana yang sudah berhasil meluluhkan hati mu ini hah?" Asti menunjuk dada anaknya.

"Mah, seandainya jodoh Wira bukan dari status sama seperti kita, apa mamah akan merestui kami?" kali ini pertanyaan Wira terdengar serius.

"Sejak kapan mamah membedakan status hah? yang penting dia bisa membuat mu bahagia dan menerima kamu apa adanya. Mamah sudah sangat bersyukur," jawab Asti membuat Wira lega.

"Namanya Mawar, dia yatim piatu dan adiknya baru meninggal beberapa waktu yang lalu. kami berselisih umur tujuh tahun, tapi Wira sangat menyukai Mawar," tanpa rasa canggung Wira berkata jujur pada mamahnya.

"Apa dia sudah tahu tentang status mu sekarang?" tanya Asti tiba-tiba khawatir jika Mawar akan menolak anaknya.

"Sudah tahu mah!" jawab Wira membuat Asti langsung bernafas lega, "sekarang Wira sedang berusaha mendekati Mawar. Doakan yang terbaik untuk Wira ya mah!"

"Ya ampun Wira, mamah pikir kamu dan Mawar sudah menjalin hubungan. Ternyata masih proses pendekatan!"

"Hehe,....ya udah. Wira pergi dulu!"

"Gak sarapan?"

"Gak, udah kenyang," jawab Wira sambil berjalan keluar.

"Ya, kenyang makan cinta!" seru Asti tertawa sendiri.

Kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancung Wira membuat lelaki ini bertambah tampan berkali lipat.

Sedikit macet karena hari ini adalah akhir pekan. Ingin rasanya Wira memberi sayap pada mobilnya agar bisa cepat menjemput bunga Mawarnya.

"Sial...!" umpat Wira, "perasaan aku sudah sangat pagi, eh masih kena macet juga!" Wira terus menggerutu.

1
Tri Oktifatun
kesambet jin iprit kalii 😅😂🤣🤭
Melia Gusnetty
wanita2 yg mengejar2 wura....muka badak semua..gk tau malu dan gk tau diri...😏
Melia Gusnetty
duo hama dh sadar...datang hama satu lg...tak hbs2 lh hama2 d sekitar wira dn mawar🤦‍♀️
Melia Gusnetty
si bambang cocok sm si yunita...sama2 bau tanah...gk tobat...
Melia Gusnetty
silla dn farah sama2 muka badak..d tambah satu mak lampir si yunita...wanita2 yg gk ounya urat malu
Melia Gusnetty
yg ngejar wira hampir sm...sama2 gk punya urat malu...
Melia Gusnetty
jgn cuma ngomong lapor polisi aja wira....lapor benaran kek..ini ngomong aja tp gk lapor2 juga tuu betina...
Melia Gusnetty
mungkin si yunita dl juga pelakor mk nya ngajarin anak nya buat merusak rmh tangga orang ..geloo..
Atinah Khamil
wira diibaratkan gaston castanyo😄
Farichatur Rohmah
min...
klo naruh koma jgn kebalik dong...
bacanya nd mikir dulu😇😇
Melia Gusnetty
farah sok merasa berhak tau semua urusan atasan...karyawan gk tau diri...sok merasa nyonya wira...
hati2 mawar sm wc umum...
...
Firman Sutriyono
ceritanya konyol sih,tp seru,gmn dong???🤭
Jamayah Tambi
Rasanya Wira ni memang tak waras.Ada sehenis penyakit jiwa tp bukan gila
Jamayah Tambi
Wira ni ada salah makan kalu.Kok nafsunya tak boleh kontrol klu sama Mawar
Jamayah Tambi
00 memang keturunan Silla dan Valdi suka pada hak orang.
Jamayah Tambi
Wira inibl kok bini hamir tak suka.Hanya pentingkan senjata tumpulnya saja.
Jamayah Tambi
Lucah.Jerja mencarut je
Jamayah Tambi
Ada ie lelaki dlm dunia ni mcm Jones./Grin//Facepalm//Tongue//Tongue//Tongue/
Jamayah Tambi
Kata sayang bini tp bila dah enjut2 semut tak tau diri.Mkn ubat kuatvlagi Dasar lelaki egois.Tau nak sedap sendiri.Tenaga bini tak di pikir
Jamayah Tambi
Pak Hantonto mungkin juga tidak menyokong Widya kerana bukan anak kandungnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!