Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 08
"Dasar ayah yang buruk. Kamu bahkan tidak pantas menjadi ayah bagi anakku, bisa-bisanya kamu," gerutu Serina kesal.
"Mari kita bercerai."
Serina langsung membelalakkan mata mendengar ucapan itu.
Tidak bisa!
Jika dia diusir dari rumah ini, ke mana dia harus pergi? Dia bahkan belum memahami situasinya sepenuhnya. Dengan cepat, Serina mendekati Cristian dan menampilkan senyum paling manis yang bisa dia tunjukkan.
"Cristian, aku hanya bercanda. Jangan dianggap serius, ya?" ucapnya dengan nada lembut.
Cristian menatapnya tanpa ekspresi. Tatapan pria itu begitu datar hingga membuat senyum Serina perlahan menghilang. Dalam benak Cristian, satu pikiran melintas.
Ternyata dia tidak berubah.
Perilaku Serina saat ini mengingatkannya pada masa lalu. Dulu, wanita itu sering menggunakan berbagai cara untuk menarik perhatiannya dan memaksanya menghabiskan waktu bersama.
Tangisan bayi kembali terdengar, memecah keheningan di antara mereka. Perhatian Serina langsung beralih kepada putranya.
Dia ingin menyusui bayinya, tetapi keberadaan Cristian di dalam ruangan membuatnya merasa canggung.
"Arce, jangan menangis, ya. Mama ada di sini bersamamu," ucap Serina lembut sambil menggendong bayinya.
Melihat tidak ada lagi yang perlu dia lakukan, Cristian berbalik hendak meninggalkan ruangan. Namun, baru saja tangannya menyentuh gagang pintu, Serina tiba-tiba meraih ujung kemejanya.
"Cristian..." panggil Serina pelan.
Cristian menoleh, menaikan sebelah alisnya seakan bertanya 'apa' pada wanita itu.
"Jangan pergi, tidakkah kamu ingin memeluk anakmu sebentar saja? Dari lahir kamu belum pernah menggendongnya." Lirih Serina menatap suaminya sendu.
"Apakah harus?"
Pertanyaan tak terduga itu menohok Serina seperti sebilah pisau yang menusuk tepat di jantungnya, bagaimana bisa seorang ayah bersikap seperti itu pada darah dagingnya sendiri.
"Aku tahu kamu masih marah padaku, tapi setidaknya coba sayangi Arcelio. Dia tidak bersalah dalam situasi kita saat ini, aku akan memperbaiki sikapku yang selama ini kamu benci."
"Aku tidak bisa." Cristian tidak suka melihat wajah polos istrinya menjadi sendu, entah mengapa rasanya itu mengganggu.
Serina tersenyum kecut, dia sudah menduga akan penolakan ini tapi tetap saja rasanya sungguh menjengkelkan.
"Kenapa? Dia juga anakmu, darah dagingmu meski itu kecelakan tanpa cinta."
"Aku tidak bisa menggendong bayi."
"A-apa?" Serina ingin tertawa mendengar jawaban itu, apa lagi saat melihat wajah Cristian yang memerah tapi dia tahan karena takut jika Cristian benar-benar menceraikannya.
"Aku ajarkan." Kata Serina lembut.
Dia mengambil guling kecil miliki Arcelio lalu menyerahkan pada Cristian, kemudian Serina memberi intruksi pada Cristian tata cara menggendong bayi. Setelah selesai, dia memilih duduk di ranjang dan menyusui Arcelio seraya menutupi payudaranya menggunakan kain tipis.
Serina terkekeh ketika melihat Cristian menggendong guling dengan kaku, butuh waktu setengah jam sampai Cristian benar-benar bisa belajar menggendong bayi dengan benar. Serina menunduk saat merasakan bayinya sudah melepas payudaranya, terlihat bayi itu sudah tertidur pulas.
Serina menutup pakaiannya, lalu meletakan Arcelio di dalam box bayi dengan hati-hati agar tidak terbangun. Setelahnya dia beranjak menghampiri sang suami yang sedang menggerutu.
"Rupanya menggendong bayi lebih sulit dari pada mendapatkan tender." Gerutu Cristian.
Tanpa rasa takut Serina mendekat dan menyentuh tangan suaminya, dia berjinjit lalu mendaratkan ciuman tipis di pipi sang suami. Serina menyadari jika tubuh suaminya menegang kaku saat ini, tapi dia tidak bisa meninggalkan kesempatan seperti ini yang jarang sekali muncul.
Mereka berdua saling tatap cukup lama, Cristian menatap heran ke arah istrinya yang bertindak di luar dugaan.
"Kamu sangat cepat belajarnya, aku sendiri masih kesulitan. Terima kasih sudah mau menuruti permintaanku, tapi Arcelio sudah tidur aku tidak mungkin membangunkannya sekarang." Kata Serina.
Cristian mengalihkan pandangan ke arah box bayi, benar saja anaknya sudah terlelap. Dia mendengus bersiap komplen pada Serina, namun sebelum itu terjadi tangan Serina yang lembut sudah mendarat di bibirnya.
"Jangan mengumpat, pelajaran hari ini bisa kamu pakai ke depannya agar tidak perlu belajar lagi."
Cristian menatap istrinya aneh, dan lebih anehnya dia tidak bisa menolak permintaan Serina padahal bisa saja dia menolaknya seperti biasa. Semua yang terjadi di dalam kamar itu benar-benar seperti baru, dan Cristian merasakan gelenyar aneh menjalar di dalam hatinya.
Keheningan yang sempat melanda keduanya, seketika sirna saat ponsel milik Serina berbunyi di laci meja ria. Dia menatap wajah suaminya yang juga terkejut akan bunyi tersebut.
"Apa itu ponselmu?" Tanya Serina polos.
"Bukan. Itu punyamu," kata Cristian datar.
Serina mendengus sebal, kenapa di saat seperti ini ponselnya harus berbunyi? Mengganggu rencananya saja untuk menggoda Cristian.
Serina beranjak menuju meja rias dengan perasaan dongkol setengah mati, ingin sekali dia memaki orang yang mengganggunya kali ini.
Begitu tiba di meja rias, dia langsung menarik laci dan mengeluarkan ponsel miliknya. Dia mengernyitkan dahi saat melihat nama yang tertera di layar ponsel itu.
"Ini siapa lagi?" Ujarnya bingung.
Nama Rehan dengan emoji hati berwarna merah muncul di layar, namun Serina sama sekali tidak mengangkat panggilan tersebut.
Saat panggilan mati, tiba-tiba muncul sebuah pesan dari Rehan yang membuatnya terkejut.
Rehan:
Sayang, aku merindukanmu. Bisakah kita bertemu besok di kafe biasa?
"Ih, apa dia salah kirim?" Gumam Serina heran. "Bukannya aku sudah menikah, dan sekarang suamiku ada di sini. Lantas siapa orang ini?"
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣
heheheheeheeee
tunjukkan bahwa kau bisa berubah jauuuhhh lebih baik. kalau bisa tinggalkan jauuhhh Cristian sampei dia menyesal atas pengabaiaannya selama ini. 😊