NovelToon NovelToon
TAHTA DARI PARA BUANGAN

TAHTA DARI PARA BUANGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi
Popularitas:681
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya.
Yang lemah diinjak. Yang gagal dibuang.
Ardan memahami itu sejak hari pertama ia terlempar ke dunia asing bersama satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya—Revan.
Tidak memiliki bakat langit.
Tidak memiliki garis darah legendaris.
Bahkan tidak memiliki sekte untuk berlindung.
Namun Ardan memiliki sesuatu yang lebih berbahaya.
Cara berpikir seorang pemimpin.
Saat para kultivator mengejar kekuatan pribadi, Ardan mulai membangun sesuatu yang lebih besar—kekuasaan.
Ia mengumpulkan para buangan.
Orang-orang gagal.
Mereka yang dihancurkan dunia kultivasi.
Dan dari tangan orang-orang yang dianggap sampah itulah, sebuah kekuatan perlahan lahir.
Sebuah organisasi yang akan mengguncang sekte, kerajaan, bahkan seluruh dunia kultivasi.
Karena terkadang…
monster paling menakutkan bukanlah petarung terkuat.
Melainkan seseorang yang mampu membuat dunia bergerak sesuai keinginannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keputusan mantan jendral.

di penginapan, ardan menatap kertas rencana miliknya.

membaca berulang kali, sembari menggambarkan semua di kepala.

ia sampai memegang kepalanya sendiri.

setelah itu, ia menoleh ke arah revan yang tengah berbaring.

"van, apa ada yang salah dari rencanaku" tanya ardan sembari menyerahkan berkasnya.

revan duduk, membaca dokumen itu.

"dan.... bukanya aku ingin menggurui. rencanamu ini mungkin bagus dalam dunia bisnis, tapi kau perlu ingat ini bukan dunia bisnis. jika di bisnis, melumpuhkan yang terbawah mungkin sangat efektif. tapi di dunia kultivator ini berbeda, para kultivator sendiri sanggup hidup tanpa makan sampai berhari hari, bahkan bertahun tahun. jika kita sabar mungkin ini akan berhasil dalam dua ratus atau lima ratus tahun ke depan. itupun efeknya akan sangat perlahan, dalam jangka itu apa kau yakin mereka tidak menemukan solusi"ucap revan.

Ardan terdiam, menatap berkasnya lebih dalam.

revan mendekat, menepuk pundak temannya itu.

"dan. jangan berjalan sendiri, apa kau lupa kalau aku ini asistenmu. walaupun aku tidak terlalu pintar kau, tapi jangan lupa aku bukan orang bodoh dan aku adalah teman yang selama ini mendampingi mu dari bawah. aku tidak menyalahkan jika kau ingin merancang semuanya sendiri, tapi jika ada kesulitan masih ada aku, kau bisa meminta saran dariku"

ardan menatap temannya.

"maaf, van. aku terlalu egois, aku terlalu impulsif sampai menganggap semua bisa ku selesaikan sendiri dengan mudah"

revan tersenyum, sambil menggeleng pelan.

"sudahlah, sekarang kita pikirkan rencana lanjutan saja"

"apa kau memiliki saran" tanya ardan.

"saranku, kau tetap jalankan rencana ini. rencana ini tidak gagal total, melainkan terlalu lambat"

setelah mendengar semua ini, ardan berpikir cukup lama.

setelah mengoyak atik kertasnya selama beberapa jam, akhirnya dia selesai.

setelah selesai, dia langsung memberikannya kepada revan.

"membuat kekacauan" tanya revan.

"ya, dengan keadaan rakyat kecil yang mulai berpaling, efek tercepat yang ada di kelas menengah karena persedian mereka tidak banyak, dan kita masuk di sini untuk menyebarkan rumor dan rasa takut di antara mereka"

"tapi, dan... bukannya kita masih harus mengumpulkan kekuatan?"

"tenang rencana ini akan di lakukan oleh kepala provinsi sedangkan kita hanya perlu fokus menjalankan pengumpulan kekuatan"

setelah semuanya siap, keesokan malamnya ardan dan revan benar benar kembali ke rumah mantan jendral.

setelah masuk, ia langsung memberikan rencana baru.

mantan jendral ini tersenyum.

"jadi ini rencana baru"

ardan mengangguk.

"kami berencana mengumpulkan pasukan juga" ucap ardan.

"mengumpulkan pasukan?"

"ya, pasukan organisasi ini sekarang hanya ada kami berdua, jika tuan mau mak bertambah satu"

"apa kau sudah ada rencana siapa yang akan kau rekrut"

ardan mengeluarkan cincin, ia mengeluarkan beberapa kertas dari kepala provinsi.

"aku mendapatkan ini dari kepala provinsi"

"5 pilar iblis?"

"aku tidak tau siapa mereka, tapi karena anda mengenali mereka. pasti mereka bukan orang biasa"

"apa kau yakin bisa meminta mereka masuk ke pasukanmu?"

"maksud anda"

"kau tau, mereka ber lima bukan orang sembarangan. mereka ini adalah mantan penggerak Kekaisaran wei di masa kekuasaan keluarga sang putri wei rey"

"bahkan jika ada aku di Organisasimu, belum tentu mereka mau mengikuti jejakku"

ardan menatap 5 biodata di depannya.

"lupakan saja mereka, aku ada 1000 pasukan di bawah kendali kita, dan itu bisa di kembangkan secara perlahan."

ardan mengambil kembali bio data itu.

"maaf tuan, apa anda tau di mana mereka" tanya ardan.

melihat ardan yang malah bersemangat, mantan jendral itu tersenyum sembari menggeleng.

"anak ini benar benar mirip dengan kaisar" batinnya.

"aku tau di mana mereka, tapi jika tempatnya adalah tempat yang sangat berbahaya dan belum pasti juga mereka mau bergabung atau tidak"

ardan menggeleng.

"tidak masalah, selagi belum mencoba kita tidak akan tau hasilnya"

"baiklah kalau itu maumu, karena kekuatan kini sangat lemah. lebih baik ambil kristal ini, serap lah, tingkatkan kekuatanmu dan temanmu terlebih dahulu"

mantan jendral itu memberikan 10 kristal yang sama seperti kristal yang ardan dapat sebelumnya.

ardan terdiam melihat kristal kristal itu.

lalu ia menatap ke arah mantan jendral.

"ada apa, ambillah dengan ini kau akan bisa bertambah kuat"

"tuan, apa kau yakin? ini sangat berharga"

"ambil saja, lagi pula ini sudah tidak berarti untukku lagi. tapi lebih baik kalian menyerapnya di sini saja, walaupun ini desa terpencil, tapi terlalu beresiko jika menyerapnya tanpa pengawasan, bisa bisa ada mata mata dari Kekaisaran wei yang mencurigai kalian"

"baik tuan"

setelah di tunjukkan ruangan untuk penyerapan, ardan dan revan langsung masuk.

mantan jendral membentuk segel tangan, setelah itu ia melemparkan beberapa bendera formasi.

"berlatihlah, dengan formasi ini tidak akan ada energi yang keluar." ucap mantan jendral itu sebelum keluar.

setelah mantan jendral itu keluar, revan bingung menatap wajar ardan yang tampak senang.

"kau kenal apa ini" tanya revan.

ardan tersenyum.

"van.. apa kau ingat, saat aku keluar dari hutan aku hanya ada di tahap penempaan tubuh, lalu saat di kota aku tiba tiba naik ke pembukaan qi"

"ya, aku ingat. sebenarnya aku juga penasaran, kenapa kau tiba tiba bisa naik tingkat. tapi waktu itu aku gak pernah sempet naya, emang kenapa si kok kau bisa naik secepat itu"

setelah itu, ardan menjelaskan semuanya. dari mulai dia yang menyusup ke markas orang yang memalak mereka di rumah makan, mendapatkan 2 peti harta dan juga baru kristal. sampai dia menyerap dan meningkatkan kekuatannya ini.

revan yang memang dasarnya suka menonton animasi fantasi kultivasi, langsung berbinar saat melihat baru kristal ini.

"kau akan menyerap 5 batu dan aku 5" ucap ardan memberikan 5 batu kristal kepada revan.

"ini beneran kan dan"

"tentu"

setelah itu, revan langsung hendak memeluk ardan.

tapi ardan sudah menoyor kepalanya terlebih dahulu.

"gak usah lebay, serap aja. nyerap ni kristal butuh waktu"

revan langsung mengangkat tangannya dan menaruhnya di atas kening.

"siap bos" ucap revan.

Ardan hanya menggeleng, ia memilih mencari tempat untuk melakukan penyerapan.

tidak terasa, 3 hari berlalu.

selama 3 hari, ardan dan revan tidak membuka matanya sedikitpun

setelah 3 hari tanpa kabar, mantan jendral itu akhirnya menengok keadaan ardan dan revan.

saat baru masuk dia terdiam melihat peningkatan revan yang memiliki kecepatan yang luar biasa.

baru saja akan membuka suara, dia merasa ada aura berbeda dari tempat lain.

saat menoleh ke ujung ruangan, mantan jendral itu membeku.

"qi kental" batinnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!