NovelToon NovelToon
Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Chicklit
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Riza melyn

Ester, Lady yang masih remaja itu harus terbangun dengan kenyataan bahwa selama ini dia berada dalam Dunia novel. Novel 19+ yang dia baca saat liburan di Eropa. Dunia dimana wanita lah yang lebih di utamakan.

Ibunya membawa kembali selir dan anak haram, lalu berubah menjadi keluarga yang bahagia. Ezter harus mempertahankan kehidupannya dan mengambil kekuasaan, namun salah satu syarat dia harus menikah.

Di detik-detik terakhir sebelum pernikahan terjadi, tunangannya memutuskan hubungan. Ezter menjemput suami di biro pencatatan sipil, yang merupakan pria pemeran utama wanita.


Lee Chung-Ah, wanita yang sangat kompeten itu tidak ingin mengikuti alur novel begitu saja.
"Aku tidak akan mengganggu kehidupan pemeran utama wanita, aku hanya merebut salah satu anggota Harem miliknya. Itu saja!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riza melyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidur bersama

Dalam perjalanan menuju Refaim dengan kereta kuda, karena rombongan Ezter melewati wilayah Aroer, tentu saja sang penguasa mengambil kesempatan untuk memamerkan wilayah dan kemampuannya.

Melihat sawah yang sedang di urus oleh para petani penggarap, Ezter mengajukan beberapa pertanyaan tentang perekonomian wilayah tersebut. Ezter tak menanggapi banyak hal, ini karena wilayah Aroer memiliki penguasanya sendiri.

Dari permukaan, terlihat sangat tenang. Entah bagaimana dalamnya, dia akan mengurusnya nanti. Bisa di bilang, saat ini Ezter sekaligus melakukan pengecekan wilayah yang berada di bawah pimpinan Grand Duke.

Waktu berlalu begitu saja, hari hampir malam di luar sana. Suara telapak kaki kuda yang sedang menarik kereta, dan para ksatria yang mengikuti di samping melaju memasuki wilayah Refaim

Satu mill di depan sana, dan sudah mulai lampu-lampu yang mulai dinyalakan di tiap rumah. Saat rombongan semakin mendekat, pasar yang masih buka dengan toko-toko, restoran, dan penginapan terbuka pintunya menyambut tamu dan pengunjung dengan gembira.

Saat melewati pasar yang tak begitu padat namun ramai, mata Ezter terus memperhatikan kehidupan malam yang kini telah di mulai.

Kereta terus melaju, Baroness Lucian mengatakan bahwa mereka hampir sampai. Hanya membutuhkan sedikit waktu lagi, dan kereta benar-benar berhenti setelah melewati gerbang yang sederhana dan tak begitu mewah.

Ezter turun dari kereta, tubuhnya tentu saja lelah menghadapi perjalanan panjang yang menghabiskan seharian penuh ini.

'Uhh.. pinggang ku rasanya hampir remuk, padahal aku baru berusia 12 tahun. Benar-benar penyiksaan!' gadis itu mengeluh dalam hatinya, namun bernafas lega ketika tak lagi harus menghadapi perjalanan panjang ini dan bisa beristirahat setelah menyapa beberapa orang.

Ksatria dibelakang Ezter telah membantu twins turun dari kereta, anak-anak tak menyembunyikan apapun. Mereka mengatakan isi hati dengan lantang

"Aku benar-benar akan mati! Ini benar-benar sangat melelahkan!" keluh Edward dengan merentangkan kedua tangannya, ia merengek manja

"Aku capek.." Edmund juga mengatakan apa yang ia pikirkan, duduk dalam ruangan selama berjam-jam membuat anak itu lelah, hanya saja ia lebih bisa mengendalikan ekspresi wajahnya ketimbang sang adik bungsu.

Baroness Lucian tersenyum canggung, anak-anak benar-benar mengatakan isi hati dengan lantang.

Ezter mendengar keluhan kedua adiknya namun tak menanggapi mereka, inilah akibatnya jika ingin bepergian. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Ia merasa sayang sekali, keduanya bersemangat untuk liburan tapi harus menghadapi perjalanan yang melelahkan ini.

Baron Lucian bersama para pelayan telah berdiri didepan mansion, menyambut kedatangan Ezter dan rombongannya.

Begitu pelayan pribadinya mengatakan bahwa rombongan telah tiba, mereka juga langsung bersiap didepan mansion.

Pria yang mengenakan setelan berwarna hijau melangkah maju, "Salam, Lady. Selamat datang di wilayah Refaim, maafkan kami yang tak menyambut kedatangan Anda dengan layak." ucapnya

Ezter juga menerima salamnya," Terima kasih untuk sambutan hangat Anda, Baron Lucian."

Kedua anak kembar itu juga memberi salam, mereka kemudian memasukkan mansion. Karena bertepatan dengan makan malam, semua orang di bawa langsung ke ruang makan.

..._._._._._...

Makan malam berlangsung dengan tenang, semua orang tahu hanya dari raut wajah Ezter dan kedua adiknya. Tak ada yang menahan mereka lebih lama lagi

Anggota keluarga Daniel sangat penasaran dan ingin berbincang dengan Ezter, namun mereka tahu menahan diri. Hari sudah malam saat rombongan tiba, jadi mereka hanya bisa melihat gadis bersurai hitam dengan mata merah Ruby itu dari tempat duduk masing-masing.

Ezter duduk di kursi yang biasanya ditempati oleh Baroness Lucian, ia mengangkat tangannya dan mempersilahkan semua orang untuk makan malam. "Silahkan,"

Baroness Lucian dan Count Aron berada di samping kiri, sedangkan Baron Lucian, kedua adik kembarnya beserta Daniel berada di deretan kanan. Sisanya makan di lain yang berada di samping, mengagumi kecantikan yang dimiliki oleh Ezter.

Makan malam berlangsung tenang, hanya suara dentingan pisau dan garpu yang bersekan dengan pirang lah yang terdengar dari meja kepala keluarga. Meja sebelah nya tentu saja terdengar bisik-bisik, mata mereka mencuri-curi pandang.

"Kak, bukankah Daniel sangat beruntung? Dia benar-benar menikahi Calon Grand Duke masa depan."

"Aku juga menginginkan nya. Bukankah tinggal di Grand Duchy sangat beruntung?"

"Aku dengan, kastil Yang Mulia Grand Duke sangatlah luas dan mewah. Daniel pasti memiliki kemewahan itu juga."

"Tidakkah kau melihat pakaian yang ia kenakan? Kainnya terlihat sangat halus dan mewah, aku bertaruh.. harganya pasti sangat mahal."

"Semua keberuntungan datang hanya karena dia menikahi Lady yang begitu mulia. Aku penasaran, bagaimana mereka bisa bertemu dan menikah."

Pembicaraan para saudara Daniel tentu saja terdengar cukup keras bagi seseorang yang memiliki indera pendengaran yang peka.

Ezter menghentikan tangannya yang sedang memotong steik, ia menoleh ke meja seberang dengan tatapan tajam, suhu di sekitarnya juga langsung menurun drastis.

Anak-anak itu tak menyadari perubahan suasana yang tiba-tiba, mereka masih asik dengan pembicaraan asik itu.

Baroness Lucian menyadari sesuatu, ia mengikuti arah pandang Ezter yang tertuju pada anak-anak nya yang sedang mengobrol saat makan malam. Baroness menoleh sebentar, tatapannya tertuju pada kepala pelayan. Hanya dengan tatapan saja, pria disana mengetahui apa maksud dari majikannya.

Setelah itu, kepala pelayan pergi menegur anak-anak Baroness yang sedang membuat suasana menjadi aneh. Mereka mengangkat kepalanya dan melihat tatapan tajam dari sang ibu yang begitu menakutkan.

Menutup mulutnya, mereka kembali makan dengan dengan kikuk.

..._._._._._...

"Apa ini kamarmu?" Ezter menoleh kearah Daniel dengan tatapan bertanya

"Ehh??.. Ti-tidak, ini bukan kamarku. Anda yang akan menempati kamar ini, La- Ezter." balas Daniel kikuk, untuk beberapa hari ini Ezter telah memintanya untuk memanggil namanya saja, jangan menggunakan sapaan Lady.

"Lalu... Dimana kamarmu?" Ezter kembali bertanya, dia penasaran pada kehidupan Daniel yang tak dijelaskan secara rinci oleh penulis.

"Itu.. anu.."

Baroness Lucian yang telah menyiapkan kamar tamu terbaik untuk mereka segera angkat suara, "Lady, kamar Daniel sedikit berantakan karena ia telah meninggal rumah selama beberapa hari ini, jadi Anda dan Daniel akan beristirahat di kamar ini-"

"Berantakan? Ah... Baiklah. Aku akan berada di kamar ini," Potong Ezter.

Baroness Lucian merasa sangat lega karena Ezter tak kekeh untuk tinggal di kamar Daniel. Dia merasa sangat gugup kala Ezter menginginkan kamar putranya tersebut

Ini bukan karena Daniel diperlakukan buruk dan menempatkan kamar yang tak layak, hanya saja kamar remaja itu lebih kecil ketimbang anak-anaknya yang lain.

"Maafkan saya yang tidak sopan, Baroness. Namun, saya sangat lelah, bisakah anda meninggalkan kami?" pinta Ezter

"Oh.. hohoho... tentu saja, Lady. Selamat beristirahat," sebelum wanita itu meninggalkan kamar tersebut, ia melirik dengan arti yang mendalam pada putranya. Setelah pintu tertutup, dia merasa bahwa ia mengambil keputusan yang tepat.

Beruntung, ayah Daniel mengatakan bahwa jangan mengadakan perjamuan atau pesta pada hari kedatangan menantunya ini, mereka pasti lelah dan ingin beristirahat.

Dan keputusan yang ia ambil memang sangat tepat, tak ada perjamuan dan pesta hari ini.

"Haruskah aku memberikan nya hadiah karena telah membuat posisiku dimana Lady De Leon jadi lebih baik?" saat ia bergumam, ia memikirkan selirnya tersebut.

Sedangkan dalam kamar.

Ezter memasuki bilik kecil dan mengganti piyama tidurnya setelah membersihkan tubuhnya sebentar.

Saat keluar dari sana, matanya tertutup pada Daniel yang sedang duduk dengan kikuk disofa

"Apa yang kau lakukan? Tak membersihkan tubuhmu dan tidur?" tanya Ezter yang mendekat

"Ah... Anda sudah selesai? Aku mau undur diri ke kamarku," balas Daniel yang kini menatap Ezter yang telah mengenakan piyama tidur. Remaja itu menundukkan kepalanya karena ada rona merah di pipinya

"Untuk apa kau kembali ke kamarmu?" tanya Ezter

"Bukankah.. aku kembali, karena anda ingin istirahat. Jadi-"

"Untuk apa? Kamar ini telah diberikan oleh Ibu mertua pada kita, memangnya pasangan suami-istri mana yang tidur terpisah secara terang-terangan di depan keluarga nya?" Ezter mengatakan nya dengan santai, ia berjalan kearah tempat tidur dan duduk disana.

"Kita berdua akan tidur bersama selama berada di Refaim, jadi pergi dan bersihkan tubuhmu."

"Ehh?? tidur bersama?" wajah panik Daniel langsung terlihat, ia juga merasa malu

"Itu hal yang normal. Kita hanya tidur bersama, bukan melakukan sesuatu yang lain. Aku masih terlalu muda untuk 'melakukan nya', ingat itu." ucap Ezter mengingatkan.

'Tapi tetap saja, tidur bersama?!' batin Daniel

Dengan perintah Ezter, remaja itu benar-benar pergi bersihkan tubuhnya dan menggunakan piyama tidur yang telah disiapkan oleh pelayan.

Ia berjalan kikuk kearah tempat tidur, karena Ezter telah menempati sisi yang lain, maka otomatis ia juga mengambil sisi tempat tidur yang lain.

Remaja itu berbaring dengan kikuk, ia memiliki wajah yang merah karena sangat malu.

Ezter menyadarinya, ia merasa bahwa Daniel benar-benar sangat imut. Rasanya ia ingin memegang pipinya lalu menggoda remaja yang telah menjadi suaminya ini

1
ji_in
thor, udah tamat?
Bangun T.S
btw udah 3 bulan nih thor ?? gak ada lanjutannya kah ???
Ra dhiraemon
Hai izin mampir kk
soalnya ceritanya menarik
EL CASANDRA
next kak😁
EL CASANDRA
Inget scene Blaze dan Ancia di komik The Little Princess and her monster prince😂. Pernah baca komiknya ya Thor😁
EL CASANDRA
wah, tumbuhkan benih benih cinta diantara keduanya 🥳
EL CASANDRA
tertutup ==> tertuju
EL CASANDRA
dimana ==> dimata
EL CASANDRA
*meninggalkan
EL CASANDRA
bersekan ==> bergesekan
pirang ==> piring
EL CASANDRA
pemimpi ==> memimpin
EL CASANDRA
Terserah, buat kau aja. Ntar Ezter sm male lead wkwk😂
EL CASANDRA
yaelah, cm penari jalanan aja songong. Tuh juga anaknya, sok banget 😒
EL CASANDRA
ketiga ==> ketika
EL CASANDRA
ouh jadi maksudnya Boba milktea. Soalnya pas dia bilang milktea ya bingung kok malah buatnya Boba wkwk. Tambahin Thor kata-katanya biar gak salah mengartikan 😂
EL CASANDRA
pasti Ezter sih yg jadi pewaris
EL CASANDRA
Gelar untuk Duke wanita adalah duchess, lalu untuk marquess wanita adalah marchioness
EL CASANDRA: hehe nambahin doang Thor 😁
total 1 replies
EL CASANDRA
Ouh jadi setelah Chung Ah masuk dunia novel dia gak ingat apapun sampai dimana dia mau dibunuh untuk pertama kali yang menyebabkan ia ingat kehidupan pertamanya yang dimana dia juga baca novel itu di kehidupan yang itu
Girlz
next
Girlz
bagus thor ceritanya, sering update yah hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!