sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,
dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya
#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏
sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,
tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.KELUARGA XIN
Rombongan itu pun memutuskan untuk beristirahat dan berkemah disana, atas perintah kakek tua itu, kakek tua itu merasa ada ikatan yang begitu dekat dengan Yang Kai, dia pun memutuskan untuk mengobrol dengan Yang Kai, mereka pun membuat tenda sementara karena memang hari juga sudah menjelang sore dan sebentar lagi malam,
"terima kasih tuan, sudah menerima kami," ucap Yang Kai hormat, dia sangat berterima kasih karena disambut baik oleh rombongan kakek sepuh itu,
"tidak perlu sungkan, namaku Xin Han, panggil saja kakek Han," jawab kakek sepuh itu mengenalkan diri dengan ramah,
mendengar nama kakek itu, Yang Kai langsung mengerutkan keningnya, karena merasa tidak asing dengan marga kakek sepuh itu, setelah cukup lama berfikir akhirnya dia pun ingat, dan marga kakek sepuh itu mengingatkannya dengan nama almarhum ibunya Xin Xia, namun dia langsung menepis pikiran nya karena tahu kalau almarhum ibunya bukanlah dari keluarga bangsawan,
melihat reaksi Yang Kai, Xin Han pun ikut mengerutkan kening, dia berpikir apakah ada yang salah dengan namanya atau keluarganya.?, dia pun tanpa basa basi langsung menanyakannya,
"apa ada yang salah dengan namaku nak...?" tanya Xin Han penasaran
"eh.. maaf kakek tidak ada yang salah kek..!" jawab Yang Kai ragu-ragu dan terlihat ada sedikit kesedihan karena mengingat almarhum orang tuanya,
dia bimbang harus bercerita atau tidak, karena jika benar Xin Han adalah keluarga ibunya, mengapa ibunya dikenal sebagai gadis desa biasa waktu itu,.?, sedangkan Xin Han merupakan keluarga bangsawan, dia pun berpikir mungkin Xin Han orang lain yang mempunyai marga yang sama, atau mungkin pernah ada konflik antara ibunya dan keluarganya yang mengharuskan ibunya harus dikucilkan,
Xin Han yang melihat expresi Yang Kai yang terlihat ragu dan sedih itu pun kembali bertanya, dia juga merasa penasaran akan Yang Kai, apa lagi hatinya mengatakan ada hubungan antara dirinya dan Yang Kai,
"kenapa kau ragu nak..? ceritakanlah kakek akan mendengarnya..!," ucap Xin Han meyakinkan Yang Kai,
Yang Kai sejenak melihat raut wajah Xin Han, lalu menghela nafas dan memutuskan untuk bercerita,
"em.. sebenarnya setelah mendengar nama kakek, aku kepikiran ibuku yang juga memiliki marga yang sama dengan kakek," jawab Yang Kai masih sedikit ragu,
mendengar perkataan Yang Kai, jantung Xin Han seketika berdetak kencang, dirinya seakan tersambar petir disiang bolong, karena memang selama ini dia sedang mencari keberadaan anak perempuan satu-satunya yang dia miliki, yang pergi meninggalkan keluarganya karena kesalahan dan kebodohan Xin Han waktu itu, yang tidak mampu mempertahankan putrinya, namun sampai saat ini dia tidak kunjung menemukannya, dia tetap mencari bahkan saat ini pun dia sedang dalam misi mencari putrinya, dia bahkan sampai mencari sendiri dan tidak mengutus bawahannya,
"siapa nama ibumu nak..?" Xin Han begitu antusias karena merasa memiliki titik terang
"ibuku bernama Xin Xia kek..!" jawab Yang Kai tenang,
DEGHHH..
seketika jantung Xin Han kembali berdetak kencang setelah mendengar nama itu, dia pun seketika melesat dan memeluk Yang Kai sambil menangis terseduh-seduh,
Yang Kai hanya bisa pasrah saat dipeluk, karena memang tidak merasakan bahaya malah merasakan kehangatan yang sempat hilang di kehidupannya, dia tidak mengerti mengapa kakek itu tiba-tiba memeluknya, apa pun alasannya dia tidak memberontak saat dipeluk Xin Han, dia hanya membiarkan Xin Han memeluknya erat, karena dia merasakan kesedihan yang mendalam dari Xin Han,
semua orang dalam rombongan yang sedang mendirikan tenda itu pun sedikit terkejut karena melihat Xin Han yang terkenal tegas dan garang itu, kini terlihat seperti anak-anak yang menangis dipangkuan ibunya, namun mereka tidak berani bicara apa pun atau sampai menertawakan kejadian itu,
Xin Han sendiri tidak peduli akan reputasinya dan masih terus memeluk Yang Kai sambil menangis, setelah beberapa saat dan telah puas memeluk Yang Kai, akhirnya Xin Han pun melepas pelukannya dan segera menanyakan semua yang ingin dia ketahui dari Yang Kai,
"cucuku dimana sekarang ibumu...?, apa dia baik-baik saja..? dan mengapa kau tinggal dihutan seperti ini..?," Xin Han memberikan banyak pertanyaan pada Yang Kai, karena begitu bahagianya mendengar nama putrinya yang selama ini dia cari,
Yang Kai sedikit kebinggungan karena tida-tiba Xin Han menyebut dirinya cucu, namun dia tidak mempermasalahkannya dan mulai menceritakan semuanya,
"ehh.. maaf kek...! sebenarnya ibu dan ayah ku sudah meninggal satu tahun yang lalu..! dan karena itulah aku berakhir dihutan ini...!" Yang Kai pun menceritakan kisahnya dengan menahan kesedihan yang begitu besar bahkan tanpa dia sadari dia sampai meneteskan air matanya saat mengingat kedua orang tuanya, dia terus bercerita sampai pada akhirnya bertemu rombongan Xin Han, meskipun baru bertemu, namun Yang Kai merasa sangat dekat dengan Xin Han, oleh sebab itu dia tanpa ragu lagi untuk menceritakan semuanya,
Xin Han tidak memotong sedikit pun cerita Yang Kai, namun saat mendengar kalau Xin Xia telah tiada dia pun kembali meneteskan air mata, namun bukan lagi air mata bahagia, melainkan berganti air mata kesedihan, dia begitu terpukul saat mendengar putri satu-satunya telah tiada, bahkan dia belum sempat melihat wajah terakhir putrinya, dan yang paling dia sesali yaitu dia belum sempat untuk meminta maaf terhadap Xin Xia,
semua orang dalam rombongan itu pun kembali tersentak kaget mendengar cerita Yang Kai, karena mereka tahu dan mengenal Xin Xia yang merupakan orang yang dicari pemimpin mereka sampai sejauh ini,
"maafkan kakek Kai'er, kakek tidak bisa menjaga ibumu..!" ucap Xin Han sedih dan merasa sangat bersalah, setelah Yang Kai selesai bercerita,
"maksud kakek..?" Yang Kai semakin heran dengan maksud Xin Han
"Xin Xia adalah putri kakek yang pergi meninggalkan kakek, karena kesalahan kakek mu ini yang begitu bodoh," jawab Xin Han menjelaskan identitas sesungguhnya kepada Yang Kai,
Xin Han pun menceritakan semua kejadian sebelum Xin Xia meninggalkan keluarganya, saat itu karena Xin Xia memiliki tubuh yang cacat dan tidak bisa menjadi seorang pendekar, hal itu membuat orang-orang di keluarga Xin sangat membencinya dan menganggapnya sebagai aib keluarga, karena ayah Xin Xia yaitu Xin Han merupakan tokoh pendekar penting di keluarga itu, mereka berpikir seharusnya Xin Xia juga mewarisi kekuatan Xin Han seperti halnya adik laki-lakinya, tetapi kenyataannya berbeda dari yang mereka harapkan,
dan saat itu patriak keluarga Xin sebelumnya juga membenci Xin Xia karena menolak dijodohkan dengan anaknya, membuat dia marah dan mengusir Xin Xia dari keluarga, dengan alasan bahwa Xin Xia akan membawa petaka di keluarga, dan saat itu Xin Han sedang dalam misi dan berada diluar, karena Xin Han tidak ada dikediamannya akhirnya patriak itu pun berani bertindak, karena tidak ada lagi yang membantu Xin Xia waktu itu, membuat Xin Xia akhirnya menurut dan pergi meninggalkan adik laki-lakinya sendiri, karena memang keluarganya hanya tinggal ayah dan adiknya saja, kakek nenek serta ibu Xin Xia telah lama meninggal dan Xin Han merupakan anak satu-satunya dari kakek neneknya,
saat Xin Han akhirnya kembali dari misi setelah beberapa bulan diluar kediamannya, dia yang mendengar berita itu pun langsung murka dan membunuh patriak itu, dia tidak peduli akan status patriak dalam keluarga tersebut, karena kekuatan Xin Han yang terkuat di keluarga Xin membuat dia ditakuti dan tidak ada yang berani melawannya saat dia membunuh patriak, dia merasa sangat bersalah karena waktu itu dia ditunjuk untuk menjadi patriak keluarga Xin, namun dia tidak mau dan menyuruh orang lain untuk menjadi patriak, dan hal itu malah menjadi bumerang baginya, orang yang dia percaya malah mau menghancurkan keluarganya,
andai saat itu dia tidak egois dan mau menjadi patriak, kejadian itu tidak akan terjadi,
dengan dia menjadi patriak, maka tidak akan ada yang berani mengusik putri satu-satunya itu, hal itulah yang menjadi penyesalan dihatinya sampai saat ini, setelah dia membunuh patriak lama dia pun akhirnya mengambil alih posisi patriak, dia berencana menjadikan kekuasaannya untuk menekan orang-orang yang membenci putrinya, dia pun menyuruh putranya untuk mencari keberadaan Xin Xia, namun tidak pernah bisa menemukannya,
sampai pada akhirnya setelah beberapa tahun tidak bisa menemukan Xin Xia, dia pun mundur dari jabatannya dan menyerahkan posisi patriak kepada putra satu-satunya yaitu Xin Bao, lalu dia pun memutuskan untuk mencari sendiri putrinya, dan sampailah pada saat ini, saat dimana dia bertemu dengan Yang Kai.
"aku sangat bodoh..! aku ayah yang tidak bertanggung jawab..!" gumam Xin Han sedih dan sangat terpukul karena kehilangan putri satu-satunya,
"kakek tidak bersalah, ibuku sendiri yang memutuskan untuk pergi," jawab Yang Kai menenangkan Xin Han
"tidak Kai'er semua karena kebodohanku, seharusnya aku saja yang mati,.!" jawab Xin Han masih merasa dia yang paling bersalah,
"sudahlah kek, lagi pula ibu sangat bahagia waktu itu, bahkan kami semua hidup dengan sangat bahagia, meskipun kondisi ekonomi kami buruk, hehe"
Yang Kai cengegesan masih mencoba menenangkan Xin Han,
melihat senyum Yang Kai membuat hati Xin Han sedikit tenang,
"kau benar Kai'er mungkin inilah takdir, jika ibumu tidak pergi waktu itu, pasti kau juga tidak akan ada didunia ini,"
Xin Han akhirnya bisa tersenyum dia pun berusaha melupakan apa yang telah terjadi,
"baiklah..! mulai sekarang kakek akan menjaga cucu tampanku ini," ucap Xin Han tersenyum sambil mengusap kepala Yang Kai,
saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar teriakan seorang bocah dari dalam kereta kuda,
"aahhh.. kakek kenapa ada tarzan disini kek..?" teriak seorang bocah setelah turun dari kereta,
Pletak...
suara jitakan keras bersarang dikepala bocah itu,
"tarzan gundolmu, dia ini sepupumu, panggil dia kakak,..!" bentak Xin Han setelah menjitak bocah itu,
"ehh.. kakak ku..? aku tidak punya kakak yang aneh seperti itu kek..!" jawab bocah itu polos sambil mengelus kepalanya yang benjol,
Pletak...
suara jitakan kembali terdengar bersarang dikepala bocah itu,
"aduh.. duh... maafkan aku kek.. aku salah.. aku salah..." ucap bocah itu tidak berani lagi bicara ngawur setelah mendapat 2 jitakan keras,
dia pun akhirnya ikut duduk disebelah kakeknya dan berniat mendengar cerita sesungguhnya dari sang kakek,
...•••••°####°•••••...
...| |...
...| |...
...| |...
...###°¥°###...
untuk Yin Mei...