NovelToon NovelToon
Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di dunia tempat kekuatan kultivasi menjadi ukuran harga diri dan masa depan, Riu Han lahir sebagai anak dari Klan Riu yang terhormat—namun membawa takdir yang dianggap sia-sia. Sejak usia empat tahun, ia dinyatakan memiliki saluran energi yang tersumbat, membuatnya sama sekali tidak mampu menyerap dan menyalurkan energi alam. Di tengah pandangan mencemooh dan belas kasihan, ia terus berusaha meski tahu jalannya seolah sudah tertutup rapat.

Hingga suatu hari, di balik pohon Kayu Keabadian yang berusia ribuan tahun, ia menemukan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Di sana, udara terasa lebih kental dan damai, serta menyimpan jejak kekuatan kuno yang tak terduga. Apa yang awalnya hanya menjadi tempat pelarian, perlahan mengungkapkan sebuah warisan agung yang telah lama ditunggu—satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdirnya, membuka jalan menuju puncak kekuatan, dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Cerita dari Sang Ayah

Pagi hari itu, cahaya matahari baru saja menyelinap masuk lewat celah jendela kayu, menerangi ruangan sederhana kediaman keluarga Riu. Begitu Riu Han bangun dari tidurnya dan mencuci muka, suara panggilan lembut terdengar dari arah ruang makan.

“Riu Han, kemarilah. Mari kita sarapan bersama,” panggil ayahnya, Riu Zheng.

Biasanya, ayah dan anak ini jarang memiliki waktu makan yang tenang berdua karena kesibukan ayah dalam urusan klan. Namun pagi itu terasa berbeda. Saat Riu Han duduk di hadapannya, ia melihat ayahnya menatapnya dalam-dalam, dengan sorot mata yang terlihat berat, penuh rasa sayang sekaligus sedikit rasa bersalah yang mendalam.

Setelah menghela napas panjang, Riu Zheng akhirnya membuka suara dengan nada yang pelan dan serius.

“Nak, maafkan ayah. Ayah merasa sangat bersalah, karena ayah tidak bisa menjagamu saat itu. Akibatnya, kamu harus menanggung nasib ini—tidak bisa berkultivasi seperti anak-anak lain seusiamu.”

Perkataan itu membuat Riu Han tertegun. Ia perlahan mengangkat kepalanya, menatap wajah ayahnya yang tampak lebih lelah dari biasanya, lalu bertanya dengan nada bingung namun tenang:

“Kenapa ayah berbicara seperti itu? Selama ini aku pikir memang takdirku begini…”

Riu Zheng menghela napas lagi, kali ini terasa lebih berat seolah ingin mengeluarkan beban yang dipendamnya selama bertahun-tahun. Ia memandang kosong ke meja makan, seolah melihat kembali kejadian kelam yang telah lama ia kubur dalam ingatan.

“Sebenarnya, ada sebuah kejadian yang tidak terduga saat itu,” mulainya perlahan, suaranya terdengar bergetar menahan emosi. “Waktu itu ayah sedang ditugaskan pergi ke daerah perbatasan untuk urusan klan, sehingga harus meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama. Di rumah hanya ada dirimu dan ibumu.”

Ia berhenti sejenak, menelan ludah seolah kata-kata selanjutnya sangat sulit untuk diucapkan.

“Suatu hari, datang sekelompok orang asing yang kekuatannya jauh di atas rata-rata. Mereka menargetkan ayah, bukan karena dendam pribadi, melainkan karena sesuatu yang pernah dipegang oleh leluhur kita. Saat mengetahui ayah tidak ada, mereka tetap menyerang rumah dengan kejam. Demi menyelamatkan nyawamu, ibumu tidak ragu melawan mereka sendirian, meski ia tahu kekuatannya tidak sebanding dengan mereka.”

Riu Han mendengarkan dengan napas tertahan, matanya perlahan berkaca-kaca. Ia belum pernah mendengar kisah ini sebelumnya. Selama ini ia hanya tahu ibunya meninggal dunia saat ia masih bayi, tanpa mengetahui sebab sebenarnya.

“Ibumu berhasil membawa dirimu lari menjauh ke dalam hutan, namun ia sudah terluka parah di bagian perut akibat serangan pedang. Meski darah terus mengalir, ia tetap memelukmu erat dan terus berjalan menjauh dari bahaya,” lanjut ayahnya, air mata mulai menetes di sudut matanya. “Namun takdir berkata lain. Saat mereka hampir berhasil lolos, salah satu penyerang itu melemparkan racun berupa kabut tipis yang sangat berbahaya. Racun itu meleset dari sasaran utamanya, namun tersebar ke sekeliling tempat ibumu berdiri.”

Suara Riu Zheng semakin lirih, seolah menahan rasa sakit yang luar biasa.

“Kabut racun itu langsung menyerang tubuh ibumu, merusak organ dalamnya dalam sekejap. Ia tidak sempat menghindar. Namun yang lebih menyakitkan, uap racun itu juga terhirup oleh dirimu yang masih sangat kecil dan lemah. Racun itu tidak membunuhmu secara langsung, tetapi merusak seluruh aliran energi serta merusak saluran energi dalam tubuhmu secara permanen. Itulah sebabnya para tetua klan mendapati jalan kultivasimu tertutup rapat—bukan karena kamu lahir demikian, melainkan akibat racun itu yang bersemayam di dalam tubuhmu sejak bayi.”

Keheningan menyelimuti ruang makan itu. Hanya terdengar suara detak jantung yang terasa semakin kencang. Riu Han duduk membeku, hatinya terasa seperti dicengkeram erat. Selama ini ia menyalahkan dirinya sendiri, merasa dirinya tidak berguna, namun baru sekarang ia tahu kebenaran pahit ini. Ia kehilangan ibunya, dan jalan hidupnya berubah total, semata-mata karena bahaya yang mengikuti jejak ayahnya.

Riu Zheng menjulurkan tangannya, mengusap kepala anaknya dengan lembut.

“Ayah telah mencoba segala cara—bertanya ke tabib terbaik, mencari ramuan kuno, hingga meminta bantuan tetua klan dari tempat jauh. Namun racun itu sangat aneh dan halus, tidak meninggalkan jejak yang terlihat jelas, sehingga sulit untuk dihilangkan. Ayah merasa gagal melindungi keluargaku, dan membiarkanmu menderita sendirian selama ini.”

Riu Han menunduk dalam, air matanya akhirnya jatuh membasahi pelupuk matanya. Namun tidak lama kemudian, ia mengangkat wajahnya kembali, menghapus air matanya dengan punggung tangan, lalu menatap ayahnya dengan pandangan yang lebih tegar dari sebelumnya.

“Jangan bicara begitu, Ayah… Bukan salah Ayah. Dan juga bukan salah Ibu. Ibu telah mengorbankan nyawanya demi aku, itu berarti ia ingin aku tetap hidup, bukan menyerah begitu saja,” ucapnya dengan suara yang masih sedikit bergetar namun penuh keteguhan hati.

Di saat itu juga, dalam benak Riu Han terlintas ingatan tentang ruangan rahasia di dalam pohon Kayu Keabadian, serta kotak hitam misterius yang tersembunyi di bawah alas tidur. Entah kenapa, hatinya berbisik pelan—mungkin semua ini bukanlah akhir dari segalanya.

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Lanjut Up Thor 💪💪
Deevy Tresiyana
kuatkan💪mu riu han...ceritanya luar biasa thor👍😄
Deevy Tresiyana
👍💪hebat hebat
Blue Manusia Biasa
awal yang bagus
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 1 gift ☕ Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift. Semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjutkan Thor 💪💪
sutrisno akbar
ayo lanjut thor l
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tingkatan Pemula saja Tingkat 1-9, kok nggak Awal, Tengah dan Puncak 🤔
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Kisah menjadi Kultivator / Pendekar dimulai 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Semoga Novel ini sukses dan sampai Tamat.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Alur ceritanya mulai menarik untuk dibaca 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!